Adakah Cinta Untuk Carla

Adakah Cinta Untuk Carla
Bab 4


__ADS_3

Tak berapa lama kemudian, kini Alex telah tiba di apartemen Jessica.


Setelah Jessica membukakan pintu untuknya, tiba - tiba saja Jessica langsung menghambur kedalam pelukan Alex sembari menangis.


"Hei Jessica, kau ini kenapa ?" sontak Alex pun dibuat kaget dengan apa yang dilakukan Jessica saat ini.


"Hiks..hiks...Alex, syukurlah kau datang. Aku sangat membutuhkan mu saat ini hiks..," ucap Jessica sambil terus menangis di pelukan Alex.


"Iya tapi...biarkan aku masuk dulu, jangan didepan pintu seperti ini, tidak enak jika nanti ada yang melihat, mereka bisa salah paham."


Dengan terpaksa Jessica pun melepaskan pelukannya dan mempersilahkan Alex untuk masuk kedalam ruang apartemennya.


Dan kini mereka berdua pun duduk berdampingan disofa diruang tamu. Jessica kan pun kini sudah tampak sedikit tenang.


"Jessica, sebenarnya kau ini ada masalah apa hah ?" tanya Alex memecah keheningan.


"A-aku...aku baru saja putus dengan pacarku Sean."


"Astaga..kenapa ? bagaimana bisa ?"


"Sean itu brengsek, hari ini aku memergokinya bersama wanita lain dihotel hiks...," Jessica kembali terisak.


"Dasar bajingan Sean itu, biar kuhajar dia, jika bertemu dengannya nanti," Alex menjadi emosi mendengar cerita dari Jessica barusan.


"Sudahlah Alex, biarkan saja. Lagipula aku sudah merelakan nya dengan wanita itu, aku tak ingin mengungkitnya lagi. Yang ku perlu kan saat ini adalah dirimu Alex. Karena hanya dirimu lah yang paling mengerti aku."


"Bukankah dulu kau bilang kau tidak terlalu menyukai Sean, tapi kenapa kau tetap mau berpacaran dengannya hah ?"


"Karena kupikir Sean adalah pria yang baik, makanya aku mau berpacaran dengannya hiks...," Jessica dengan sengaja menyenderkan kepalanya ke pundak Alex.


Lagi - lagi Alex dibuat kaget oleh tingkah Jessica, namun kali ini ia membiarkannya karena suasana hati Jessica yang sedang buruk pikirnya.

__ADS_1


"Eumm...ya sudah kalau begitu tenang kan lah dirimu, kau pasti akan mendapatkan yang jauh lebih baik dari Sean," hibur Alex.


"Tidak ada yang seperti dirimu Alex, hanya kaulah pria yang terbaik yang pernah ku kenal dalam hidupku."


Alex mengerti maksud dari ucapan Jessica barusan, karena ia sendiri juga menyadari bahwa Jessica masih menaruh hati padanya, walaupun dulu ia pernah menolak cinta Jessica sewaktu mereka masih duduk dibangku SMA.


"Ng...Jessica, lebih baik sekarang kau beristirahatlah agar besok hatimu terasa lebih baik. Lagipula ini kan juga sudah malam."


"Eumm...kau benar, tapi sepertinya aku takkan bisa tidur malam ini jika kau tidak menemaniku disini."


"Maksudmu ?"


"Tinggallah disini malam ini bersamaku, aku mohon."


"Maaf Jessica, tapi aku tidak bisa. Aku sudah berjanji pada Carla untuk kembali pulang secepatnya jika urusanku sudah selesai."


"Ck...Carla, sigadis manja itu. Lagi - lagi dia yang selalu menjadi alasan bagimu untuk tidak bisa berlama lama denganku. Semenjak kau pacaran dengannya, hubungan persahabatan kita terasa jadi lebih renggang."


"Iya, tapi waktu pertemuan kita jadi berkurang."


"Ck..kita ini sudah dewasa, sudah seharusnya kita menghargai privasi satu sama lain. Lagipula aku juga tidak pernah marah jika kau lebih memilih pergi dengan pacarmu daripada bertemu denganku waktu dulu saat kau masih bersama Sean."


"Iya aku tahu, tapi aku benar - benar tidak suka dengan si Carla pacarmu itu."


