
Seminggu sudah berlalu, dua baby kembar sudah di bawa pulang ke rumah. Semua Pelayan dan orang yang tinggal di rumah itu merasa sangat bahagia atas kehadiran baby kembar Ayuna dan Arya, sang tuan rumah.ย Mareka menyambut kedatangan dua baby kembar dengan penuh suka cita.
Rumah terlihat begitu rapi, kamar baby kembar juga telah di dekorasi dengan balon-balon yang tertata rapi di dalamnya.
''terimakasih, atas sambutan nya. Kalian baik sekali'' ucap Ayuna saat dia sudah berada di dalam kamar baby kembar, matanya berputar menatap kamar yang terlihat begitu indah.
''sama-sama nyonya, ini tidak ada apa-apa di bandingkan kebaikan nyonya selama ini terhadap kami, nyonya begitu menghargai kami para Pelayan'' ucap kepala pelayan mewakili yang lainnya.
******
Beberapa para Bodyguard diperintahkan oleh Arya untuk tetap standby di rumah untuk menjaga sang buah hati serta istrinya.
Para sahabat, teman dan beberapa keluarga dekat sudah pada berdatangan melihat bayi kembar nan menggemaskan tersebut.
๐๐๐๐๐๐๐๐
''ya ampun Ay, lho ngidam apaan sih sampai punya baby kembar yang lucu-lucu begini?'' tanya Siska antusias siang itu saat dia bertamu melihat baby kembar. Dia mengecup pelan kedua beby kembar.
''ngidam apaan, ya? Tau ah, emang keberuntungan aku aja mungkin Siska. Orang sabar rizkinya lebar, Sis. hehe'' jawab Ayuna disertai kekehan kecil.
''ah kamu bisa aja Ay. Duh, lucu nya. Sayangnya Tante. Sini tante gendong, semoga saja nular ke dedek yang ada di dalam kandungan ante ya abang Azzam'' Siska berkata mengambil baby Azzam, membawanya kedalam dekapannya.
''amin, semoga saja ya, Sis. Biar abang Azzam ada teman cowok nya'' sahut Ayuna menimpali.
''Ay, gi mana kabar si cunguk itu, Ay? Sudah tahu belum dia kalau kamu habis melahirkan bayi kembar? Aku yakin sekali dia pasti akan menangis darah ketika tahu kamu melahirkan 2 bayi sekaligus. Dia akan menyesal hingga tujuh turunan kerena telah mengkhianati kamu dulu'' ucap Siska pelan dengan wajah jutek, Siska terkadang emang suka ngomong ceplas-ceplos.
''si cunguk?'' lontar Ayuna heran dengan mata menyipit.
''iya, itu si tolol yang udah buang berlian hanya demi batu kerikil yang tidak berguna'' jawab Siska, dia duduk di sofa.
''sssttttt Sis, sudah ah nggak baik ngomongin orang''
''aku tuh masih dendam sama mereka, Ay.''
''sudah, buang sifat dendam mu itu jauh-jauh Sis. Itu akan menjadi penyakit hati buat kamu sendiri, nggak ada gunanya.'' nasehat Ayuna.
''ya sudah kalau begitu katamu Ay! Kalian lihat kan, mama kalian itu memang sangat baik orangnya, kalian beruntung sekali bisa di lahirkan dari rahimnya.'' terang Siska sambil berjalan, dia meletakkan baby Azzam di pembaringan, tepat disamping baby Azzura. Siska berkata menghadap kedua bayi yang belum tahu apa-apa itu. Ayuna hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah sang sahabat.
Sedangkan Arya, Ratna dan suaminya Siska sedang mengobrol di ruang tamu, termasuk anak Siska yang pertama-- yang perempuan.ย
************
__ADS_1
Hari telah berganti lagi.
Arya dan Ayuna sedang sibuk bersiap-siap di kediaman mereka. Di kamar baby kembar 2 orang baby sitter sedang memakaikan pakaian bayi Azzam dan Azzura, pakaian terbaik yang bermerek.
Hari ini wartawan akan berkunjung ke rumahย Arya dan Ayuna, mereka akan menyiarkan secara langsung pengumuman kelahiran baby Azzam dan Azzura.
Ayuna sudah siap dengan dress bewarna silver yang begitu pas ditubuhnya. Dia sedang berdiri di balkon, menatap pemandangan gedung bertingkat yang ada di depannya, di seberang jalan.
Tiba-tiba Arya datang, Arya memeluk nya dari belakang. Membuat Ayuna sedikit kaget.
''hey, sayang. Kamu cantik sekali'' puji Arya. Hanya ada mereka berdua di kamar itu. Bayi kembar mereka berada di kamar sebelah.
''terimakasih, mas. Kamu juga sangat tampan'' balas Ayuna. Ayuna merasa sedikit geli dibagian tengkuknya, karena Arya mengecup pelan leher Ayuna bagian belakang berulang kali.
''mas kangen sekali'' ujar Arya dengan suara tertahan, hembusan nafasnya semakin membuat Ayuna merasa geli.
