
''mas, aku mau tanya-tanya dong tentang papa, Papa itu gimana sih orangnya?'' tanya Ayuna, saat Ayuna dan Arya lagi beristirahat di kamar. Setelah selesai sholat Isya.
''kamu kenapa tiba-tiba nanya begitu, sayang?'' jawab Arya, dia berbaring menghadap perut sang istri seraya melapaskan doa-doa.
''aku pengen tahu aja mas, supaya aku cepet akrab sama papa'' jawab Ayuna seraya membelai rambut sang suami.
''papa itu orang nya sangat baik, papa juga sangat perhatian sama mama dan juga mas. Tapi, ya begitu. Mas tidak terlalu dekat sama papa, karena pada saat mas tamat SD, mas sudah dimasukkan ke pondok Pesantren oleh mama sembilan tahun lamanya. Habis itu mas masuk lagi ke Perguruan Tinggi yang ada diluar Negeri, disana itu pun mas terpisah sama mama dan papa, mas nginap di Apartemen, karena jarak rumah sama kampus mas lumayan jauh. Mas jarang sekali bertemu sama papa, karena papa juga sibuk sama kerjaannya. Selama ini cuma mama yang selalu rutin mengunjungi ma'' jelas Arya, dengan teliti. Sedangkan Ayuna begitu fokus mendengarkannya.
''papa punya saudara nggak, mas?'' tanya Ayuna lagi.
''punya, namanya tante Risma'' jawab Arya.
''dimana dia sekarang?''
''diluar negeri, besok mas bawa kamu jalan-jalan kesana ya sayang''
''mas, benaran?'' ucap Ayuna, senang.
''iya, apa sih yang nggak buat kamu sayang, besok kita pergi bersama-sama saat anak kita udah launching'' kata Arya dengan mengecup perut Ayuna berulang kali.
''mas, maaf ni ya. Kamu jangan tersinggung, aku cuma mau tanya aja. Begini, kalau seandainya papa selingkuh dibelakang mama, terus papa punya istri baru lagi. Bagaimana tanggapan mu, mas?'' tanya Ayuna, sangat berhati-hati. Ayuna takut Arya tersinggung dan marah.
''Kamu kenapa tanya seperti itu, sayang?'' ucap Arya yang nampak heran.
''mas tinggal jawab saja. Kan tadi aku sudah bilang kalau seandainya''
''kamu tahu sendiri kan, sayang, mas paling tidak suka sama pengkhianat. Apa lagi yang dikhianati itu mama, pasti mas, sangat marah. Mas tidak akan memaafkan orang yang berkhianat. Bisa saja sih mas memaafkan orang tersebut, tapi mas tidak akan mau ada hubungan apa-apa lagi sama orang itu. Termasuk kalau itu papa, mas tidak akan terima yang namanya selingkuh. Apapun alasannya. Karena semua kaum Hawa itu spesial menurut mas, apalagi kamu ... dan mama ....'' ucap Arya panjang lebar.
''oh, begitu ya, mas'' balas Ayuna dengan mengangguk-anggukkan kepalanya.
''iya istriku'' jawab Arya dengan lembut.
''mas, jangan kayak gitu ya,'' ucap Ayuna manja.
''ya nggak mungkin lah sayang. Cuma kamu yang mas sayang dan cinta Ayuna, tidak akan ada orang lain yang bisa mengganti kan posisi kamu dihati mas. Kamu itu spesial'' ucap Arya, yang nampak serius.
''terimakasih mas''
''iya, sama-sama istriku''
''sudah, kalau begitu kita tidur yuk'' ajak Ayuna.
''Nanti saja, mas mau olahraga dulu'' sahut Arya.
''malam-malam begini olahraga? kamu aneh banget sih mas.'' ucap Ayuna, heran.
''yang ini olahraga nya beda, sayang'' sahut Arya.
''apaan sih, mas?''
Kemudian Arya berbisik ketelingan Ayuna, membuat Ayuna senyum bercampur kesal.
''dasar mesum, udah ah, tidur saja yuk. Kasian dedek bayinya kamu ganggu terus''
''papa kan nggak ganggu ya, nak? Papa cuma pengen ketemu anak papa saja, sebentar'' bisik Arya, keperut Ayuna.
''mas!''
__ADS_1
''hahahahahahaha, sudah sayang. Mas nggak tahan lagi'' Arya tertawa terbahak-bahak. Karena digelitik Ayuna.
