
ASSALAMUALAIKUM SEMUA
HARI INI UP YA ,UDA LAMA BANGET GAK UP DI NT
SEMOGA MASIH BANYAK YG STAY
JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE
tentang rasa yang mulai tumbuh
Sakit yang tiba tiba hadir
Cerita yang menjadi kenangan
Dan kamu yang tiba tiba menjauh
izinkan aku egois, sebentar saja!
Jika akhirnya begini , tolong sembuhkan luka ini sebentar, hapus kenangan yang aku pikir indah nyatanya sakit.
Sadar kan aku jika apa yang aku harap tidak akan terwujud. Sadar kan aku jika ini sudah melebihi batas dan waktunya untukku berhenti.
setelah berjalan tanpa tujuan ,mama nathan mengajak alya untuk menduduki bangku jalanan, tempat nya bisa di katakan sepi
"Asraf " Pekik gadis itu
"tante kenal sama as-"
"gue kakaknya nathan "
"dia anak pertama tante"
gadis itu menggeleng kan kepalanya, mencoba menolak jika barusan memang fakta, mencoba tidak percaya meskipun ini nyata
mata alyara mengerjap , ada sesuatu yang ia tahan di sana , sayang tidak bertahan lama , gadis itu kembali menangis dalam diamnya
"semua ini di mulai sejak tante memutuskan untuk masuk islam al"
"sejak tante meninggalkan agama yang sudah tante anut sejak tante kecil, tapi tidak tante yakini sama sekali "
"Dan kenapa nathan " Ucapan alyara terhenti, Rahma tau betapa sakitnya alyara saat ini, tapi dirinya juga bisa apa, mungkin ini sebagian dari takdir dan ketetapan yang tidak akan bisa ia rubah
"maafin nathan "hanya kata itu yang lolos dari bibir Rahma saat dirinya membawa alyara ke dalam pelukan
"Semua ini salah alyara tan, salah alya, nathan gak salah, gak seharusnya alya nyuruh nathan pergi ! "
"seharusnya alya sadar, seharusnya alya paham"
"Jangan nangis " Asraf yang tak tega berjongkok di hadapannya "gue bakal cari nathan "
"Gue janji al "
"Gue takut nathan benci sama gue! "
"Gue tau gimana sayangnya dia sama lu al , gue yakin, bahkan seujung kuku pun dia gak mungkin benci sama lu "
"Uda ya jangan nangis lagi"
"Lu beneran kan, lu bakalan cari nathan kan sraf! "
"Gue janji al, pegang kata kata gue " Asraf menyakinkan
Gue sayang sama lu nathan
***
"Astaghfirullah Al "heran akhtar menatap adiknya,benar benar terlihat seperti orang yang tidak punya gairah untuk hidup, tidak mengubris alyara kembali mengaduk aduk makanannya
" Kalau nathan liat pasti dia uda gampar lu "
"gue capek tar" Adu gadis itu, tatapannya menyiratkan berbagai rasa, akhtar paham tapi tidak sepenuhnya ia tau, karna bagaimana pun juga dia belum pernah ada di posisi alyara
"Sini " Katanya menepuk pundak sendiri, mencoba memberi tempat ternyaman saat ini untuk adiknya "senderan sini, lu butuh tempat buat bersandar "
"Gue kangen " Gadis itu langsung memeluk akhtar dengan eratnya , dalam sekejap baju akhtar sudah basah karna air mata alyara "sabarr "
"Gue kangen tar, gue kangen sama nathan "
"sholat dulu yuk , lu belum sholat kan"
__ADS_1
Ia menggeleng kan kepala pelan
"Menurut lu nathan bakal balik? "
"Maybe "
" Kalau enggak! "
"Dia bakalan balik kok Al, mungkin dia cuma nenangin diri untuk saat ini , lu jangan cuma mau di pahami Al , lu juga harus belajar buat memahami orang lain"
"Ayo "
alyara menghembuskan nafasnya berat,
"Tar "gadis itu merentang kan tangannya dengan muka memelas "gendong"
Akhtar menyunggingkan senyumnya tipis "gak akh, lu berat "
"Gue nangis lagi nih! " ancam alyara pada akhtar, buru buru ia duduk jongkok di bawah alyara "naik "
"gue bisa sendiri " Ketus alyara meninggalkan akhtar ,mahamin wanita itu gimana si, batin akhtar menggerutu.
tapi di sisi lain akhtar juga bersyukur , dia lebih suka alyara yang cerewet seperti biasa ketimbang diam seperti akhir akhir ini.
