Aku Bukan Pembunuh

Aku Bukan Pembunuh
Rasa Cemas


__ADS_3

 


Aku adalah pesuruh gelap, algojo atau bandit mungkin yang bekerja di geng hitam yang termaksud anggota-anggota besar aku sudah menitih hidup di dunia gelap ini dari aku berumur 10 tahun.


Aku bisa di bilang di adopsi dengan seseorang yang ku sebut tetua dia juga sama pesuruh dia tetua geng daerah ini dan diumurku 28 tahun aku sudah mempunyai istri yang cantik dan saat ini pernikahan kami sudah berlangsung 4 tahun serta di karuniai 2 anak perempuan kembar yang sudah berumur 3 tahun .


karena alasan itu juga, geng ini seakan mencekek ku dengan kecemasan terus menerus membayangiku dan memikirkan anak -anak, istriku jujur aku tak mau terus memberi nafkah dengan uang gelap ini.


Tapi aku juga gak ada pilihan karena sampai saat ini sangat sulit untuk keluar dari sini aku sekan dijerat tapi aku harus keluar dan hidup dengan normal.


"Vatar kamu di panggil tetua " seru anggota yang lain memanggilku tanpa babibu aku langsung pergi menuju ruang tetua.


"Iya ada apa" aku duduk di kursi yang ada disitu dia duduk di hadapanku dan membuka bungkus rokok dan menawarkannya padaku tanpa ragu aku mengambil menyalakannya dan mulai merokok.


"Ada misi yang aku percayakan padamu, karena kemampuanmu dan ketelitianmu " dia memberikan foto perempuan cantik yang berumur sekitar 21 tahunan.


" Itu adalah anak menteri yang akan datang ke sini, engkau akan jadi pengawal dan jangan sampai wartawan tau wajahnya atau informasi lainnya dan kau jadi pengawalnya selama 1 minggu setelah itu yang lain seperti biasa itu urusan kami" Tersenyum meyakinkanku kalau ini adalah misi yang mudah.

__ADS_1


"Aku jadi pengawalnya secara legal atau ilegal"


"Secara legal tapi banyak yang mengincar keselamat puteri itu dan itu lah tanggung jawabmu selama satu minggu" Tetua


"Bayaran " Tanya Vatar.


"3 kali lipat dari sebelumnya karena kerja kamu sampai satu minggu" aku memikirkan karena waktunya satu minggu gak seperti biasa satu hari beres tapi ekonomi yang saat tak mendukung juga mendorongku


" Jangan banyak berpikir, oke aku tambahi 4 kali lipat."


"Persiapkan kau akan menginap disana dan persiapan senjatamu "tetua.


"Oke" aku keluar sampai di taman aku mulai stres lagi berniat pergi dari tempat ini mala gali kuburan dengan setuju mengambil misi ini selama satu minggu ini.


Malam ini aku sengaja larut malam pulang karena aku gak sanggup melihat wajah istriku yang selalu cemas dari hari pertama dia jadi istriku sampai sekarang yang aku beri hanya ketakutan akan terjadi apa-apa padaku.


Aku membuka pintu pakai kunci cadangan perlahan dan mengendap-ngendap seperti maling, aku lihat lampu sudah mati namun.

__ADS_1


"Kenapa kamu mengendap - ngendap seperti itu " suara yang tak lain adalah istriku sendiri.


Dia menyalahkan lampu dan aku merasa kikuk aku tersenyum " sayang belum tidur," aku menggaruk kepalaku bagian belakang yang sebenarnya tidak gatal hanya untuk mengatasi rasa canggungku.


"Bagaimana aku bisa tidur kalau kamu saja belum pulang, mau makan biar aku siapkan." Istriku itu adalah wanita terhebat aku sangat-sangat menyayanginya.


"Gak usah, aku mau mandi ajah lalu tidur, kamu tidur ajah dulu kamu juga pasti capek ngurus anak-anak sama kerja tadi"Vatar


"Aku gak capek kok, aku siapkan air panas untukmu" dia pergi ke dapur.


Dia memang istri yang baik bisa menerima aku apa adanya dan selalu berada di sampingku dan mendukungku padahal aku tau sekali kalau dia takut dengan pekerjaanku ini tapi dia membuang dan melawan rasa takutnya dan memutuskan menjadi istriku, aku sangat mencintainya.


Aku pergi menuju kamar anak-anakku , kulihat imutnya dua malaikat kecilku saat aku ingin mencium " jangan, kamu dari luar lebih baik mandi dulu" menyentuh pundaku menahan aku mencium anakku.


"Baiklah aku mandi dulu kamu istirahatlah" aku bergegas pergi mandi beberapa saat setelah selesai aku pergi tidur.


 

__ADS_1


__ADS_2