Aku Bukan Pembunuh

Aku Bukan Pembunuh
bab 8


__ADS_3

Sudah hampir tiga hari Icha tidak pulang dan itu menyakinkan Rizki kalau Icha sudah tinggal menetap dengan salah satu pria hidung belang yang dilayani Icha.


"huhh"guman seorang gadis yang menggeliat di atas ranjang rumah sakit.


"anda sudah bangun nona..?syukurlah hampir tiga hari anda tidak sadarkan diri"


"hah tiga hari"guman gadis itu menatap langit-langit kamar dengan perasaan bingung.


"saya tinggal sebentar untuk memanggil dokter supaya anda di periksa"


Tak berselang lama akhir seorang dokter laki-laki masuk keruangan itu diikuti oleh beberapa suster.


"selamat pagi nona, atas nama Icha iyh"ucap dokter sambil tersenyum hangat.


Yap gadis yang terbaring di ranjang rumah sakit itu adalah Icha, tiga hari yang lalu icha sedang berdiri di pinggir jalan sambil menunggu ngojek langganannya, tapi siapa sangka dia malah berakhir di rumah sakit.


"apakah ada keluhan nona"


"kepala sya sedikit berat dok, jadi agak susah untuk mengangkatnya"ucap Icha pelan karna masih lemas.


"Oalah itu hal biasa, kepala anda akan sedikit kaku Karna tidak digerakkan selama tiga hari ini. Nanti gerakkan saja secara perlahan pasti akan normal lagi"


"besok pagi anda sudah bisa pulang, nanti sarapan akan di antar pihak rumah sakit. Kalau begitu saya pamit duluh, semangat Icha"ucap sang dokter lalu pergi meninggalkan ruangan itu meninggalkan beberapa suster.


"sus bisa tolong baru syaa ke kamar mandi"


"bisa nona, mari kami bantu"


Dua orang suster membantu Icha menuju kamar mandi, karna seluruh badan lumayan susah digerakkan karna memang tiga hari full tidak bergerak sama sekali.


Icha keluar dari kamar mandi bersamaan seseorang mengantar sarapannya kerumah sakit. Karna memang sudah lapar Icha langsung makan saja, meskipun sedikit hambar tapi mau tidak mau Icha terus menghabiskan sarapan itu.


Setelah sarapan dan minum obat Icha kembali istirahat menatap langit-langit kamar dengan perasaan bingung dan cemas.


Bingung kenapa sampai tiga hari ia tidak sadarkan diri dan cemas kalau ia pasti mempunyai penyakit yang mengkhawatirkan. Tanpa menunggu lama rasa ngantuk kembali menyerang Icha mungkin karna efek minum obat.


"selamat malam Icha, kamu sudah kelihatan lebih segar saja, kemungkinan besok pagi kamu sudah bisa pulang tapi tetap jaga kesehatan dan jangan terlalu lelah"ucap dokter kembali memeriksa keadaan Icha.


"dokter sebenarnya saya sakit apa..?kok sampai tiga hari pingsang" akhirnya pertanyaan yang sejak tadi sudah bersarang di pikirannya memberanikan Icha untuk bertanya.


"kamu tidak papah, hanya kelelahan saja"ucap Arya selaku dokter yang menangani Icha selama tiga hari ini.


"memang kalau kelelahan bisa pingsang sampai tiga hari dok"ucap Icha dengan polosnya.


"bisa dong, kalau kelelahan over dosis bahkan sampai satu Minggu Ngin bisa"


"ngituh iyh dok, kalau begitu maksih iyh dok sudah merawat saya"ucap Icha tanpa menaruh curiga sedikit pun.


"itu sudah menjadi kewajiban saya, kalau begitu sekarang kamu istirahat supaya besok pagi bisa langsung pulang"ucap dokter Arya lalu pergi meninggalkan ruangan Icha.

__ADS_1


Seperti ucapan dokter sebelumnya pagi ini Icha sudah diperbolehkan pulang, setelah di periksa suster Icha langsung keluar dari kamarnya.


"selamat pagi mba, saya mau membayar administrasi atas nama Icha Humaira Arshad"ucap Icha.


"bentar iyh Nona saya cek duluh"ucap suster yang bertugas menjaga meja adminstrasi.


"mohon maaf nona administrasi atas nama pasien Icha Humaira Arshad sudah lunas di potong dari gaji dokter Arya selama satu bulan ini"ucap suster yang membuat bola mata Icha melebar seketika.


"Hah kok bisa sus, saya ngk kenal smaa dokter Arya kenapa dia bisa membayar uang administrasi sya"ucap Icha terkejut bukan main.


"kalau itu saya kurang paham nona, yang pasti dokter Arya itu adalah dokter yang menangani anda selama dirawat disini"


"hah, apakah boleh meminta nomor dokter Arya sus, saya hanya ingin mengembalikan biaya yang dia keluarkan buat saya"


"maaf nona kami tidak boleh sembarangan memberikan data dokter dirumah sakit ini, itu sudah menjadi kode etik yang berlaku disini"


"kalau begitu dokter Arya kerumah sakit kah hari ini..? ruangannya dimana sus.?"


"dokter Arya hari ini ngk ada nona, soalnya dia ada jadwal seminar di salah satu kampus"


"baiklah, kalau begitu terima kasih sus, kalau dokter Arya ada dirumah sakit bisa kabarin saya kah sus..?ini nomor telepon sya. syaa hanya ingin mengucapkan terimakasih dan mengembalikan uang dokter Arya saja"


"baik nona"


Akhirnya icha keluar dari rumah sakit dengan perasaan bingung luar biasa. Apalagi ketika suster mengatakan kalau biaya dirinya selama disana sudah ditanggung oleh dokter Arya.