''sabar sayang, sebentar lagi masa nifas ku akan selesai'' sahut Ayuna, dia beralih menghadap ke arah sang suami. Tangannya di kalung kan ke leher sang suami.ย
''baiklah, mas akan selalu sabar menunggu waktu itu tiba, sayang'' ucap Arya, dia memeluk erat tubuh sang istri, lalu mengecup pelan bibir tipis sang istri. Ayuna menyambut dengan senang hati bibir sang suami.
Mereka lalu berpagut mesra beberapa saat, menyalurkan sedikit rindu yang tertahan, yang hampir 2 bulan lamanya.
**********
Para wartawan sudah mulai mengambil gambar, melakukan siaran langsung.
Ratna, Dimas dan beberapa para Bodyguard sudah menunggu mereka di bawah dengan senyum tipis yang tersungging.
Pelayan berbaris rapi di sisi kanan dan kiri, menunduk menyambut orang nomor satu di rumah itu.
********
''sini biar mama aja yang gendong, sayang'' tawar Ratna, mengambil bayi Azzura dari dekapan Arya saat Arya sudah berada di bawah.
'iya, ma'' jawab Arya seraya menyerahkan sang bayi kepada mama nya.
Lalu setelah itu Arya dan Ayuna berjalan memposisikan tubuh mereka kedepan meja yang telah di persiapkan, dengan berbagai merek dan jenis micropon yang ada diatas meja.
Arya telah siap untuk memulai acara.
''assalamualaikum semuanya.'' kata Arya mengucap salam terlebih dahulu.
__ADS_1
''walaikumsallam warrohmatullah hiwabarrokatuh'' jawab semua orang yang ada di rumah itu bersamaan.
''baiklah, saya Arya Wiguna selaku direktur utama atau CEO pemilik perusahan ADHI RAJASA GROUP. Nama yang mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kalian. Saya ingin berbagi kabar bahagia kepada kalian semua, serta seluruh masyarakat Indonesia yang mengenali saya.
Bahwa saat ini saya telah di karunia nikmat yang luar biasa, yaitu dua bayi kembar yang lahir dari rahim wanita yang sangat saya cintai, yang sebelumnya tidak pernah saya dan istri saya sangka-sangka. Saya merasa sangat bahagia dan bersyukur sekali.
Saya harap kalian semua pun sama, merasakan kebahagiaan yang sama seperti yang kami rasakan.
Oleh sebab itu, sebagai ungkapan rasa syukur saya. Saya dan keluarga besar saya sudah bersepakat untuk menaikan gaji karyawan yang bekerja di perusahaan saya sebanyak 2 persen.
Tidak hanya itu, kami juga akan berbagi rizki kepada kalian yang sedang membutuhkan. Kami akan berbagi rizki secara merata kepada panti asuhan, panti jompo dan lain sebagainya.
Bagi kalian yang tidak kebagian bisa hubungi nomor di bawah ini, silahkan di catat : 08xxxxxxxxxx. Jangan coba-coba membohongi kami untuk yang tukang kibul, karena pihak saya akan bekerja dengan baik untuk yang memang dirasa perlu di bantu'' ungkap Arya panjang lebar dengan begitu gagah. Dengan Ayuna yang masih setia berada di samping nya.
Semua orang yang berada di tempat itu bertepuk tangan mendengar perkataan Arya yang begitu tegas.
Para wartawan sibuk menyoroti wajah sang bayi dari berbagai arah.ย
Sekarang kebahagiaan Ayuna dan Arya sudah semakin nyata, Arya tidak akan pernah membiarkan siapapun lagi yang akan menghancurkan kebahagiaan rumah tangganya.
*******
Di tempat yang berbeda, semua karyawan di perusahaan Arya bersuka cita mendengar kabar baik itu, sebagian dari mereka melompat bahagia karena gaji mereka yang akan dinaikkan.
Di kediaman Yudha.
Yudha, Sarah, dan Tesya duduk di sofa, menatap telivisi yang ada di depan mereka. Mereka menyaksikan Arya yang sedang berbicara dengan begitu gagah dengan Ayuna berada di sampingnya.ย
Fokus Yudha tertuju ke arah dua bayi kembar Ayuna dan Arya.
Yudha menundukkan wajahnya, lalu sesaat kemudian dia menangis terisak-isak. Hatinya merasa begitu perih, penyesalan itu masih terus menghantui hari-harinya.
Sarah menepuk-nepuk pundak sang suami, mencoba menenangkan.
''aku turut berbahagia Ayuna. Bayi kalian sangat tampan dan cantik. Persis seperti mu Ayuna'' batin Yudha.
Kehidupan ekonomi Yudha sekarang sudah membaik, Yudha kembali membuka Toko sembako yang menjual berbagai kebutuhan pokok. Berkat uang yang diberi Ayuna waktu itu.
Nina pun sama, dia juga menyaksikan bayi mungil Ayuna dan Arya dengan berurai air mata, tidak menyangka kalau Ayuna akan melahirkan dua bayi sekaligus. Nina pun menunduk, menangis terisak teringat akan perbuatan curang nya dahulu terhadap Ayuna.
''selamat, mbak. Kamu pantas mendapatkan itu. Aku turut berbahagia,'' gumam Nina yang duduk di sofa rumah sakit.
__ADS_1