AJARI AKU HIJRAH

AJARI AKU HIJRAH
season 2#episode 42


__ADS_3

"mamaaaaa "


Jdukkk


"aduh " alyara mengusap Jidadnya yang baru kebentur. apalagi ini!! suara anak keduanya begitu melengking.serasa mau mencopot gendang telinganya


"mamaaaa "


"iya sayang sebentar " jawab alyara ikut berteriak


"mamaaaaa "


baru menginjak satu anak tangga ,suara anaknnya sudah terdengar lagi. Alyara segera berlari menghampiri gadis manis itu


"astagfirullah " Pekik Nathan ,saat tidak sengaja alyara menatap dada bidangnya. lagi ,alyara meringis merasakan rasa pening di kepalanya


" kenapa sayang! Buru buru banget. ini juga kenapa Jidad kamu " tanya Nathan


"Khanza tan "


"Khanza ??"


"iya. Dia teriak teriak tadi ,minggir "


"eh eh .. " Nathan menggelengkan kepalanya ,lantas ia segera menyusul alyara. sampai di sana rasanya ia ingin mengumpati anaknnya sendiri, Mendengar jika proyek keduanya itu berteriak lantaran ingin di gendong agar bisa menaiki sepeda motor


"cuma begini ?" tanya Nathan masih tidak percaya


"iya donk ,sini kunci motornya ma "


"kunci motor ini Maksutnya? "


Gadis itu mengangguk " iya Khanza mau balapan sama kak khen"


"anak mu Al " ujar nathan ,alyara mengusap dadanya sembari beristighfar. Mengingat ingat momen momennya saat dulu ,saat ia mengandung khanza " perasaan gue jarang ngidam ,sekali ngidam juga yang iya iya aja ,Napa brojolnya jadi begini "


"Kak kheen ayooo ,katanya mau balapan sama khanzaaa "


"Khanza anak maniss ,turun yuk. Masa masih cebong uda mau balapan ae ,nanti jatuh mewek loh kamu "


"Heiii " tegur alyara " anak secantik Khanza kamu bilang cebong. Mau gelut sama mamanya"


"Candaa Al ..lagian ini anak mirip banget sama kamu bar barnya "


"Iya Herman aku " balas alyara


"hayolohhh Herman siapanya mama" celetuk Khanza ,minta di buang ini anak. Batin alyara. Harus banyak bayak men-stok kesabaran jika menghadapi anak keduanya


" Khenzie uda siap, ayo pa "


"ayo Khan " ajak Nathan. Khanza menggeleng yakin " papa sama kak khen berangkat dulu aja ,nanti Khanza susul pakai ini"


"Sendiri? " tanya khenzie. Umur Meraka hanya terpaut satu tahun.


Khanza memandangi khenzie dengan tatapan remeh " iya lah ,kan khanza uda gede. massa numpang terus sama papa "


"ampuunnn " desis alyara. dari mana Khanza mewarisi sikap songong seperti ini. Nathan memijit pangkal hidungnya. tak habis pikir dengan jalan pikiran Khanza yang semakin ke sini semakin yang tidak tidak


" Besok kita ke rumah nenek sama kakek ya ma"


" besok kan sekolah " koreksi khenzie


"kan bisa bolos ,tanggung orang besok hari Sabtu ,kita bolos aja kak "


"Calon bad girls di masa depan" celetuk alyara ,yang mana Nathan langsung menyenggol lengannya " good girls ,ucapan itu doa ,jadi jangan ngomong yang enggak enggak "


"bad girl tuh apa sih pa ? " Tanya Khanza polos. menyadari kelengahan Khanza ,Nathan segera mengendong anak itu dan memasukkan Khanza ke dalam mobil " kalau uda besar kamu juga tau kok"


"Khanza mau jadi bad girls " riangnya


"Astagfirullah ,enggak boleh Khan"


"Khanza mauuu ,gimana Donkk ??"


"jadi good girls aja ,okee "


"Ya kan tadi Khanza uda bilang mau jadi itu" protes Khanza


" Ada bad ada good ,bad itu gak baik ,kalau good itu baik" jelas Nathan sabar


Khanza menggembung kan pipinya sebelah


"berarti harus jadi yang good ya pa "

__ADS_1


"iya "


"Seruan bad tapiii"


***


Weekend


Khanza bernyanyi riang di kuris belakang sembari menunggu mobil papanya sampai di rumah FELYSIA dan Angga


Setelah beberapa tahun ini mereka menetap di Jogja ,mungkin hanya hari Minggu mereka bisa ke Jakarta dan bertemu dengan keluarga yang lain


"sampaiiii " binar Khanza. Melupakan bonekanya yang hampir memenuhi kursi ,kini malah khenzie dan Nathan yang harus membawakan itu semua


"Sabar ya khen ,khen kan anak baik "


"iya pa " jawab khenzie seadanya


"Sini sayang " ajak alyara pada khenzie ,anaknya yang satu sudah berdiri di depan pintu utama ,sembari berteriak memanggil penghuni rumah


"Neneeeekk ,kakeeeek ,Khanza datang mau minta uaaaang "


"neneeeek ...kakeeeek "


"Gawaattt " pekik alyara ,ibu dua anak itu tidak bisa berjalan santai melihat kelakuan Khanza


"jangan teriak teriak begitu Khan ,bilang ke sini mau minta uang lagi, Siapa yang ajarin "


"ya kan Khanza mau bantu papa cari nafkah"


"itu Mahh besok besok aja sayang ,kalau kamu Uda besaar " jawab alyara gemas


"Khanza ,khenziee "


"Umii "


"Masuk masuk "


"Masuk pa ,kak. Itu boneka Khanza taruh aja di sana Tuhh " tunjuk bocah bak sultan itu ke arah kursi " terimakasih "imbuhnya lagi


Alyara tersenyum canggung. lalu ikut duduk dengan yang lain " Khanza ,khenzie ,gimana sekolah kalian "


"Ya gitu kek " jawab Khanza asal asalan


"khenzie uda bisa berhitung " aku khenzie. lantas Angga mengusap rambut cucu lelakinya " oh ya ,sudah sampe berapa ?"


