
Semua orang bersuka cita menyambut kedatangan Ayuna dan juga sang suami. Ayuna dan Arya mengunjungi secara langsung, Panti asuhan, Panti jompo, anak yatim piatu serta beberapa fakir miskin lainnya.
Ayuna dan Arya menyantuni mereka, memberikan sedikit dari sebagian harta yang mereka punya untuk meringankan beban para kaum dhuafa, menjamin kehidupan mereka untuk beberapa waktu ke depan. Tapi, tidak, Arya telah berjanji akan menjamin kehidupan mereka selama dia masih bernafas di dunia. Sebagai bentuk rasa syukurnya kepada sang pencipta karena telah di titipkan harta yang berlimpah, dan sekarang dia juga merasa kehidupannya sudah sempurna dengan kehadiran keluarga kecilnya, yaitu sang istri tercinta dan 2 bayi kembarnya baby Azzam dan Azzura.
Baby Azzam dan Azzura mereka tinggalΒ di rumah bersama baby sitter dan sang mama.
Hari ini mereka akan berkeliling mengunjungi tempat-tempat tertentu secara langsung. Selain menghargai mereka, Ayuna dan Arya juga ingin melihat secara langsung bagaimana kehidupan orang-orang diluar sana. Dengan begitu mereka akan selalu merasa rendah diri.
Kondisi tubuh Ayuna sudah kembali pulih. Massa nifas nya pun sudah selesai.
''ya Allah, kalian anak muda yang sungguh baik. Semoga hari-hari kalian selalu diliputi dengan kebahagiaan''
''terimakasih, semoga anak-anak keturunan kalian tumbuh menjadi anak yang sholeh dan sholehah, nak.''
''kalian begitu baik. Kalian bak malaikat tak bersayap. Selain tampan dan cantik, kalian juga berhati mulia, semoga Allah selalu menyertai langkah kalian, memberkahi kehidupan kalian''
Itulah sebagian doa-doa yang Arya dan Ayuna dengar dari orang yang telah Ayuna dan Arya bantu. Yang membuat Ayuna dan Arya merasakan ketenangan dan kebahagian yang berlipat ganda mendengar doa-doa baik yang terselip untuk mereka.
Ayuna selalu menundukkan kepalanya, mensejajarkan dengan mereka. Bagi Ayuna dia dan mereka sama saja kedudukan di hadapan sang pencipta, hanya amal ibadah yang membedakan. Maka, teruslah berbuat baik.
Ayuna menangis terharu, merasa kehidupannya yang begitu beruntung.
''kalau begitu kita pamit dulu ya bu, semuanya ...! Semoga kita bisa bertemu kembali dilain waktu. Permisi. Assalamualaikum'' pamit Ayuna, sebelum melangkah kaki meninggalkan panti jompo.
''Iya, kalian hati-hati nak. Walaikumsallam'' ucap salah satu pengurus panti jompo dengan senyum merekah.
Ayuna dan Arya melangkahkan kaki, menuju mobil sport yang terparkir rapi di halaman luas panti jompo.
Setelah menutup pintu untuk sang istri, Arya berlari kesamping, membuka pintu untuknya lalu duduk di kemudi.
''sekarang kita akan kemana lagi, sayang?'' tanya Arya sembari menyapa sang istri dengan penuh cinta.Β
''ke kantor polisi, mas'' jawab Ayuna lembut.
''okey baik lah, katakan saja kemanapun kamu mau sayang, mas siap menjadi supir untuk mu, untuk hari ini'' Sahut Arya dengan senyum mengembang.
''untuk hari ini saja?''
''iya, karena hari-hari lainnya, biasanya mas akan sibuk dengan urusan perusahaan.''
''iissssttt, dasar!'' cebik Ayuna manyun.
''maaf, mas cuma becanda saja. Untuk mu apa yang tidak sayang, mas akan selalu siap melakukan apapun untuk membuat istri mas ini bahagia''
''terimakasih sayang, kamu baik sekali'' balas Ayuna.
Arya kemudian menginjak pedal gas melajukan kendaraan roda empat miliknya, sedangkan di belakang, 3 buah mobil mewah berjejer rapi mengikuti. Mereka adalah para bodyguard dan anak buah Arya yang bertugas membantu memberikan bantuan dan bingkisan untuk orang-orang.
