AJARI AKU HIJRAH

AJARI AKU HIJRAH
season 2#episode 38


__ADS_3

alyara membuka pintu mobil, kakinya melangkah mendekati Nathan " gema juga tinggal di sini? "tanya gadis itu kemudian


"gak Al ,ini rumah kita " jelas Nathan. Terkejut!! tentu saja , bukannya Nathan masih kuliah ,lantas suaminya itu dapat uang dari mana untuk membeli rumah yang bisa di katakan masuk dalam kategori mewah,seperti yang kini alyara lihat


"kamu masih kuliah kan? "


Nathan menatap istrinya ,bibirnya melengking menerbitkan senyuman tenang


" Alhamdulillah ,2 tahun lagi aku baru sidang " jawabnya menjelaskan . Alyara mengusap dadanya bersyukur ,dia pikir Nathan putus kuliah ,setelah itu terjun ke dunia kerja.makanya berpenghasilan.


" terus rumah ini ? Kamu dapet uang dari mana "


"sebenernya papa uda tau kalau aku ada di sini Al, kamu tau sendiri kan ,mata mata papa itu banyak ,jadi enggak sampai sebulan mereka uda berhasil nemuin aku "


"tapi papa enggak pernah maksa supaya aku balik Jakarta ,papa bebasin aku buat tinggal di sini ,papa juga nyuruh aku untuk ngurus perusahaannya yang ada di Jogja ,sebelum ketemu sama kamu ,aku nolak ,tapi setelah itu aku putuskan untuk terima ,cinta aja enggak cukup buat perut istri aku kenyang " ia meraih pundak alyara ," dan Alhamdulillah ,aku bisa beli rumah ini buat kamu "


"jadi kamu kuliah sambil kerja ? "


"iya "


"terus kamu kapan istirahatnya tan , capek banget kan pasti "


"demi kamu " jawabnya serius "lagian pernikahan juga butuh persiapan matang, menyangkut materi juga.kalau enggak begini takutnya aku gak bisa bertanggung jawab nanti"


Alyara tertegun. Siapa sangka Nathan dengan segala ke-absurannya bisa berpikir se-dewasa itu.


kenapa dia dewasa ninggal gue sih,gue belum berubah tan ,enggak kayak lu. gue masih tenggil kayak dulu.batin alyara


"Uda yuk masuk ,dingin banget di luar "


"yang lain kayaknya belum sampe deh "


"Asraf istirahat dulu kali tadi ,dia gak biasa bawa mobil sendiri pas perjalanan jauh kayak gini, kalau enggak mungkin mereka berhenti di penginapan malam ini "


"bisa jadi sih " gumam alyara ,tubuhnya menurut saat di raih Nathan untuk masuk


***


bukan hanya luarnya yang sedap di pandang ,bahkan isi rumah ini juga tertata rapi ,rasa penat alyara berkurang saat menyadarkan tubuhnya pada kursi depan dengan warna merah maron


"besok kamu uda masuk kuliah kan ? "


alyara mengangguk ,Nathan menarik kepala gadis itu agar menempel pada pundaknya


"besok aku anterin ,kebetulan aku kuliahnya siang"


"kamu kenapa gak kuliah di sana ,kan mbak naswa juga di sana"


"aku dulu satu universitas sama Alif Al ,aku juga enggak begitu dekat sama naswa "


"dan baru Deket setelah mas Alif meninggal ? " tanya alyara ,terdengar kekehan kecil dari Nathan.


"enggak juga "


"bahkan kamu sempet mau lamar dia "


" aku pikir kamu benci sama aku al ,aku juga gak bisa jamin kalau perasaan kamu itu masih sama ,3 tahun bukan waktu yang sebentar buat siapapun kalau dia di suruh nunggu " terang Nathan


"jadi kamu enggak yakin sama aku "


"gak gitu sayang ..." Nathan menegakkan tubuhnya ,ia kembali menempelkan kepala alyara pada pundaknya agar gadis itu bisa bersandar senyaman mungkin.


"hati aku sakit banget tan,aku gak tau harus gimana waktu itu ,apalagi perempuan yang mau kamu lamar mbak naswa "


"sedetik pun naswa enggak pernah masuk apalagi netap di hati aku"


"gak bohong kan "


"kamu percaya kan sama aku "

__ADS_1


Alyara tersenyum tipis ,ia menganggukkan kepalanya.


Alyara bahagia ada di dekat Nathan seperti ini , bagaimana pun juga ini salah satu dari impiannya ,dan dia berhasil meraih Nathan.


mungkin melepaskan Asraf bukan pilihan buruk,lelaki sebaik dia pantas mendapatkan gadis yang jauh dari dirinya ,pikir alyara


"kita beres beres yuk ,atau aku aja deh ,kamu mending istirahat"


"kok gitu " Nathan menurunkan tangannya dari pundak alyara ,mata mereka kembali bertubrukan.