"Perasaan dari dulu, kau juga tidak pernah suka pada setiap gadis yang pernah kupacari."


Jessica tidak bisa menjawab ucapan Alex barusan, karena apa yang dikatakan Alex itu memang benar adanya. Jessica memang tidak pernah menyukai siapapun gadis yang dekat dengan Alex, karena ia tak rela jika Alex berpacaran dengan gadis lain. Dan ia pun hanya bisa terdiam kesal.


"Kalau begitu, temani aku sampai aku tertidur saja, baru kau boleh pergi...ya...ya...aku mohon...," rayu Jessica dengan memasang mimik wajah manja dan memohon.


"Aishh...kau ini, ya baiklah. Tapi cepatlah kau tidur ya !" Akhirnya Alex pun mengalah.

__ADS_1


Jessica mengajak Alex untuk masuk kedalam kamarnya. Sesampainya dikamar, Jessica segera merebahkan tubuhnya di ranjang dan meminta Alex untuk menyelimuti tubuhnya. Berhubung sahabatnya itu sedang sedih, maka Alex pun menuruti kemauannya. Setelah itu Alex pun menarik sebuah kursi yang ada didalam kamar tersebut, lalu duduk disamping tempat tidur Jessica.


Jessica yang merasa senang karena Alex mau menuruti permintaannya itu pun segera memiringkan tubuhnya menghadap kearah Alex.


Dan bukannya segera memejamkan matanya untuk tidur, Jessica malah memandangi wajah tampan Alex sembari tersenyum.


"Ck..kau bilang mau tidur, tapi kau malah memandangiku terus," kesal Alex.


"Habisnya kau sangat tampan."


"Iya aku tahu, aku memang tampan, tapi ketampananku ini bukan untuk kau pandangi, melainkan hanya Carla yang boleh melakukannya."


"Ck..Carla lagi, bisakah kau tidak menyebut namanya saat bersamaku. Menyebalkan !"


"Kalau begitu cepatlah kau pejamkan matamu, lalu segera tidur. Kalau tidak, aku akan menyebut nama kekasihku itu berulang ulang kali hingga kau muak dan mengijinkanku untuk pulang secepatnya."


"Hhh...iya baiklah aku akan segera tidur, dasar kau memang menyebalkan !" Jessica segera memejamkan matanya dengan kesal.


*


*


Satu setengah jam sudah Alex duduk menemani Jessica disamping tempat tidurnya, namun Jessica tak kunjung tertidur pulas. Setiap kali Alex hendak pergi meninggalkannya, Jessica langsung membuka matanya dan menahan tangan Alex, dan memohon agar Alex tak meninggalkannya sebelum ia benar - benar tertidur pulas.


Sementara itu dikediaman Alex, Carla juga ternyata masih terjaga. Ia juga tak dapat tidur karena hatinya gelisah menunggu Alex yang tak kunjung pulang kerumah.


"Hhh...Alex, kenapa kau lama sekali sih ?..ahh...apa aku telepon saja ya ?" Carla segera mengambil ponselnya dan mendial nomor Alex. Sesaat kemudian nomor Alex pun terhubung, namun anehnya bunyi dering ponsel Alex terdengar sangat jelas didalam rumah itu. Carla pun mencoba mencari sumber suara, dan ternyata bunyi dering itu berasal dari ponsel milik Alex yang tergeletak diatas meja didepan televisi diruang tengah. Rupanya tadi Alex lupa membawa ponselnya karena terburu buru.


"Astaga, bagaimana bisa dia meninggalkan ponselnya disini. Aduh bagaimana ini, kalau begini terpaksa aku harus menghubungi nomor Jessica," Carla mengusak rambutnya kesal.


Akhirnya dengan terpaksa Carla pun mendial nomor milik Jessica, namun sayangnya ponsel milik Jessica sedang tidak aktif. Karena sebenarnya Jessica memang sengaja mematikan ponselnya saat ini, karena ia menyadari bahwa Alex tidak memegang ponsel sama sekali sejak tiba di apartemennya sedari tadi. Karena itulah ia juga mematikan ponselnya agar Carla tak bisa menghubunginya.

__ADS_1


Carla yang merasa kesal, akhirnya hanya bisa pasrah. Dan ia pun mendudukan dirinya disofa dengan lemas, sambil berharap agar Alex segera tiba dirumah.


__ADS_2