
Aku dengan kegelisahan dihati dan ketakutan dipikiranku aku sembunyikan setenang-tenangnya untuk melangkah ke gerbang yang bagai neraka bagiku,
" Ratih,,, kamu berkunjung disini "
sambutan hangat dari istri pamanku ini tapi aku tau dimatanya dia amat tidak suka denganku " iya bik aku berkunjung dan membawah sedikit oleh-oleh untukmu dan keluarga " " tidak usah repot-repot aku ambil minum dulu silakan ngobrol-ngobrol " sekarang hanya kami berdua aku harus berani dan jangan tunjukan kelemahanku pada lawan.
"Syukurlah paman sehat-sehat saja "
"langsung saja jangan berbelit-belit, apakah kau akan disini dan menjalani bisnis "
" paman sangat tertarik sekali dengan yang akan aku lakukan ( tersenyum kecil )"
"kalau tidak salah kau akan mulai masuk pemerintahan setelah menjalankan bisnis dan mengganti kewarga negaraanmu"
" dari awal kewarganegaraanku dan tanah airku adalah disini hanya karena keserakahan orang aku menjadi kambing hitam "
" kamu ini ngomng siapa, mau menyindir "
" aku tidak katakan seperti itu "
" emmmmhhh........ " bibik datang dengan minumannya
" jangan terlalu emosian lihat ada banyak pembantu serta pengawal nanti mereka menggosip jadi bicarakan dengan kepala dingin aku akan pergi "
__ADS_1
waktu ternyata cepat berlalu sudah 35 aku ada disini dari basabasi hingga ke intinya
" jadi memang kau kesini ada tujuannya "
" apakah paman langsung menilai buruk niat baikku "
" tapi niatmu sudah terlihat "
" ha.... ha... bagaimana paman tidak tau niat buruk karena paman yang mengajarkanku dari kecilkan "
" apa maksudmu Ratih"
" paman lebih licik dari ular "
" maaf aku mengganggu urusan nona dan perdana menteri tapi sesuai perintah aku akan menjemput nona karena waktunya " dia menunjukkan jam di tangannya
" kau kenapa bisa sampai disini "
"mau di mna pun, saya harus taat pada yang dikatakan nona, jadi bagaimana nona " dia datang padahal aku tak menyangka dia bisa melewati penjagaan yang ketat dia sangat tepat
" aku sudah selesai, ayo kita pergi "
" Ratih kau sungguh tidak sopan, aku malu punya keluarga sepertimu " dengan wajah marah.
__ADS_1
Di mobil
" nona kita akan kemana" dia bertanya padaku
" aku ingin ke perusahaan, pak komandan bagaimana menurutmu tentang pamanku "
" aku tidak pantas mengkritik perdana menteri nona "
" aku hanya ingin tau pendapatmu bukan aku suruh kau mengkritik "
" aku tidak banyak tau tentang itu"
"itu tak butuh pengetahuan khusus "
" baiklah nona dia perkasa mempunyai benteng yang kokoh dan punya rumah tangguh tapi rumah yang tangguh dan kokoh sesuai dengan siapa pemiliknya "
" jadi maksudmu hanya pemerintahan pamanku yang membuatnya hebat "
" itu terserah nona akan mengartikan kata - kataku bagaimana "
Aku terus berpikir apa yang dikatakan komandan ini ada benarnya jika aku mau mengalahkan dia juga harus masuk dalam dunia politik dan mulai merusak dari dalam.
" Qi ji aku masih ada saham di perusahan itukan tolong cari tambahan saham aku akan terjun secara lamgsung " Qi ji adalah pengacara pribadiku aku cukup kaya dan disayang dengan kakak dari mamakku yang telah membesarkanku " komandan kosongkan mobil ini yang lain bisa naik mobil lain dan kau komandan ikut aku kekantor " " baik nona " yang lain keluar dan hanya aku dan dia " aku mau kau jangn berpakain seperti itu tapi berpakaian yang rapi dan yang akan ikut aku ke perusahaan hanya satu orang saja agar tidak mengundang kecurigaan atau prasangka buruk
__ADS_1