
Hari-hari berlalu begitu cepat. Setelah hari dimana Ellia menemukan sebuah postingan tentang kuliah online. Ellia mulai bertekad untuk melanjutkan pendidikannya. Meskipun pendidikan yang akan ia tempuh itu hanya melalui via online dari situs resmi disalah satu kampus ternama di kotanya. Namun, ia tetap bersemangat untuk menjalankannya. Sambil tetap bekerja di counter Tante Erna itu.
Memang jurusan yang diambilnya itu tidak membutuhkan biaya besar. Tetapi, sebuah gelar yang akan dia dapatkan nanti. Butuh biaya cukup besar untuk bisa bermanfaat bagi dirinya. Dan mungkin akan mengubah taraf hidupnya menjadi yang lebih baik lagi. Sebab itu, Ellia berusaha memutar otaknya untuk mendapatkan uang yang lebih banyak lagi.
Melihat banyaknya orang-orang yang mencari hunian untuk disewakan di daerah tempat tinggalnya saat ini. Alhasil, Ellia mendapatkan ide cemerlangnya. Dan berencana menyewakan rumah peninggalan orangtuanya yang selama ini kosong. Karena ia memilih tinggal di tempat kerjanya.
Tetapi, sebelum rumah itu ia sewakan. Dan karena rumah peninggalan orangtuanya itu sangat sederhana dan tampak biasa-biasa saja. Ellia yang dibantu oleh paman dari saudara jauh ayahnya. Berusaha merenovasi rumah tersebut. Dengan sedikit uang tabungan yang juga merupakan peninggalan orangtuanya, untuknya. Dan menjadikan rumah tersebut tampak sangat indah serta memiliki fasilitas yang cukup memadai didalamnya.
Setelah rumah itu direnovasi sempurna sesuai dengan keinginannya. Ellia begitu bahagia dan langsung saja memasang plang "Rumah ini disewakan". Serta mencantumkan nomor ponselnya di sana. Tak hanya itu saja, Ellia juga mempromosikan rumahnya itu melalui via online.
Beberapa hari setelah plang itu terpajang di pagar rumah Ellia itu. Tante Erna yang dalam perjalanan menuju counter miliknya yang saat ini dijaga oleh Ellia. Melihat plang itu dan menghentikan laju mobilnya sejenak untuk membaca kata-kata yang tertera di sana. Dengan kening tampak terangkat dan sedikit berkerut. Tanpa berkata sepatah katapun. Setelahnya, ia melanjutkan kembali perjalanannya.
Sesampainya di counter miliknya. Dan mendapati Ellia yang sedang melayani pelanggan. Tante Erna hanya memberi salam saat melangkah memasuki counter tersebut.
"Assalamu'alaikum Ellia!"
"Wa'alaikum salam Tante. Silahkan masuk!" ucap Ellia mempersilahkan Bos sekaligus Tanta jauh dari ibunya itu untuk masuk. Kemudian melanjutkan melayani pelanggannya lagi.
Sementara itu, setelah masuk Tante Erna memilih untuk duduk diam di kursi khusus untuknya saat datang ke sana. Sambil menunggu pelanggan itu pergi dari ruangan itu.
__ADS_1
Setelah kepergian pelanggannya itu. Ellia langsung mendekati Tante Erna sambil membawa sebuah buku ditangannya. Kemudian menyalami tangan Tante Erna takzim dan menyapa lembut Tantenya itu.
"Apa kabar Tante, sehatkan?" sapa Ellia dengan bertanya.
"Alhamdulillah seperti biasa, Tante sehat. Kau juga sehatkan? Penyakit maag kamu masih sering kambuh?" jawab dan tanya balik, Tante Erna.
"Alhamdulillah, tidak lagi Tante. Berkat Kak Ustad Adam yang sering kirim makanan dan juga obat herbal untukku. Maag saya tidak kambuh lagi dan sepertinya sudah sembuh. Sebab, sudah hampir setengah tahun ini. Kayaknya tidak pernah kambuh lagi." jawab Ellia sedikit menjelaskan tentang keadaannya.
"Syukurlah kalau begitu. Oh iya, kalau boleh Tante tahu. Apa kau dan Ustad Adam itu punya hubungan khusus? Sepertinya, dia begitu perhatian sekali padamu." tanya selidik Tante Erna.
