Adikku Selingkuhan Suamiku

Adikku Selingkuhan Suamiku
Maaf


__ADS_3

Ayuna duduk di atas kursi Roda dengan di dorong oleh sang suami tercinta, dia merasa sedikit lebih baik. Pagi ini cuaca begitu cerah, secerah harapannya untuk menjalani hidup yang lebih baik di masa depan, menyambut kelahiran sang buah hati yang tinggal hitungan bulan. Sebentar lagi Ayuna akan menyandang gelar seorang ibu dan Arya akan menjadi seorang Ayah.


*********


''sayang, kamu maunya anak kita anak laki-laki atau perempuan?'' tanya Ayuna, saat mereka sudah tiba di Taman rumah sakit. Arya duduk berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan sang istri.


''Mas, mau dua-duanya'' jawab Arya, dengan senyum mengembang. Dia mengalihkan posisinya, berhadapan dengan sang istri. Arya menggenggam kedua tangan Ayuna.


''ihh mas, aku serius tahu. Kamu jawabnya nggak boleh gitu, harus pilih salah satunya dong'' balas Ayuna dengan bibir dimajukan. Arya merasa gemas melihat tingkah sang istri.


''iya, mas juga serius, sayang. Mas berharap anak kita tidak hanya satu, kembar misalnya. Kalau tidak kembar 2, ya kembar 3, atau kembar 4 juga boleh'' sahut Arya menggoda Ayuna. Ayuna merasa jengkel dengan ucapan suami tampannya itu, kemudian Ayuna menarik hidung mancung Arya. Membuat Arya mengaduh kesakitan.


''dasar, emangnya kamu tega apa mas? Melihat aku mengandung anak segitu banyak.'' sambung Ayuna, jari lentiknya masih berada di hidung mancung Arya.


''aww, sudah sayang, sakit. Maaf, maaf istriku sayang. Mas tadi cuma becanda'' ucap Arya, memegang hidung nya yang sedikit terasa perih, Arya kemudian tertawa terbahak-bahak karena sudah berhasil menggoda Ayuna apalagi saat di melihat ekspresi wajah Ayuna yang cemberut.


Setelah itu Ayuna juga ikut tersenyum melihat sang suami yang tertawa, karena baru kali ini Ayuna melihat suaminya itu tertawa begitu lepas.


''kamu kenapa melihat mas begitu, sayang? Mas ganteng ya?'' ucap Arya yang sadar dirinya sedang di perhatikan.


''ya, begitulah. Aku merasa sedikit terkejut, melihat sang bos besar yang terkenal begitu sombong, dingin, angkuh dan galak, ternyata bisa tertawa juga'' tutur Ayuna.


''semua ini karena kamu sayang, mas bisa tertawa lepas begini hanya saat denganmu.'' sambung Arya, kini mata mereka saling menatap lekat.


''benaran?" tanya Ayuna.


''iya''


''sekarang aku tanya lagi, tapi kali ini kamu harus jawab yang jujur. kamu kepengen anak laki-laki atau perempuan?'' tanya Ayuna, sedikit memaksa. Karena dia ingin tahu jawaban sang suami.


''mas sih terserah. Mau laki-laki atau perempuan sama saja, yang terpenting anak kita lahir dengan selamat. Anak dan ibunya sehat. Hanya itu, harapan mas'' jawab Arya, apa adanya. Membuat Ayuna merasa tersipu mendengar jawaban sang suami.


''terimakasih, mas''


''iya, nggak usah berterimakasih. Semua yang mas lakukan memang sudah menjadi kewajiban mas sebagai seorang suami. I love you full sayangku, Ayuna'' ucap Arya, dengan menyatakan cinta diakhir kalimat.


''I love you full to sayangku, Arya wiguna'' balas Ayuna. Sekarang senyuman kedua insan tersebut terlukis sempurna diwajah rupawan keduanya. Mereka saling menatap, semakin lama semakin dekat. Hingga, cup! Arya berhasil mendaratkan satu kecupan di bibir Ayuna. Membuat wajah Ayuna merah merona karena merasa malu. Ayuna melihat ke kiri dan ke kanan, Ayuna merasa malu kalau ada orang lain yang melihat tingkah mereka barusan.


''mas!'' seru Ayuna.


Sedangkan Arya hanya tersenyum nakal, karena sudah berhasil mendapatkan jatahnya pagi ini.


*******


Yudha duduk di atas kursi roda, menghadap ke taman belakang. Dia sudah sadarkan diri. Saat dia siuman, dia kaget akan keadaan kakinya, dia teringat, kalau rumah mereka tadi malam kebakaran, kejadian semalam begitu cepat. Hingga membuat kakinya tidak bisa berpijak secara sempurna lagi.


