
"alyara "
gadis itu semakin menarik selimutnya ke atas
"buka atau gue dobrak "
"5 menit "teriak alyara dari dalam ,rasa kantuknya hilang gara gara kebisingan Akhtar ,"apa si maunya tuh anak "geram alyara ,ia sudah bangun saat ini
Tapi masih malas meksipun hanya sekedar membuka pintu
sekilas gadis itu malah memandangi langit langit kamarnya
"Buka woiii "
"buka aja ,gak gue kunci juga " alyara terkekeh pelan menyadari jika dirinya sudah pikun,bisa bisanya dia lupa jika semalam kamarnya belum di kunci
Akhtar masuk dengan muka masam ,ia berkacak pinggang melihat adikknya masih terbaring di ranjang
"apa ? "
"Mau pinjem laptop "
"Noh "gadis itu mengarahkan dagunya ke nakas
Dan langsung di ambil oleh Akhtar "mandi Sono ,sebentar lagi jam sembilan "
"Gue tau kali "
"Kalau tau ngapain masih bobok jelek di sini " alyara menipiskan bibirnya , tersenyum getir menatap sang kakak "suka suka gue lah ,lagian gue tuh gak seribet cewek pada umumnya ,kalau asraf ke sini gue tinggal cuci muka terus berangkat "
"gak ribet tapi jorok ,lha mending ribet "
"Bodo ! intinya gue tetep cantik "
"PD banget lu "
"Alyara ,Akhtar ,itu debatnya masih lama "keduanya menoleh secara sinkron ke arah sang umi ,mereka belum sadar saja jika FELYSIA sudah berdiri di sana kurang lebih setengah menit yang lalu
"Akhtar mi "adu alyara memelototi Akhtar ,pria itu mendengus sebal ,salahnya dia di mana ??
"turun cepet "ujar FELYSIA tegas ,keduanya mengangguk dan menyusul nya cepat
"Minggir "ketus alyara pada akhtar ,Akhtar mengayunkan tangannya ke depan "yang dulu yang gila "
"Berarti lu ngejek umi gila ,wah wah waaahhh anak durhaka emang ! "
"Lu marpuah Luuu ,tau akh burem ! "Kesal Akhtar ,ia pun turun terlebih dahulu ,kalau di teruskan bisa bisa dia tidak sarapan pagi ini
Dari alyara, Akhtar tau
Kalau perempuan itu gak mau salah ,ataupun di salahin meskipun dia salah
"lama banget ih ,perut Elly Sampe bunyi telus dali tadi "cicit early melihat keduanya ,alyara bodo amat dengan keponakannya ,ia pun menyeret kursi di samping FELYSIA ,perutnya juga sudah meronta ronta minta di isi ,tanpa memperdulikan pandangan keluarganya alyara mengisi piring dengan nasi yang banyak di tambah lagi lauk berlimpah "maruk lu"celetuk Akhtar
"ya kan gue laper "
"nanti kak Al gendut loh "ezril tidak mau kalah ,
Dan lihat gadis itu ,ia hanya tertawa hampar "gendut itu tandanya bahagia "
"Pokonya jangan di tiru "peringat Dirga tidak tanggung tanggung kepada kedua anaknnya yang kini bukannya makan malah melonggo melihat alyara
"anehnya, kenapa badan lu sedari dulu krempeng ,padal makan lu segini"
__ADS_1
"Karna BAB gue lancar om,abis makan gue keluarin lagi "
"Al "tegur Angga yang malah membuatnya cengegesan "maaf bi"
"Gak sopan "Akhtar ikut mencibir
"lu ngomong tar??"