"Tidak. Kami tidak memiliki hubungan khusus. Hanya saja, kami pernah akrab dengan dua teman kami lainnya saat masih sekolah dasar dulu. Saat dia kembali dari pasantren dan mendengar aku telah menjadi yatim piatu. Dia merasa kasihan padaku. Dan karena dia juga merupakan anak tunggal. Maka, dia menganggap saya sudah seperti adiknya sendiri. Begitu Tante. Karena itulah dia begitu perhatian padaku." jelas Ellia jujur.
"Terimakasih Tante. Tapi benar, kami tidak punya hubungan khusus yang melebihi hubungan kakak beradik saja." jawab Ellia.
"Baiklah. Lupakan saja. Sekarang, Tante ingin bertanya sesuatu hal lagi padamu. Boleh?" tanya Tante Erna mengganti topiknya.
"Mau tanya apa Tante? Silahkan saja!" jawab Ellia.
"Begini... Tadi, saat Tante melintas didepan rumahmu. Tante melihat rumah itu... sepertinya telah banyak berubah. Dan ada plang yang berisi rumah itu disewakan terpajang di sana. Apa kau tahu itu?" tanya Tante Erna hati-hati setelah bercerita sejenak.
__ADS_1
Ellia terlihat mengangguk pelan. Kemudian menjawab, "Aku tahu Tante. Karena aku sendiri yang memasang plang itu di sana. Dan saya juga yang telah meminta bantuan Om Faris untuk merenovasi rumah itu." jawabnya jujur.
"Oh..." ucap Tante Erna ber'oh ria. "Tapi, untuk apa di renovasi kalau hanya ingin disewakan?" sambungnya kembali bertanya.
"Em... sebenarnya, saat ini aku sedang menjalani masa perkuliahan Tante. Dan sudah hampir masuk semester akhir. Untuk itu, saya merenovasi rumahku. Agar sedikit lebih indah di pandang mata. Dan mampu menarik hati bagi orang yang mencari rumah sewa. Dan saya juga berharap dengan begitu, tidak akan ada penawaran lagi dengan harga yang saya tawarkan di sana nantinya."
"Insya Allah, dengan hasil sewa rumah itu nanti. Jika suatu saat saya butuh biaya besar. Saya bisa gunakan uang dari hasil sewa rumahku itu." jawab Ellia menjelaskan dengan sebenar-benarnya dan sejujur-jujurnya.
"Astaga...! Kau sangat cerdas dan kreatif Nak. Aku bangga padamu." puji senang Tante Erna. "Ngomong-ngomong, jika kau sudah kuliah selama ini. Kenapa Tante tidak pernah melihatmu menutup ataupun meninggalkan counter selama ini? Kau kuliah dimana dan mengambil jurusan apa?" tanyanya sedikit bingung.
Sebab selama ini, Tante Erna diam-diam memantau keadaan counter dari jarak jauh. Dengan bantuan kamera kecil yang dia letakkan ditempat yang tersembunyi didalam counter tersebut melalui ponsel pintarnya. Dan itu semua tanpa sepengetahuan Ellia.
"Saya memang tidak pernah menutup ataupun meninggalkan counter ini Tante. Sebab, saya hanya mengikuti kuliah online disalah satu kampus ternama di kota ini melalui laptop counter. Dan saya mengambil jurusan manajemen bisnis, Tante." jawab Ellia lemah lembut.
"Selain cerdas dan kreatif. Ternyata, Kau juga pandai memanfaatkan barang-barang yang ada disekitar. Untuk hal-hal yang lebih berguna ya... Tante mendukungmu. Lanjutkan! Jika ada hal yang bisa Tante lakukan untukmu, nanti. Silahkan menghubungiku dan tidak perlu merasa sungkan, oke!!!" ucap Tante Erna sambil tersenyum. "Oh iya, mana buku laporan keuanganmu? Biar Tante periksa." sambungnya.
"Ini, Tante." ucap Ellia sambil menyerahkan buku yang sejak tadi dia pegang kepada Tante Erna untuk diperiksa.
Saat Tante Erna mulai sibuk memeriksa pembukuannya. Ellia juga menyibukkan diri dengan beberes barang yang ada didalam lemari etalase karena sedikit berantakan. Dan belum sempat dirapihkan akibat kedatangan Tante Erna.
__ADS_1