
Setelah merasa cukup menjahili Dimas, dan Dimas pun akhirnya pamit kembali ke kantor dengan perasaan dongkol. Sepulangnya Dimas, Ayuna dan arya naik ke lantai atas menuju kamar mereka, saat mereka berjalan ditangga, Ayuna dan Arya berpas-pasan lagi sama Salsa yang hendak turun.
''Salsa, kamu dari mana?'' tanya Arya heran dengan kening berkerut.
''ini, aku habis dari bersih-bersih kamar yang tidak dihuni diujung sana, den'' jawab Salsa dengan suara mendayu-dayu, sengaja dibuat dengan wajah sok lugu, lalu dia mengibas rambut panjang sepunggung nya kesamping hingga leher jenjang dan dada berisinya tampak dengan jelas. Salsa sengaja melakukan semua itu.
''oh, baiklah. Kamu sedang mengandung sebaiknya istirahat saja biar pembantu yang lain saja yang bersih-bersih'' tutur Arya, yang berhasil membuat senyum Salsa terbit dari sudut bibirnya. Sedangkan Ayuna merasa kesal atas ucapan Arya, apalagi melihat wajah Salsa yang tersenyum sinis ke arahnya.
''iya, den. Terimakasih atas perhatian kecilnya. Aku senang deh'' sahut Sisil lagi menundukkan kepalanya.
''iya, sama-sama. Saya cuma bersikap sewajarnya saja'' balas Arya acuh.
Setelah mengatakan itu, Arya dan Ayuna berlalu, Salsa pun juga berlalu.
saat sudah sampai diatas Ayuna melepaskan tangannya yang tadi menggandeng tangan Arya.
Arya merasa heran melihat sikap Ayuna yang tiba-tiba berubah.
Ayuna berjalan duluan masuk kekamar diikuti oleh Arya dibelakang.
''hey, sayang kamu kenapa?'' tanya Arya, Arya memeluk Ayuna dari belakang.
Ayuna hanya diam, dia masih merasa kesal melihat sang suami yang bersikap seperti itu kepada Salsa, entah mengapa Ayuna menjadi sangat cemburu.
''sayang, kenapa sih? Itu mukanya kenapa manyun begitu? Kamu makin cantik saja kalau lagi begitu sayang'' goda Arya, Arya bersusah payah untuk melihat wajah sang istri yang sengaja Ayuna sembunyikan.
''ih, apaan sih. Lepas!'' celetuk Ayuna, Ayuna berusaha menyingkirkan tangan sang suami dari perutnya.
''kamu kenapa?''
''Aku nggak kenapa-napa, mas''
''terus kenapa begini?''
''pikir saja sendiri'' ketus Ayuna.
Arya semakin tertantang untuk menggoda Ayuna, Arya kemudian menggendong tubuh sang istri yang sudah semakin berisi itu, membawanya, membaringkan tubuh Ayuna diatas kasur. Arya mengunci tubuh ayuna, tangan Arya berada disamping kiri dan kanan leher Ayuna yang sedang berbaring terlentang, mereka saling berhadapan.
''mas, minggir''
''kamu marah sama mas?''
''enggak!''
''Mas tahu kamu cemburu ya, sayang?'' ucap Arya sambil tersenyum nakal.
''apaan sih, kepedean bangat'' jawab Ayuna mengalihkan wajahnya.
Kemudian Arya meluruskan kepala Ayuna, menyuruh Ayuna untuk menatap nya. Mata Ayuna dan Arya saling mengunci, mereka saling menatap lekat, Arya memandang ayuna dari atas.
__ADS_1
''sayang, kamu jangan pernah cemburu sama siapapun, ya? Karena cinta mas cuma untuk kamu seorang sayang'' bujuk Arya, seraya membelai pipi lalu lari kerambut Ayuna.
''bohong!'' celetuk Ayuna.
''benaran, sayang'' ucap Arya dengan begitu lembut.
''besok-besok kamu jangan bersikap gitu lagi ya sama si Salsa itu, aku nggak suka. Bisa-bisa makin besar Kepala tuh dia''
''iya, istriku, sayangku, cintaku'' jawab Arya, kemudian dia mengecup wajah Ayuna berulang kali.
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
''hahaha, belum apa-apa saja Arya sudah kesemsem sama aku,'' ucap Salsa, Salsa sedang berada dikamar atas, dikamar Ratna dan Wiguna. Dia kembali kekamar itu, setelah tadi turun sebentar.
Salsa bersolek, dikamar papa dan mama nya Arya. Dia menggunakan alat makeup Ratna dan skincare mahal milik Ratna. Setelah itu dia berkeliling memutari kamar yang begitu mewah tersebut. Salsa masih kepikiran sama Arya, dia begitu senang melihat sikap Arya tadi dan melihat wajah Ayuna yang seperti jengkel terhadap nya.
Semakin besar pula rencana Salsa untuk mendapatkan Arya.
Lalu mata Salsa tidak sengaja tertuju pada sekotak perhiasan milik Ratna yang berada dilemari kaca. Salsa berusaha untuk membukanya tapi tidak bisa. Kemudian Salsa berinisiatif untuk mengambil salah satu foto perhiasan tersebut.
