
"university van amsterdam " lirih Angga memeluk tubuh fe dari belakang ,menyodorkan tiket ke Belanda ,membuat kedua mata fe membulat hingga reflek melepaskan tangan yang melilit pinggangnya
benarkah ini sungguhan ??
" really " Binarnya menatap Angga dengan senyuman bahagia ,begitupun sebaliknya Angga justru lebih bahagia saat dia bisa membuat FE Tersenyum Seperti ini
Amsterdam memang bukan ibu kota yang dia incar tapi mendapat peluang emas untuk Kesana siapa yang menolak ,FE jadi sedikit penasaran dengan negara yang memiliki julukan kincir angin itu
FE memeluknya erat bahkan Angga merasakan bajunya sudah setengah basah
" sayang .." ujarnya mencoba melepaskan ,namun FE masih enggan menjauh
" kamu tau gak kamu itu baik banget, aku gak tau harus ngomong apa lagi selain terimakasih "
" membahagiakan kamu itu suatu hal yang wajib untuk saya ,jangan nangis ,baju saya kotor Lohh "
fe hanya tersenyum kecil
bahkan tangannya tetap diam ,biasanya tangan itu selalu mewakili
" Kamu gak cubit saya ,kok tumben " Angga keheranan melihat tingkah istrinya hari ini ,pulang dari makam FE jadi sedikit pendiam ,,entah itu juga pengaruh dari rasa rindunya mungkin
" gak ,takut di catat dosa nanti ,aku izin Daffa sama bang Dirga dulu ya ,kalau gak di bolehin aku gak akan pergi meskipun aku tau keputusan terbesar itu seharusnya ada di kamu "
Angga mengulas Senyumnya seraya mengusap Pucuk kepala fe ,kenapa aneh rasanya saat FE jadi wanita lemah lembut seperti ini
" Iyah ,saya juga gak akan paksa kamu " pungkas Angga meninggalkan jejak hangat di kening FE
****
" gw sebagai Abang ,pasti selalu dukung apa yang lo pilih " nada bicara Dirga nampak serius ,kalau di tanya boleh atau tidak ,pasti dia membolehkan apalagi ada Angga juga nantinya
__ADS_1
hanya saja jauh dari FE itu hal yang berat
di balik sifatnya selama ini rasa sayang itu jelas ada
" Gw juga ,intinya lo harus selalu jaga diri di sana " itu Daffa
" Kalian juga jangan lupa jaga diri baik baik ,dan buat Lo bang ,,semangat berjuang " wantinya menepuk ringan bahu Dirga
kini Dirga memeluknya erat " gw juga Terimakasih sama lo ,kampret kampret gini Lo tetep adik gw "
" Dan doain gw supaya gw bisa meraih bintang gw " bintang yang Dirga maksut adalah wanita yang baru menolaknya beberapa Minggu lalu
baru 1 kali di tolak bukan berarti harus berakhir kan
saat ini Dirga akan fokus ke pendidikan nya terlebih dahulu ,masalah gadis itu dia hanya bisa berjuang lewat selipan doa
jodoh atau tidaknya itulah yang terbaik
***
" wa'alaikumsalam hawa ku ,,"kata Angga mengecup punggung tangan fe " Saya bahagia bisa menjadi bagian dari hidup kamu "
" aku juga bahagia bisa mendapatkan Adam seperti kamu ,,,"
keduanya mulai berjalan ,tanpa melepas tangan satu sama lain , udara dingin di sini berganti hangat saat mereka saling menatap
"mau saya gendong ,nanti kamu sakit kalau berlama lama di sini " sakit pun akan terasa nikmat saat Angga ada di sampingnya pikir fe ,hingga membuatnya menggeleng
" lebayy " pungkasnya menarik tangan Angga untuk berlari
bahkan Angga tidak bisa menolak tarikan itu
__ADS_1
keduanya tertawa lepas menatap langit Amsterdam yang kini di hujani salju
" kenapa salju rasanya hampar " tanya FE berhasil menyatukan dahi Angga lantaran sang empu bingung
" karna yang manis itu kamu " sambungnya lagi Menoel Hidung Angga ,lantaran tidak sabar melihat ekspresi Angga
hening ...
hingga keduanya tertawa bersamaan
" Uda pinter gombal ya ,masuk kuliah aja belum ,,dasarr " ujar Angga meraih bahu fe
" kan Ustadz yang ajarin "
Ya Allah jaga selalu senyum wanita ini
hamba tidak ingin Ekspresi seperti ini pudar
batin Angga menatap FE yang masih sibuk dengan tawanya
" Jangan senyum gitu ,nanti salju di sini cair "
" biarin ,langka kan kalau Amsterdam banjir "
" Langkah ,sangat langkah " pasrah Angga yang tidak tau mau menjawab apa lagi
-**ekheemmm up Nihhh 😂😂
biar gak buat kalian nunggu lama
tapi dikit Bangett
__ADS_1
gapapa ya semoga kalian suka
jangan lupa like ,komen dan Vote**