''rasain tuh emang enak'' ucap Ayuna, tersenyum bahagia.
''mas nggak mau di gelitik ... tapi mas mau nya yang itu, tu.''
''aw ....'' kaget Ayuna saat Arya sudah berhasil mengunci tubuhnya.
''mau, ya.'' bujuk Arya dengan wajah memelas.
''iya, tapi pelan-pelan ya mas!''
''okey'' balas Arya senang. Setelah itu dia mulai beraksi mendekati dua buah bukit kembar yang kenyal.
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Ayuna menatap lekat Arya yang sudah terlelap, dia merasa bersalah karena tidak memberitahukan tentang kebenaran yang sebenarnya. Ayuna meneteskan air matanya, mengingat penderita sang mama yang di tanggung nya sendiri.
Ayuna merasa serba salah, tapi dia tidak tega juga membiarkan mama mertuanya menderita terlalu lama. Apalagi mamanya yang selalu meneteskan air mata, karena memendam kepedihan sendiri. Ayuna sungguh tidak tega.
''aku tidak boleh egois, aku harus segera membantu mama. Kasian mama, papa benar-benar sudah keterlaluan'' gumam Ayuna. Ayuna berjalan bolak-balik didalam kamar, otaknya terus berpikir keras.
Ayuna kemudian memutuskan keluar dari kamarnya, dia ingin menemui sang mama.
Saat sudah berada didepan pintu kamar Ratna, Ayuna mengetuk pintu dengan hati-hati.
''ma, mama ... ini aku, Ayuna. Apa mama sudah tidur?'' panggil Ayuna pelan.
Tidak ada yang menjawab, Ayuna berdiri dengan gelisah, jam sudah menunjukkan pukul 12 malam.
''duh, apa mama sudah tertidur ya. Sepertinya mama memang sudah tidur, lebih baik aku bicara nya besok saja'' batin Ayuna, kemudian dia berlalu ingin kembali ke kamar nya.
''hay menantu, ada apa?'' ucap Wiguna, sang papa mertua.
''p-apa! Eh, nggak ada apa-apa pa. Tadi aku ingin ketemu sama mama'' jawab Ayuna sedikit gugup.
''mama sudah tidur, emang perlu sekali ya, Ayuna?'' tanya Wiguna, sambil meneliti penampilan Ayuna yang hanya memakai piyama tidur selutut.
''nggak pa, aku cuma ingin menanyakan masalah gaun pesta sama yang lainnya, pa'' sahut Ayuna berbohong.
''oh, begitu. Besok pagi saja ya, kamu bicara sama mama. Hari sudah malam, sebaiknya kamu istirahat, kasian cucu papa, kalau ibunya kurang istirahat'' ucap Wiguna, dia menghampiri Ayuna, lalu merangkul pundak Ayuna serta mengelus perut Ayuna yang sudah mulai membuncit. Ayuna merasa jijik disentuh oleh Wiguna.
''ya, sudah pa. Kalau begitu aku ke kamar dulu'' pamit Ayuna.
''iya, selamat malam menantu papa''
''iya pa selamat malam juga papa'' kemudian Ayuna berjalan ke kamar dengan tergesa-gesa.
Wiguna menatap kepergian Ayuna dengan perasaan yang menggebu-gebu, melihat Ayuna mengingat kan dia akan istri mudanya yang ada diseberang sana. Yang usia kehamilan nya sama seperti ayuna.
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Ayuna masuk ke kamar, ''ih ... jijik banget sih. Papa sepertinya memang memiliki otak mesum. Papa Wiguna benaran papa kandung nya mas Arya bukan sih!'' gumam Ayuna, seraya mengibas-ngibas kan anggota tubuhnya. Kemudian dia membaringkan tubuhnya disamping sang suami. Ayuna mencoba bersembunyi dibawah ketiak sang suami, mencari kenyamanan di sana. Tiba-tiba Arya memeluk Ayuna dengan erat.
''sayang, kamu kenapa kayak gelisah begitu?'' ucap Arya dengan mata masih terpejam.
''aku nggak kenapa-napa mas. Kamu sudah bangun mas?'' tanya Ayuna yang heran melihat sang suami berbicara saat mata terpejam.
__ADS_1
''mas terbangun gara-gara kamu sayang, kamu berisik sekali'' ucap Arya lagi.
