Adikku Selingkuhan Suamiku

Adikku Selingkuhan Suamiku
Ketahuan belangnya


__ADS_3

Entah sedang mengalami hukum karma atau sebutan apa yang pantas untuknya, yang namanya perbuatan pasti akan ada balasan yang setimpal atas semua yang telah diperbuat. Yang pasti, berbuat baiklah supaya nasib baik selalu menghampiri mu.


**********


Detik jarum jam yang yang tergantung di dinding terdengar cukup jelas. Semua orang terdiam mematung menyaksikan pemandangan langka di depan mata mereka.


Salsa berucap lirih, meminta tolong dengan kondisi yang begitu mengenaskan. Darah segar mengalir deras dari pangkal pahanya.


Tubuh polos tanpa busana itu terlihat memucat, Salsa tergeletak lemah di lantai tanpa sehelai benang pun yang menutupi tubuhnya. Perutnya yang buncit terlihat jelas.


''tolong, tolong aku ...'' gumamnya lirih.


''ya tuhan! Apa yang sebenarnya terjadi sama kamu nak?! Kenapa keadaan kamu bisa menjadi seperti ini?'' resah ibunya Salsa. Dia menghampiri tubuh sang anak, lalu menarik selimut yang terdapat diatas kasur, menutupi tubuh polos Salsa.


''tolong ... tolong! Kalian kenapa hanya melihat saja, di mana hati nurani kalian? Cepat bawa Salsa kerumah sakit'' sambung bik Asih lagi. Berteriak, dengan air mata membasahi pipinya.


Arya dan pria yang lain yang berada dikamar itu mengalihkan pandangan mereka saat tatapan mereka tidak sengaja tertuju ke arah tubuh polos Salsa, sedangkan Ratna hanya diam sambil menggelengkan-gelengkan kepalanya.


Tidak mereka lihat keberadaan Wiguna, mereka merasa sedikit heran, padahal tadi sebelum Arya menggedor pintu, Arya dan Ratna mendengar suara d*s*han yang saling bersahutan dari dalam.


Jendela kamar Salsa nampak terbuka, tirai dan pintu itu masih menganga sempurna.


Ratna yang melihat kearah jendela sedikit curiga, begitu pun Arya.


''angkat tubuh itu, bawa dia kerumah sakit terdekat'' perintah Arya kepada bodyguard nya.


''baik, bos'' sahut bodyguard dengan cepat.


Saat bodyguard akan mengangkat tubuh Salsa, tiba-tiba Wiguna datang.


''ada apa ini?'' ujar Wiguna, seolah-olah tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Penampilan Wiguna begitu berantakan.


''kami juga tidak tahu apa yang sebenarnya telah terjadi sama Salsa, pa. Sebenarnya Arya dan mama ingin menanyakan ini sama, papa.'' cetus Arya. Berdiri menatap sang papa.

__ADS_1


''maksud kamu apa, Arya? Apa hubungan nya sama papa'' tukas Wiguna.


Arya tidak menjawab, dia memberikan amplop putih kepada sang papa. Sedangkan Salsa sudah dibawa kerumah sakit, dengan di temani ibunya.


''ini, ada kejutan untuk papa'' celetuk Arya, memberikan amplop.


''apa ini, Arya?'' tanya Wiguna heran dengan kening berkerut.


''nanti papa akan tahu sendiri, nanti saja papa buka. Lebih baik kita berbicara di tempat lain saja, aku merasa jijik melihat darah itu.'' tunjuk Arya.


''Arya, tidak kah kamu merasa simpati atas apa yang terjadi sama, Salsa? Bagaimana kalau itu terjadi sama istrimu?'' tegur Wiguna, Wiguna sedikit tidak suka sama ucapan Arya.


''papa tidak usah sok bijak. Aku tidak akan membiarkan Ayuna sampai berdarah-darah seperti itu, aku akan selalu menjaganya dengan baik. Sekarang ikuti aku pa!'' tegas Arya sedikit membentak.


Wiguna merasa heran melihat tingkah berani Arya, tidak biasanya Arya bersikap seperti itu dengannya. Dia melihat ada keanehan dengan putranya. Kemudian dia mengikuti langkah kaki Arya yang keluar dari kamar diikuti Ratna juga. Sebelum tadi, dia sudah memerintah beberapa pelayan untuk membersihkan darah Salsa.


***********


Arya berhenti di ruang keluarga, lalu dia duduk disamping istrinya, Ayuna.


''tidak ada apa-apa, sayang. Kamu duduk disini saja ya, temani mas. Kalau mas berbicara sudah diluar kendali, tolong kamu ingatkan'' pesan Arya kepada Ayuna. Dia menatap wajah cantik istrinya itu.


