
alyara menatap dirinya sendiri di cermin. Mulutnya ia buka lebar lebar. Tak lupa tangannya memegang senter dan di arahkan ke dalam mulut. agar kondisi di sana terlihat
Rasanya Nathan ingin sekali menertawai alyara.
bahkan mengejeknya bila perlu. Salah siapa rakus seperti tadi. tapi kesannya akan jahat nanti, bahagia di atas penderitaan istri sendiri
"enak ??"
"suamii gak bertanggung jawab" dampat alyara.
Belum cukup merintih ia kembali ke ranjang. Melupakan senter yang masih menyala bahkan coklat yang bungkus nya sudah dia buka.
alyara berguling guling melampiaskan rasa sakitnya. sesekali gadis dengan piyama garis garis itu meringis
"Al serius sakit? Sakitnya gimana? biasa aja, sedang atau luar biasa"
"di kira sakit nyajiin variasi !!"
"kita ke dokter ya " Nathan mulai cemas
"kan tadi uda aku bilang coklatnya kebanyakan. gini nihh kalau gak mau nurut sama suami "tak lupa di selipkan Omelan. terhitung ada 12 bungkus coklat dan yang lain masih aman di dalam kulkas. Meski begitu sudah melebihi batas menurutnya.
dan sekarang lihat bagaimana mengenaskan kondisi alyara
"sakittt "
"aku ambilin hijab dulu ya. kita ke dokter sekarang!"
"gak mau "
"maunya coklat ?" tanyanya menyindir. alyara menatap suaminya tajam."Yaudah sini biar sakitnya nambah"
"kalau gitu nurut sama aku al. kita ke dokter"
"males pake hijab "
"aku pakein " jawab Nathan beranjak ,bibir alyara sedikit terbuka melihat Nathan. Suaminya saat ini tengah membuka lemari bagian tengah yang mana semua hijab alyara ada di sana
__ADS_1
"tan"
"aku bisa kali Al kalau cuma pakaiin hijab begini, kan katanya kamu males. ngadep sini" titahnya lembut. ada keraguan yang terbesit. tapi alyara tetap mendongakkan kepalanya hingga dapat melihat keseriusan wajah Nathan saat satu jarum pentul mulai ia tusukkan
"yang ini di lipat begini kan " ujar nathan sambil menyelipkan bagian hijab alyara di bagian pipi ke dalam. kalau begini alyara jadi terlihat bulat. Juga menggemaskan. tak heran Nathan menyempatkan untuk menguyel nguyel pipi istrinya ini
" Aduduhhh sakitt Woii"
"ehh maaf maaaf "
"gak bisa jalaaann" rengeknya manja. sebentar!! apa sakit gigi pengaruhnya sebesar itu sampai alyara mengadu tidak bisa berjalan "bilang aja mau di gendong " cibirnya ,meski begitu aslinya Nathan senang ,lebih senang lagi kalau alyara berterus terang
"ya bukan gitu. ayo Donkk katanya suami bertanggung jawab ,masa gak mau gendong istrinya yang lagi kesakitan"
"ya kali sih aku gak mau " Nathan menaikkan satu alisnya. kalau begini wajahnya terlihat seram. alyara bergedik dan cepat cepat menurunkan kakinya." Katanya mau di gendong? " Tanya Nathan saat gadis itu sudah siap memakai sandal
Alyara tersenyum kikuk " kasihan ,aku kan berat. Lagian yang sakit gigi aku kan yaah ,jadi masih bisa berjalan "
***
"gigi kamu gimana? Uda gak sakit? " tanya balik Nathan
"Sedikit ,tapi uda mendingan " jawab alyara ,Nathan mengangguk angguk "Kalau uda gak sakit obatnya tetep di minum ya Al. Takutnya sakit lagi, kalau uda habis enggak ambil baru gak papa"
"iya, kamu mau aku buatin kopi " tawar alya
"gak suka kopi "
"atau teh aja " usulnya lagi
Nathan menarik sudut bibirnya " enggak suka teh juga"
"ya terus sukanya apa nathaan "
"kamu "
"Seriuss" kata Alya ,rona di pipinya tak bisa bersembunyi lagi ,hingga Nathan ikut terkekeh melihat alyara yang kini tersipu " makin cantik kalau gitu"
__ADS_1
Alyara membuang pandangannya.gak gak!! masa di gituin aja lu uda nge-fly ,paraunya membatin. alyara akui meski hanya ucapan sederhana tapi tidak bisa di bohongi jika hal itu mampu menciptakan desiran hebat dalam hatinya
"jangan liatin aku kayak gituu tan "
"Why ,kan liatin kamu gini bisa dapet pahala, ketimbang lihat cewek lain yang bukan makhromku "
"ya gak gitu juga kali kalau liatin "
"Takut salting apa gimana sayang??"
"cubit nihh ,apa gampar!! "
"Galak banget "
"Cium aja biar suami kamu ini seneng" imbuhnya yang mana langsung mendapat pukulan pelan dari alyara ,bar bar nya belum hilang ternyata. meski pelan pukulan barusan tetap berasa
"makanya"
"Yaudah deh ,tolong bikinin aku teh aja ya "
"gak mau cemilan "
"Aku gak mau buat kamu repot ,setelah itu ambil laptop kamu ,kita kerjain tugas kuliah bareng bareng "terangnya
"yeeyyy"
Nathan itu suami hebat. bahkan menurut alyara sendiri perannya di sini lebih dari itu. Nathan juga terkadang bisa menjadi sosok kakak untuk alyara ,bisa juga menjadi sosok seperti Abi nya
"kenapa liatin aku kayak gitu"
"gak papa. Cuma pengen lihat aja"
"Aku perlu mendekat gak ? biar kamu lihatnya lebih intens " tanya Nathan. menggelengkan kepalanya alyara menahan senyuman juga sikap yang bisa di katakan gugup. Lalu cepat cepat pergi ke dapur.
keadaan tidak sebaik tadi. Bisa kena serangan jantung dia kalau Nathan bersikap semanis ini
"Kalau mau senyum. Senyum aja kali Al " gumam Nathan yang masih terdengar olehnya
__ADS_1