
Sepertiga malam, sepasang manusia berbeda usia itu terkapar lemah di ranjang dengan tubuh polos tanpa ditutupi sehelai benang pun setelah meneguk kenikmatan yang melenakan.
''kamu sangat hebat sayang, kamu begitu pandai dalam melayani dan menyenangkan mas. Walaupun kamu sedang hamil, kamu sungguh luar biasa'' puji Wiguna seraya menatap wajah sang istri muda.
''iya dong mas, siapa dulu dong. Kamu jangan lupa ya, sama janji yang kamu katakan tadi'' sahut Salsa lagi.
''iya, kamu tenang saja sayang. Kamu jaga anak kita baik-baik ya. Mas akan memenuhi semua keinginan mu,''
''iya, mas. Terimakasih mas,'' sahut Salsa, memeluk erat tubuh Wiguna.
*******
Sementara itu dikamar yang berbeda, Ayuna baru selesai sholat Tahajjud. Ayuna duduk bersimpuh, berdoa untuk orang-orang yang di sayangi nya. Meminta agar mama mertuanya diberikan kekuatan dalam menghadapi ujian hidup, serta tidak lupa Ayuna memohon untuk kesembuhan sang adik sepupu, Nina.
Sedangkan Arya terlelap di atas tempat tidur.
********
Pagi ini, suasana dimeja makan dikeluarga Wiguna tampak begitu tegang. Arya hanya memperhatikan orang-orang disekitarnya yang pada diam. Arya merasa ada sedikit yang janggal.
Wiguna duduk, dengan diapit oleh dua orang wanita yang berbeda usia, disebelah kanan ada mamanya Arya dan di sebelah kiri ada Salsa sang istri muda.
Ayuna hanya diam, dia tidak berani banyak bicara. Di samping Ayuna ada bibik, ibunya Salsa. Sedangkan Arya duduk dikursi utama, sebagai tuan rumah dan kepala keluarga dikeluarga kecil nya. Karena rumah itu memang rumah milik Arya.
Ayuna menatap sang mama mertua, Ratna pagi ini nampak sudah seperti biasa. Tiada lagi mata bengkak, tiada lagi kesedihan yang terpatri diwajah ayu itu. Wajah Ratna nampak berseri dengan sedikit polesan.
**********
''sayang, ini ayo tambah lagi, biar kamu dan cucu mama sehat. Kamu kenapa makannya sedikit sekali sayang?'' kata Ratna kepada Ayuna.
''iya, ma. Ayuna sekarang jadi cepat kenyang ma. Mungkin karena dede nya sudah mulai besar kali ya, ma'' sahut Ayuna dengan senyum simpul.
''iya, sayang. Kamu harus banyak minum vitamin sama buah-buahan segar, ya'' balas Ratna lagi.
''iya, ma. Terimakasih ma'' jawab Ayuna. Ayuna merasa bahagia melihat keadaan dan perubahan sikap sang mama yang sudah kembali seperti dahulu.
Sedangkan Salsa diam menyimak, dia merasa jengkel melihat Ayuna dan Ratna.
''Salsa, ayo makan yang banyak sayang'' ucap bibik, mamanya Salsa.
''iya, Bu'' jawab Salsa acuh.
Salsa tidak suka mendapatkan perhatian dari ibunya karena status ibunya yang hanya seorang pembantu.
Sedangkan Wiguna hanya diam, dia harus pura-pura acuh dan tidak peduli sama Salsa Karena Wiguna tidak mau kalau Arya sampai tahu semua kelakuan bejadnya, Wiguna sangat segan sama anak laki-laki satu-satunya itu.
*******
''Bibik dan Salsa rencananya kapan akan kembali ke London?'' tanya Arya.
''mereka pulang besok lusa, barengan sama papa dan mama Arya'' sahut Wiguna tiba-tiba.
__ADS_1
''oh, Emangnya Bibik dan Salsa tidak pulang ke kampung halaman kalian dulu?''
''mereka tidak sempat Arya. Salsa sudah pulang kampung sekitar tujuh bulan yang lalu'' ucap Wiguna lagi. Sedangkan Salsa yang hendak menjawab terpaksa menutup mulutnya kembali.
