Adakah Cinta Untuk Carla

Adakah Cinta Untuk Carla
Bab 14


__ADS_3

Waktu kini telah menunjukkan pukul lima pagi, hari memang masih gelap, namun tiba - tiba Alex terbangun dari tidurnya dan merasakan pusing di kepala nya.


"Ahh..kepalaku sakit sekali...," ucapnya sambil memegangi kepalanya, sementara manik matanya mencoba menangkap pemandangan disekelilingnya hingga akhirnya ia pun tersadar,.."A-aku dimana ini ? sepertinya ini bukan kamarku ?"gumamnya.


Dengan tubuh yang terasa lelah, ia pun berusaha mendudukan dirinya ditempat tidur, namun alangkah kaget nya ia saat menyadari ada seseorang yang saat ini masih tertidur lelap disampingnya.


"J-Jessica ?.." pekik Alex tertahan. "Kenapa dia ada disini ?" gumam Alex lagi.


Dengan perasaan bingung, ia pun mencoba untuk turun dari tempat tidur itu, namun hal yang dilihatnya kali ini tak kalah mengejutkan dari sebelumnya, karena saat ia membuka selimut yang menutupi tubuhnya ia tersadar bahwa ternyata dirinya hanya menggunakan celana dalam saja ditubuhnya. Tak cukup sampai disitu, Alex pun melihat kesamping kearah tubuh Jessica yang hanya mengenakan pakaian dalam saja dibagian atas dan bawah tubuhnya.


"ASTAGA APA YANG KULAKUKAN ??" teriaknya tak percaya dengan apa yang dilihatanya saat ini.


Mendengar itu, Jessica pun merasa terusik dan akhirnya terbangun dari tidurnya.


"Euhh...Alex kenapa kau pagi - pagi begini sudah teriak - teriak ?" tanya Jessica dengan suara paraunya khas bangun tidur.


"Jessica jelaskan padaku apa yang terjadi ?" Alex mulai panik.


"Apa maksudmu ?" Jessica pura - pura tak mengerti.


"CEPAT JELASKAN !!" bentak Alex emosi.


"Tenang Alex, kau jangan dulu emosi," ucap Jessica sambil mendudukan dirinya ditempat tidur.


"Katakan apa yang terjadi semalam hah ?...kenapa bisa seperti ini ?"


"Semalam kau mabuk, dan kau memintaku untuk membawamu ke apartemen ku ini. Lalu kau...melakukan itu padaku..," bohong Jessica sambil memasang mimik wajah sedih.


"T-tapi aku tidak mungkin melakukan itu padamu,"


"Buktinya kau melakukannya,"


"Lalu kenapa kau tidak mencegahku untuk melakukan itu padamu hah ?"


"Aku sudah mencoba untuk mencegahmu, tapi bagaimana lagi tenaga mu lebih besar dari padaku, kau memaksaku untuk melakukan itu, dan aku hanya bisa pasrah menerima perbuatanmu semalam," Carla memutar balikkan fakta.


"Jadi maksudmu, aku memperkosamu begitu hah ?"


"Yahh...begitulah,"


Alex pun tertunduk lesu, hatinya dipenuhi rasa kesal sekaligus penyesalan. Tiba - tiba dibenaknya muncul nama Carla. "Carla maafkan aku," ucapnya dalam hati.

__ADS_1


"Tapi...aku tidak masalah kok. Aku sama sekali tidak menyesali perbuatanmu padaku semalam. Kau tahu kan aku mencintaimu, karena itu aku merelakan kesucianku padamu, dengan sepenuh hati," ucap Jessica sambil mendekat kearah Alex, namun Alex segera mendorong tubuhnya dengan kasar.


"Auww...Alex, sakit," pekik Jessica.


"Arrghhh...sial, kau pasti sengaja menjebakku semalam, iya kan ?"


"Apa kau bilang, aku menjebakmu ? Justru aku lah yang seharusnya merasa terjebak olehmu, aku membawamu dalam kondisi mabuk kemari untuk menolongmu, tapi kau malah memperkosaku," elak Jessica.


"Arrgghh...persetan dengan semua ceritamu itu. Pokoknya jangan sampai Carla tahu tentang semua hal ini, mengerti ?..Ahh..sudahlah aku mau pulang saja, Carla pasti sudah cemas menungguku semalam," Alex pun segera mengenakan seluruh pakaiannya, dan bergegas meninggalkan apartemen Jessica.


"O ya mobilmu masih ada di parkiran bar sejak semalam," teriak Jessica mengiringi kepergian Alex.


Setelah Alex pergi, Jessica pun menyeringai licik.


"Sial...!! Setelah apa yang kubuat semalam, kau masih saja berani menolak ku. Heuhh...kau pasti belum menyadari bahwa semalam kau baru saja membongkar rahasia kekasihmu itu. Lihat saja nanti apa yang kulakukan padamu Alex, akan kuhancurkan hubunganmu dengan Carla secepatnya hahaha....," tawa licik Jessica memenuhi ruangan kamarnya tersebut.