''aku rindu, mas'' celetuk Ayuna, sambil menatap jalanan yang ada di depannya.
''rindu sama siapa? Mas di sini, ayo katakan siapa yang kamu rindukan sayang. Mas tidak terima kalau kamu merindukan orang lain selain mas. Jangan macem-macem ya'' goda Arya.
''Ihh, dasar. Kamu tenang saja sayang, kamu tetap yang nomor satu di hatiku. Aku merindukan mereka, bayi-bayi kita mungil kita.'' ucap Ayuna, mencubit kecil pinggang sang suami.
''kalau begitu, berarti kita sama. Mas juga sangat merindukan mereka'' ujar Arya.
''aku tahu itu'' balas Ayuna lagi.
Kemudian setelah obrolan singkat itu, tidak terdengar lagi suara orang berbicara, Arya fokus dengan kemudi sedangkan Ayuna memejamkan matanya, mengistirahatkan sejenak. Dia merasa cukup lelah hari ini.
Arya mengelus rambut sang istri, menyapanya dalam diam.
***********
Ayuna dan Arya sudah sampai di kantor hukum yang menjadi tujuannya. Ayuna turun dengan hati-hati. Menggandeng tangan sang suami, yang selalu setia berada di sisinya.
Mereka masuk.
''assalamualaikum, Permisi'' sapa Ayuna sopan, kepada anggota polisi yang bertugas.
''iya, walaikumsallam. Tuan Wiguna, nyonya Ayuna. Kalian sudah tiba rupanya, kalian datang di waktu yang tepat. Itu dia, dia sedang menunggu di sana'' jawab polisi yang berusia sekitar kepala 4, menunjuk ke arah samping kantor polisi.
''oh baik lah, terimakasih pak'' ucap Ayuna ramah dan sopan.
Ayuna kemudian berjalan kearah samping kantor polisi, di sana terdapat taman kecil. Sedangkan Arya menunggu duduk dikursi, mengobrol bersama petugas kepolisian.
Saat kaki Ayuna sudah menginjak area taman, Ayuna melihat seorang wanita duduk sendirian di bangku taman, dengan tas kecil berada di dekapannya.
''hey'' sapa Ayuna dari belakang menyentuh bahu Nina.
Nina sedikit kaget lalu menoleh, '' m--bak ...! Mbak sudah datang rupanya.'' timpal Nina sedikit gugup.
''iya, ini mbak Nina. Ayo sekarang kita pulang sama-sama,'' ucap Ayuna dengan posisi masih berdiri.
''terimakasih banyak mbak, karena mbak sudah menempati janji mbak. Mbak mau menjemput aku''
''iya sama-sama Nin, ikut lah dengan mbak. Mbak punya sesuatu untuk mu''
''sungguh?''
''iya, ayo'' ajak Ayuna.
Kemudian mereka berjalan beriringan, menghampiri Arya lalu pamit kepada polisi. Meninggalkan kantor polisi dengan perasaan bahagia.
Tetapi, saat sudah dalam perjalanan, di dalam mobil, Nina tampak salah tingkah, dia duduk menunduk memilin ujung pakaiannya. Dia masih sering teringat tentang semua kejahatan nya di masa lalu, yang telah dia lakukan kepada Ayuna.
''kamu kenapa?'' tanya Ayuna yang duduk di sebelah Nina, di kursi belakang. Dia menyadari kegelisahan Nina.
''tidak mbak. Aku nggak Kenapa-napa'' jawab Nina berbohong, berusaha bersikap santai.
'' bagus lah, bersikap seperti biasa saja Nin, anggap semua tidak pernah terjadi apa-apa di antara kita. Hari ini, kita mulai semua dari awal, bukankah manusia tempatnya salah? Jadi, mbak harap kamu akan berubah lebih baik, belajarlah dari semua kesalahan mu di masa lalu'' terang Ayuna.
''iya, iya mbak'' Balas Nina mengangguk-anggukkan kepalanya.
__ADS_1
Arya yang duduk di kemudi tersenyum senang melihat kedewasaan sang istri dalam bersikap.
***********
Mobil menepi, setelah sampai di tujuan selanjutnya.
Padang itu terlihat luas, dengan tanaman-tanaman serta batu nisan yang berjejer rapi di setiap gundukkan tanah.