***
"kemana Al " Alyara memeriksa dirinya sendiri "mau macul ke sawa" Katanya membiarkan Dirga dan daffa mmelonggo ,sudah jelas dia rapi dengan seragamnya,berarti mau kemana??
tujuannya saat ini adalah umi nya dan abi "alya sekolah dulu ya mi, bi "
"Yakin hari ini masuk "
Pertanyaan akhtar hanya di jawab anggukan oleh alyara "semangat " Felysia mengusap ujung kepala anaknya, tak lupa juga mencium kening alyara "mau makan apa hari ini "
" Tumben alyara yang di tanya "
"Iya biasanya juga saya yang di tanya " Angga ikut protes, felysia tercengir, tatapannya menyorot tajam ke arah angga "abi gak peka emang " Celetuk akhtar
"apa? " Ketus felysia menatap tangan suaminya "gak peka kamu "
"Apa si mas "
"Lupa " ia pun mengecup punggung tangan angga "ayo Al "
"Iya bi "
"Akhtar ikut bi " Buru buru remaja 18 tahun itu menyusul angga dan alyara.
"tar.. kamu belum salim ke umi " felysia sedikit berteriak.
"Astaghfirullah lupa gue "
"Salim dulu , abi tunggu di mobil "
"Iya bi "
***
Mata alyara memang menyorot ke depan, tapi tidak dengan pikirannya
Entah apa saja yang tengah terlintas di otaknya saat ini, "duhh yang tadi gimana Al , kok bisa jadi 2 "
"Hah, apanya " Gadis itu tersadar
"Lu ngelamun " Koreksi feni , alyara menggaruk kepalanya yang tertutup hijab "gue gak bisa konsen fen"
"mikirin nathan "
"tuh lu tau "
"Nathan emang penting buat lu, tapi di luar itu, banyak hal juga yang jauh lebih penting Al, "
"Kalian berdua "
keduanya tersentak "eh kenapa bu" Jawab feni gugup, sementara alyara masih tetap pada posisi, bahkan gadis itu tidak memberikan ekspresi apapun
"Paham dengan yang ibu jelaskan! "
"Enggak bu "
__ADS_1
"Jujur amat si lu " umpat feni kesal , bisa bisanya alyara seberani itu.
"ya dari pada lu di suruh ke depan , terus jelasin ulang, apa gak malu! "
" Keluar dari kelas saya "
" Kok gitu si buk "
"Siap bu " pasrah alyara, percuma juga dia ada disini, toh dari tadi ia tidak mendengar apapun, seolah tidak ada guru di depan .
Bu rike hanya menyuruh mereka keluar, tanpa hukuman kan!
Meninggalkan kelas, alya melangkahkan kakinya ke arah kantin, dan dengan cepat tangannya di tarik oleh seseorang
" Apa? "
"Lu mau kemana heh "
"Kantin "
" Ga waras lu "
" Gue laper! "
Feni berkacak pinggang menatap alyara
Bisa bisa nya dia sesantai ini padahal baru saja di keluar kan dari kelas
" Keluar kelas gak ke kantin juga kali Al "
" ya biarin lah , toh bu rike gak kasih intruksi ke kita abis keluar kita ke mana"
"Iya juga si , yodah ayo"
"Cih ".
***
" Kapan lu nepatin janji lu tan, yakinin abi kalau lu bisa buat gue bahagia "
"Boleh gue duduk "
"Duduk aja " Kata alyara tanpa ingin tahu siapa yang barusan mengajaknya bicara
"Ya ampun Al , lu tau gak si betapa beratnya perjuangan gue buat dapetin es teh seger ini, gue harus antri bareng ribuan ora- "
"Kak asraf "
" Hai fen " Feni menelan sudah payah ludahnya, demi apa dia di sapa asraf hari ini, kakak kelas yang menjadi idaman adik adik kelasnya.
Suami guee, batin gadis itu yang tidak bosan melihat mimik serius asraf saat menghadap laptop seperti ini
"Alyaa "
" Apaan "
" Lu denger curhatan gue gak si "
" Lebay lu "
"Kakak dari tadi di sini " asraf mengangguk, bahkan tugasnya meresum sudah dapat beberapa paragraf " Sedari tadi juga di cuekin sama alyara "
"Sorry "
"Gak papa lagi "
" Yang nanya gue woeee " Gadis itu mendengus kecil " Nih Al "
"nanti gue minum "
"Lu uda makan? " Kali ini asraf yang bertanya
"tadi sarapan "
" Gue gak lu tanya kak "
" Gue pesenin " Asraf lebih dulu berlalu
"remukan peyek berhenti berharap, nanti kecewa " Monolog feni menatap punggung asraf yang semakin lama semakin menjauh,dan akhirnya ikut antri dengan beberapa orang .
__ADS_1