
"layaknya surat Al ikhlas ,ikhlas itu tidak perlu di utarakan "
alyara teringat pesan Abi nya semalam ,yang terpenting adalah belajar memahami apa itu ikhlas ,bukan mengatakan ikhlas tapi kita sendiri tidak yakin kita sudah ikhlas atau belum
menatap bangunan tinggi di depannya ,alyara tersenyum rapuh.
dia ke sini bukan untuk Nathan kan ,bukan juga untuk mengejar cinta yang belum tentu bisa dia miliki, jadi masih banyak alasan kenapa dia bertahan ,kalau boleh jujur ,ingin rasanya alyara pergi sejauh mungkin dari Jogja. melupakan segala hal yang sudah dia alami sampai di titik ini ,dan mengikhlaskan semuanya
semua ini tidak mudah
seolah keadaan memaksa alyara untuk melawan dirinya sendiri
alyara ingin ,,tapi keadaan seperti tidak setuju
Alyara sakitt ,,tapi keadaan memaksa dirinya agar kuat
Alyara cemburu ,,tapi keadaan memaksa dirinya untuk terlihat baik baik saja
"ada perlu apa " tanya alyara menyadari keberadaan seseorang
gema yang baru sampai dan berdiri di samping alyara tersenyum sambil mengikuti kemana mata Alyara memandang
"yang jelas gue mau ngomong sama lu "
"kalau lu mau mancing emosi ,mending jangan sekarang ,gue lag.."
"kalau cuma untuk itu ,gak mungkin gue bela belain lari dari parkiran sampe sini ,lu tau sendiri kan ,jarak parkiran ke sini itu Uda masuk dalam kata jauh " sela nya
"jadi ? " tanya alyara
" Lu tuh egois ya jadi cewek "
egois ?? memang apa yang alyara lakukan
"gampang banget lu bilang Nathan jahat ,3 tahun Al ,,3 tahun Nathan tinggal di Jogja , sementara lu di Jakarta ,jarak kalian itu lumayan ,lu tau gak ,apa aja yang uda dia alamin ..."
"mata kita ini terbatas ,kadang kalau mau liat apa yang terjadi di depan ,kita harus maju dulu ... "
"Lu tau apa sih " suara alyara mulai bergetar ,tolong!
sehari ini saja ,alyara tidak mau membahas Nathan ,apapun tentang Nathan ,dia tidak ingin tau
gema lagi lagi tersenyum, ia ikut kecewa dengan alyara
" gue tau apa ??? banyaakk ,gue juga tau siapa lu ,Nathan gak pernah bahas cewek mana pun selain lu Al ,sejauh apapun dia pergi ,hati dia masih sama lu "
"Lu pikir setelah Nathan pergi perjuangan dia Uda berakhir ?? bahkan gue lihat sendiri ,gimana seriusnya nathan nyebut nama lu ,selepas dia sholat ... ,jadiin lu bagian dari doa doa nya ,apa itu belum cukup buat gue yakin ,gimana cintanya dia sama lu ,gimana dia berharap kalau lu emang Allah ciptain buat dia "
Hati alyara semakin sesak mendengar sholat ?
Mungkinkah apa yang dia inginkan ,sudah Allah kabulkan
tentang perbedaan itu
Benteng yang menjadi pembatas mereka ..
melihat deraian air mata Alyara ,gema dengan perlahan mengambil tisu di tasnya
" bahaya kalau sampai Nathan lihat " katanya menyodorkan tisu itu untuk alyara
"sorry kalau gue kelepasan ,tapi lu harus dengerin penjelasan dia ,lu salah besar kalau mikir Nathan uda gak ada rasa sama lu , naswa sama Nathan bisa kayak gitu bukan Karna keinginan mereka pribadi ,tapi Karna keadaan "
"tolong jelasin ke gue "
" gue gak bisa " jawab gema ," gue mau lu denger sendiri dari Nathan ,atau pun naswa ".