''ayo turun'' ajak Ayuna.
''iya, mbak'' jawab Nina. Sambil melihat area sekitar, dia tidak menyangka kalau Ayuna akan membawanya ke pemakaman.
Kemudian Ayuna, Arya serta Nina turun dari mobil. Membawa langkah mereka menuju pemakaman ayah, ibu, bude Lastri dan juga ibu kandung Nina. Makam mereka berbaris rapi, berjejer berdekatan.
Mereka berjalan beriringan dengan Ayuna yang berada di tengah-tengah.
Setelah sampai.
Ayuna, Arya dan juga Nina duduk di hadapan gundukan tersebut, berdoa. Arya memimpin doa dengan begitu khusyuk.
Ayuna mengelus makam 3 orang yang begitu dekat dengannya, tidak terlupakan makan ibu kandung Nina juga.
Makam ibunya Nina baru Ayuna ketahui setelah Ayuna dan Lastri berkunjung dulu, saat bude Lastri masih hidup. Bude Lastri menjelaskan semuanya kepada Ayuna.
''mbak, i--ini makam ibu kandung aku?'' tanya Nina penasaran.
''iya, Nin. Bersihkan lah. Singkirkan daun dan rerumputan di atasnya. Dan selalu doakan almarhumah, sebagai bentuk bakti mu terhadapnya''
''baik lah mbak. Terimakasih, sekali lagi terimakasih banyak mbak. Huhuhuhu'' Nina berkata sambil berlinang air mata. Dia merasa teramat bahagia karena bisa melihat makam ibu kandungnya untuk pertama kalinya. Dulu, saat kedua orang tua Ayuna masih hidup, mereka selalu merahasiakan tentang makam itu.
πππππππ
Setelah puas berkeliling, menghabiskan waktu hampir seharian. Akhirnya Ayuna dan Arya tiba di rumah mereka. Dengan Nina yang berjalan beriringan bersama mereka.
Mareka masuk melangkahkan kaki menuju pintu utama.
''ayo Nin, 2 keponakan mu ada di atas'' ramah Ayuna berbicara, membimbing tubuh Nina.
''iya mbak'' kata Nina dengan suara terdengar serak, dia merasa terharu karena mendapatkan perlakuan dari Ayuna yang istimewa.
''sayang, kamu dan Nina keatas duluan, ya, mas mau duduk di sana sebentar'' ucap Arya. Menunjuk kursi ruang keluarga.
''iya mas''
Lalu Ayuna dan Nina berjalan berdampingan menuju kamar atas.Β
''mama'' sapa Ayuna saat dia menginjakkan kakinya di kamar si kembar.
''sayang kamu sudah pulang rupanya'' ujar Ratna menoleh kearah Ayuna.
''sudah ma. Bagaimana kembar ma, mereka rewel tidak?'' tanya Ayuna.
''tidak, mereka anteng sekali sayang''
''iya, sama-sama sayang. Mama senang melakukan itu. Mama keluar dulu ya''
''iya ma'' jawab Ayuna.
Kemudian Ratna berlalu, setelah menatap Nina sekilas dengan senyuman dibuat ramah.
Ratna masih sedikit trauma mengingat pelakor. Dia tidak bisa bersikap berpura-pura ramah terhadap Nina.
''duh, sayang-sayang nya mama. Perkenalkan ini ada aunty pengen ketemu kalian'' ucap Ayuna menyapa kedua buah hati yang lagi berada diatas kasur bayi.
''hallo anak baik, mereka lucu sekali mbak. Azzam sangat tampan, dan Azzura juga sangat cantik mbak'' ungkap Nina.
'' terimakasih aunty atas pujiannya. Doa kan Azzam sama Azzura ya, agar mereka jadi anak yang baik ya, aunty''
''iya, itu pasti''
Saat mereka sedang mengobrol, tiba-tiba pelayan datang.
''permisi nyonya, ada tamu di bawah ingin bertemu nyonya''
''siapa?''
''saya tidak tahu nyonya, orang-orang itu baru pertama kali ini saja saya lihat bertamu ke rumah ini''
''oh baiklah, saya akan ke bawah menemui mereka.''
Ayuna kemudian memanggil baby sitter nya, meminta mereka menjaga bayi Azzam dan Azzura.