''maaf ya Salsa, kalau boleh aku tahu, itu usia kandungan nya sudah berapa bulan?'' Sambung Ayuna, bertanya kepada Salsa.
''mau 4 bulan non, Ayuna''
''oh, suami kamu nggak ikut pulang kesini, Salsa?'' tanya Ayuna tersenyum sinis.
''e--nggak! Suami aku lagi sibuk bekerja non'' jawab Salsa, seraya melihat kearah Wiguna. Salsa merasa kesal sama pertanyaan Ayuna, di dalam hati dia berulang kali memaki Ayuna.
''dasar, wanita sialan! awas saja kau'' batin Salsa.
Setelah selesai sarapan, semua orang kembali ke aktivitas masing-masing.
********
"Ma, mama mau kemana?'' tanya Arya, yang sedang duduk diruang tamu, memeriksa beberapa berkas yang diantar oleh Dimas ke rumah nya, Dimas juga duduk disitu berhadapan dengan Arya. Arya melihat Ratna yang sudah berpenampilan rapi dengan tas di bahu.
''mama ada urusan diluar sebentar, Sayang'' jawab Ratna lembut.
''mama hati-hati ya, atau mau kita temani saja?''
''tidak usah sayang, kamu dirumah saja jaga Ayuna'' balas Ratna, kemudian dia berlalu.
Sedangkan Wiguna sedang pergi ke suatu tempat, mengecek perusahaan anak cabang Arya. Salsa dan ibunya berada dikamar. Dari tadi usai sarapan mereka tidak keluar dari kamar tamu tersebut.
**********
''bagaimana dengan den Arya, sayang? Bukannya Wiguna menyuruh kita untuk diam didepannya, kita harus pura-pura seperti dulu, hanya pembantu dan anaknya'' sahut ibunya Salsa, yang duduk dibelakang menyisir rambut sang anak.
''ah, itu mah soal gampang bu. Papanya saja bisa aku goda apalagi anaknya. Arya kelihatan begitu tampan ya, bu. Aku akan mengeluarkan jurus andalan aku untuk menggodanya''
''iya, sayang ide bagus. Kamu harus diam-diam dari Wiguna. Kamu harus bermain cerdas dan licik. Kamu harus mendapatkan hati Arya, tanpa diketahui oleh Wiguna. Setelah sebagian harta Wiguna jatuh ke tangan kamu, kamu tinggalkan pria tua itu, kemudian kamu goda dan rayu den Arya. Ibu pasti akan merasa bahagia sekali kalau kamu bisa mendapatkan hati den Arya, apalagi kalau melihat kamu bersanding sama den Arya di pelaminan, kalian berdua pasti sangat serasi. Dan kamu buat wanita belagu yang bernama Ayuna itu menangis darah, seperti yang telah kamu lakukan sama Ratna.''
''hahahaha, iya bu, Ibu benar juga''
''Ayuna itu masih kalah cantik sama aku bu. Aku yakin, kalau Arya begitu mudah untuk aku jerat bu. Apalagi kalau susuk pemikat ini akan selalu berada ditubuh indah ku. Hahahaha ...'' ucap Salsa lagi. Dia kemudian tertawa. Karena dia merasa semua keinginannya akan begitu mudah dia capai dengan benda aneh yang sengaja dia pasang di salah satu bagian tubuhnya.
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Ayuna duduk sendirian di kamar, bersandar di dinding sofa. Ayuna membaca beberapa buku tentang kehamilan dan persalinan.
Karena merasa sudah bosan, Ayuna pun memutuskan untuk keluar dari kamar, dia akan menemui suaminya. Ayuna berjalan menuruni tangga, di tangga tidak sengaja Ayuna berselisih jalan dengan Salsa.
''Salsa, kamu mau kemana?'' tanya Ayuna heran. saat Ayuna berhadapan dengan Salsa.
Karena diatas merupakan kamar utama semuanya. Yaitu terdapat 4 buah kamar, kamar Ayuna dan Arya, kamar mama dan papanya. Kemudian ada dua lagi kamar yang tidak dihuni.
