
"Ngga usah kesini, gw juga nanti bakalan pergi sebentar lagi"
"Yaudah kapan - kapan kita akan jengukin Lo" ucap Lyana dan mematikan ponselnya.
"Lo ngerasa ngga sih, kalo Celine itu kaya ada yang disembunyikan dari kita" Lyana yang menyadari perubahan sikaf Celine pun betanya kepada Evellyn.
"Iya bener… sikaf nya juga kaya berubah gitu ya" Evellyn pun merasakan yang sama.
"Sejak ketemu pak March kan ya?" tanya Lyana dan Evellyn berbarengan.
"Astaga ko kita bisa sama?" Evellyn menepuk jidatanya saat fikitanya sama dengan Lyana.
"Apa jangan - jangan…" lanjut Evellyn dengan menyipitkan matanya.
"Ah Lo ada - ada aja. ayo kita masuk ke dalam kelas" Lyana menarik tangan Evellyn saat melihat Abian dibelakang Evellyn yang sudah melihat kearahnya.
🍀🍀🍀
"Kandunganya baik - baik aja, nona hanya perlu beristirahat jangan terlalu kecapean" ucap dokter kandungan setelah memeriksa kandungan Celine.
"Dan bapa harus menjaga istri bapa dengan sangat hati - hati, karena kerawanan di usia kandungan yang masih muda. apalagi nona Celine yang kelihatan nya masih muda dan bapa juga harus sering - sering memeluk anaknya saat akan tidur karena itu mempengaruhi hormon ibunya." jelasnya kembali dengan detail.
March merasa lega karena kandungan istrinya baik - baik aja, dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
"Iya dokter makasih, kalo begitu kami permisi dulu" ucap Celine dan meninggalkan ruangan itu diiringi dengan March.
"Kamu mau kemana?" tanya March saat melihat Celine terus luruh berjalan.
"Gw naik taxi. Lo pulang aja sendiri"
"Cepatlah masuk, berbahaya naik taxi sendirian" March menghentikan langkah Celine dengan memegang tanganya.
"Lepasin" Celine menepis tangan March dengan keras dan menghentikan taxi yang melintasi didepan jalan raya.
Dengan terburu - buru, March pun ikut naik kedalam taxi itu untuk memastikan istrinya baik - baik saja.
"Lo kenapa ikut. bawa aja mobil Lo ikut" Celine sekuat tenaga mendorong March keluar.
"Diamlah!!…" untuk pertama kalinya, March meninggikan suaranya kepada Celine didepan orang lain. karena selama kenal dengan Celine dia belum pernah membentak Celine.
Celine pun merasa ketakutan menghentikan tanganya dan membenarkan posisi duduknya.
"Iya pak?" March yang mendapatkan telpon dari perusahaanya langsung menyapanya.
"Iya saya segera kesana" ucap March kembali.
"Pergi sana, gw bisa pulang sendiri" Celine yang tau suaminya ada panggilan dari perusahaanya membiarkan dia pergi.
Tanpa mendengarkan perintah Celine. March terus memainkan ponselnya, melihat berkas - berkas yang ada didalamnya.
__ADS_1
"Tunggu disini sebentar pak. saya akan ikut kembali" ucap March kepada supir taxi setelah sampai dirumahnya dan mengantarkan Celine kedalam kamarnya.
"Gw bisa sendiri, Lo pergi aja sama"
"Biar aku bantu" March membantu Celine memasuki kamarnya.
"Tolong kalian jaga dia, beri tahu saya jika ada masalah" perintah March kepada pembantu yang ada dirumahnya.
" Iya pak" jawabnya dengan sopan.
March pun keluar dari kamar Celine dan menuju keperusahaanya untuk menyelesaikan masalah yang diberi tahu sekertaris ya.
Tidak hanya menjadi kepala sekolah, March pun menjadi pimpinan diperusahaan ayahnya karena ayahnya yang sudah menjelang tua.
"Kalian bisa pergi aja, nanti saya panggil kalo butuh bantuan" ucap Celine setelah March meninggalkan dirinya.
"Iya nona".
"Astaga… kenapa gw kaya anak kecil saja, ditungguin sama Mba - mba disini" Gerutuk Celine kesal.
