
Tengah malam yang gelap, sepi dan hanya terdengar suara-suara hewan malam. Kakiku berjalan cepat tanpa menimbulkan suara rumah yang jadi targekku yang baru sekali ku kunjungi sebelum ini namun bukanlah hal sulit untuk mencari celah yang sebelumnya aku sudah perhatikan termaksud kamera CCTV. Kupanjatkan panggar yang tidak terlalu tinggi ini menyusup dengan tepat dan cepat. Sampailah di satu ruangan yang sama sekali tidak ku tau namun dari dekor kamarnya sepertinya anaknya misi ini blum selesai tujuanku adalah dokumen yang ada di genggaman Perdana menteri " dimana orang itu menyimpan " aku menggeleda seisi kantornya akhirnya aku mendapatkannya " krreeek " pintu terbuka aku dengan segera bersembunyi di ruangan itu muncul dua orang dan salah satunya perdana menteri
__ADS_1
" bagaimana kau sudah menyingkirkan keponakanku itu ? " " sudah tuan, tak ada jejak kan ? " "tidak tuan itu murni seperti kecelakaan " sial memang tua bangka yang keji di pada keponakannya sendiri padahal penampilan luarnya dermawan dan terlihat baik aku semakin muak lama-lama disini. Setelah mereka pergi aku langsung pergi ke titik awal karena tempat itulah yang aku tau untuk keluar dari rumah megah ini, saat aku ingin masuk ternyata anaknya yang paling besar melihatku dan terkejut dia ingin berteriak tapi langsung aku tutup dengan tanganku " jangan berteriak " dia tidak melihat mukaku karena mulutku ditutupi masker dia ketakutan aku menuntunnya arah jendela agar aku bisa segera kabur aku lepaskan tanganku dan langsung melompat dan berlari ke pagar sebelumnya. Setelah lolos anehnya aku tak mendengar gadis kecil itu berteriak tidak mungkin aku membuatnya mati serangan jantung. "Sudahlah, aku hanya membukam mulutnya takkan mempengaruhinya apalagi dia mati ".
__ADS_1
"Nona saya sudah mendapatkan dokumen yang dicari " "oke, kerja bagus. Kau benar kejadian ini adalah percobaan pembunuhan dari CCTV terlihat laki-laki ini melakukan sesuatu di mobil " aku melihat vidionya laki-laki berjubah hitam itu dengan cepat mengerjakannya " nona dia orang yang sangat profesional lebih baik nona lebih berhati-hati apalagi dengan paman nona soalnya saat saya ingin mengambil dokumen itu saya mendengar kalau semua yang terjadi adalah rencana paman nona perdana menteri " " aku tau hidup di negara ini tak akan mudah, oh iya kamu hanya seminggukan ini sudah berlalu berapa hari ?" "3 hari nona " "apa kau tidak berniat memperpanjang kontrak aku akan memberi gaji 3 kali lipat " " maaf nona, bila aku tidak berhenti saat ini maka tak akan ada jalanku kembali lagi situasinya tak memungkinkan dan ini semua bukan karena uang " "pasti sulit di perkerjaan ini " "iya nona, saya permisi nona ".
__ADS_1
Aku bangun dan melihat cahaya matahari sangat mengilaukan "astaga, ini sudah jam betapa ? " aku melihat jam tangan yang ada di meja "gila udah jam 9 ajah aku langsung mandi dan bersiap-siap " kenapa kam gak banguni aku ?" "maaf komandan perintah nona jangan membangunkan komandan " aku langsung menujuh kantor benar-benar kacau aku bekarja, sesampai di ruangannya " maaf nona sayang sudah teledor seperti ini " "tidak aku seharusnya berterima kasih karena atas bantuanmu aku memenangkan Tender ini yang lebih menarik lagi aku melihat tua bangka itu sangat kesal dan kecewa saat dia melihat aku masih hidup, ini perlu dirayakan ayo kita pergi makan ".
__ADS_1
__ADS_1