
Pagi ini aku bangun cukup pagi dari biasanya, ku lihat istriku sedang repon memasak aku dengan usilnya mengagetkannya, dia marah karena merasa terganggu "usttttt Nada dan Dinar masih tidur " dia cueki aku segera aku bergegas ke kamar mandi membersikan diri. "banguni Nada dengan Dinar biar sarapan dulu" menyajikan makanan ke meja makan "baik syng" aku pergi ke kamar tidur Nada dan Dinar, aku melihat dua malaikat kecilku sedang tidur aku elus rambut keduanya dan membangunkan pelan\-pelan "bangun anak papa" "emmmhhhh " elu mereka yg sudah membuka matanya "aku mengangkat keduanya dan menggendong keduanya dan pergi menuju kamar mandi mencuci muka mereka "ahhhh kalau ke gini baru cantik".
__ADS_1
Mereka keluar dari kamar mandi dan menuju ruang makan "mama" seru keduanya " anak-anak mama yang cantik, ayo makan" memeluk mereka dan meletakkan mereka satu persatu ke kursi makanan. Mereka berdua aku akui lebih dekat dengan ibu, kakek dan nenek dari istriku. Tak jadi masalah bagiku namun kebersamaan ini tidak perna aku syukuru hingga tak kusadari kalau berkumpul dengan orang-orang tercintaku sebentar lagi lenyap bagai di hembus angin kencang yang tidak bisa kembali seperti semula.
__ADS_1
"oh iya apa yang mau kamu omngi tadi malam yang gak jadi kamu katakan" "iya kita makan dulu" selesai kami makan "sayang main disana dulu iya" menurunkan anak-anak dari kursi mereka pun mulai berjalan berbarengan dan saling tertawa satu sama lain. " Wen aku ada pekerjaan yang selama satu minggu jadi selama itu aku gak pulang" aku melihat raut mukanya "kamu kok ambil resiko itu, kamu tau kan kamu sekarang ayah dari dua anak perempuan jika kamu nanti kenapa-napa gimana dengan Nada dan Dinar? apa yang harus aku katakan?, aku gak perna protes tapi sejujurnya aku takut" aku medekati kursi istriku " syng ini pekerjaannya legal kok jadi gak melanggar hukum, jangan takut iya" dan aku memeluknya.
__ADS_1
Aku pergi kekantor "Vatar sebelum kamu pergi mengawalnya kamu harus tanda tangan kontrak ini" dalam surat itu tak ada yang mencurigakan tapi tercantum kalau keselamatan perempuan itu tanggu jawabku aku berpikir apa sih yang berani mengancam keselamatan puteri seorang menteri sama dengan cari mati apa lagi ayahnya kaya dengan pertibangan itu aku menandatangani surat itu tanpa rasa curiga sedikitpun. "Oke dengan ini kamu sah menjadi pengawalnya dan kamu yang melindunginya, besok pagi dia akan sampai di bandara jangan lupa dan jangan telat nanti kamu tinggal dengan dia dan dengan yang lain tapi di sini kamu jadi ketua keamannya " "baiklah" aku kembali ke kantor dan mulai mencari identitas perempuan itu dan informasinya "tapi gak ada berita yang penting dan menarik melainkan data umum pada seseorang.
__ADS_1
Pekerjaan ini terasa sangat muda dari sebelumnya dan begitu tenang aku takut air tenang yang akan menenggelamkan, masih terus kucari karena jujur saja ada yang janggal kali ini.
__ADS_1