''baru saja aku bahagia dengan Sarah. tapi, kenapa kesialan datang lagi? Kesialan datang secara bertubi-tubi sejak aku berpisah dari Ayuna. Apa ini hukuman atas apa yang telah aku lakukan kepada nya dimasa lalu?'' batin Yudha, berbagai pertanyaan bersarang dibenak nya.


Karena merasa bosan, tadi Yudha meminta Sarah untuk memindahkannya ke kursi roda. Sekarang Yudha lagi sendirian diruang rawat inap nya. Sarah sang istri sedang keluar mencari makanan, sedangkan adiknya Tesya sudah pulang dari setengah jam yang lalu.


Saat matanya fokus menatap keluar, Yudha tidak sengaja melihat sepasang suami istri yang begitu dia kenali. Arya dan Ayuna. Arya dan Ayuna nampak begitu serasi. Yudha melihat dengan perasaan yang entahlah, sulit untuk di jabarkan. Yudha melihat Arya dan Ayuna tertawa bahagia, lalu, Arya mengecup sekilas bibir Ayuna, mantan istrinya itu.

__ADS_1


'Nyess'


Yudha merasa, dibagian dalam dadanya ada yang nyeri, tawa itu, tawa yang pernah dia lakukan bersama Ayuna.


''Ayuna, maafkan mas Ay. Maaf'' gumam Yudha, dengan tangan menyentuh kaca jendela yang ada di depannya. Kemudian dia menangis tersedu-sedu. ''Hiks ... hiks ... hiks!'' Yudha Menunduk, menumpahkan segala rasa penyesalannya. Semua kenangan masa lalu memenuhi pikirannya. Saat dia berbohong kepada Ayuna, mengatakan kalau dia lagi meeting, padahal kenyataannya dia sedang berduaan sama adik istrinya sendiri.


''kamu wanita baik Ayuna, kamu memang pantas bahagia. Arya begitu beruntung bisa memiliki mu, tidak seperti aku ... Aku telah menyia-nyiakan berlian hanya karena sebuah kerikil'' gumam Yudha lagi di sela-sela isakan tertahan nya.


Sarah ternyata sudah kembali, dia berdiri di belakang sang suami. Dia mendengar semua ucapan sang suaminya yang begitu lirih. Sarah ikut meneteskan air mata mendengar tangisan serta ucapan Yudha yang terlihat begitu menyesali perbuatannya di masa lalu.


''mas,'' sapa Sarah, menghampiri sang suami.


Yudha menghapus sisa air matanya dengan begitu cepat.


''i-iya sayang, kamu sudah kembali?'' ujar Yudha, beralih, memutar kursi rodanya, mendongakkan wajahnya kepada sang istri.


''sudah mas. Apa kamu mau aku antar untuk bertemu, Ayuna?'' ucap Sarah, dengan matanya juga fokus melihat keluar.


''maksud kamu?" Tanya Yudha, heran.


''iya, menurut aku lebih baik kamu menemui Ayuna secara langsung mas, kamu minta maaf sama dia. Supaya kamu tidak dihantui rasa bersalah terus menerus'' sahut Sarah, memberi saran.


''iya, kamu benar juga, sayang. Tapi, apa Ayuna mau memaafkan, mas?


''kamu jangan gitu mas, kita coba dulu yuk. Ayo kita ke sana, menghampiri Ayuna, sebelum Ayuna pergi'' ajak Sarah, memberi semangat dan dukungan.


''Kira-kira Ayuna kenapa sampai berada dirumah sakit ya?'' batin Yudha bertanya-tanya.


''baik lah, tolong bawakan mas kesana sekarang, sayang'' ucap Yudha.


Sarah kemudian mendorong kursi roda sang suami keluar, sarah benar-benar tulus mencintai Yudha, dia ingin melihat suaminya itu bahagia.


*********


"Ayuna!'' sapa seseorang dari arah belakang.


Ayuna dan Arya mengalihkan pandangannya ke arah asal suara yang memanggil Ayuna.


''mas, Yudha?!'' kaget Ayuna berucap.


Arya menatap Yudha dengan pandangan menelisik, pandangan nya kemudian beralih ke kaki Yudha yang di perban.


Sarah kemudian membawa Yudha mendekati Ayuna dan Arya. Sekarang mereka ber-empat sudah saling berhadapan.


Sesaat tercipta keheningan antara mereka. Lalu setelah itu Yudha memberanikan dirinya untuk berbicara.


''Ayuna, maafkan mas Ay. Selama kita berumah tangga mas sering membohongi kamu, mas sering menyakiti kamu. Mas berdosa sama kamu Ayuna. Maaf, maaf, maafkan mas... huhuhu!'' ucap Yudha memohon. Dia tidak dapat menahan tangis penyesalan nya.