***
"Al ,lu di mana ?? "
Akhtar menutup gordennya kembali ,hujan di luar sangat deras.
sementara alyara belum juga pulang
"gue masih ada urusan tar " jawab alyara di sebrang sana ,ia tau Akhtar khawatir ,serba repot memang ," ini gue lagi neduh lu tenang aja ,gue enggak sendiri kok ,banyak orang juga "
"Kalau urusan lu kelar ,telpon gue langsung ,biar gue yang jemput "
"iya ,gue tutup ya , assalamualaikum "
***
satu persatu orang mulai meninggalkan halte ,mereka nekat menerobos hujan ,alyara dengan ragu ragu menginjak aspal jalan ,baru beberapa detik ia berlari lagi untuk kembali berteduh di halte
"kalau hujannya gak reda reda ,gue gimana ya "
mata Alyara menyipit ,meski di tutupi derasnya hujan ,ia bisa melihat ,dari arah depan ,ada satu orang dengan payung di tangannya menuju ke halte
__ADS_1
"assalamualaikum "
alyara kenal suara itu
ibarat alat ,suara barusan mampu membekukan tubuh alyara
"bukannya salam itu wajib di jawab " katanya bersamaan membuka kupluk Hoodie yang dia kenakan
" Nathan ... "
" jawab salam gue dulu Al .. " lagi lagi Nathan memperingati
"wa .. wa alaikum sa lam "
ya Allah ,apa ini nyata ,atau hanya bagian dari mimpi indah hamba ...orang ini ,apa engkau telah menanamkan Islam dalam hati Nathan ...
apa engkau telah merobohkan perbedaan antara kami ..
Oh Allah...
harus kah hamba senang ,, sementara setelah ini bukan hamba yang menjadi pendampingnya ..
" segitunya gue Al , bahkan gue baru Dateng dan lu tiba tiba nangis "
"apa gue sejahat itu " tanya Nathan
menyadari air matanya ,alyara mengusap kasar ,ia menggeleng kecil sembari tersenyum " gue...gue seneng lu bisa masuk Islam tan .."
" tapi gue juga sedih..Karna lu bukan untuk gue .."
" jodoh itu gak akan kemana Al ,selama ini gue yakin ke lu ,gue yakin kalau lu emang tempat di mana gue bisa pulang .."
"Tan .."
"apa yang gue bilang ,bukan omong kosong Al ,bukan juga candaan ,gue Seriuss ,gue mohon ,dengerin semuanya ,gue mau lu tau apa aja yang uda gue alamin selama gue pergi dari Jakarta "
***
Setelah hujan reda ,Nathan mengajak alyara ke suatu tempat.
awalnya alyara terkejut ,kenapa Nathan malah mengajaknya ke makam umum ,tapi setelah ia melihat depan makam ,ia memilih diam ,alyara ingat ,naswa pernah menangis di sini ,mungkin ini juga ada hubungannya dengan naswa dan Nathan
"sini Al " kata Nathan ,ia menyuruh alyara agar duduk jongkok di sampingnya ," ALIF " batin alyara membaca batu nisan di bawa ,ia pun duduk seperti Nathan
"Alif ini temen gue Al ,kakak nya gema ,juga calon suaminya naswa Waktu itu , sebelum semuanya jadi begini "
"pertama kali gue ke Jogja ,gue ketemu sama naswa ,dia perempuan baik ,uminya juga baik ke gue ,mereka nawarin gue tempat tinggal ,tapi gak lama ,Karna Alif ngajak gue tinggal bareng sama dia ,sama gema juga "
"dan kenapa lu bisa sama mbak naswa " tanya alyara
Nathan lagi lagi mengusap batu nisan Alif
" waktu itu ... "
FLASHBACK °°
"*mas ,kalau lu besok nikah sama mbak naswa ,yang ajarin gue sama Nathan ngaji siapa ?? " tanya gema setelah menutup Al Qur'annya ,Nathan menatapnya tenang " sanss kalii ,kita juga bisa ke sana ,itung itung godain pengantin baru "
"hari ini kamu ada jadwal kuliah ?"
"gue apa Nathan mas " gema meminta penjelasan
"Nathan " ujar Alif ,Nathan berpikir sejenak " enggak lif ,gue hari ini free ,mau ngajak gue jalan jalan ,atau tambahin waktu belajar gue "
" bukan " Alif terkekeh ,jangankan liburan , menyempatkan dirinya untuk beristirahat saja sudah sulit ,banyak yang harus Alif persiapan untuk kelangsungan pernikahannya dengan naswa " saya mau minta tolong ,ikut saya sama naswa ya ,kita mau ke butik "
" gue jadi nyamuk nih "
"jadi setan malah ..." gurau gema ,ia teringat ,jika ada perempuan dan laki laki yang berudaan , ketiganya setan ,jelas kan kau orang ke 3 itu Nathan
"sembarang !! "
" gimana tan ,kamu mau "
" mau kok ,sekarang?? atau nanti nih "
"sekarang "
***
di dalam mobil ,Nathan di buat tersenyum tidak jelas oleh bayangan alyara ,hari ini Alif berhasil mengikis puluhan jarak antara dia dengan naswa ,apa kabar dengan Nathan
Rasanya sudah tidak sabar untuk bertemu alyara , melamarnya dan menikahinya
" selamat ya lif ,makasih juga buat semua yang uda lu ajarin ke gue "
"saya juga terimakasih sama kamu Tan,kamu banyak membantu saya untuk menyiapkan semuanya ,maaf ya kalau saya merepotkan kamu "
__ADS_1
"gak sama sekali lif ,gue seneng bisa bantu lu "
Entah kenapa ,senyum Alif kali ini membawa Nathan pada rasa lain ,memutus kontak matanya dengan Alif ,mereka di kejutkan oleh teriakan klakson dari arah kiri ,mobil dengan kecepatan cepat tiba tiba belok tanpa memperhatikan arah ..
