AJARI AKU HIJRAH

AJARI AKU HIJRAH
season 2#episode 18


__ADS_3

setelah barang belanjaan sudah rapi ,alyara diam terlebih dahulu ,ia berdiri di samping Asraf sambil memperhatikan Asraf yang merajang bumbu


"nih ,"


"Eh kok gue "gadis itu tersentak , bagaimana tidak ,sedang asik asiknya melihat ,pisau yang semula di tangan Asraf malah di serahkan kepadanya "lu aja deh ,gue gak bisa"


"coba dulu ,jangan apa apa langsung bilang gak bisa,kan kasian suami lu besok"


Alyara meringis "lu coba iris iris lagi deh ,biar gue lihat dengan detail"


"gak! Dari tadi lu Uda liat gue "


"Hmmmm "Dengus alyara panjang , sebenarnya ia bingung dengan Asraf ,dia ini laki laki apa tepung serba guna ,apapun bisa dia lakukan ,termasuk masak ,Alya saja yang perempuan tidak bisa


"ini mah yang ada elu yang ngajarin gue masak bukan tante "


"Gini gini kan gue ahli "


Asraf sering memperhatikan mamanya kala Rahma sedang memasak ,sejak dia kecil bahkan ,entah jenuh atau apa intinya dia lebih suka ngintil ketika mamanya berkutik dengan dapur


"lu tau gak kalau Nathan suka banget sama capcay"


"Enggak "


seingat alyara makanan kesukaan Nathan batagor ,


toh lelaki itu sering membelikan dia batagor dan juga sering makan batagor "katanya demen "


"tapi gak tau apa yang di sukain Nathan "


"Setau gue ya cuma batagor "


"batagor itu nomor sekian dari yang sekian ,yang paling dia suka ya capcay ,jadi hari ini lu masak capcay ,kalau enak ,gue restuin "


"Seriusan lu "


"Doain aja semoga Nathan dapat hidayah ,dan mau masuk Islam "


tau gak si gimana rasanya ketawa padahal dalam hati cemburu ,mulut berucap memberi restu padahal dalam hati ia sedang bertarung melawan banyak rasa


alyara tersadar ,restu sepenuhnya bukan di tangan Asraf ,ia punya Allah yang maha tau ,gadis itu menyungingkan senyumnya tipis ,biarlah ,dia ingin berusaha dulu, apapun hasilnya dia serahkan kepada yang di atas ,pada intinya dia pasrah


"kalau makanan kesukaan lu "


"Nasgor "

__ADS_1


"cuma itu "


"Banyak ,tapi yang paling gue suka itu "jelasnya lagi ,alyara manggut-manggut ,ia mulai merajang bumbu dengan hati hati ,bukan takut tangannya ke iris ,tapi takut jika irisannya pada bawang ketebalan


"Maroko menurut lu gimana "


"Apanya ? " kenapa juga Asraf tiba tiba bertanya soal Maroko


"gue kan Uda kelas 12 , sebentar lagi lulus donk,gue mau kuliah di sana kayaknya "


"Maroko"ulang alyara ,gadis itu menghentikan tangannya dan mulai menatap Asraf serius "lu kuliah di sana ? "


Asraf menganggukkan kepalanya " gue pengen gapai impian gue ,dari kecil gue uda punya tujuan ke sana"


Alyara terdiam ,itu tandanya kurang beberapa bulan lagi dia akan jauh dari Asraf


"sanss ,gue gak bakalan lupain lu kali"


"Lu sendiri mau kemana "


"Jogja mungkin "


"Yaudah gih ,lanjut motongnya "


menutup bukunya ,Asraf yang semula duduk kini beranjak ke arah alyara , penasaran juga sejauh mana gadis itu bisa memasak setelah lebih dari 30 menit ia membiarkan alyara memasakknya sendiri


"Gimana ? "Alyara bersedekap dada sambil memperhatikan Asraf yang mencicipi capcay buatannya ,dia sih sangat puas ,alyara pikir baru kali ini makanannya bisa untuk di makan ,biasanya rasanya hancur "jadi pengen ikut master chef gue "


tawa Asraf menggelegar "ini aja keasinan ,boro boro lu ke master chef ,di tendang chef Juna yang ada "


"cuma mau masuk TV aja ,gue mah gak minat "


"Yaudah matiin kompornya Al,"


"Seriusan ini Uda "


"Uda "kata Asraf ,akhirnya dia yang mematikan kompor ,gemas juga melihat alyara


\*\*\*


Minggu ini alyara menemani Asraf keliling toko buku ,awalnya si alyara berpikir hanya menemani, tapi sesampainya di sana ,baru di rak depan sudah banyak buku yang dia buka dan akhirnya masuk ke dalam list di beli


"abis dah uang gue "keluh gadis itu ,dan masih sempat sempatnya ia mengambil 2 buku lagi


Asraf terkekeh kecil memperhatikan alyara

__ADS_1


"gue bayarain sebagian "


"dih ,mentang mentang yang Uda punya usaha sendiri ,tapi gapapa deh ! "


"Anggep aja kenang kenangan dari gue ,Karna sebentar lagi gue bakal ke Maroko "


2 bulan bagi alyara lebih dari kata sebentar


menginggat bagaimana dekatnya ia dengan Asraf setelah Nathan pergi


"sedih gue "


"Gak usa sok sedih gitu "goda Asraf bersedekap dada,wajah alyara yang manyun berubah menjadi raut serius "tandanya gue harus jauh dari lu ,apa itu buat gue baik baik aja ,gak sraf , meskipun lu nyeselin gini ,tetep aja yang namanya perpisahan itu sakit "


dada Asraf kembali sesak ,apa alyara juga merasakan apa yang dia rasakan ,apa alyara juga berat dengan semua ini ,apa dia sudah masuk ke dalam orang orang berharga dalam hidup gadis itu


"jangan lupain gue ya sraf "


mana bisa Al , sementara gue sayang banget sama lu ,bahkan gue cinta sama lu Al


"Yang ada elu kali yang lupain gue "


"gak lah ,gue gak akan lupain lu "


"Makasih Al "


alyara tersenyum ,lidahnya kaku hanya untuk menjawab iya , seharusnya alyara lah yang berterimakasih ,Asraf banyak membawa perubahan dalam hidupnya


katanya luka itu bisa di sembuhkan oleh dia yang membuat luka , buktinya alyara tidak ,bukan Nathan yang menyembuhkan lukanya ,tapi Asraf ,meski tidak bisa di pungkiri jika alyara masih mencintai Nathan


"Al ,lu nangis ! "


"berat buat gue ,bayangin aja gue uda nangis ,cengeng banget ya gue "


andai mereka sudah halal ,Asraf pastikan ia sudah merengkuh tubuh mungil alyara ,dan sekarang ,untuk mengusap air mata Alyara saja dia belum bisa "jangan nangis Al ,gue gak suka liat lu nangis "


"Gue juga gak bisa cegah air mata gue sraf ,sakit buat gue ,jauh dari lu itu bukan hal yang mudah buat gue jalanin ,"


dan kenapa ini lebih sakit ketimbang perpisahan gue sama Nathan ,sambung alyara dalam hatinya


"gue pergi buat balik Al ,gue juga sayang sama lu "


"awas aja ya kalau lu lupain gue "


Asraf tersenyum tipis "gak akan alyara "

__ADS_1


__ADS_2