
seolah di suguhkan oleh lembaran kosong yang harus alyara isi dengan cerita baru. seperti ini kah rasanya menjadi "istri". Pagi sekali ia sudah berkutik di dapur. Hampir 30 menit sudah ia berdiri di sana,mencoba memikirkan menu apa yang akan alyara masak hari ini
"gak gak ,ya kali sihh gue kasih suami gue air putih aja ,jahat sekali kau Al. kalau Nathan cari yang baru kan lu yang mewek mewek nanti" monolog alyara
Mengulangi apa yang sudah alyara lakukan tadi.
ia berjalan ke Utara menuju selatan dengan jangka agak pendek. rasa bingung plus pusing belum bisa Alya singkirkan
"apa gue buatin ramen aja, Gilaa! masih pagi woiii alyara " kesal alyara pada dirinya sendiri , terutama otak yang ada di kepalanya "Duhh terus gue masakin apa nihh,gue juga enggak bisa masak yang aneh aneh"
"jadi sedari tadi belum masak" suara dari belakang tentu membuatnya terkejut. Mendapati Nathan yang sudah berdiri di sampingnya. alyara keselek ludahnya sendiri ,jangan sampai gelar istri tidak berguna ia dapat hari ini juga
"kalau pagi lebih baik sarapan yang ringan ringan aja Al ,jadi kamu gak perlu repot repot masak sepagi ini. Apalagi hari ini kamu ada kuliah pagi kan? "
"terus ,kamu sarapan apa? "
"ada sereal kok ,di meja makan juga ada roti,kamu tinggal bikin susu aja"
"Beneran"
Nathan tersenyum lama.Jangan bilang memasak adalah salah satu aktivitas yang begitu alyara hindari. tatapan binar dari alyara membuat Nathan semakin yakin ,jika istrinya agak terpaksa berada di dapur .biar begitu alyara sudah mengusahakan yang terbaik untuknya
"Yaudah yuk"
"mm bentar bentar " cegah alyara , seingatnya tidak ada susu bubuk ataupun cair yang bisa ia sedih dengan air hangat " teh aja ya tan,kita tuh belum belanja kemarin ,gak ada bahan bahan juga loh ,termasuk susu "
"air putih aja "
"Kenapa "
Nathan meraih pundak alyara ,lantas ia tersenyum
"kalau susu enggak ada berarti tehnya juga enggak ada,kan kita belum belanja bulanan "
"terus berdirinya aku di sini selama 30 menit lebih enggak menghasilkan apa apa donk ? "
"Ada kok "
"Apaa "
"bikin aku kangen Karna kelamaan nunggunya" jawab Nathan ,lelaki itu mengacak gemas rambut alyara ,sudah sah kan ,jadinya boleh boleh saja alyara memperlihatkan rambut yang selama ini ia tutupi dari siapapun yang bukan makhrom
***
"mau pakai apa Al"
alyara menggelengkan kepalanya. Dasarnya Nathan anak Sultan ya begini ,mobil ada ,sepeda motor ada bahkan sepeda gayuh pun ada,pasti seru kalau keliling Jogja pakai sepeda gayuh itu
"kalau yang itu nanti " kata Nathan seakan tau apa yang di pikir alyara , terlihat jelas dari tatapan istrinya "gak memungkinkan kalau kita tepat waktu sampai di kampus kamu "
"serius nih nanti kamu ajak aku sepedaan pakai sepeda gayuh "
"iya ,aku sering pakai itu dulu "
"berarti boncengannya uda bekas orang " Tanya alyara ,apa sih istrinya ini, Nathan menyungingkan senyuman jahil ,menggoda alyara sebelum keduanya kuliah mungkin enak, siapa tau stamina Nathan tiba tiba naik setelah melihat raut masam alyara
"gak cuma satu orang lohh ,bayangin aja ,mana cakep cakep lagi Al"
Alyara melototkan matanya " coba ulangin lagi"
__ADS_1
"cakep cakep"
"cakep ya !!! "
"awwhh aduhhh , astagfirullah , ya Allah ,sakitt ,aduduuuu .Inget Al ini yang kamu cubit suamimu sendiri"
"makan tuh cakep "
"becandaa akutuhhh ,kenapa di hukumnya beneran sih sayang ,liat nih jadi merah merah"
Alyara menatap bekas cubitannya miris ,padahal yang ia makan baru roti,kalau empat sehat lima sempurna ,mungkin uda warna warni bekas cubitannya tadi
"baru merah aja kok ,lebay kamu tuh "
"galak Bangett sih "
"Siapa suruh jadi suami nyeselin banget "
"Tes kecemburuan sayang "
"udah yuk berangkat "
"minta maaf dulu " ujar nathan. Nadanya masih lembut ,itu salah satu hal yang alyara sukai dari Nathan.
