Adikku Selingkuhan Suamiku

Adikku Selingkuhan Suamiku
Pesta


__ADS_3

Semilir angin menerpa rambut yang sudah semakin panjang itu, membawanya terbang meliuk-liuk terkena hembusan angin.


rambut itu terurai tidak terurus. Sang pemiliknya sibuk berperang melawan rasa. Rasa bersalah, rasa terluka. Terkadang dia ingat dan terkadang dia lupa akan dirinya serta orang-orang dimasa lalunya.


********


''ayo, makan'' ucap seorang suster yang bertugas menjaga Nina. Suster yang ditugaskan langsung oleh Ayuna untuk menjaga dan merawat adik sepupunya itu.


Nina menggeleng cepat dengan tatapan kosong.


''A-yuna'' ucapnya lirih.


Begitulah keadaan Nina sekarang, dia sudah mulai ingat, berangsur pulih. Tapi, hanya nama Ayuna yang selalu dia sebut.


''besok mbak Ayuna nya jenguk ke sini. Sekarang bu Nina makan dulu ya, biar cepat pulih'' bujuk sang suster lembut dengan senyum simpul.


''maunya sekarang, Ayuna!'' sahut Nina. Matanya lurus kedepan.


''tapi ... mbak Ayuna nya lagi ada pesta sekarang'' ucap suster, dengan sendok yang berisi makanan ditangannya.


''pesta?'' ucap Nina lirih.


''iya, bu Nina mau lihat? Pestanya disiarkan langsung ditelevisi lho'' balas suster lagi dengan senyuman diwajahnya.


''mau'' celetuk Nina, mengangguk cepat tersenyum senang.


Lalu sang suster membawa Nina, membimbingnya berjalan masuk kesebuah ruangan. Ruangan khusus untuk pasien gangguan jiwa. Langkah kaki itu begitu gontai dengan tatapan mata menerawang entah kemana, lingkar mata nampak menghitam, bibir kering, sungguh memprihatinkan.


Mereka sampai, diruang itu terdapat seperangkat benda persegi, dengan layar yang terlihat jelas ada kehidupan didalamnya.


Nina duduk diam, sang suster mendudukkan Nina diatas kursi kayu. Lalu, suster pun ikut duduk berjarak dengan Nina.


''A-yuna'' ucap Nina, matanya menetes menyaksikan pemandangan yang ada layar kaca. Ayuna nampak begitu cantik dengan gaun bewarna putih panjang menjuntai didamping sang suami tercinta. Senyum bahagia itu terpancar jelas diwajah rupawan keduanya.


Nina terus menyaksikan pesta yang begitu meriah, yang dihadiri oleh orang-orang ternama. Air mata Nina tiada henti menetes selama menyaksikan pesta yang berlangsung.


''maaf ... A-yuna''


''maaf'' gumam Nina. Tangannya menarik-narik ujung baju yang bewarna biru tersebut.


Kemudian mata cekung itu tidak sengaja melihat seseorang yang teramat dia kenal, orang itu sedang bersalaman dengan Ayuna dan Arya dengan senyum mengembang sempurna.


''Penjahat, itu penjahat. Dia penjahat ...'' teriak Nina, dengan menunjuk layar kaca yang ada dihadapan nya.


''bu, tenang, Bu'' ucap suster menenangkan. Matanya juga fokus manatap televisi.


Kemudian Nina kembali histeris.


''penjahat, penjahat, penjahat! Ayuna, jangan dekat-dekat penjahat itu'' teriak Nina lagi, menggeleng-geleng tidak jelas.


''pergi, pergi kalian!''


Nina berlari kesudut ruangan, lalu dia duduk, menenggelamkan wajahnya diantara dua lutut dan tangannya.


Dia melihat ....

__ADS_1


Yudha, yang duduk diatas kursi roda dengan didorong oleh Sarah, sementara disamping Sarah, Tesya berdiri dengan wajah lesu.


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Ayuna tersenyum bahagia menyambut tamu undangan yang bersalaman dengannya, begitu pun Arya.


Disamping kedua mempelai mama dan papa Arya berdiri dengan pakaian senada.


Dari belah Ayuna tidak ada yang hadir. Bayu sang kakak sepupu tidak sempat untuk hadir karena tugasnya.


Semua tamu undangan sangat menikmati pesta yang begitu mewah dengan berbagai macam hidangan yang tersedia.


*********


"Mas, aku capek'' bisik Ayuna ketelinga Arya. Ayuna merasa tubuhnya begitu pegal setelah berdiri cukup lama beramah tama dengan para tamu undangan.


''duh, makanya, kamu bandel sih sayang. Kan tadi mas sudah bilang kamu nggak usah berdiri, biar mas saja yang salaman sama tamu'' ucap Arya, dia merasa kasihan melihat sang istri dan dia juga takut kandungan Ayuna kenapa-napa.


''aku kan nggak enak sama tamunya mas'' jawab Ayuna sedikit mengerucutkan bibir tipis merah merona nya.


''ya sudah lebih baik kamu duduk saja ya, sayang'' kata Arya. Arya kemudian memanggil seorang pelayan, meminta pelayan mengambilkan air untuk sang istri.


Orang-orang lagi beristirahat, termasuk para awak media yang melakukan siaran langsung.


Arya dan Ayuna tidak melihat kehadiran Mama dan Papa nya. Padahal tadi mereka masih berdiri disamping Arya dan Ayuna.


Arya dan Ayuna duduk berdampingan, begitu dekat. Arya mengelus perut sang istri tanpa sungkan dengan tamu undangan.