Ayuna berjalan kebawah, Nina masih setia mengikuti langkah Ayuna dengan masih memegang tas yang berisi pakaian nya yang tidak seberapa.
Saat sudah sampai di pintu utama, Ayuna melihat 3 orang yang begitu dia kenal sedang berdiri di sana.
''kalian, ayo silahkan masuk'' Ayuna berkata dengan ramah.
Sementara Nina menunduk, dengan tangan gemetar.
''iya Ayuna, kami datang kesini untuk melihat bayi mu.'' jawab Sarah bersuara.
''iya, ayo masuk dulu Sarah, mereka ada diatas.'' ajak Ayuna dengan senyum merekah.
Bertepatan dengan itu, seorang pria bertubuh tegap juga datang.
''mas Bayu!'' ucap Ayuna girang, Ayuna berlari menghampiri kakak sepupu nya. Mencium tangannya.
''kalian?'' ucap Bayu sedikit meninggi kan nada suaranya. Saat dia melihat Yudha dan Nina yang berdiri dengan jarak cukup jauh.
''sudah mas Bayu. Ayo masuk, mereka ke sini mau bersilaturahmi, mau melihat anak-anakku, mas'' kata Ayuna.
************
__ADS_1
Sekarang semua orang sedang berkumpul di ruang keluarga, baby Azzam dan Azzura dibawa kebawah oleh baby sitter.
Mereka hanya diam di ruang tamu, suasana tercipta cukup tegang. Ayuna dan Arya yang menyadari itu mencoba untuk mencairkan.
''keponakan nya om ganteng dan cantik sekali'' ucap Bayu.
''mas Bayu gimana kabarnya?'' tanya Yudha tiba-tiba. Kaki Yudha sudah sedikit sembuh, hanya saja sekarang dia berjalan masih menggunakan alat bantu tongkat.
''baik, kamu bisa lihat sendirikan pecundang!'' ketus Bayu dengan wajah memerah.
Yudha tidak bersuara lagi, dia menundukkan wajahnya, merasa sesak melanda dada nya saat mendapati jawaban dari sang mantan kakak Ipar.
''ehmmm ... ehmmm ...'' Ayuna ber-dehem dia hendak mulai berbicara.
Lalu ...
''aku marasa sangat senang sekali kalian mau main kerumah kami untuk melihat bayi Azzam dan Azzura. Sekali lagi aku ucapkan terimakasih, atas kehadiran kalian dan untuk hadiah-hadiah nya.'' kata Ayuna, memberi jeda pada ucapannya sejenak lalu dia berbicara kembali.
''Aku tahu, kesalahan di masa lalu mungkin masih membekas di hati kita semua. Begitupun aku.
Tapi, aku tahu manusia tempatnya salah dan khilaf. Sekarang aku rasa kalian sudah menyadari semua kesalahan kalian, begitu pun aku, aku sudah memaafkan semua yang telah terjadi.
Jadikan itu semua sebagai pengalaman, pembelajaran, agar kedepannya kita bisa bersikap lebih baik lagi, menghargai sesama manusia, apalagi terhadap orang terdekat kita. Jangan pernah berbuat curang.
Aku sudah memaafkan semua kesalahan yang mas Yudha dan Nina perbuatan dahulu. Dan juga memaafkan ucapan Tesya yang juga pernah menyakiti hatiku.
Aku sudah memaafkan kalian. Jadi, aku mohon mas Yudha dan Nina juga, kalian juga bisa saling memaafkan. Saling berlapang dada, menyingkirkan rasa kesal di dada.Β
Kita sudah punya kehidupan masing-masing sekarang, jadi ayo, mulai hari ini mulailah hari-hari dengan hal positif.
Mas Bayu, tolong maafkan mereka mas. Mereka sudah berubah, mereka sudah mendapatkan semua ganjaran dari perbuatan mereka.'' ungkap Ayuna panjang lebar, Ayuna berbicara dengan lancar lagi tegas.
Semua orang terdiam mendengarkan penuturan Ayuna. Yudha, Nina dan Tesya menunduk. Mereka menangis terisak teringat dengan semua perbuatan jahat mereka yang pernah mereka lakukan kepada Ayuna dulu. Padahal Ayuna sangat baik sama mereka.
Nina dan Yudha saling mendekat, Yudha mengulurkan tangannya.
