
Ayuna sekuat tenaga menahan rasa sakit yang mendera, perjalanan terasa begitu lambat dan jauh. Padahal mobil yang di kemudi oleh Wiguna sudah melaju dengan kecepatan tinggi.
Arya terus membaca surah-surah pendek, beristiqfar, berdoa memohon agar diberikan kemudahan untuk sang istri.
''sayang kamu kuat, yang sabar ya sayang, sebentar lagi kita akan segera sampai'' ujar Arya dengan cemas. tangannya menggenggam tangan Ayuna dengan kuat serta berusaha menyalurkan kekuatan, sedangkan tangan yang satu lagi memegang sapu tangan, membersihkan keringat yang bercucuran dari kening serta tubuh sang istri karena menahan rasa sakit.
Wiguna dan Ratna juga merasa begitu panik melihat kondisi Ayuna yang sudah begitu pucat.
''mas, itu di pangkal paha ku kenapa rasanya seperti ada cairan hangat, mas?'' ungkap Ayuna lirih di sela-sela menahan rasa sakitnya. Dia berada di pelukan sang suami.
''sudah, tidak apa-apa sayang. Anak kita mungkin sudah tidak sabar lagi ingin segera bertemu dengan kamu, ibunya, sayang'' jelas Arya pelan menenangkan.
Arya kemudian merogoh ponsel dari sakunya, dia berinisiatif untuk menelpon pihak rumah sakit. Supaya sang istri bisa ditangani dengan sesegera mungkin.
''Hallo ... tolong, pihak rumah sakit. Istri saya sebentar lagi akan melahirkan. Tunggu kami di luar dengan brankar, kita sebentar lagi akan segera sampai.'' ucap Arya tegas memang ponselnya.
''baiklah tuan. Akan segera kami lakukan'' jawab seseorang diseberang sana.
Kemudian Arya memutuskan panggilan, lalu menaruh kembali ponsel miliknya kedalam saku.
Arya merupakan salah satu donatur terbesar di rumah sakit ternama itu, sehingga pihak rumah sakit merasa begitu segan dengannya.
***********
Kendaraan roda empat yang mambawa rombongan Ayuna bergerak melambat. Begitu sampai di pelantaran rumah sakit.
Suster dan petugas kesehatan berlari dengan cepat menuju mobil yang membawa Ayuna begitu melihat mobil Arya berhenti.
Mereka menunggu diluar dengan brankar.
''ah ... mas!'' denguh Ayuna dengan suara tertahan. Tangan nya berada diperut dengan wajah yang pucat.
''Iya sayang, sebentar lagi sayang'' sahut Arya panik, dia membuka pintu mobil.
Arya membuka pintu. Di ikuti oleh Ratna dan juga Wiguna, lalu dengan cepat Arya menarik tubuh sang istri membawa kedalam dekapannya, tubuh Arya yang kekar sedikit kesulitan saat membawa tubuh sang istri yang gendut keluar dari mobil.
Kemudian saat sudah berada diluar mobil Arya meletakkan tubuh sang istri dengan pelan diatas brankar, membaringkan nya. Begitu tubuh Ayuna sudah berbaring sempurna petugas kesehatan membawa Ayuna kedalam dengan cepat mereka mendorong brankar itu.
Diikuti Arya serta Mama dan papanya.
Beruntungnya Ayuna memakai dress hamil semata kaki, sehingga penampilannya tidak terlalu menonjol menampakkan perut berisinya.
************
''huh hah huh hah ...'' suara tarikan nafas Ayuna terdengar jelas dan cepat tak beraturan.
''terus seperti itu ya, bu'' perintah Dokter perempuan.
Arya memang sengaja meminta agar sang istri ditangani oleh dokter perempuan saja.
Brankar yang membawa tubuh Ayuna sudah didorong masuk keruangan khusus melahirkan.
''Kalian tunggu di luar saja ya, Tuan dan Nyonya kami akan membantu melakukan yang terbaik.'' kata dokter kepada Wiguna dan Ratna.
''Tuan Arya Wiguna sebaiknya ikut kami ke dalam, akan lebih baik jika anda menemani istri anda di dalam'' ucap sang Dokter ramah kepada Arya.
__ADS_1
''baik Dokter'' jawab mereka mengangguk bersamaan.
Kemudian Dokter masuk keruangan di ikuti Arya di belakangnya menyusul Ayuna. Dokter akan segera malakukan penanganan.
Semua orang terlihat panik, petugas kesehatan sudah siap dengan tugas mereka masing-masing.
Arya berdiri di pucuk kepala sang istri, membelai lembut rambut itu, menciumi nya bertubi-tubi. Arya meneteskan air matanya melihat perjuangan Ayuna melahirkan anak-anak nya.
''sepertinya semuanya aman, nyonya Ayuna sudah waktunya melahirkan, nyonya Ayuna bisa melahirkan secara normal'' ungkap sang Dokter setelah memeriksa Ayuna, setelah itu sang Dokter fokus berada di bawah ************ Ayuna.
''lakukan yang terbaik, Dokter'' perintah Arya, dengan wajah memelas karena begitu gelisah.
''baik tuan''
"Ayo terus, sedikit lagi''
''Allah ... '' teriak Ayuna kencang, dengan mata tertutup, tangan nya menarik sprei dengan begitu kuat. Arya terus menitikkan air matanya melihat perjuangan sang istri.
