Aku Bukan Pembunuh

Aku Bukan Pembunuh
Dia Datang


__ADS_3

Aku dengan kegelisahan dihati dan ketakutan dipikiranku aku sembunyikan setenang-tenangnya untuk melangkah ke gerbang yang bagai neraka bagiku,


" Ratih,,, kamu berkunjung disini "


sambutan hangat dari istri pamanku ini tapi aku tau dimatanya dia amat tidak suka denganku " iya bik aku berkunjung dan membawah sedikit oleh-oleh untukmu dan keluarga " " tidak usah repot-repot aku ambil minum dulu silakan ngobrol-ngobrol " sekarang hanya kami berdua aku harus berani dan jangan tunjukan kelemahanku pada lawan.


"Syukurlah paman sehat-sehat saja "


"langsung saja jangan berbelit-belit, apakah kau akan disini dan menjalani bisnis "


" paman sangat tertarik sekali dengan yang akan aku lakukan ( tersenyum kecil )"


"kalau tidak salah kau akan mulai masuk pemerintahan setelah menjalankan bisnis dan mengganti kewarga negaraanmu"


" dari awal kewarganegaraanku dan tanah airku adalah disini hanya karena keserakahan orang aku menjadi kambing hitam "


" kamu ini ngomng siapa, mau menyindir "


" aku tidak katakan seperti itu "


" emmmmhhh........ " bibik datang dengan minumannya


" jangan terlalu emosian lihat ada banyak pembantu serta pengawal nanti mereka menggosip jadi bicarakan dengan kepala dingin aku akan pergi "

__ADS_1


waktu ternyata cepat berlalu sudah 35 aku ada disini dari basabasi hingga ke intinya


" jadi memang kau kesini ada tujuannya "


" apakah paman langsung menilai buruk niat baikku "


" tapi niatmu sudah terlihat "


" ha.... ha... bagaimana paman tidak tau niat buruk karena paman yang mengajarkanku dari kecilkan "


" apa maksudmu Ratih"


" paman lebih licik dari ular "


" maaf aku mengganggu urusan nona dan perdana menteri tapi sesuai perintah aku akan menjemput nona karena waktunya " dia menunjukkan jam di tangannya


" kau kenapa bisa sampai disini "


"mau di mna pun, saya harus taat pada yang dikatakan nona, jadi bagaimana nona " dia datang padahal aku tak menyangka dia bisa melewati penjagaan yang ketat dia sangat tepat


" aku sudah selesai, ayo kita pergi "


" Ratih kau sungguh tidak sopan, aku malu punya keluarga sepertimu " dengan wajah marah.

__ADS_1


Di mobil


" nona kita akan kemana" dia bertanya padaku


" aku ingin ke perusahaan, pak komandan bagaimana menurutmu tentang pamanku "


" aku tidak pantas mengkritik perdana menteri nona "


" aku hanya ingin tau pendapatmu bukan aku suruh kau mengkritik "


" aku tidak banyak tau tentang itu"


"itu tak butuh pengetahuan khusus "


" baiklah nona dia perkasa mempunyai benteng yang kokoh dan punya rumah tangguh tapi rumah yang tangguh dan kokoh sesuai dengan siapa pemiliknya "


" jadi maksudmu hanya pemerintahan pamanku yang membuatnya hebat "


" itu terserah nona akan mengartikan kata - kataku bagaimana "


Aku terus berpikir apa yang dikatakan komandan ini ada benarnya jika aku mau mengalahkan dia juga harus masuk dalam dunia politik dan mulai merusak dari dalam.


" Qi ji aku masih ada saham di perusahan itukan tolong cari tambahan saham aku akan terjun secara lamgsung " Qi ji adalah pengacara pribadiku aku cukup kaya dan disayang dengan kakak dari mamakku yang telah membesarkanku " komandan kosongkan mobil ini yang lain bisa naik mobil lain dan kau komandan ikut aku kekantor " " baik nona " yang lain keluar dan hanya aku dan dia " aku mau kau jangn berpakain seperti itu tapi berpakaian yang rapi dan yang akan ikut aku ke perusahaan hanya satu orang saja agar tidak mengundang kecurigaan atau prasangka buruk

__ADS_1


__ADS_2