"kamu pasti capek tan ,jadi biar aku aja yang beresin,lagian ini tinggal nyapu sama lipat baju kok"


"suami macem apa aku ,kalau biarin kamu selesaiin sendiri "


"enggak papa Nathaaan "


"aku mau bantu "


"kamu duduk "


"kamu juga duduk " Nathan menarik tangan alyara ,membuat Alyara yang baru saja berdiri kini jadi terduduk lagi


"di sini aja kalau gak mau aku bantu "


"dihhh "


"Uda Sihh ,besok kita beresin bareng bareng ,duduk juga capek kali Al "


betul kan ,duduk di mobil atau pun motor kalau perjalanan jauh,pasti capek juga


"sejujurnya emang iya " jawab alyara ,hal itu tentu membuat Nathan terkekeh ,jadi istrinya ini pura pura kuat dan sok iya mau mengerjakan semuanya ,meski hanya menyapu ,membongkar 3 koper besar ,melipat baju di dalamnya dan menata di lemari yang sudah ada


"kalau kamu enggak ada jadwal kuliah ,mau gak ikut ke kampus aku "


"ngapain "


"nunggu dudanya kang cimol "


"Ya nungguin suamimu ini sayang ,masa kamu mau jualan mendoan di sana "


"boleh " jawab alyara antutias ,ia tidak perduli dengan ledekan Nathan barusan " aku pengen ke sana ,pengen liat juga gimana kampus kamu ,terus aku bandingin sama kampus aku "


"bagusan kampus aku lah "


"emang kamu tau kampus aku "


"aku pernah anter naswa ke sana ,dan aku juga pernah ngejar ngejar kamu di situ ,pas aku mau jelasin semuanya ke kamu ,sayang langkah kamu Uda jauh Al ,rasanya detik itu juga penantian aku gak berbuah hasil "


"Karna aku pikir itu terbaik tan ,aku gak mau ngerusak hubungan kalian "


"justru itu waktu untuk memperbaiki semuanya alyara "


"Kamu marah "


"enggak " Nathan lagi lagi tersenyum,aura serius yang tadi terlihat mulai surut ketika di tatap alyara sedemikian intens ,mana bisa dia marah dengan alyara " aku uda bilang kan ,enggak ada yang salah ,kita cuma butuh waktu untuk memahami apa yang tengah kita alami ,dan mencari titik terang akan itu "


"kamu bahagia bisa menikah sama aku " tanya alyara


"Apa kamu nangkep rasa penyesalan dalam diri aku ?" Tanya balik Nathan,alyara menggeleng,dari segi mana juga dia meragukan Nathan.


"sini "


"sampai kapan? "


"bebas sih " jawab Nathan dengan santai.Mungkin merangkul alyara dan menenggelamkan kepala gadis itu di dadanya adalah hobi baru bagi Nathan,entah alyara merasakan kenyamanan yang dia rasa atau dia saja yang merasakan itu


"kamu laper gak "


"Bangett "

__ADS_1


"kenapa enggak bilang "


"Ya aku nungguin di tanya "


Nathan menggelengkan kepalanya ,so yang salah ini siapaa ,dia atau alyara "mau aku beliin atau makan di luar"


"makan di luar Donk ,lebih enak "


"enggak capek"


"enggak ,Ayoo "


energi alyara beda kali dengan manusia pada umumnya ,melihat istrinya begitu semangat Nathan mana tega untuk melarang ,dan menyuruh alyara agar menunggu saja di rumah ,biar Nathan yang mencarikan


"gandeng dulu " rengek Nathan


alyara mengangkat 1 alisnya "serius "


"lemes nih"


"kalau di gandeng emang bisa langsung kuat?"


"kayaknya gitu ,kan sumber energi suami kadang dari istrinya "


"masa sih " alyara terbahak ,teori ngawur dari mana ituu?? Dia tidak pernah mendengar sebelumnya ,yang alyara tau setiap manusia sumber energinya ya makanan


"Al "


"Yaudah siniii"


"yang ikhlas donk,masa sambil cemberut gitu"


"layaknya surat Al ikhlas ,ikhlas itu enggak perlu di ucapin " Tuhhh kan ,alyara jadi ingat kata kata abinya saat ia menangisi Nathan ,malu sendiri sekarang,dengan tenaga seadanya alyara menarik Nathan agar suaminya itu berdiri ,lalu menggandengnya sampai mobil


"ini yang suaminya aku atau kamu si tan"


"aku "


"kebalik ini mahhh , harusnya yang di gandeng aku"


"Sekali kali, masa cowok terus " bela Nathan


"serah Luu daahhh "


"ehh "


"Kenapa ? " Heran alyara


"tadi ngomong apa ,lu lu "


"kelepasan " alyara nyengir lebar


"gak aku kasih uang baru tau kamu Al "


"aku aduin Abi lohhh "


"becanda sayang .tapi yang tadi serius "


"yang mana " gadis itu lagi lagi bertanya


"jangan pakai lu gue kalau sama aku,kan kita Uda suami istri "


"iya maaf " jawab alyara " kan tadi tu kelepasan"


"Karna aku baik hati dan penyabar plus setia,di maafin"


"bilang apa ?? " Imbuh Nathan


"makasihhh nathaaaan "

__ADS_1


"pinter "


__ADS_2