Alif membanting stirnya berniat menghindari
kejadian itu berlangsung begitu cepat
dengan keadaan masih terkejut ,nathan merasakan benda keras tengah membentur wajahnya .
" lif ... "
***
gelap
sekali lagi Nathan menutup matanya ,membuka dengan perlahan tapi tetap sama ,dia tidak bisa menangkap satu pun cahaya
"kamu Uda sadar .. "
"wa ..lu naswa kan ...gue gue di manaaa ,kenapa semuanya gelap .." tanya Nathan beruntun ,bukannya mendapat jawaban ,Nathan malah mendengar suara Isak tangis dari naswa " lu kenapa wa ..Alif Alif di mana "
" Dan apa yang Uda terjadi sama gue .."
"kamu ... "
"kamu kehilangannya penglihatan kamu Tan" jawab naswa berat ,Nathan mengukir senyumnya miring "lu bohong kan wa"
"gak tan ,"
Jadi kegelapan yang Nathan lihat saat ini Karna kebutaan yang dia alami ..
" Pasien atas nama Nathan apa sudah sadar dok "
samar samar Nathan mendengar namanya di sebut ,Nathan diam ,membuka mata pun rasanya percuma ,untuk apa ,toh yang dia lihat hanya kegelapan
" Alhamdulillah sudah dok "
"pasien Alif terus menanyakan dia "
"Alif ..."ucap Nathan ,Nathan kembali mengingat kejadian tadi ,ia yakin ,kondisi Alif lebih parah ketimbang dia
"wa gue mau ketemu Alif "
"tapi kondisi kamu "
"please bawa gue ke Alif ,gue mau ketemu dia ..."
naswa menatap dokter yang baru memeriksa Nathan ,seolah tau apa arti tatapan naswa ,dokter itu mengangguk mengizinkan
naswa pun mengantar Nathan ke ruangan Alif ,dengan bantuan kursi roda
" lu gak papa ..."
"maaf tan "
"lu gak salah lif ,ini takdir "
"Nathan ..." suara Alif kian melirih ,melihat orang yang di cintai dengan kondisi se mengenaskan ini ,kaki naswa sekaan berat meski hanya di suruh berdiri
"kalau nanti saya Uda gak ada ,tolong jaga naswa .."
"gak ,lu gak boleh ngomong gitu ,yang harusnya jaga naswa itu lu lif ,bukan gue "
"sepertinya hanya sampai sini tan ...saya minta tolong ya ..jagain naswa ,buat dia bahagia .."
"kamu gak boleh gini lif " tantang naswa
di sertai rasa sakitnya ,Alif tersenyum menatap naswa
"kematian itu gak bisa kita hindari naswa ..kalau nanti saya pergi ,janji sama saya ,jangan pernah menangis ,dan saya mohon lupakan saya .."
" lif .."
"ambil mata saya Tan ..anggap ini hadiah dari saya Karna kamu sudah seiman dengan saya "
"lu jangan gini lif ,lu harus optimis .."
" ambil mata saya ,dengan begitu ,saya masih bisa melihat kebahagiaan naswa lewat kamu ..."
"alyara "
"ya " jawab alyara ,gadis itu memberanikan diri untuk menatap Nathan ,mungkin gema benar ,egois adalah gelar yang pas untuk alyara " apa lu mau jadi istri gue ...?"
"gak perlu lu tanya ,lu pasti tau apa jawaban gue tan "kata alyara ,sedetik kemudian ia tersenyum " tapi gue gak bisa ,gue gak bisa paksain kehendak gue kayak gini "
"bahagiain naswa bukan berarti gue harus nikahin dia Al ,cukup gue bantu dia ,supaya dia bisa lupain Alif "
__ADS_1
"Tan .."
"gue cuma butuh jawaban iya atau enggak Al ,jadi ...apa lu mau jadi istri gue ?? "