
Asraf tidak bisa menahan tawanya melihat wajah kesal bercampur serius milik alyara, terlihat begitu menggemaskan jika alyara tengah bertempur dengan kertas berisi soal matematika itu
meletakkan pensil 2b nya alyara menatap asraf selidik "kenapa? "
"Pinjem tangan lu "ujar gadis itu. tidak ada yang berbeda dari alyara setelah satu tahun ia menemani gadis itu dalam berbagai hal , salah satunya mengerjakan beberapa tugas, jika nathan langsung turun tangan untuk mengambil alih pekerjaan alyara, asraf hanya memberi alyara bantuan lewat ia menjelaskan setelah itu ia membiarkan alyara mengerjakannya sendiri
" yang bener napa sraf "gadis itu membuka sendiri kepalan tangan asraf, asraf tersenyum. Ia memang sengaja ingin menjahili alyara "pake cara bersusun aja al, lebih gampang, atau lu mau modus nih ke gue "
"Sembarang! "
"Gue lebih suka gini " jelas alyara
"Suka pegang pegang gue kali maksut lu "
"Gak asraf anendra! " Tegas alyara melirik asraf sejenak, mendengus, gadis itu kembali fokus pada jari jemarinya dan asraf "kenapa si matematika itu ribet banget, ujung ujungnya juga sama dengan 1 angka, harus banget di telusuri pakek rumus yang boros kertas gini, satu soal rumusnya selembar"
"matematika, fisika, kimia, itu beda dari pelajaran lain yang seenak jidad bisa lu karang "
" Nah makanya gue benci "
"pantes lu gak bisa, lu sukanya pelajaran apa? "
Alyara menyenderkan tubuhnya pada bangku cafe, ia berpikir keras saat ini, pelajaran yang ia suka? Sepertinya semua membosankan bagi alyara
tapi tunggu
"Keknya biologi deh " Putus alyara, dari sekian banyak pelajaran, yang masuk ke otaknya hanya biologi
"nilai pas gue aja paling tinggi biologi, gue juga cuma paham sama pelajaran itu lainnya gak sama sekali "
"Coba lu belajar suka dulu sama matematika,dengan sendirinya lu bakalan paham kalau lu uda cinta sama pelajarannya "
"Bisa gitu "
"Meskipun rumit " Jelas asraf "Pada intinya lu gak bakalan peduli Al , mau susah kek, ribet kek, kalau suka lu bakalan konsen, dan otak lu juga bakalan bekerjasama supaya lu paham "
"Ibaratnya kalau lu suka sama orang, lu gak akan peduli kan dia orangnya gimana, mau bandel nya gimana juga kalau uda suka ya lu tetep suka "
"Jadi inget nathan "ujar alyara, mungkin jika dulu mengingat nathan membawanya pada air mata yang tidak berujung, kini semua itu membawa alyara untuk tersenyum, entah dari mana tapi alyara begitu yakin jika Allah masih menyediakan waktu untuk keduanya bertemu
Meskipun kapan dan di mana
Juga tujuannya apa
" lu denger gak? "
"denger "
"Besok ada acara? "
"Besok minggu kan? " alyara malah berbalik tanya, asraf manggut manggut membuat gadis itu tersenyum lebar
"Jadwal gue padat kalau minggu"
"Emang lu ngapain"
"Nomor 1,gue bangun, sholat subuh terus mandi, kedua tidur lagi sampe jam sembilan, bangun tidur sarapan"
"gak baik abis subuh tidur lagi "
"mumpung minggu " Potong alyara.
"Lu diem dulu gue mau jelasin jadwal gue besok"
asraf kembali dalam diamnya dan lebih memilih menunggu alyara untuk melanjutkan ucapannya barusan
"Abis sarapan gue mandi apa ngapain ya ?, mandinya sorean aja dehh, nanti masuk angin lagi "
"Bilang aja lu males mandi "
Gemas sendiri kan jadinya
__ADS_1
"Diem! "
"Iya iya"
Sangat susah jika yang di depan seorang alyara, rasanya asraf ingin berkomentar setiap kali gadis itu berceloteh
"abis sarapan rebahan santuy sambil main Tweet, buka instagram, sampe baterai hp gue tinggal setengah "
"terus gue istirahatin sebentar HP gue sambil di cass, menunggu HP gue full lagi, bolehlah baca novel atau buku random "
"setelah itu maraton anime "
"terus ke kamar akhtar buat ngerecokin dia, lanjut ke kamar om daffa buat palakin dia, terus ke kamar om Dirga gangguin ezril sama ealry sampe mereka nangis, terus ke kamar abi sama umi minta uang jajan "
Asraf menggeleng geleng kan kepalanya "kasian deh gue sama mereka"
"mereka pasti bahagia banget ye kan, punya gue "
"Serah lu deh Al" jawabnya terkekeh
"Besok mama mau ngajarin lu masak, mau gak, sore juga gak papa orang jadwal lu padat gitu, gue sih memaklumi"
"gue mau kok"
"Jam 09.00 lu jemput gue"
"terus kegiatan yang uda lu rencanain gimana? " asraf basa basi , alyara tercengir kuda "gampang itu mah "
Alyara jadi suka main di dapur setelah beberapa kali dirinya ke rumah asraf dan membantu Rahma memasak
namun sejauh ini ia masih di fase belajar
Bahkan memotong bawang saja rasanya ia perlu privat
"sebelum itu, kita belanja dulu gapapa kan "
"asalkan gue lu jajanin"
asraf jadi ketularan absur gara gara berbaur dengan alyara.