Membali lagi mengingat ke masa lalu dan icha tidak pernah punya teman yang bernama Arya, lalu siapa yang Arya ini kenpaa tiba-tiba saja dokter ini baik kepadanya.


"pak kita mampir ketoko baju sebentar"ucap Icha kepada sopir taksi.


"baik nona"


Tanpa menunggu lama Icha sudah keluar dari toko baju dengan berpakaian seperti anak kuliah. Sepertinya ia akan langsung berangkat kekampus karna tiga hari ini ia sudah tidak masuk kuliah.


"ke kampus ****** iyh pak"


Setelah menunggu bebrapa menit akhirnya Icha sudah sampai di kampus, langsung turun dari mobil dan berjaln menuju kelasnya.


"Cha"teriak Haikal yang membuat langkah Icha terhenti otomatis dia membalikkan badan dan mencari asal suara.


"ehh kak Haikal"ucap Icha sambil nyengir.


"darimana aja dua hari ngk masuk kuliah, kok ngk kabarin aku sih..?aku telepon nomor tidak aktif memang sesibuk itu"


Baru sjaa keluar dari rumah sakit dan baru saja menginjakkan kaki kembali di kampus sudah dibodong dengan segudang pertanyaan, padahal menurutnya jika tidak masuk kampus sampai satu bulan tidak ada yang berubah dari suasana kampus.


"aku ada sedikit urusan yang memang ngk bisa ditinggalkan beberpa hari ini"ucap Icha berbohong.


"jadikan Minggu nonton aku tanding, aku udah berharap banget loh Cha"

__ADS_1


"jadi kok kak, nanti Icha usahakan datang iyh"ucap Icha tiba-tiba gugup karna Rizki seketika muncul di belakang dan menatap nya tajam.


"bagus deh, aku tungguh iyh Cha"


"Hah iyh kak, kalau begitu Icha duluan iyh"ucap Icha langsung pergi tanpa menunggu jawaban dari Haikal.


sedangkan Rizki hanya menatap tajam punggung Icha yang semakin jauh dari pandangannya.


"tiga hari ngk pulang kerumah dan sekarang datang ke kampus tanpa rasa bersalah sedikit pun. benar-benar iyh itu orang bikin gue makin benci aja smaa dia"batin Rizki sambil mengepalkan tangannya. saking kesalnya ingin rasanya ia meninju wajah Icha.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ternyata dosen kali ini tidak masuk mengajar hanya memberikan materi saja, sehingga Icha memutuskan untuk pulang saja kerumah sepertinya dia butuh istirahat.


Ngomong-ngomong soal rumah, Icha bingung sendiri bingung pulang kemana, apakah ia harus balik kerumahnya sendiri..?atau pulang kerumah suami..? bisa-bisa sampai dirumah dia akan diamuk oleh ibu mertua nya dan juga Rizki.


"Cha mau pulang iyh, kok cepat banget padahal rasanya kamu baru sampai loh"ucap Haikal yang kebetulan lewat.


"iyh kak, dosen hari ini ngk masuk jadi aku mau pulang aja"


"mau aku antar kah, kebetulan mata kuliah selanjut masih agak lama, soalnya muka sedikit pucat sih"ucap Haikal khawatir.


"ngk usah kak, aku sudah pesan taksi kok"


Tak lama kemudian taksi yang Icha pesan sudah sampai dan tanpa berpikir lama Icha langsung naik ke dalam mobil.


Entahlah kepalanya tiba-tiba kembali pusing padahal tadi pas dari rumah sakit ia tidak merasakan apapun.


"wahhhh menantu kesayangan baru pulang nih, Setelah tiga hari ngk balik kerumah ehh ternyata sekarang masih dengan pedenya menunjukkan batang hidungnya kembali kerumah ini..?"ucap Nawang yang kebetulan melihat Icha masuk kedalam rumah.


"habis ngel*nte kamu diluaran snaa hah? dasar wanita mur*han"


Icha tak memperdulikan hinaan mertua yang sangat menyinggung hatinya, tapi yang terpenting sekarang adalah ia butuh istirahat karna kepalanya benar-benar sakit luar biasa, sehingga ia memutuskan untuk berjalan begitu sjaa menuju gudang.


Tapi sampai digudang ia tidak melihat barang-barangnya disana, bahkan kasur yang biasa ia gunakan untuk tidur sudah tidak ada. Gudang sudah kembali seperti semula, berantakan seperti tak layak huni.


"misi mba saya boleh numpang istirahat kah dikamar mbanya, soalnya kepada sya sangat sakit sekali"ucap Icha kepada salah satu pelayan dirumah itu.


"ohh astaga bisa nona, mari sya antarkan"


"ngk usah mba tunjuk aja mana kamar mbanya"


"paling ujung nona"


Mendengar hal itu Icha langsung berjalan menuju kamar itu. Dan tak menunggu lama Icha langsung berbaring di kasur sambil meletakkan bantal di atas wajahnya.


"aneh sekali, kenapa bebrpaa hari ini aku sering sakit kepala..?kalau hanya kelelahan ngk mungkin sampai seperti ini sakitnya"batin Icha sambil mencoba memejamkan matanya.


saking sakitnya ingin rasanya Icha berteriak minta tolong, karna rasa sakit yang kali sangat tidak wajar untuk sakit kepala pada umumnya.

__ADS_1


__ADS_2