''mas, sudah ah. Malu tuh dilihatin orang-orang'' ucap Ayuna.


Arya sangat senang menggoda Ayuna.


*********


Tamu undangan sudah mulai berdatangan lagi, Arya kembali berdiri. Sedangkan Ayuna tetap duduk, karena kehamilannya membuatnya tidak dapat berdiri terlalu lama.


Mama dan Papa nya Arya masih belum kembali juga.


Kemudian dari atas pelaminan, Arya dan Ayuna melihat sang papa sedang berjalan berdampingan dengan seorang wanita muda. Wanita itu terlihat begitu seksi, dengan dress selutut tanpa lengan dan begitu ketat. Hingga perut yang sedikit buncit itu terlihat jelas.


Sedangkan mama Ratna berjalan dibelakang mereka dengan seorang wanita paruh baya. Mama Ratna terus menunduk sepanjang jalan.


Ayuna yang melihat merasa ada yang janggal, perasaan nya mulai tidak enak.


*********


"Den Arya, selamat ya. Selamat berbahagia, semoga menjadi keluarga yang samawa selamanya'' ucap wanita paruh baya itu.


''iya Bibik, makasih bik. Bibik kapan pulang kesini'' tanya Arya.


''bibik tadi malam sampai Jakarta, den Arya, bibik merasa nggak enak juga kalau tidak hadir di pesta pernikahan aden. Aden ganteng sekali, duh, istri nya den Arya juga sangat cantik sekali ''ucap wanita paruh baya itu lagi. Dia adalah pembantu keluarga Arya, yang bekerja dirumah mereka yang ada diluar negeri.


''Sekali lagi terimakasih banyak bik'' ucap Arya ramah.


Sedangkan Ayuna, hanya tersenyum melihat wanita paruh baya itu dan kemudian mengulurkan tangannya juga.

__ADS_1


''maaf bik, istri aku lagi hamil. Makanya aku suruh duduk saja. Harap dimaklumi, ya'' ucap Arya sopan. Arya tampak begitu tampan dan berwibawa dengan pakaian pesta nya.


''nggak apa-apa den''


Kemudian giliran wanita muda seksi itu lagi yang akan menjabat tangan Arya.


Sedangkan papa dan mama Arya sudah berdiri ditempatnya masing-masing.


''aden, selamat ya'' ucap wanita itu.


''terimakasih Salsa. Kamu sudah dewasa sekali rupanya'' ucap Arya.


''iya den Arya. Kita kan emang sudah lama nggak ketemu, den Arya sih jarang sekali pulang kerumah yang diluar negeri'' ucap Salsa, dengan sedikit genit seraya meliuk-liuk kan anggota tubuhnya. Membuat Ayuna merasa risih melihatnya.


''oh, ya sudah. Selamat menikmati pesta dan hidangannya ya, Salsa'' kata Arya, acuh.


''iya Aden'' jawab Salsa, kemudian dia berlalu tanpa bersalaman terlebih dahulu sama Ayuna, dia melempar tatapan sinis ke arah Ayuna. Arya yang melihat marasa jengkel karena istrinya dicuekin sama Salsa.


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Malam hari, pesta telah selesai. Ayuna dan Arya sedang beristirahat total karena tubuh mereka yang terasa begitu pegal.


''mas, wanita tadi itu siapa sih?'' tanya Ayuna.


''wanita yang mana, sayang?" jawab Arya.


''itu, yang pakai pakaian yang begitu seksi tadi, yang perutnya sama besarnya kayak aku''


''oh, itu Salsa sayang. Anaknya bibik, pembantu yang sudah lama sekali bekerja dirumah mama dan papa yang ada diluar negeri'' jawab Arya, dia membelai rambut sang istri yang berada didada bidangnya seraya memijit kepala Ayuna.


Ayuna diam, kecurigaan nya semakin dalam.


''emangnya kenapa sayang?'' sambung Arya.


''e-eh nggak mas, nggak kenapa-napa. Aku cuma nanya aja'' sahut Ayuna.


''mas tadi sempat kesal melihat sikapnya yang sedikit kurang sopan sama kamu'' ucap Arya lagi.


''kurang sopan bagaimana sih mas'' tanya Ayuna.


''iya, itu tadi, masak dia tidak mengucapkan selamat dan salaman sama istri mas yang cantik ini''


''hehehe biasa saja mas. Aku juga senang kok nggak di salamin sama dia. Aku jadinya nggak perlu repot-repot kan untuk tersenyum ke dianya''


''duh, dasar istri mas, emang bijak sekali'' kata Arya, dengan mengelus lembut pipi mulus sang istri.


''hihihihi, iya, iyalah siapa dulu dong'' ucap Ayuna.


''nyonya nya Arya'' jawab Arya bahagia.


"Mas, Nina gimana kabarnya, ya? Tadi suster menghubungi aku, katanya Nina sempat berteriak histeris lagi. Waktu melihat pesta pernikahan kita ditelevisi. Kira-kira kenapa ya mas?'' ucap Ayuna, pikirannya menerawang mengingat sang adik. Ayuna merasa rindu sama Nina.


Sementara dikamar tamu, sepasang suami istri beda usia sedang menikmati malam yang ditunggu-tunggu, dengan begitu bersemangat.


Ternyata Salsa dan ibunya untuk sementara waktu akan tinggal dirumah Arya.

__ADS_1


Hello para reader. Cerbung ini akan segera tamat ya, hanya tinggal beberapa episode lagi, jadi saya mohon bersabar lah, karena tidak lama lagi Arya akan mengetahui semua tentang perbuatan bejat sang Papa.


__ADS_2