Gadis itu berdecih pelan , tidak heran jika asraf uangnya banyak, selain anaknya Sultan asraf ini remaja yang pekerja keras
di usianya yang masih tergolong muda,dirinya berhasil mendirikan kedai kopi
jangan pikir kedai itu langsung menjadi kedai, dulunya asraf menjual keliling kopinya lewat jasa karyawan, seiring berjalannya waktu usahanya semakin lancar
Lewat pinjaman uang dari papanya ia memutuskan untuk membuat kedai kecil kecilan
dan melupakan yang namanya resiko
sebab seorang wirausaha itu harus cepat dan tepat dalam berpikir, jika terlalu larut takutnya malah tidak terjadi apa apa dan yang kita usahakan tidak akan berkembang.
***
alyara mendudukan dirinya di kursi depan dengan buku tebal yang masih ia peluk erat
Melihat tangga saja rasanya ia ingin punya kelebihan antara terbang atau menghilang. kan enak jika dirinya tiba tiba sampai di kamar dengan 2 cara itu, tidak usa susah susah menaiki puluhan anak tangga
"uda selesai tugasnya "
Gadis itu menegakkan posisi duduk dan tersenyum menatap sang ayah
"Alhamdulillah bi, setelah otak alyara berasap tugas matematika alya beres juga"
"oh ya bi, besok tante Rahma mau ngajarin alya masak, boleh kan alya ke sana? "
"Boleh asal jangan malah nyusahin" peringat angga, ia jadi ingat saat dapurnya bisa di katakan lebih parah dari kapal pecah
Dan semua itu karna alyara praktek masak
Alyara tersenyum kecut "Iya bi, kalau nyusahin juga tante gak bakalan mau ngajak alyara lagi "
__ADS_1
"iya iya " Kekeh angga merangkul alyara
"Mau abi anter? "
"Gak usah bi, besok di jemput asraf "
"Berangkat jam berapa? "
"Sembilan "
"Pulangnya jangan sore sore"
Gadis itu mengangguk patuh , dalam hatinya sudah berjoget ria lantaran senang
"Dear orang rumah, maafin aing karna besok aing ga bisa gangguin kalian "
monolog alyara di sisi lain
\*\*\*
ada pepatah mengatakan jika cinta itu hadir Karna kebiasaan
benarkah ?? tanya seorang gadis yang kini tengah duduk di pinggir jendela ,sesekali ia memandang langit yang pekat
keadaan malam mendorongnya pada masa masa indah bersama Nathan ,lelaki yang begitu ia rindukan
"tega lu sama gue ,katanya gak bakalan pergi ,katanya mau yakini Abi gue buat bikin gue bahagia ,sekarang apa ,lu malah ngilang "
"gue takut tan ..."
"gue takut ,kalau pada akhirnya kita emang gak bersama "
jujur saja alyara juga masih sangat berharap pada Nathan
nama Nathan masih sering ia pinjam,ia ucap bahkan ia minta kepada Rab Agar Nathan lah yang mendampingi hidupnya kelak
tapi tetap ,alyara berkali kali di tampar kenyataan
di sadarkan dengan fakta yang ada jika perbedaan keduanya menyangkut tuhan
bagaimana mau bersatu jika satu atap saja berbeda tempat duduknya untuk ibadah
"apa harus gue ngelupain lu ? .."
-
-
-
komen donk ,diem diem baee
yang stay siapa aja 🤣🤣
becanda becandaa ,kalian baca aja aku Uda sneneg
tapi kalau like ,vote ,komenn ,
plus plus plus aku senengnya
-jangan lupa juga ya buat kalian yang punya aplikasi WP
(wttpad ) ,mampir juga ke cerita ku yg di sana
cari aja verliatin ,judul cerita nya
YOU ARE MY DESTINY
see you next chapter
terimakasih
__ADS_1