"Nyanyi "
"Kalau mau berantem mending di sana tuh"tunjuk FELYSIA ke arah luar "di dalem kebetulan ada golok ,terus ada sabit juga "
"Umi mau didik Al biar punya jiwa jiwa psikopat nih ceritanya "
"yuk Al"
"Kemana? "
"Bacok bacokkan "
Gadis itu mengedor meja pelan"yuk ,kapan lagi kita rukun"
"dunia gak baik baik aja "cicit Angga menepuk Jidadnya ,ia heran dengan anak yang beberapa tahun lalu keluar dari rahim sang istri ,perasaan FELYSIA juga tidak ngidam yang aneh aneh sewaktu hamil alyara dan Akhtar .kenapa keluar keluar jadinya begini , astagfirullah
***
"Elly ikuttt "rengek early sedari tadi , sementara ezril sudah tenang di gendongan Dirga dengan satu es krim coklat
"om gimana nih? "
"kalau early ikut boleh gak sraf"tanya Dirga ke Asraf ,Asraf mengangguk menyetujui "malahan mama pasti seneng om"
"Nohh"
"lu tau gak, early ini kayak om Dirga "cerca alyara
"Elly bisa"jawab early "asal ada yang di makan Elly diem kok "
"Kebetulan kan ,toh kita mau Supermarket ,kita beliin early jajan yang banyak biar dia anteng nanti"
"ezril juga ya !!"sahut sang bungsu
"sraf "alyara mengkode pria itu lewat lirikan matanya ,seolah tersirat kata ,jangan di bolehin
Dirga tersenyum jahil menatap Asraf "Yaudah ya ,nitip early ,Asraf juga gak keberatan tuh"
"ya kok gitu si om "protes alyara ,jika Asraf setuju belum tentu donk dia juga ikutan setuju "Elly sama papa aja ya ,kasian kan kak alyara "bujuk Fika lembut ,alyara menarik nafasnya lega "tuh dengerin kata mama "
"Biarin sayang ,orang asraf-nya gak papa "kompor Dirga lagi ,gadis itu kembali mendengus "sialan om Dirga "
\*\*\*
asraf dengan telaten mengendong early ,bahkan apapun yang bocah itu mau dia langsung memasukkan ke dalam troli
dan tugas alyara saat ini adalah mendorong troli ,tadinya early ingin duduk di dalam sana ,namun tidak di bolehkan ,jadilah ia merengek minta di gendong oleh Asraf
"Buang ponakan sendiri dosa gak sih "monolog alyara menatap bahu kokoh Asraf
menepikan rasa kesalnya kepada early ,bibir tipis alyara terangkat ke atas ,jika di lihat lihat Asraf seperti papa muda saat ini ,orang yang tidak mengenalnya pasti mengira jika early adalah anaknya
"Beli apa lagi Al "
bukannya menjawab ,gadis itu malah tersenyum tidak jelas di depannya "lu sehat Al"
__ADS_1
"Eh ,apa ? "tanya balik alyara ,kenapa juga dia memandangi Asraf sampai segitunya ,"lu nanya apa barusan "
"beli apa lagi? "
"sayur "
"ini kurang "
Alyara memperlihatkan gigi rapinya ,demi apapun dia sangat malu sekarang ,kenapa sebodoh itu ,20 menit yang lalu kan mereka sudah memborong macam macam sayuran "sorry sorry ,gak konsen gue"
"makanya jangan mikirin matematika Mulu"katanya terkekeh
"Dihh mending gue tidur "
"ya Allah anaknnya lucu banget mas "tanpa izin tangan ibu ibu barusan terulur guna menguyel nguyel pipi ealry "gak heran si orang papa nya aja ganteng ,mamanya cuma cantik "cicit nya lagi
Alyara mengangga menatap punggung itu "saya masih SMA kali tan"
Percuma ,ibu itu sudah berlalu !!
"emang wajah gue setua itu "Asraf ganti bertanya
"eally si mau mau aja punya papa kayak kak aslaf tapi gak mau punya mama kayak kak Al,galak ,tlus pelit lagi "
"Ehh sembarang bocah "
"mau apa lagi El"tanya Asraf dengan nada lembutnya ,di dominan wajah yang terlihat begitu dewasa ,ealy mengetuk dagunya pelan "es klim "
"gigi lu copot nanti El kalau kebanyakkan es krim "
"gampang ,nanti tinggal minta ke papa bial di beliin gigi baru "
"Di kira motor !"
alyara tidak habis pikir dengan early
selesai berbelanja ria ,mereka segera pulang ke rumah Asraf ,pasti Rahma sedari tadi sudah menunggu mereka
\*\*\*
"Anak kamu Al"goda Rahma saat si kecil early menyalimi tangannya "kalau anak Al modelan gini Uda Al buang tan" jawab alyara di ikuti kekehan kecil
Asraf hanya menggeleng kan kepalanya "sini El,biar kak Alya masak sama mamanya kakak dulu "
"oke "riang balita itu ,ia lebih senang bersama Asraf di banding alyara "bukain kak"titah early mengambil satu Snack berukuran jumbo
"ada syaratnya donk".
"Apa ?"
"Cium pipi kanan kakak dulu "Asraf mencondongkan badannya ,dan dengan cepat langsung early kecup"padahal kata papa gak boleh cium orang sembarang "
"Ya kan kakak bukan orang sembarang "
"Iya ya ,kakak kan calon suaminya kak Alya "
Asraf tersenyum ,dalam diam ia mengaminkan semua itu ,tapi apa tidak salah jika Asraf punya harapan lebih dari teman dengan alyara
"Sraf ,bantuin goreng "
Lamunan Asraf sirna bersamaan dengan suara nyaring alyara "terus early "
"Biar mama aja yang jagain"imbuh Rahma yang baru saja keluar ,Asraf mengangguk patuh "sama Tante dulu ya el,kakak mau bantuin kak Alya masak"
__ADS_1
"Okeh kak "
\*\*