Adakah Cinta Untuk Carla

Adakah Cinta Untuk Carla
Bab 16


__ADS_3

Alex tampak gelisah menunggu Carla yang tak kunjung datang, ia pun memutuskan untuk menghubungi Carla, namun belum sempat ia mendial nomor Carla, tiba - tiba seseorang muncul dari balik pintu ruangan tersebut.


"Alex, maaf sudah membuatmu menunggu lama," tiba - tiba Carla datang menghampirinya didalam ruangan tersebut.


"Ahh..Carla, kenapa kau lama sekali."


"Ng..m-maaf, tadi jalanan sedikit macet, jadi aku telat deh," bohong Carla mencari alasan.


"Heuh, ya sudah tidak apa. Duduk sayang," Alex bangkit berdiri lalu menarik kursi yang didepannya dan mempersilahkan Carla untuk duduk.


"Terimakasih," jawab Carla sembari tersenyum manis.


"Sayang kau mau pesan apa ? pilihlah apa saja menu yang kau mau," ucap Alex.


"Ah iya Alex, terimakasih," jawab Carla lalu membuka buku menu yang ada dihadapannya, karena memang Alex sengaja tidak menentukan menunya terlebih dulu karena ia ingin memesan makan malam yang sesuai keinginan Carla saja malam ini.


Setelah selesai memutuskan menu apa saja yang ingin mereka pesan, Alex pun memanggil pelayan. Dan sambil menunggu pesanannya disajikan, mereka pun berbincang.


Namun tanpa sepengetahuan Alex, didalam hati Carla saat ini sebenarnya sedang merasakan was - was. Tubuh Carla memang ada disitu bersama Alex, namun sebenarnya Carla saat ini sedang sibuk memikirkan Rain.


"Aduh...bagaimana dengan Rain ya ?" cemas Carla.


Sementara itu diruangan lain di restoran tersebut, Rain sudah mulai resah tak menentu menunggu kedatangan Carla.


"Ck...kemana sih gadis itu, kenapa sampai sekarang belum juga sampai ?...hhh...apakah jalanan menuju kemari saat ini sedang macet...hufftt..," ucap Rain sambil menghembuskan nafas kasar, lalu kemudian mulai menyeruput minuman yang entah sudah keberapa kalinya ia pesan sejak tadi selama menunggu Carla.


"Lama - lama perutku bisa kembung sambil menunggu gadis itu," gerutu Rain.


Rain pun memutuskan untuk menghubungi Carla.


Ditempat lain, Carla dapat mendengar bahwa ponselnya kini bergetar, untungnya ia sudah mengaktifkan mode silent pada ponselnya, sehingga Alex tidak bisa mendengar kalau ada panggilan masuk di ponsel Carla.


Carla yang kini sedang sibuk menyantap makanannya bersama Alex pun menjadi gelisah dibuatnya.


"Duh bagaimana ini, itu pasti Rain yang menghubungi ku," batin Carla.


"Ng...Alex, maaf aku permisi ke toilet sebentar ya," ucap Carla kemudian.


"Eumm...tapi jangan lama - lama ya," ucap Alex.


"Iya sayang, aku akan segera kembali."


Carla pun buru - buru keluar dari dalam ruangan tersebut.


Sesampainya diluar, ia pun segera mengambil ponsel dari dalam tasnya yang masih terus bergetar itu.


"H-halo tuan muda."


"Hei gadis kopi tumpah, sebenarnya kau ada dimana sekarang ? kenapa sampai sekarang kau belum datang juga ? Kau tahu sekarang sudah jam berapa ?" cerocos Rain saat Carla telah menjawab panggilan darinya.


"I-iya maaf tuan muda, a-aku tadi terjebak macet. Ini aku sudah berada di restoran, dan aku sedang menuju ke ruangan tempatmu berada," bohong Carla lagi.


"Ya sudah sekarang cepat kemari, aku sudah hampir pingsan menunggumu disini," ucap Rain lalu menutup panggilan teleponnya.


