AJARI AKU HIJRAH

AJARI AKU HIJRAH
season 2#episode 12


__ADS_3

Untuk sementara biarlah seperti ini


gue yakin ,akan ada saatnya di mana kita


bisa bahagia , meskipun gak menjamin kalau kita bakalan


bersama .karna , yang paling keren dalam mencintai itu menerima .


- Nathan.


" Alya .. " alyara semakin mempercepat langkahnya ,ia rindu dengan suara itu namun dia juga tidak bisa berhenti meskipun hanya sekedar menoleh , sesakit ini kah kecewa " Al .. "


" Cepet om " Daffa yang baru keluar dari mobil di dorong lagi untuk masuk ,ia pun binggung ,melirik sekilas ke arah lain ,ada Nathan tengah berlari ke arahnya ,saat itu juga Daffa paham siapa yang alyara hindari " lu yakin gak mau tunggu dia dulu ,minimal kasih dia waktu buat bicara "


" gue mau pulang "


" kalau itu mau lu ,Yaudah " katanya segera masuk ,begitu mobil Daffa melesat ,Nathan baru sampai di parkiran ,lagi dan lagi dia gagal , bolehkan Nathan mengulangi apa yang sudah terjadi ,dimana dia bisa melihat senyuman alyara setiap hari ,bisa bersama dengan gadis itu dalam menyelesaikan berbagai hal .


melupakan lelah dan benar benar Bahagia tanpa berpura pura .


**


" gue mau pulang " ucap alyara saat mobil daffa sampai di suatu tempat ,namun bukan rumahnya " gue capek om "


" dunia ini berputar kali ,yang capek bukan cuma lu ,yang berjuang buat dapetin sesuatu bukan cuma lu ,yang pengen Nyerah juga bukan cuma lu Al "


" gue tau ,gue tau lu kecewa sama Nathan ,tapi coba lu Inget Inget ,gimana baiknnya dia sama lu ,gimana Bahagia nya lu pas lagi sama dia ,kalau kata pepatah ,jangan pernah melupakan 1000 Kebaikkan hanya Karna 1 kesalahan ,takutnya lu nyesel nanti "


" Nathan juga enggak salah Al ,setiap orang itu berhak berkeyakinan ,dan setiap orang itu di bolehkan untuk mencintai ,dan satu hal lagi ,cinta itu hadir tanpa syarat ,dari awal dia uda tau kan agama lu ,tapi apa ?? dia enggak menjauh tuh ,dia tetep baik ke lu ,perlahan tanpa lu sadari ,dia diem diem berjuang buat lu ,walaupun dia sendiri enggak tau ,akhir dari yang dia perjuangkan itu akan seperti apa "


" gue sayang sama dia om " alyara menarik tubuh Daffa , menumpahkan air mata yang lagi lagi hadir saat dia mengingat Nathan , bagaimana pun juga ,tidak ada manusia yang bisa membohongi perasaannya sendiri " gue takut ,gue takut kalau dia pergi dari hidup gue ,gue gak mau semua itu terjadi "

__ADS_1


" jangankan dia ,umi sama Abi lu juga nanti bakalan pergi Al ,gue ,bang Dirga ,jangan pernah merasa memiliki ,semua ini titipan ,cuma kita enggak tau ,kita yang Ninggalin mereka atau mereka yang ninggalin kita lebih dulu ,semua yang di mulai pasti akan berakhir , termasuk kehidupan"


" kita senasib " alyara mengusap air matanya , melepaskan tubuhnya dari Daffa dan menatap omnya lekat lekat .


" Maksutnya ? "


Daffa menyunging kan senyumnya kecil ,tangannya kembali menyentuh pundak Alya dan memberi tempat senyaman mungkin di dadanya " gue juga ngalamin apa yang elu alami Al ,gue suka sama seseorang ,tapi .. dia beda keyakinan sama gue "


" sejak kapan ?" tanya alyara .


" 6 bulan yang lalu gue baru tau ,padahal rencananya gue mau lamar dia "


" terus sekarang ? " ada kecemasan yang tersirat di wajah alyara ,entah kenapa rasa kehilangan itu benar benar menghantuinya akhir akhir ini .kembali menatap Daffa ,pria itu menghela nafas berat ,dan , tersenyum ,apa yang lucu ,pikir alyara . bukankah yang dia dapat hanya sakit .