"Hallo mom?" Celine heran saat mommynya melenpon dirinya. karena tidak seperti biasanya dia menelpon dirinya.
"Celine apa kamu baik - baik aja sayang?" terdengar suara Glaretha yang begitu cemas.
"Celine baik - baik aja mom, kenapa emangnya?" tanya Celine. balik.
"Ngga sayang, mommy cuma khawatir kamu terjadi sesuatu soalnya tadi teman - teman kamu ada kerumah ingin menjenguk kamu" jelas Glaretha setelah Lyana dan Evellyn pergi dari rumahnya.
"Terus mereka masih ada disana?" tanya Celine penasaran.
"Ngga ada, mereka akan segera kesana" jawab Glaretha dengan tenang.
"Apa!" pekik Celine.
"Apa mommy memberi tau mereka Celine udah menikah?" tanya nya kembali merasa khawatir.
"Apa kamu tidak mengasih tau mereka?" Glaretha bertanya kembali.
"Astaga mommy" Celine udah tau jawabannya akan seperti apa. dia pun menepuk jidatnya.
"Mommy ngga tau sayang. maafin mommy" Glaretha tidak merasa bersalah. dia hanya tersenyum kecil melihat anaknya yang tidak mau ada yang tau soal pernikahanya.
Glaretha pun dengan segera menutup telponnya dan tertawa bahagia.
"Astaga… bisa - bisanya mommy memberitahukan yang sebenarnya"
Celine pun turun dari tempat tidurnya dan menarik rambutnya kebelakang dengan kasar.
Tidak lama dari itu, terdengar ada orang yang menekan tomb bel yang ada dirumahnya. Celine langsung melihat kejendela, siapa yang datang bertamu kerumahnya.
__ADS_1
Dan benar saja, Lyana dan Evellyn telah sampai dirumahnya dengan menjinjing buah - buahan ditanganya.
"Nona ada yang ingin bertemu Anda" salah satu dari pelayan itu mengetuk sopan pintu kamar Celine yang tertutup rapa.
"Saya akan segera kesana" ucap Celine merapihkan terlebih dahulu bakaian dan rambutnya.
"Celine…"
terdengar teriakan Lyana dan Evellyn, Celine langsung keluar kamar dengan wajahnya yang datar.
"Celine kenapa Lo ngga ngasih tau kalo Lo itu udah menikah" Evellyn langsung melontarkan pertanyaan saat Celine udah menuruni anak tangga.
"Ehh kalian datang" Celine mengalihkan pertanyaan Evellyn.
"Jawab pertanyaan gw Celine" Evellyn terus mengguncang - guncang. badan Celine.
"Iya gw jelasin semuanya" Celine yang merasa kesakitan langsung menghentikan Evellyn.
Setelah duduk diruang tamu, disediakan air dan sedikit cemilan oleh pelayan dirumah nya. Celine memulai awal cerita kenapa dirinya bisa menikah.
Celine terus meceritakan nya dengan detail dan tidak ada yang terlewatkan. namun dirinya tidak memberi tahu siapa pria yang menikah dengan dia.
"Terus sekarang… dimana suami Lo?" tanya Evellyn yang tidak melihat keberadaan suaminya.
"Dia baru aja pergi ke kantornya" ucap Celine yang sebenarnya.
"Terus ngga ada seorang pun yang tau kalo Lo itu udah menikah?" tanya Lyana memastikan.
Celine menganggukkan kepalanya dengan meminum air yang ada didepannya.
"Pantesan aja sikaf Lo itu akhir - akhir ini berubah" Evellyn yang mengerti akan perubahan sikaf Celine pun tida menjadi belenggu lagi di dalam hatinya.
"Terus kalo perut Lo udah gede sekolah Lo gimana?" lanjutnya lagi.
"Kayanya gw akan berhenti sekolah. dan melanjutkanga dirumah" jelas Celine setelah sebelumnya dibicarakan dengan kedua orang tua dirinya dan orang tua March.
"Astaga celine… gw bakalan jadi aunty" Evellyn langsung menghampiri Celine dan mengusap - ngusap perutnya.
"Apaan si Lo" Celine yang risih pun langsung menghentikan aktifitas Evellyn.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Happy reading gays😙
Terus dukung kami ya🤗😙😙