''maaf mas, ya sudah kalau begitu ayo kita tidur lagi mas'' sahut Ayuna, Ayuna merebahkan kepalanya di dada bidang sang suami. Arya memeluk Ayuna dengan begitu erat, Sedangkan bibirnya berada diatas pucuk kepala Ayuna, menciumi Ayuna sepanjang malam.
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Semua orang pagi ini terlihat sibuk mempersiapkan kan segala kebutuhan untuk acara pesta pernikahan Ayuna dan Arya. Pesta akan diadakan dirumah saja, karena rumah milik Arya cukup luas untuk menampung tamu-tamu undangan.
Ayuna dan Arya memperhatikan orang-orang yang sedang bekerja, mereka tersenyum bahagia. Semuanya tampak sangat indah dan mewah.
Sedangkan Ratna juga sibuk mengatur para pekerja.
''Iya, bunga itu tolong letakkan disitu''
''Kursinya tolong diatur dengan baik ya'' ucap Ratna, memberi perintah.
Ayuna memperhatikan mama mertuanya itu, sang mama kelihatan berusaha keras untuk menyibukkan diri. Ayuna tahu, kalau hati mama nya sedang tidak baik-baik saja.
''didalam situ pasti mama sedang berusaha melawan rasa sakitnya, mama berusaha untuk menyembunyikan rasa sedihnya'' batin Ayuna, menatap Ratna pilu.
''sayang, kamu kenapa ngeliatin mama seperti itu?'' sapa Arya, yang melihat sang istri memperhatikan mamanya dengan begitu lekat. Tangan Arya berada dipinggul Ayuna.
''nggak mas, aku kasihan saja sama mama. Mama kelihatan sibuk sekali. Aku takut nanti mama kecapean lagi'' jawab Ayuna.
''itu mama ngapain sih repot-repot begitu, kan sudah ada yang bertugas untuk mengatur semuanya.'' ucap Arya, jengkel. Dia juga merasa kasihan sama mamanya.
Ayo, kita samperin mama!'' ajak Arya lagi.
''mas, biar aku saja ya yang bicara sama mama, soalnya ada yang ingin aku omongin sama mama'' pinta Ayuna.
''baiklah sayang, kalau begitu mas ke ruang kerja dulu ya? Ada beberapa pekerjaan yang harus mas kerjakan.'' pamit Arya.
''iya mas'' ucap Ayuna sambil menatap sang suami.
Kemudian Ayuna berjalan kearah Ratna.
**********
''hay, ma'' sapa Ayuna, saat dia sudah berada didekat Ratna.
''iya sayang'' sahut Ratna memperhatikan sang menantu.
''cantik ya, ma?'' kata Ayuna seraya menatap sekeliling nya.
''iya sayang, Pernikahan dan Pesta ini hanya ada satu kali seumur hidup. Mama ingin pesta kalian tampak menakjubkan dan berkesan'' jawab Ratna. Dia membimbing Ayuna agar duduk diatas kursi.
''ayo, duduk disini! Kasian cucu mama. Kamu kenapa nggak istirahat saja, sayang?'' ucap Ratna, dia menatap sang menantu, lalu sedikit menyelipkan rambut Ayuna ketelingan.
''Ayuna merasa bosan ma, berada dikamar terus. Ayuna cuma pengen lihat-liat saja.''
''ma, ada yang ingin Ayuna tanyakan sama mama'' sambung Ayuna lagi. Mereka sedang duduk dikursi.
''apa, sayang? Mama akan menjawab kalau mama mampu menjawabnya'' ucap Ratna pelan.
''duh, ngomong nggak ya! Tapi, tapi ... besok kan pesta. Nanti mama merasa sungkan lagi sama aku, saat aku mengatakan kalau aku sudah tahu semuanya. Duhh besok saja lah, tunggu pesta selesai'' batin Ayuna. Dia terlihat ragu.
''kamu kenapa sayang?'' tanya Ratna heran karena dia melihat tingkah Ayuna yang seperti gelisah.
__ADS_1
''nggak ma, aku nggap apa-apa. Maaf ya, ma. Ayuna nggak jadi nanyanya, soalnya Ayuna sudah lupa mau tanya apa. Hehehe'' Ayuna berkata, sambil cengengesan. Membuat Ratna tersenyum melihat tingkah sang menantu.
sedangkan Wiguna pagi-pagi sekali telah pergi ke salah satu Perusahaan yang di bangun oleh Arya.