Aku Bukan Pembunuh

Aku Bukan Pembunuh
Pengusaha Baru


__ADS_3

Kini kami ada di perusahaan yang besar, aku tak tau saranku membuat wanita ini mengambil keputusan seperti ini dia melangkah dengan tegap penuh kepercayaan diri aku akui wanita ini walaupun masih muda keberaniannya bisa diberi jempol " Ratih, kau sudah besar " sapa sekertaris pedana menteri " iya paman, saat ini aku memasuki dunia bisnis, tolong bimbingannya " aku tak tau siapa teman dan siapa musuh disini karena kerabat sendiri bisa jadi duri yang kapan pun bisa menancap tanpa kita sadari dan mendarah daging. Aku mengikutinya dan dia menuju lantai 7 sesampainya dia mengetuk pintu " tok.... tok..." ada pria tampat yang buka dan menyambut kami dengan senyuman " cece...." mereka saling berpelukan " kau siap " " pasti ce, thanks sudah menjaga saham dan kedudukan ini untukku " " tidak masalah adikku, tapi kau harus sabar dan kuat karena kau sekarang sedang berada di kandang singa " dia tersenyum " cece bisa kenapa aku gak , perkenalkan ce ini ketua komanda pengawalku tapi hanya seminggu " aku dan dia bersaliman " sepertinya kau senang ada pria tampan di sampingmu " "haha...haha.... cece tahu ajah tapi dia sudah punya istri " sambil menggeleng " aku masih tidak percaya denganmu walaupun dia punya istri kau tak kenal kalah, jadi kau harus berhati-hati " dia menghadapku dengan espresi mengingatkan " baik tuan " "kau..... membela ceceku padahal kau kan pengawalku " " maaf nona " "sudahlah .... " "selamat bekerja, aku akan kembali ke negaraku " "hati-hati cece, kalau ada waktu main ce " mereka berpelukan.

__ADS_1


 

__ADS_1


Siang menjelang aku menunggunya di luar karena sedang rapat, pekerjaanku lebih muda sekarang.

__ADS_1


 

__ADS_1


" komandan kau pergilah ke kantor daerah pesisir temui ketetua di sana ada dokumen penting yang akan menguatkan proyekku, suruh salah satu pengawalmu menggantikanmu, lakukan dengan diam2 " "baik nona " " komando, kembali cepat " sepertinya peperangan baru dimulai aku bergegas ke pesisir dan mengabarkan pada yang lain sesuai perintah. Sesampainya di daerah yang di tujuh aku di sambut dengan pukulan yang keras mengenai wajahku, aku bukan lemah sudah lama aku berlayar di dunia hitam itu segerombolan orang ini muda bagiku kalau tidak tiba-tiba dia memukulku mungkin dia tidak dapat menyentuh walaupun sehelai rambutku, aduh gantam berlangsung hingga semua tergeletak meringis kesakitan di tanah " siapa kau " suara berat menggema pelan " maaf tuan, aku punya urusan dengan tetua perintah dari nona Ratih " " Ratih,,,,, gadis kecil itu telah kembali " raut wajah senang " maafkan perlakuaan anak buahku ayo masuk kita bicara di dalam " aku masih berdiri karena aku tak ada urusan dengan orang ini " kenapa kau masih dia, aku tetua yang kau cari jadi ayo kita bicarakan didalam " " baik tuan " aku mengikutinya dari belakang, dia mengambilakan teh untukku dan mempersilakan aku minum " ceritakanlah " " nona sedang menjalankan proyek untuk mempermudah proyeknya aku dikirim untuk meminta dokumen proyek yang bisa mempermudah nona " " dia cukup berjalan dengan cepat, semoga adanya dia bisa membawah angin baru dalam perusahaan yang kacau itu " dia mengambil dokumen " ini dokumennya, dia benar-benar akan tempur sendirian sangat di sayangkan aku sudah tua jadi tidak bisa mendapingi dia seperti aku mendampingi ayahnya " aku bertanya-tanya siapa laki-laki tua tapi waktuku disini hanya sebentar sesuai perintah " baiklah tetua aku permisi, aku harus segera kembali " " tidak menginap kau disini, hari sudah malam " " tidak tetua, aku bisa mengatasinya, permisi tetua " aku pergi dengan segera karena untuk mengejar waktu.

__ADS_1


__ADS_2