"Uhh...lagian siapa suruh dia menungguku, aku kan tidak bilang kalau aku setuju untuk makan malam dengannya," meskipun menggerutu namun anehnya Carla tetap saja melangkahkan kakinya menuju ke ruangan dimana Rain kini berada.


Sesampainya ditempat Rain, Carla mengetuk pintu dulu sebelum akhirnya Rain mempersilahkannya masuk.


"Dari mana saja kau ? kenapa jam segini baru datang hah ?" omel Rain.


"Kan tadi aku sudah bilang, kalau jalanan macet."

__ADS_1


"Hh...seharusnya kau berangkat lebih awal dari rumah supaya tidak terlambat karena macet."


"Ya mana aku tahu kalau akan macet dijalan, makanya aku tidak buru - buru datang kemari. Lagi pula.....,"


"Lagipula apa hah ?"


"Lagipula siapa suruh kau menungguku, seharusnya jika aku tak kunjung datang, kau pulang saja kerumahmu."


"Hah...?...bisa bisanya kau bicara seperti itu padaku. Kau tahu tidak hari ini aku sudah datang lebih awal dan mempersiapkan semuanya hanya untuk makan bersamamu, tapi kau malah menyuruhku pulang."


"Ya daripada kau kesal karena lama menungguku, dan lagi aku kan tidak bilang kalau aku mau datang."


"Tapi buktinya kau mau datang juga kan ?"


"I-Iya sih...," Carla menunduk pasrah.


"Ya sudah jangan marah lagi, aku kan sudah disini sekarang," ucap Carla kemudian.


"Iya baiklah, aku akan berhenti marah sekarang. Pelayan...," Rain pun segera memanggil pelayan.


Seorang pelayan pun datang memasuki ruangan tersebut.


"Iya tuan...," sahut sang pelayan setelah berada dihadapannya.


"Tolong sajikan semua hidangan yang sudah kupesan tadi...!" perintah Rain.


"Iya baiklah tuan, kami akan segera hidangkan," ucap pelayan tersebut lalu undur diri dari hadapannya.


"Wah jadi dia sudah memesan semuanya sebelum aku datang. Ternyata dia pria yang penuh persiapan, sangat berbeda dengan Alex yang apa - apa harus tanya aku dulu kalau mau makan di restoran," batin Carla.


Dan tak lama kemudian, beberapa pelayan tampak memasuki ruangan dengan membawa berbagai macam hidangan yang tampak sangat lezat dimata Carla.


Rain tersenyum mendengar ucapan Carla, " kau boleh memakan apa saja yang ingin kau makan tanpa harus menghabiskannya, nanti sisanya boleh dibungkus kalau kau mau," ucapnya kemudian.


"Ahh...tidak usah, tidak perlu dibungkus. Kau berlebihan, masa hanya untuk makan berdua saja, kau pesan sebanyak ini. Ini namanya pemborosan."


"Tapi...kau suka tidak dengan semua menu yang kupesan ini ?"


"Eumm...suka sih, semua menu yang kau pesan ini adalah menu termahal di restoran ini."


"Ya sudah yuk kita makan."


Rain dan Carla pun segera menyantap hidangan tersebut.


"Duh...kenyang - kenyang deh nih perut, malam ini aku terpaksa harus makan didua meja berbeda dan dengan dua orang yang berbeda pula. Ahh...anehnya kenapa aku mau melakukan hal bodoh seperti ini ya ? aku merasa menjadi seperti seorang gadis jahat yang sedang membohongi dua orang pria sekaligus," batin Carla.


*


*


Kembali ke ruangan Alex.


Kini Alex kembali merasa gelisah karena Carla tak kunjung kembali dari toilet.


"Bilangnya tadi ke toilet, tapi kok lama sekali ya ? apa perutnya sedang bermasalah," pikir Alex.


Alex memutuskan untuk menunggu sekitar lima menit lagi, baru kemudian ia pun menghubungi Carla melalui ponselnya.