''baiklah, mas.'' jawab Ayuna tersenyum simpul.


Tidak berapa lama Wiguna dan Ratna datang. Mereka duduk di atas sofa yang berbentuk bundar. Sekarang hanya ada mereka berempat diruangan itu. Yaitu Wiguna, Ratna, Arya serta Ayuna.


''buka, pa'' perintah Arya, menunjuk amplop yang berada ditangan sang papa.


Wiguna kemudian membuka amplop putih yang sudah berada ditangannya itu, dengan sedikit gelisah. Wiguna duduk gelisah memikirkan keadaan Salsa serta bayinya.


Saat amplop sudah terbuka, Wiguna mengambil kertas yang terdapat didalam nya, lalu dengan cepat Wiguna membaca isi tulisan yang ada dikertas tersebut.


Beberapa detik kemudian. Wiguna tercengang dengan wajah kaget, lalu berkata.

__ADS_1


''apa maksud ini semua, Ratna?'' Ketus Wiguna, menatap Ratna.


''iya, itu surat cerai kita mas. Aku sudah mendaftarkannya ke pengadilan. Beberapa hari lagi sidang pertama putusan cerai kita akan dilaksanakan. Kamu tanda tangani surat itu sekarang juga!''


''Ratna! Tolong jaga ucapan mu. Apa kau tidak malu berkata seperti itu? lihat, sekarang Arya dan istrinya sedang berada disini'' geram Wiguna. Dia berdiri, menunjuk kearah Ratna.


''aku sudah tahu semuanya pa. Tidak usah papa pura-pura lagi. Itu, wanita anak pembantu itu istri papa, kan?'' sambung Arya.


''Arya, papa bisa jelas kan semua nya, nak'' sambung Wiguna, dia takut kalau hubungan nya dan Arya akan ter-senggang.


''jelaskan apalagi, pa? Arya sudah tahu semuanya. Mendingan sekarang papa tanda tangani surat itu secepatnya. Supaya mama bisa terbebas dari ikatan tidak sehat bersama papa! Bukannya papa juga ingin segera kerumah sakit? Melihat keadaan istri dan bayi tersayang papa itu.'' sindir Arya, tersenyum sinis.


''Arya, kamu jangan kurang ajar. Semua ini gara-gara kamu Ratna. Kamu ibu yang tidak becus''


''kamu jangan salahkan mama ku! semua ini karena kamu, kamu tidak pernah bersyukur mempunyai istri seperti mama''


''Arya, kamu ... Papa tidak menyangka kamu akan berbicara seperti itu sama papa''


''aku juga tidak pernah menyangka ternyata aku memiliki papa seperti anda!''


Suasana semakin memanas, Ayuna mengelus punggung serta bahu sang suami. Ayuna tahu kalau Arya saat ini begitu emosi.


Belum selesai mereka berbicara, Wiguna melangkah kan kakinya begitu saja dari hadapan Arya, Ratna dan Ayuna. Karena dia merasa sudah sangat tersudut. Dia akan segera kerumah sakit menemui Salsa. Urusan Ratna dan Arya besok saja lah, pikirnya.


***********


Iya, inilah yang terjadi sebenarnya. Tadi, saat Wiguna dan Salsa sedang asyik bercumbu mesra, mereka melakukan dengan berbagai macam gaya, bahkan mereka melakukan itu sambil berdiri. Seperti tingkah binatang saja.


Wiguna menyentakkan bagian sensitif Salsa beberapa kali dengan cukup keras, dia terbawa suasana, seakan lupa kalau Salsa sedang mengandung. Begitu pun Salsa, dia juga sangat menikmati permainan sang suami tua nya itu.


Namun, saat permainan akan mencapai puncaknya, tiba-tiba Salsa mengaduh kesakitan seraya memegang perutnya. Tidak lama kemudian darah segar dengan gumpalan kehitaman mengalir dari ************ nya.


Wiguna yang melihat itu merasa begitu khawatir, dia berinisiatif untuk menggendong Salsa, membawa tubuh istrinya itu kerumah sakit.

__ADS_1


Tapi, baru saja Wiguna mendekat, tiba-tiba terdengar suara gedoran keras dari pintu, serta suara teriakan Arya.


Wiguna merasa begitu panik, dia bingung. Lalu tanpa pikir panjang Wiguna keluar lewat jendela setelah pakaian nya terpasang sempurna, Meninggalkan Salsa yang tergeletak lemah tak berdaya. Wiguna takut ketahuan sama Arya, tentang semua kebejatan nya serta tentang semua tingkah lakunya yang dia sembunyikan dari Arya selama ini.


__ADS_2