*


*


Alex terpaksa pulang dengan menggunakan taksi, mengingat mobilnya yang masih berada diparkiran bar sejak semalam.


Diperjalanan pulang, Alex pun menyalakan ponselnya dan membuka pesan dari Carla. Betapa hatinya sangat merasa bersalah membaca pesan yang dikirimkan oleh Carla padanya semalam.


Tak berapa lama kemudian, Alex pun tiba dirumahnya. Sesampainya didalam rumah, ia pun segera berlari menghampiri Carla yang sedang berada didapur tengah membuat sarapan pagi.


Alex segera memeluk erat Carla dari belakang.


"Alex...," Carla terkejut dengan kehadiran Alex yang tiba - tiba memeluknya dari belakang.


"Carla...maafkan aku, hiks...," tanpa melepaskan pelukannya Alex tiba - tiba saja menangis.


"Alex, kau kenapa ?...kenapa baru datang, kau malah menangis seperti ini ?" Carla malah merasa cemas dibuatnya.


"Maafkan aku Carla...," sekali lagi Alex mengucapkan kata yang sama, hingga Carla merasa bingung dibuatnya.


"Kau minta maaf kenapa ?"


"A-Aku...ng...minta maaf,...k-karena b-baru p-pulang pagi ini," ucap Alex terbata karena bingung harus menjawab apa, di satu sisi ia tidak mungkin menceritakan kejadian yang sebenarnya antara dia dengan Jessica semalam, karena ia tak ingin menyakiti perasaan Carla pikirnya.


Carla membalikkan tubuhnya menghadap Alex, ia pun mengusap wajah kekasihnya itu dan menghapus air mata di pipinya.

__ADS_1


"Tidak apa sayang, tidak perlu minta maaf, yang penting kan sekarang kau sudah pulang. Kau pasti lelah, sekarang istirahatlah saja dulu sana !" ucap Carla seraya tersenyum manis, namun hal itu malah membuat hati Alex semakin merasa bersalah.


Sekali lagi Alex merengkuh tubuh Carla kedalam pelukannya dan mendekapnya dengan sangat erat.


"Carla maafkan aku, karena aku telah mengkhianati cinta kita," sesal Alex dalam hati.


"Hei sudahlah, jangan begini terus, aku tidak marah kok," ucap Carla sambil menepuk nepuk punggung Alex.


Alex pun akhirnya melepaskan pelukannya.


"Ya sudah kalau begitu aku keatas dulu ya, aku mau berganti pakaian, lalu berangkat kekantor,"


"Memangnya kau tidak ingin beristirahat dulu ?"


"Tidak sayang, nanti keburu kesiangan kalau aku tidur dulu,"


"Ohh ya sudah kalau begitu, tapi nanti sebelum berangkat kau harus sarapan dulu ya,"


"Iya sayang," Alex tersenyum kearah Carla, lalu segera beranjak pergi ke kamar nya.


Carla memandangi kepergian Alex dengan penuh rasa heran. Dalam hati sebenarnya banyak sekali yang ingin ditanyakan olehnya, terutama mengenai bau alkohol yang tercium sangat jelas dari tubuh Alex saat memeluknya tadi, namun Carla mengurungkannya karena ia tak ingin membuat Alex marah pagi ini.


"Badannya bau alkohol, apakah semalam dia mabuk ?" batin Carla.


Tak berapa lama kemudian, Alex dan Carla kini telah berada diruang makan, tengah menyantap sarapan bersama.


Disela sarapannya dengan Alex, Carla pun memberanikan diri untuk bertanya.


"Alex, ng...jadi semalam kau ada dimana ?"


"Oh...ng...semalam...ng...aku menginap dirumah temanku, dia mengadakan pesta hingga larut malam, jadi aku ketiduran disana," bohong Alex.


"Oh begitu," sahut Carla. "Hmm...pantas saja tubuhnya bau alkohol, pasti semalam dia minum terlalu banyak di pesta temannya itu," pikir Carla.


"Eumm...maaf karena semalam, tidak mengabarimu dulu,"


"Iya sayang, tidak apa - apa. Tapi lain kali, kau harus mengabariku dulu ya jika ingin menginap dirumah temanmu, jadi aku kan tidak merasa khawatir,"


"Eumm...maafkan aku sudah membuatmu khawatir," Alex mengusak lembut rambut Carla sambil tersenyum, dan dibalas senyum pula oleh Carla.


Sebelum berangkat, Alex kembali memeluk Carla dan kali ini ia pun memberikan ciuman mesra kepada kekasihnya itu. Hati Carla pun sangat senang, mendapat perlakuan yang sangat manis dari Alex pagi ini.

__ADS_1


"Hari ini suasana hatinya pasti sedang baik, hingga ia memperlakukanku seperti ini," batin Carla.


"Seandainya Carla tahu apa yang terjadi padaku dengan Jessica semalam, ia pasti akan sangat kecewa padaku. Hanya inilah yang bisa kulakukan untuk menebus kesalahan yang telah kubuat, yakni dengan memperlakukan mu lebih baik lagi Carla," batin Alex.


__ADS_2