AJARI AKU HIJRAH

AJARI AKU HIJRAH
episode 49


__ADS_3

Dalam hidup ini jangan sombong, tidak rugi jika merendah diri. kerana hidup ini seperti putaran roda.


Orang cerdik boleh salah, orang pintar boleh gagal dan orang hebat boleh jatuh. Jangan pernah menghina ... hidup pasti akan bahagia


@islamitu_indah


" cie yang sebentar lagi lulus " ujarAngga ikut duduk


di samping FE . banyak cara yang dia lakukan untuk membuyarkan konsentrasi istrinya yang saat ini tengah fokus memperhatikan buku matematika yang dia baca


" sayang ,rencananya kamu mau kuliah di mana ,,"


" Antartika " celetuk FE tanpa melirik sedikit pun ,,dalam hatinya masih komat Kamit,demi menghafal rumus matematika untuk ujian nasional besok ,," saya serius loh "


" astagaaa ,,, kamu Nihhh ... diem dulu ,


aku lagi ngafal rumus ,,susah tau "


"kamu ada keinginan kuliah di luar negri gak " tanya Angga lagi ,,kali ini tanpa menjawab ,FE hanya menggeleng ,,


" ada keinginan buat kuliah Sampe S2 gak " lagi lagi gadis itu menggeleng " ada keinginan buat jadi umi muda gak "


tangan FE yang semula menulis ,tiba tiba terhenti ,matanya mulai menatap lekat wajah Angga


hingga Agam Tersenyum getir " ada gak " ulangnya memastikan


" enggak sayang ,,aku mau fokus dulu ,,habis ini aku kuliah ,baru setelah itu ,,aku pengen punya anak ,kalau untuk sekarang aku belum siap "


" kalau saya Uda siap gimana..." tawar Angga mensejajarkan wajahnya dengan FE hingga jarak mereka semakin sedikit ,,hanya berkisar 2 cm ,,

__ADS_1


FE yang gugup menelan silvananya dalam dalam ,badannya sudah panas dingin ,di tambah tatapan aneh yang di berikan Angga saat ini begitu terlihat mengerikan


hingga bibir milik Angga Tersenyum ,,dan memberi jarak lebih ,agar FE tidak terkena serangan jantung dadakan " becanda sayang ,,jangan kaget gitu ,, "


"astaghfirullah ,,ku lempar baru tau kau "


" dosa loh ,, "


" kamu sih ,ngeselin banget jadi suami ..."kesal fe melempar bantal putih hingga tepat mengenai wajah Angga


Angga yang tak mau kalah melempar balik bantal itu sampai perang bantal berlangsung di kamar ini


malam sudah sangat larut ,ingatan fe kembali pada tugas yang belum dia selesaikan demi mendapat nilai tambahan


" sayang tugas aku .." ungkap fe membuat pertempuran itu terhenti


***


" lu kenapa daahh , Ampe jelek gini Astagfirullah abis ngapain si lo ,jangan bilang lo barusan berendem dulu di got "


FE melanjutkan langkahnya ,memutar bola mata malas dan berlalu begitu saja ,Dea yang terus mengikuti FE tidak melepaskan pandangannya sedetikpun ke arah lain


" oii samsekk gw ngomong nihh ngomong ...Lo masih bisa bahasa manusia kan ..."


"hemm " singkat padat dan jelas ,setibanya di bangku fe langsung ambruk ,memejamkan mata beratnya dan hampir mengetuk pintu dunia mimpi ,namun harus dia tahan dulu Karna guru yang menjaga mereka ujian sudah datang " Ya Allah ngantuuukk "


" jaenabbbb ...gw pikir lo kenapa kenapa gataunya ngantuk ...minta di tampol emang "


" gak peka si lo " cerca FE tak ambil pusing , keinginannya hanya 1 saat ini , mencari tempat senyaman mungkin untuk dia tidur

__ADS_1


kenapa juga semalam dia harus perang bantal


dengan suaminya ,kalau begini siapa yang susah...


konsentrasi FE pecah ,sangat sulit untuk berpikir di saat dia ngantuk seperti ini , jam dinding rasanya tidak berputar ,waktu terlalu lambat untuk di ajak berdamai kalii ini " pak " pak Husein merespon melalui tatapan mata seakan berkata ada apa


" ini batu jam kayaknya mati Dehh pak


dari tadi gak muter "


ungkap fe dengan polosannya lantaran gemas ingin memutar 2 jarum yang jaraknya jauh itu


hampir 1 kelas menahan tawanya ,apalagi Dea yang saat ini hanya bisa menepuk jidad lantaran malu


" tugas kamu itu hitung soal matematika yang saya kasih ,bukan nunggu jam dinding muter "


"gw ngantuk woiiiiii " batin FE yang hanya bisa pasrah mengabaikan tawaaan receh seisi kelas yang di tujukan untuk fe " ketawa aja Lo pada gw doain di Culik alien biar tau rasa " lagi lagi gadis itu membatin


***


" kamu Sakitt " Angga mengangkat selimut ke tubuh FE hingga menyisakan kepala dengan rambut yang terurai " ya Allah sayang kamu pucat banget loh"


" engak " FE tidak tidur dia hanya memejamkan mata ,entah mengapa rasanya begitu susah untuk larut dengan dunia mimpinya " saya kira Uda tidur "


" kalau gak sakit kenapa pucat gitu Hmm " dengan lembut tangan kekar itu menyisihkan anak rambut FE yang tidak tertata ,FE mengulas senyumnya tanganya masih lemah untuk bergerak " aku cuma kurang tidur"


" Yakinn "


" gara gara perang bantal semalem ya " gadis itu mengangguk meskipun pelan

__ADS_1


" mau di lanjutin gak ??? FE membuang wajahnya kesal " Nohhh sama mbak Kunti ,,aku ngantuk ,,"


__ADS_2