" dia di lamar sama orang lain "


" dan lu masih bisa senyum om " Daffa mengangguk ,wajahnya masih damai " Allah lebih tau mana yang terbaik untuk hambanya Al ,gue percaya itu " .


" gue tau .. " jawab alyara ,suaranya melirih ,tapi tidak bisa di pungkiri jika kecewa yang dia alami pun cukup dalam ,entah butuh waktu berapa lama untuk Alya agar bisa menerima semua ini , kenyataan yang menurutnya benar benar pahit .


" gue mau pulang om "


" kalau ada apa apa ,lu bisa cerita ke gue ,rasa lu juga butuh pendengar Al ,jangan di simpen sendiri "


" Yaudah ayokk pulang... " rengek alyara lagi ,tujuan awal Daffa menjemput alyara memang untuk menenangkan nya ,hanya saja dia bingung , menginggat seminggu ini alyara jadi susah untuk di ajak bicara .


***


hari ini hari yang paling alyara hindari ,3 hari sebelumnya alyara sudah punya ancang ancang untuk tidak masuk ke sekolah ,sayangnya dia kurang aktif bulan ini .jam pertama nanti ,anak kelas XI kembali meminta bantuan pada kelas X ,dengan cara wawancara Seperti sebelumnya ,dan yang alyara khawatirkan , bagaimana jika dia nanti satu tim lagi dengan Nathan .


" Nahh alyara kamu bapak kelompokan dengan " alyara ikut menatap guru di depannya ,tinggal 2 yang tersisa ,Nathan dan Asraf ,lama berpikir tangan pak Ilham jatuh ke arah Nathan .

__ADS_1


" sama saya kak Asraf aja pak "potong alyara dengan cepat .


" padahal mau bapak kelompokan dengan Nathan ,tapi ya sudah kalau begitu ,kamu dengan Asraf dan Nathan kamu dengan melati ya "


"waktu kalian sampai ada bel jam ke tiga ,sekarang silahkan pilih tempat senyaman mungkin untuk mengerjakan tugas dari bapak ,bapak tinggal dulu "


kepergian pak beni membuat mereka lega , sebagian sudah ada yang mencari tempat sebagian lagi masih ada di sana .


" mau di mana ? " tanya Asraf pada alyara .


" di sana aja " tunjuknya ke arah bangku di mana bangku itu terlihat sejuk dan enak di duduki ,jika alyara dan Asraf melangkah ke arah timur , sebalik nya dengan Nathan dan melati ,mereka malah berjalan ke arah barat .


ada hati yang diam diam merasa sakit


ada rindu yang di pendam bukan di ungkapkan.


ada mata yang saling tatap seolah bertanya kabar satu sama lain .


Nathan lebih dulu menyunging kan senyumnya .


mereka benar benar dekat saat ini ,bahkan lirikan keduanya tidak mempedulikan kondisi , Seperti hanya ada mereka berdua di taman ,padahal jelas jelas masih ada Asraf dan melati .


" lu gak usa menjauh Al ,gue tau caranya pergi tanpa di suruh ,lu mau itu kan ,lu mau lupain semua tentang gue ,tentang kita ,juga masa depan yang sama sama kita harapin ,mulai saat ini ,gue gak bakalan ganggu hidup lu lagi ,gue bakal pergi sejauh mungkin "


" bagus " alyara ikut tersenyum ,kata barusan menyembunyikan jeritan hatinya ,bukan itu yang alyara mau ,jika Nathan beragumen seperti itu ,Nathan salah besar ,tapi satu sisi alyara juga sadar ,apa lagi yang di pertahankan , bukankah perpisahan dan saling melepas itu sudah terjadi di antara mereka .


" semoga lu nemuin yang lebih baik dari gue "


" gue sayang sama lu ,apapun itu bakalan gue lakuin Al ,selagi pergi ngebuat lu bahagia ,I am fine ,makasih untuk semuanya ,makasih juga karna lu uda cinta sama laki laki kayak gue "


" gue juga sayang sama lu tan ,kenapa lu gak peka ,kenapa lu malah beranggapan kalau gue nyuruh lu pergi !!!!".

__ADS_1


__ADS_2