[Mas]
[Aku mau cicin berlian yang seperti difoto ini dong]
Kirim Salsa kepada Wiguna. dia yakin, Wiguna akan menuruti semua keinginannya.
[Nanti, mas beliin, ya]
[Kamu dandan yang cantik, dan pakai lingerie yang mas kasih tadi malam, tunggu mas dikamar bawah]
Balas Wiguna, yang membuat senyum Salsa semakin lebar.
*******
Ayuna dan Arya baru selesai berolahraga siang, Ayuna berada didalam dekapan sang suami.
''terimakasih sayang''
''iya, sama-sama mas''
''tidur, yuk''
''tapi katanya tadi mas mau nemenin aku ketemu sama, Nina''
''nanti saja atau besok aja ya? mas ngantuk sekali, sayang''
''ih mas''
''yuk, bobok'' ucap Arya, Arya mengelus punggung polos Ayuna, hingga membuat Ayuna juga merasa ngantuk. Ayuna merasa begitu nyaman berada didekapan sang suami.
__ADS_1
Kemudian mereka terlelap, karena begitu ngantuk dan karena merasa sedikit kelelahan setelah berolahraga.
********
Ratna pulang dengan membawa beberapa paper bag ditangannya. Ratna habis shopping dari butik ternama langganan nya.
Ratna akan menemui Ayuna, untuk memberikan beberapa gaun yang dia beli dibutik. Berulang kali Ratna mengetuk dan memanggil tapi tidak ada yang menyahut, lalu Ratna beranjak dari situ.
''nanti saja lah'' gumam Ratna.
Kemudian Ratna berlalu masuk ke kamar milik nya.
Ratna kaget melihat Salsa yang tiduran disofa nya, sedangkan Salsa langsung berdiri.
Salsa meneliti penampilan Ratna yang nampak begitu anggun, dengan tangannya yang dipenuhi paper bag.
''oh, bagus ya'' ucap Salsa angkuh sambil berkacak pinggang.
''emang bagus!''
''kamu ngapain dikamar ini perempuan ******?'' teriak Ratna.
''aku menunggu Suami aku'' sahut Salsa tidak tahu malu.
''tempat kamu itu disana, dibelakang''
''Kenapa? Kamu masih belum bisa menerima kenyataan wanita tua!''
Ratna yang diperlakukan seperti itu, merasa sungguh jengkel dan marah. Salsa benar-benar kurang ajar, tidak tahu terimakasih. Ratna lalu menyerang Salsa, tangan Ratna berhasil menekan kedua pipi Salsa, jari Ratna semakin kuat menekan pipi salsa. Membuat Salsa merasa sakit teraduh-aduh.
''kamu dengar ya, perempuan ******. Kamu jangan merasa senang dulu atas apa yang telah kamu ambil dari aku! Kamu tahu? semua harta ini milik keluarga aku, tidak ada sepeserpun yang berasal dari keluarga wiguna. Aku bisa kapan saja mendepak kalian berdua, menjadikan kalian gelandangan. Tapi, aku masih berusaha bersabar selama ini karena satu hal, kamu tahu karena apa? Karena Arya, iya karena anak ku Arya dan Istrinya Ayuna. Aku tidak mau merusak kebahagiaan mereka yang baru mereka bina. Cam kan itu! Sekarang sana kamu keluar ******!'' teriak Ratna. kemudian dia mendorong tubuh Salsa keluar kamar. Salsa tidak dapat melawan.
Salsa begitu murka, dia berulang kali mengutuk Ratna didalam hati. Apalagi pipinya yang terasa begitu perih karena terkena kuku Ratna.
''awas saja kau wanita tua, akan aku adukan semuanya sama wiguna'' batin salsa, menghentak-hentakkan kakinya kelantai, lalu berlalu kebawah.
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
Ratna duduk ditepi ranjang, dia kembali teringat sama kejadian sebulan yang lalu.
Saat itu, Ratna baru pulang dari indonesia, Ratna begitu girang untuk segera bertemu sama Wiguna sang suami. Dia sengaja tidak mengabarkan kepulangannya kepada Wiguna karena akan memberikan kejutan.
Ratna pulang karena ingin mengajak Wiguna ke Indonesia untuk merayakan pesta pernikahan Arya dan Ayuna.
Tapi, saat akan membuka pintu kamar miliknya dan Wiguna. Ratna diam berdiri didepan pintu, mendengar suara ******* yang saling bersahutan.
Ratna lalu membuka pintu, hingga tampak dengan jelas didepan matanya sang suami yang begitu dia percaya akan selalu setia ternyata sedang bergumul mesra dengan anak seorang pembantu yang begitu dia percaya. pada waktu siang-siang bolong seperti itu, Wiguna dan Salsa bermandi keringat karena hal menjijikan yang mereka lakukan. Sedangkan pembantu yang lain entah kemana.
Hingga kemudian tidak lama setelah itu terjadilah pernikah siri antara Wiguna dan Salsa.
__ADS_1