Alyara mengusap lengan Nathan " maaf ya .spontan tan,lagian siapa sih istri yang gak marah kalau suaminya puji cewek lain cantik"
"kamu tau apa yang lebih besar dari dunia dan seisinya"
"cinta aku ke kamu " jawab alyara dengan bibir bawa yang sengaja ia majukan, Nathan menyentil kening alyara, sepertinya human yang ia nikahi ini tidak akan mempan jika di gombali dengan gombalan seperti itu ,kesannya malah basi untuk alyara ,lihat saja Nathan sekarang malah di ejek
"sakitt "
"kamu tau .."
"enggak " potong alyara
"aku pites gak punya hidung kamu Al"
"Kalau gak punya hidung nanti aku gak bisa bernafas ,kalau enggak bisa bernafas nanti aku bisa meninggal ,kalau aku meninggal nanti kamu gak punya istri"
"cari yang baru " jawab Nathan enteng
"mau aku cubit lagi ,itung itung latih otot jari nihh"
Nathan tertawa " gak lagi dehhh ,ini aja masih berasa , terimakasih sebelumnya"
***
"Berdua bersamamu ..."
"kenapa "
Alyara semakin memeluk Nathan ,sesekali tangannya yang satu melayang ke udara sekadar merasakan hembusan angin.
di bonceng dengan sepeda gayuh ternyata memiliki kesan yang beda , kebahagiaan yang bagi alyara sendiri sangat sulit untuk di jelaskan
"itu lagu "
"oh dari tadi kamu nyanyi ,kirain cuci baju"
__ADS_1
"jahatt " alyara menimpuk pundak Nathan, senyum terus terukir di bibir sedikit kemerahan milik Nathan. " enak ya di bonceng cowok ganteng"
"situ ganteng? "
"Yo menurut piye ? "
"Tan "
"Ya "
"enak ya jadi kamu "
"Kenapa "
"Kalau mau lihat bidadari gampang, tinggal lihat istri sendiri "
Nathan tak bisa membendung tawanya ,tangan yang semula aman di setir ,kini salah satunya meraih kepala alyara meski agak sulit
"PD banget"
"enak lagi jadi aku "
"kenapa coba " Nathan yakin jawaban kali ini juga ngelatur ,sayangnya alyara begitu membuatnya penasaran
"Karna bisa dapet suami sebaik dan sesabar kamu ,dewasa lagi,dan gak pernah nuntut. maaf ya tan ,kalau aku masih jauh dari kata istri yang baik"
Nathan tertegun. Perlu beberapa waktu agar otaknya berfungsi kembali.
ia pun Mengenggam tangan alyara yang melilit di pinggangnya "belum tapi kamu masih berusaha Al , terimakasih ya ,aku juga masih belajar untuk jadi suami yang baik buat kamu ,kita sama sama belajar "
"janji ya jangan ninggalin aku lagi "
"di sini ,Jogja ,di atas sepeda gayuh ,PROMIS!!! "
"Nathan anendra "
"Punya alyara syakil wijaya" jawab Nathan ,alyara tersenyum riang " punya Allah dan akan kembali ke Allah ,cuma saat ini lagi di titipin ke alyara ,biar Nathan bisa bimbing alya , sayangnya alya uda merasa memiliki Nathan "
"sulit memahami hukum alam "
"pegangan lagi Al ,nanti jatuh "imbuhnya meraih tangan alyara,gadis itu kembali menyenderkan kepalanya di belakang Nathan "love you Nathan "
"Enggak denger"
"masa sih "
"coba ulangin "
"gak akh ,modus ae kamu tuh "
"Pelit banget"
"biarin "
"love you too my wife " balas Nathan
"gak denger " goda alyara
"beli orok kuping " damprat Nathan ,tawanya mulai menggelar membuat bibir alyara mengerucut
__ADS_1