Lalu ...
''oek ... Oek ... Oek ... '' suara tangisan anak kecil menggema memenuhi ruangan. Arya menangis lega, berulang kali dia mengucapkan Alhamdulillah, dia merasa begitu bahagia, bersyukur dan juga terharu. Tapi, tidak dengan Ayuna, Ayuna merasa ada sesuatu yang masih mengganjal di dalam perutnya.
''mas!'' lirih Ayuna dengan mata tertutup.
''Iya sayang, anak kita sudah lahir dengan selamat sayang, kamu hebat'' bisik Arya pelan.
''tidak, mas'' ujar Ayuna menggeleng.
''tidak?'' heran Arya dengan kening berkerut.
''benarkah?'' Arya merasa tidak percaya, tapi dia bahagia mendengar kenyataan itu.
''iya, tuan'' ucap sang dokter sambil berusaha membantu Ayuna lagi.
Sementara bayi yang satu tadi sudah di tangani oleh para Suster.
''aku sudah tidak kuat lagi'' lirih Ayuna.
''ini sedikit lagi nyonya, ayo lakukan sekali lagi nyonya''
Arya kembali gelisah melihat keadaan sang istri.
Lalu, tidak berapa lama ...
''oek ... Oek ... Oek ...''
Sekali lagi suara tangisan bayi menggema diruangan itu.
Membuat semua orang tersenyum lega dan bahagia, mereka merasa tidak percaya kalau Ayuna berhasil melahirkan dua orang bayi sekaligus secara normal.
Ayuna terkulai lemah, dia menutup matanya berulang kali dia mengucap syukur.
''nikmat sekali, terimakasih ya Allah'' batin Ayuna. Air mata bahagia meluncur begitu saja, hingga rasa sakit yang teramat tadi sudah tergantikan dengan kebahagiaan yang tiada tara karena kehadiran dua buah hati.
''sayang, terimakasih sayang. Terimakasih. Kamu wanita hebat, mas sangat mencintaimu'' ucap Arya, mengecup wajah Ayuna bertubi-tubi
__ADS_1
''iya mas, aku juga berterimakasih atas kebaikan kamu, kamu selalu setia berada di samping aku, kamu selalu menyemangati aku, terimaksih sudah menjadi suami yang luar biasa baiknya'' balas Ayuna, menatap wajah sang suami lekat.
*************
''mama, papa'' panggil Arya, berlari berhamburan memeluk sang mama.
''iya sayang, gimana Arya? Bagaimana Ayuna?'' tanya Ratna penasaran. Dia menatap wajah sang putra lekat.
Sedangkan Wiguna menatap dengan pertanyaan yang sama.
''ma, pa, Arya sudah menjadi seorang Ayah sekarang. Ayuna melahirkan dengan selamat. Sekarang dia dan anak-anak kami sedang dibersihkan di dalam'' ungkap Arya dengan senyum yang menghiasi wajah rupawan nya.
''anak-anak? Maksud kamu?'' tanya Ratna lagi heran.
''iya, Ayuna melahirkan anak kembar ma. Cucu mama dan papa ada dua''
''kamu lagi tidak sedang berbohong kan, Arya?''
''Arya benaran, ma''
''alhamdulillah, terimakasih ya Allah. Engkau memang maha baik'' sahut Ratna antusias, dia menangis bahagia mendengar kabar baik ini.
''syukurlah'' ucap Wiguna, Wiguna tersenyum getir.
*************
Kedua bayi mungil itu telah selesai dibersihkan, mereka sekarang sedang berada didalam inkubator. Meskipun terlahir kembar tetapi mereka memiliki berat badan yang cukup.
Arya menatap 2 bayi mungil itu dengan perasaan campur aduk, perasaan penuh haru. Dia meliti satu persatu wajah sang anak. Ternyata anak kembarnya berjenis kelamin laki-laki dan perempuan.
''kalian sangat menggemaskan, terimakasih karena sudah hadir di dalam kehidupan kami dua malaikat kecil'' gumam Arya, mengelus lembut pipi kedua bayinya yang sedang terlelap.
''ya ampun, cucu-cucu oma sangat menggemaskan. Kalian berdua sangat mirip. Kalian sungguh tampan dan cantik. Sini ayo, sama oma'' Ratna berkata dengan nada begitu bahagia, dia membawa bayi perempuan kedalam dekapannya.
''sayang, itu yang satu lagi kamu yang bawa ya. Ayuna sudah selesai di bersihkan, dia mau melihat bayi nya'' sambung Ratna lagi.
''iya ma'' jawab Arya, Arya menggendong bayinya dengan hati-hati.
Kemudian Ratna dan Arya membawa kedua bayi mungil itu kepada Ayuna, Ayuna akan memberikan makanan pertama untuk kedua buah hatinya.
**********
"Sayang, ini anak kita. Mereka sudah bersih dan wangi.'' ucap Arya ketika sudah sampai di samping ranjang Ayuna.
Tapi ....
Ayuna tidak menyahut, Ayuna ...
Bersambung.
Reader jangan pernah bosan ya.
Yang penasaran ditunggu saja kelanjutan nya.
Kasih selamat dong untuk Ayuna dan Arya karena bayi kembar mereka sudah launching dengan selamat.
__ADS_1
Hehehehe.