''aku mau kekamar yang tidak dihuni, aku mau bersih-bersih'' sahut Salsa acuh, kemudian dia berlalu tanpa permisi terlebih dahulu kepada Ayuna.
__ADS_1
Ayuna menatap punggung yang terbuka setengah itu, karena Salsa hanya memakai pakaian yang begitu seksi. Ayuna merasa sedikit curiga melihat tingkah Salsa.
Kemudian Ayuna menghubungi pelayan yang begitu dipercaya dikeluarga Arya, memerintahkan orang itu untuk mengawasi gerak gerik Salsa.
Ayuna lanjut berjalan untuk menemui sang suami. Saat sudah sampai Ayuna duduk disamping Arya yang begitu sibuk menandatangani beberapa berkas.
Arya yang menyadari kehadiran sang Istri, lalu tersenyum hangat menatap Ayuna.
''hay, Dimas? Bagaimana kabarnya?'' sapa Ayuna berbasa-basi.
''alhamdulillah baik, bu Ayuna. Ibu sendiri bagaimana kabarnya?'' sahut Dimas sopan.
''syukurlah kalau begitu. Itu, minumannya. silahkan diminum. Alhamdulillah, aku baik juga Dim''
''iya, bu. Ibu kayak sama siapa aja. Hehehe. Syukur lah kalau begitu bu,'' balas Dimas, tersenyum lebar.
''habis, kamu nya dari tadi diam saja dan kelihatan kaku begitu''
''iya, bagaimana nggak kaku bu, aku takut kalau-kalau Pak bos mengeluarkan jurus jitu nya jika terdapat banyak kesalahan diberkas itu bu. Ibu tahu sendirikan, bagaimana suami ibu bersikap sama bawahannya!'' ucap Dimas lagi. Dengan mata dimain-mainkan.
''iya, kamu benar juga Dim. Wkwk'' jawab Ayuna. Ayuna juga ikut menggoda suaminya itu.
Sedangkan Arya, hanya tersenyum mendengar obrolan dua orang yang begitu dekat dengannya. Dimas merupakan sahabat sekaligus orang terpercaya bagi Arya.
Arya meletakkan pulpen, lalu dia merangkul pinggang Ayuna yang mulai berisi.
''Lanjutkan saja pekerjaan mu sayang'' sapa Ayuna.
''ini sudah selesai, sayang'' jawab Arya seraya mengecup sekilas pipi sang istri.
''apaan sih, malu, tuh di liatin sama Dimas''
''biarkan saja, lagian dari dulu dia betah banget menjomlo'' sindir Arya. Sedangkan yang di sindir membuang tatapannya ke arah lain.
''heh, liat saja, bos tidak tahu saja ...'' celetuk Dimas.
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
''Tesya! Katakan, katakan dengan siapa kamu melakukan hal yang begitu menjijikan itu? Dengan siapa kamu berhubungan, Tesya?'' bentak Yudha.
''mas! maafkan aku mas. A-ku terpaksa melakukan semua itu mas. A-ku butuh uang buat kebutuhan aku sehari-hari mas. Huhuhu'' ucap Tesya, dengan air mata yang berlinang.
Yudha masih duduk diatas kursi roda, sedangkan Tesya menangis bersujud di kaki sang kakak.
Yudha juga ikut menangis, karena begitu menyesali atas semua yang terjadi pada adik semata wayangnya itu.
Sedangkan Sarah, hanya diam menyaksikan pertikaian antara dua bersaudara tersebut.
Tesya diketahui hamil saat setelah diperiksa oleh seorang bidan desa. Tesya terjatuh di kamar mandi hingga mengeluarkan sedikit darah di selangkangannya. Sarah yang kesusahan untuk mengangkat tubuh sang adik ipar sendirian lalu dia meminta bantuan kepada tetangga sebelah rumah untuk membantu nya, hingga berita tentang hamil nya Tesya tanpa seorang suami heboh di Desa tersebut, Tesya menjadi buah bibir tetangga, menjadi bahan gosip tetangga sekitar.
Beruntung nya, bayi yang ada dikandungan Tesya tidak apa-apa, masih bisa diselamatkan.
__ADS_1