Kini giliran Carla yang merasa gelisah karena ponselnya tak berhenti bergetar sejak tadi, Rain yang menyadari raut wajah Carla yang tampak tidak tenang itu pun menjadi heran dibuatnya.


"Kau kenapa ?" tanya Rain disela makannya.

__ADS_1


"Hah...?...ng...t-tidak kenapa - kenapa kok. Ng aku hanya...,"


"Hanya apa ?"


"Hanya...hanya...mau ke toilet."


"Oh...kau mau ke toilet, ya sudah cepat sana pergilah ke toilet, jangan ditahan, nanti kamu bisa sakit."


"Duh...perhatian banget sih nih si sombong," batin Carla.


"I-iya, kalau begitu aku permisi ke toilet dulu ya," ucap Carla kemudian.


"Eumm...jangan pake lama ketoiletnya ya !" pesan Rain sebelum Carla meninggalkan ruangan tersebut.


Setelah keluar dari ruangan Rain, tanpa menjawab panggilan dari Alex, ia pun memilih berjalan dengan terburu buru menuju ke ruangan Alex.


*


*


Carla tampak terengah engah saat ia tiba diruangan Alex.


"Sayang kau kenapa ? seperti habis lari maraton saja," tanya Alex yang kemudian mematikan panggilan teleponnya.


"Ahh...iya aku tadi jalan dengan terburu buru karena takut kau menungguku terlalu lama, dan maaf karena tidak menjawab panggilanmu tadi," ucap Carla beralasan.


"Eumm baiklah tidak apa. Tapi kenapa kau lama sekali ?"


"Ohh itu karena di toilet wanitanya tadi sangat antri, hehe...," Carla nyengir kikuk.


"Masa sih, memangnya hari ini banyak sekali ya pengunjungnya ?"


"Y-ya sepertinya sih begitu," bohong Carla lagi.


"Ya udah yuk kita terusin makannya."


"Iya baiklah," Carla pun terpaksa menyantap kembali makan malamnya bersama Alex walaupun sebenarnya perutnya sudah hampir kekenyangan.


Setelah lima belas menit berlalu, kini ponsel Carla kembali bergetar, dan tentu saja itu adalah panggilan dari Rain.


"Duh bagaimana ini, masa aku harus pamit ke toilet lagi pada Alex, lalu melanjutkan makan malam ku dengan Rain, perutku sudah tidak kuat rasanya," batin Carla gelisah.


"Ng...Alex, aku keluar sebentar ya, aku mau memesan air putih lagi pada pelayan didepan," ucap Carla berasalan agar ia dapat keluar dari ruangan itu sebentar.


"Kau tidak perlu keluar sayang, kita bisa memanggil pelayan kemari."


"Ahh jangan, biar aku saja yang menghampiri mereka disana ya. Lagipula kasian kan mereka, siapa tahu mereka saat ini sedang repot diluar sana " ucap Carla dengan nada sedikit memaksa.


"Ck...ya sudahlah terserah kau saja, tapi ingat jangan lama - lama perginya, jangan seperti tadi !"


"Iya aku janji tidak akan lama."


Carla pun langsung buru - buru keluar dari dalam ruangan, sesampainya diluar ternyata ponselnya telah berhenti bergetar. Ia pun memutuskan untuk mengirim pesan kepada Rain.


"Tuan muda Rain, maaf aku pulang terlebih dulu, soalnya perutku bermasalah. Aku perlu beristirahat dan minum obat. Sampai bertemu besok di kafemu ya," isi pesan Carla untuk Rain.


Setelah mengetik kan pesan tersebut, Carla pun merasa lega. Ia pun berniat untuk masuk kembali kedalam ruangan Alex. Namun belum sempat ia membuka pintu ruangan Rain, tiba - tiba pergelangan tangan kanannya dicekal oleh seseorang.


Mata Carla terbelalak kaget saat melihat siapa orang yang ada dihadapannya kini.


"T-tuan muda R-Rain ?"...lidah Carla tercekat, tak tahu harus mengucapkan apa.

__ADS_1


__ADS_2