Aku Bukan Pembunuh

Aku Bukan Pembunuh
siapa yang ingin membunuh


__ADS_3

 Perjalan untuk


kembali cukup jauh namun karena perintah nona aku tidak bisa membuang waktu aku


tancapkan gas mobil dengan kecepatan penuh namun masih bisa aku atasi. Henset


sudah terpasang di telinga sedangkan tangan, pandanganku masih fokus menyetir “


hallo, bagaimana keadaan disana ? “ aku menelepon anggota yang menemani nona “


sejauh ini  nona disudutkan saat ini


rapat sedang berlalu “  “ oke  pantau terus dan kabarkan perkembangan


sekecil apapun “ “ baik bos “.


Ratih


“ sial,,,, kurang ajar bandit-bandit itu  aku gak akan kalah “  kesal dengan hasil rapat yang tidak sesuai


dengan diharapkan mala semua rata-rata orang membela  si hitam perdana menteri itu  aku harus mengambil  sisa dokumen di kota B  juga aku tak bisa menyuruh pengawal itu


karena aku tak tau cara kerjanya bagaimana aku takut itu akan menimbulkan


masalah, aku harus turun tangan.  Bergegas  pergi dengan tas,hp dan


juga  mobil  “ nona mau kemana ? saya akan antar “  “ gak usah, saya akan pergi sendiri kamu


disini saja dan terus pantau dan kabarkan pada saya kalau ada sesuatu yang  penting “ “ baik nona “ aku pergi mengandarai


mobil dengan kecepatan diatas standar kecepatan untuk menyingkat waktu yang


keluar namun masalah yang sangat serius timbul mobil yang aku kendari


remnya  blong rasa panik perlahan  memenuhi otakku namun aku mencoba

__ADS_1


mengatasinya dengan mencoba tenang “aku harus tenang, aku blom bisa mati, tua


bangka itu gak bisa hidup dengan tenang ayah,,,,,, bunda,,,,, kirimkan


malaikatmu untuk membantuku aku blom bisa mati ayah dendam, perusahaan semuanya


dia belum membayarnya ayah “ berharap aku bisa selamat tapi aklu sudah tak bisa


banting stirlagi saat aku menabrak jembatan jalan hingga mobil yang aku gunakan


jatuh ke sungai saat didalam air aku mencoba melepaskan dari dari sabuk pengaman


dan keluar namaun sebelum sempat keluar dari mobil ini akusudah lemah kehabisan


oksigen dan tinggal tunggu waktunya aku sebentar lagi mati mataku memejam dan


kesadaranku menurun.


Vatar


gawat nona pergi ke kota B sendiri “  “


kenapa tidak kau antar “ “ nona tidak mau bos, jadi bagi mana “  “ aku sudah tidak jauh dari kota B, aku


langsung kesana “ “ GPS yang ada di mobil nona kau bisa ikuti itu  bos “ “ oke baiklah “  dia ternyata perempuan berani tanpa


pengawalan dia pergi ke tempat jauh itu aku memeriksakan GPS ku dan melajukan  mobil dengan cepat dan mengikuti arah GPS itu


saat aku sedikit lagi sampai  arah GPS


itu hilang aku semakin mempercepat ke arah terakhir Gps berhenti. Aku temukan


jembatan dengan kerusakan parah seakan dipaksa diterobos  aku langsung masuk kesuangai dan berenang ke


dasar dan benar saja mobil nona ada di situ aku berenang menujuh mobil itu ku

__ADS_1


melihat nona masih ada didalam namun pintu mobil itu terkunci beruntungnya aku


bawah pisau kecil dan aku sudah biasa membuka mobil yang terkunci dengan pisau


kecil ini. Aku peluk nona itu dan berenang ke daratan  “ nona,,, bangun ,,, “ aku mengguyangkan


wajahnya namun tak ada reaksi aku memeriksa nadinya sangat lemah sampai  hampir tak terasa aku melakukan CPR  dengan cermat dan hati-hati  “ huk,,, hukkk “ nona itu bangun dan


memuntahkan air  “ nona , anda tidak papa


“  “ emnnhhh “ nona ini mala menangis


“kenapa nona menangis “ “ karena aku masih hidup, makasih karena kau menolongku


“ “ iya nona “ “ahhhh,,,,” nona teriak sambil  memegang betisnya “ kenapa nona ? “  “ sakit “ nona ini sedang kram aku memicitnya  lalu aku berdiri dan menggendong dia “ kenapa


kau menggendongku ?” “ nona sedang kram jadi nona tidak bisa jalan kalau


menunggu kramnya hilang itu akan memakan waktu yang cukup lama “ dia hanya diam


.


Di mobil


“ nona sepertinya ada yang ingin membunuhmu dari kasus ini “  “ iya kau benar ini bukan main-maian


jelas-jelas ini pembunuhan, periksa cctv kantor nanti sekarang kita ke kota B


dulu “ “ baik nona, tapi apa tidak lebih baik ganti baju nona yang basah “  “ kau benar jangan sampai menunjukan


kelemahan pada  lawanmu  nanti berhenti di tokoh pakaian aku beli saja


tak akan keburu kalau aku pulang “ “ iya nona “ sangat beruntung mempunyai


pengawal yang berbakat dan pintar tapi sayang hanya seminggu kau bekerja

__ADS_1


disini.


__ADS_2