Ayuna yang melihat Yudha menangis merasa biasa saja. Karena memang dirinya sudah tidak punya perasaan apa-apa lagi sama Yudha.


''sudahlah mas, lupakan semuanya, aku sudah mamaafkan kamu dari jauh-jauh hari. Mungkin ini memang sudah menjadi takdir kita. Lihatkan, karena kebodohan mu dulu, aku sekarang sudah berbahagia dengan suami ku. Suami yang lebih segala-galanya dari kamu'' jawab Ayuna sedikit mem-bangga, dengan pandangan lurus kedepan.

__ADS_1


Yudha merasa ada yang tertampar, hatinya sakit mendengar jawaban menohok dari Ayuna. Dengan cepat dia menguasai dirinya, mencoba bersikap biasa.


''terimakasih Ayuna, kamu memang wanita yang baik. Semoga kamu bahagia selalu bersama pak Arya.'' sahut Arya.


''Iya, sama-sama. Oh, ya, aku mau bilang. Kamu jangan hanya meminta maaf kepada aku saja mas. Tapi, kamu juga harus menemui Nina, minta maaf juga ke dia. Tidak hanya aku saja yang kamu sakiti, tapi, Nina juga, mas. Dia sekarang juga sudah menjadi korban dari kebuasan nafsu jahat mu'' sahut Ayuna santai.


Yang lagi-lagi berhasil membuat Yudha malu. Yudha menunduk, meremas kedua tangannya yang terasa dingin.


Arya dan Sarah hanya diam mendengarkan, mereka tidak ingin ikut campur.


''tapi-?'' sahut Yudha dengan suara tertahan


''tapi, apa?'' celetuk Ayuna.


''Nina, sudah tidak waras lagi Ay'' lirih Yudha menjawab dengan tatapan tertuju ke arah sang mantan istri.


''tapi, Nina kan masih istri mu mas!''


''tidak lagi Ay, aku sudah menjatuhkan talak kepadanya saat di rumah sakit. Sekarang hanya dia istri mas'' ucap Arya, seraya melemparkan tatapannya kearah Sarah.


Ayuna menarik nafas panjang, lalu Ayuna memandang Sarah lekat dengan senyum tipis.


''Hay, siapa namamu?'' tanya Ayuna ramah, dia menjulurkan tangannya.


Sarah sedikit kaget mendapati Ayuna menyapanya.


''e-eh iya, perkenalkan nama aku, Sarah'' jawab Sarah gugup dengan tangan gemetar.


''Aku, Ayuna'' balas Ayuna lembut.


''Kalau mas Yudha berani macam-macam sama kamu, jangan sungkan untuk kasih tahu ke aku ya. Tapi, aku harap kamu yang terakhir kalinya untuk mas Yudha.'' sambung Ayuna, Ramah.


''iya, terimakasih ya Ayuna? Kamu tidak hanya cantik, tapi kamu juga memiliki hati yang baik. Aku berdosa sama, Nina. Karena dulu aku sudah merebut mas Yudha dari dia'' sahut Sarah, matanya menghangat, seketika air mata sudah mengenangi pelupuk matanya. Dia mengalihkan pandangannya, lalu mengahapus air mata yang telah terjatuh.


Yudha menundukkan wajahnya, dia merasa malu. Sama apa yang telah dia lakukan dulu.


Sedangkan Arya tersenyum simpul, melihat kebaikan sang istri seraya membelai pucuk kepala sang Istri.


''maafkan Nina juga ya, mas. Karena dia sudah membuat mama Kasmi meninggal'' ucap Ayuna.


''iya!''


*******


Mereka berjalan beriringan menuju ruang masing-masing.


''kamu kenapa bisa dirawat disini, Ayuna?'' tanya Sarah. Sambil mendorong kursi roda sang suami.


''aku sekarang lagi hamil Sarah, kandunganku lemah. Makanya aku harus dirawat dulu untuk sementara waktu'' jawab Ayuna apa adanya.


''kamu hamil? Wah, selamat ya Ayuna. Semoga saja aku segera menyusul'' sahut Sarah, dengan senyum mengembang.

__ADS_1


Yudha diam, dia semakin merasa bersalah atas apa yang pernah mama dan adiknya tuduhkan dulu kepada Ayuna, ternyata kenyataan yang sebenarnya Ayuna tidak mandul.


''andai aku bisa bersabar dan menahan nafsu jahat-ku dulu, pasti sekarang aku dan Ayuna sangat bahagia, pasti kami sudah memiliki anak, karena kenyataannya, Ayuna tidak mandul.'' batin Yudha menunduk.


__ADS_2