''maafkan mas, Nin. Atas ketidak adilan mas dulu''
''iya mas, maafkan aku juga'' sambut Nina. Mereka bersalaman saling memaafkan, diikuti oleh Tesya juga.
Suasana haru tercipta di kediaman Ayuna dan Arya. Bayu, Yudha, Nina, Tesya serta Sarah mereka bersalaman saling memaafkan.
Ayuna, Arya dan Ratna menatap dengan perasaan bahagia. Kerena berhasil meredakan dendam di antara mereka.
Lalu, setelah itu suasana menjadi lebih mencair, mereka menggendong baby Azzam dan Azzura secara bergantian. Dengan senyum dan tawa yang berderai.
ππππππ
''mas, aku sudah lega sekarang mas. Mereka semua sudah saling mamaafkan''
''kamu memang istri yang cerdas dan baik sayang, mas merasa sangat beruntung bisa memiliki kamu''
Arya dan Ayuna mengobrol diatas tempat tidur, Ayuna meletakkan kepalanya di dada bidang sang suami.
''mas rindu''
''aku pun sama rindunya, mas''
Mereka merasa saling merindu, karena sudah lebih dari 2 bulan tidak melakukan hubungan suami istri.
Arya mengunci tubuh sang istri dibawah. Lalu melepaskan satu persatu pakaian sang istri dan juga pakaiannya.
Wajah keduanya sudah saling berhadapan cukup dekat, kemudian bibir keduanya saling menyatu cukup lama. Saling bertukar rasa. Melepaskan rindu yang sempat tertahan. Arya menyusuri setiap inci tubuh sang istri dengan tangan serta mulutnya. Tangan Arya berhenti di gundukan kenyal milik sang istri, meremas pelan dan hati-hati gundukan itu, mulutnya juga ikut berhenti di situ, menyesap kenikmatan yang lama tertahan.
''ahh .... mas!'' Suara Ayuna terdengar bergetar lagi merdu. Ayuna mencengkeram erat punggung sang suami, saat Arya menggoyang-goyangkan turun naik bagian intim tubuhnya, memasukkan ke dalam sarangnya. Memberikan rasa nikmat kepada keduanya.
Malam ini menjadi malam panjang bagi Ayuna dan Arya. Mereka telah meneguk kenikmatan dengan begitu panas, hingga bercucuran keringat.Β
**********
Nina tidak tinggal dirumah Ayuna dan Arya. Ayuna memberikan kunci rumah kepada Nina, lalu menyuruh bodyguard mengantarkan Nina ke suatu tempat. Kerumah yang akan Nina huni.
Nina harus belajar mandiri, Ayuna tidak mau lagi memberikan peluang sekecil apapun kepada pelakor, dia tidak mau rumah tangganya kembali di terpa badai kerena kehadiran orang ketiga.Β
*************
Pagi telah datang. Arya mengantarkan sang papa ke bandara.
''papa berangkat Arya, jaga cucu papa dan menantu papa dengan sebaik mungkin. Dan juga jaja mama mu''Β pesan Wiguna.
''okey pa, papa baik-baik di sana. Arya dan Ayuna akan menyusul saat baby Azzam dan Azzura sudah besar''
''baik lah, sampai ketemu lagi nak. Bye ...''
''bye pa ....'' Arya melambaikan tangannya ke arah sang papa.Β
Wiguna hari ini berangkat ke London, untuk melakukan pengobatan terbaik di area intimnya, karena area intimnya sudah membusuk, kalau tidak cepat di tangani bisa-bisa area intimnya habis tak bersisa.
**********
Dan pada akhirnya, kejahatan akan kalah sama kebaikan.
Kesabaran dan kebaikan Ayuna selama ini berbuah manis. Begitu pun dengan kejahatan. Yudha dan Nina sudah mendapatkan karma dengan sendiri tanpa Ayuna bersusah payah untuk membalas kan.
Dan ada baiknya kita saling memaafkan, agar hati kita menjadi lapang.
TAMAT
Terimakasih kasih untuk kalian semua yang sudah mengikuti cerita ini dari awal.
Ambil baiknya buang buruknya.
Ini kita tamat kan saja atau belum?
__ADS_1
wkwkwkwk, soalnya author juga bingung, karena misteri tentang siapa anak Wiguna belum kita ungkapkan.