"Kalau Khanza " tanya FELYSIA. Khanza menyentil udara dengan raut sok " kecil itu Mahh ,Khanza aja uda bisa hitung sampai seribu "


"Beneran Khan " Nathan memastikan


"ya jelas donk paaa " seloroh Khanza


"Ya jelas apa ? " Alyara ikut berantusias


"Ya jelas Khanza bohong hahaha "


-


alyara prov


di pertemukan oleh pendidikan dan di satukan oleh perasaan.


banyak orang yang mengalami hal itu ,dan kita termasuk dari salah satunya.


Nathan anendra...


seseorang yang pernah membuatku begitu bahagia. namun juga pernah membuatku jatuh pada luka yang belum pernah aku injak sebelumnya. Luka yang amat dalam. luka yang begitu hebat sampai aku sendiri tidak tau ,apa luka tersebut bisa di sembuhkan


Pernah aku di suguhkan pilihan yang menurutku keduanya tidak bisa aku pilih. melupakan atau bertahan dengan sakit yang terus mengikutiku


seseorang pernah berkata kepadaku ,jika cinta itu tidak pernah salah selagi cinta tersebut membawa kita kepada ketaatan


Namun aku malah merasa semakin jauh dari Tuhanku saat aku dengan nathan. aku tidak bisa menyebut itu dengan ketaatan tapi sulit juga bagiku jika mengakui cintaku ini salah.


cinta beda agama.


Jujur aku tidak pernah menyangka kisahku dengan Nathan akan seperti itu. aku hancur mengetahui siapa dia sebenarnya. tentang agama yang di anut juga tuhan yang ia percaya.


aku merasa begitu jauhh. dan aku rasa semua harus di lupakan ,hal yang menyangkut nya harus segera ku kubur.


satu tahun mengenalnya. 3 tahun aku tanpanya dan dan saat ini. insya Allah selamanya aku akan menjadi teman hidupnya.


***

__ADS_1


" Tan "


"hm "


"bangun yuk ,uda mau jam 3 loh "


"10 menit sayang " jawab Nathan ,tangannya berhasil melilit pinggang alyara lagi ,dan menariknya agar posisi mereka jadi berdekatan "ihh kok malah ngajak tidur lagi sih "


"sebentar "katanya dengan mata yang masih terpejam


"Ayoo ,keburu adzan subuh tan"


"3 menit "


"ayo Nathan "


"semenit "


"nathaan "


"cium duluu " goda Nathan


"Yaudah aku tidur lagi " ancamnya ,tidak berlangsung lama bibir alyara sudah mendarat di pipi kanan Nathan " Bangun "


"Cuma pipi nih "


"gamparr nihh "


"iya sayang iya " Nathan terkikik geli. Ia beranjak dari ranjang lalu ke kamar mandi. mengambil wudhu dan bersiap siap untuk sholat tahajud bersama alyara


-


"assalamualaikum warahmatullah ..."


"assalamualaikum warahmatullah... "


alyara menyusul salam Nathan ,setelah berzikir ia mengamini seluruh doa suaminya ,hingga doa yang di panjatkan Nathan selesai dan posisi keduanya jadi berhadapan


Nathan menyodorkan tangannya ke arah alyara. setelah alyara raih dan alyara kecup punggung tangannya ,kini giliran ia yang mengecup kening alyara


"semoga rumah tangga kita bisa sampai warahmah "


"aamiin "


" Al "


"hm "


"sayang"


"kenapa tan"


"deketan lagi sini ,mau peluk "


"mau lipat mukenah dulu " alibi alyara ,was was dengan senyum Nathan yang penuh arti seperti ini ,belum sempat alyara berdiri Nathan lebih dulu menariknya "aku gak ngapa ngapain kok ,cuma lagi pengen meluk aja. curigaan terus ,kalau mau nambah anak juga aku mikir mikir kali Al, toh Khanza sama khenzie masih kecil "


"kok pikiran kamu ke sana sih "


"ya abis kamu kayak takut gitu ,kenapa coba "


" ya ..ya ..gak papa " jawab alyara gugup


Nathan terkekeh ,sekali lagi ia mencium kening alyara


"terimakasih untuk semuanya Al"


"terimakasih juga untuk semuanya Tan "


"iya sama sama " celetuk gadis kecil dengan matanya yang sayu ,gadis itu berdiri di balik kamar alyara dan Nathan ,reflek nathan melepaskan tangannya di perut alyara menyadari kehadiran khanza


-


SELESAI ....


di tunggu kesan dan pesannya ,mulai dari kalian baca ajari aku hijrah sampai di episode ini


terimakasih ..


setelah ini kisah Asraf akan meluncur ..


jangan lupa komennn


tentang kisah Angga dan FELYSIA

__ADS_1


juga alyara,Nathan dan juga Asraf ..


di tungguuuuuu ...


__ADS_2