Aku Bukan Pembunuh

Aku Bukan Pembunuh
Ratih


__ADS_3

 


Pagi itu aku sudah ada di bandara menjempunya untuk melaksanakan tugasku seminggu kedepan dihitung mulai hari ini. Dia hadir dan aku tau itu dia sesuai foto yang diberi "nona saya adalah komandan pengawal anda seminggu kedepan" dia selangka maju dihadapanku dia tersenyum " wauuu... kamu pria yang tegap dan tampan" dia pergi menujuh mobil yang sudah disiapkan dan aku duduk di samping supir untuk mengawalnya.


"Umurmu berapa?" "itu tidak ada hubungan dengan pekerjaan nona, maaf" "baiklah padahal aku tertarik padamu" dia terus menatapku aku merasa risi "satu pertanyaan ini kau harus menjawab walaupun ini pertanyaan pribadi, apakah kau sudah punya istri" pertanyaan apa ini konyol sekali tapi aku harus menjawabnya agar dia tidak bertanya lagi "sudah nona" "ahhhh sudah kuduga, sesampainya disini sudah patah hati dengan orang disuka pada pandangan pertama" .

__ADS_1


Sesampai di villa dia turun dan aku turut mengikutinya "cukup jangan ikuti aku kalau aku sudah berada di kamar, nanti kalau hal yang mendesak aku akan teriak atau panggil" Untuk hari ini terasa tenang tak ada hal yang aneh tapi pada malam dini hari jam 2 malam "aaaahhhhhhh" aku bergegas menujuh kamar nona itu "ada apa nona" dia menatap meja riasnya penuh pecahan kaca dan terlihat pana yang tertempel di kaca rias yang sudah pecah "nona lebih baik di ruang tamu, nanti akan dikawal dengan yang lain, saya akan memeriksanya" benar-benar aneh senjata yang digunakan benar - benar unik bukan pistol tapi panah yang membutuhakan keakuratan dan kesulitan lebih tinggi. Aku berlari ke sekeliling mencari namun tak dapat jawaban.


 


"maaf nona, aku tidak bisa menemukan pelakunya" "sepertinya aku tau pelakunya, kembali ke tempat " dia pergi menyuruh pembantuh membersihkan kamarnya. Saat pagi hari dia memanggilku akupun menghadapnya "ada apa nona " "kamu dari lembaga mana ? apa misimu ? " " sepertinya kamu cukup cekatan dalam pekerjaan ini " "maaf nona saya tidak bisa memberitahukan identitas saya kalau ada yang ditanya silakan ?".

__ADS_1


"oh iya sebelum pergi, aku akan menyampaikan kalau aku tidak suka kalau penjaga ku tak tau aku siapa perkenalkan namaku Ratih lebih tepatnya Yoves Ratih, ketua kau sudah paham ? " " sudah nona, nama nona adalah Yoves Ratih " "baiklah ayo berangkat, dan tolong bawahkan bingkisan yang ada di dalam kamarku ".



Sesampai di tempat kediaman menteri aku melihat sistem penjagaannya sangat ketak hingga kami diperiksa ada membawa senjata atau tidak tapi justru ini yang membuat aku khawatir akan terjadi sesuatu " selamat datang keponakanku " ada paman2 tua yang menyambutnya sepertinya kepala menteri " terimakasih sambutannya paman, oh iya ini ada sedikit bingkisan untuk paman " " terimakasih ponakanku, ayo masuk " dia mempersilakan masuk " kalian disini saja " "tapi nona, kalau ada sesuatu berbahaya bagaimana ? " " kami adalah keluarga tidak mungkin menyelakainya " dia mendekat denganku " tidak usah khawatir aku hanya disana 40 menit bela lebih kau bisa menyusul " "baik nona ".

__ADS_1


 


 


__ADS_2