Aku Dan Titik

Aku Dan Titik
Beli Baju March


__ADS_3

"Kalian mau pesen apa?" tanya Celine saat sampai ditempat tongkrongannya.


"Samain aja kaya lo…" jawab Lyana dengan memainkan ponselnya.


Celine melihat kearah Evellyn "lo…?"


"Sama gw juga juga…" jawabnya.


"Yaudah kita pesen ini aja…" Celine menunjuk salah satu menu yang tertera dibuku menu setelah pelayan restoran datang menghampirinya.


"Baik nona… mohon ditunggu sebentar" ucap pelayan itu dan meninggalkan meja Celine.


"Celine si Abian ada ngirim Lo pesan?" tanya Evellyn saat teringat beberapa hari lalu Abian meminta nomor telpon Celine yang baru.


"Ngga ada" jawabnya datar.


"Kenapa emangnya?" tanya nya lagi.


"Ngga ada… beberapa hari lalu dia minta nomor telpon Lo sama gw…" jawab Evellyn cengengesan.


"Kebiasaan Lo ya, kalo udah kasih nomer telpon orang tu" Lyana menyubit pinggang Evellyn saat mendengar jawabanya.


"Lo pernah juga?" tanya Celine bingun dengan apa yang Lyana ucapkan.


"Dia ngasih nomer telpon gw ke si Rasya" jawab Lyana memutar bola matanya malas.


"Bener - bener ya lu…"


Evellyn hanya cengengesan saat sahabatnya terus mengomeli dirinya.


Setelah menunggu beberapa saat dan makanan yang mereka pesan telah tiba. mereka menikmati makanannya dibarengi dengan candaan mereka.


"Eh btw kalian udah daftar kuliah belum?" tanya Lyana ditengah - tengah obrolan bersama sahabatnya. saat teringat ujian akan segera berakhir.


"Gw belum" jawab Evellyn dengan mulut penuh dengan makanan.


"Kalo lo…?" Lyana melihat kearah Celine yang asik dengan makananya.


"Gw gak tau dimana gw akan kuliah… March yang daftarin gw" jawab Celine santai.


"Hah!!…" Lyana dan Evellyn kaget saat mereka tidak tau sahabatnya kuliah dimana.


"Kenapa Lo ngga tanyain aja suami Lo?" Lyana bertanya - tanya.


"Males banget gw harus ngobrol sama dia…" Celine memutar bola matanya malas saat membayangkan dia harus menanyakan hal yang tidak penting baginya.


"Biar gw tanyain…" Evellyn membuka ponselnya untuk menelpon March.


"Lo mau ngapain?" tanya Lyana saat Evellyn membuka ponselnya.


"Nelpon pak March" jawabnya dengan menaikan alisnya.


"Astaga…" Lyana dan Celine menepuk jidatnya melihat kelakuan Evellyn.


"Sepenting itu Samapi harus menelponnya sekarang?" tanya Lyana kembali.


"Daripada gw ngga barengan kampusnya sama dia" jawab Evellyn langsung menelpon March.


"Hallo…" sapa March saat telponya tersambung.


"Astaga..." Pekik Lyana saat mendengar suara March setelah Evellyn beneran menelponnya.


"Maaf pak, saya mau menanyakan sesuatu. boleh?" tanya Evellyn dengan mata melihat kearah Lyana dan Celine.

__ADS_1


Celine hanya menggelengkan kepalanya melihat tinggah Evellyn.


"Iya boleh" jawab March disebrang sana.


"Pak March, Celine kuliahnya Dimana ya?" Evellyn langsung to the poin agar tidak penasaran lagi.


"Astaga..." terdengar suara March saat mendapatkan pertanyaan dari Evellyn.


"Maaf, saya sedang mengadakan meeting. nanti saya telpon kembali" jawab March dan langsung mematikan telponya.


"Astaga..." ucap Evellyn saat March mematikan telponya.


"Emang sama - sama cuek ya..." Gerutuk Evellyn kesal saat March tidak menjawab pertanyaannya.


Lyana dan Celine terkekeh melihat kegagalan Evellyn menanyakan dimana Celine daftar kuliah.


"Lagian lu, kaga ada penting - pentingnya ditelpon" ucap Lyana dengan tertawa.


"Ish...." Evellyn memutar bola matanya malas.


Evellyn langsung mengambil tasnya setelah selesai makan dan mengajak kedua sahabatnya pergi. "Ayo kita belanja...."


"Dih... bocah ngambek" ledek Lyana dan langsung menghampiri Evellyn bersama Celine.


"Kira - kira Lo mau belanja apa?" tanya Lyana yang melihat Celine masih bingun dengan pilihannya.


"Lo ngga ada niatan buat beliin March baju?" tanya Lyana dengan nada meledeknya.


"asli aja yang beliin. males banget gw harus beliin dia baju" jawab Celine mulai malas saat membahas March.


"Lu jangan kaya gitu. nanti lu suka beneran lagi Ama si March" Timpal Evellyn dengan ledekanya.


"Dih apaan si..." jawab Celine dengan meninggalkan kedua sahabatnya.


Mereka kembali melihat - lihat baju untuk mereka beli.


"Celine...." teriak Evellyn yang berada jauh dari Celine.


Celine langsung melihat kearah Evellyn yang teriak kepadanya.


"Ini bagus kaya nya buat March" Evellyn menunjukan salah satu baju kepada Celine.


"Lo beli aja buat pacar Lo" ucap Celine.


"Udah ini ambil buat March. bayar pake uang Lo" Evellyn langsung memberikan bajunya kepada celine dan langsung meninggalkan ya dengan tersenyum kemenangan.


"Yes... kita berhasil" ucap Evellyn kepada Lyana saat Celine akan membayar belanjaannya dengan membawa baju yang dia pilih.


"Dasar lu ya..." ucap Lyana menoyor kepala Evellyn.


"Ishh...."


"Ayo cepet buruan. lu mau disini terus" Lyana menarik tangan Celine untuk kekasih membayar belanjaannya.


***


"Siapa yang menelpon?" tanya Jerry setelah selesai dengan meetingnya.


"Sahabat bini gw" jawab March dengan santai.


"Ngapain dia menelpon Lo?" Jerry semakin penasaran karena ngga biasanya sahabat istri bosnya menelpon.


"Ngga penting untuk dibahas" jawab March dan langsung meninggalkan tempat meetingnya tadi.

__ADS_1


"Kebiasaan banget tuh bocah" Gerutuk Jerry langsung menghampiri March dengan menjinjing berkas - berkasnya.


March langsung masuk kedalam mobil. dan memposisikan duduknya dengan nyaman. "Kita kerumah dulu sebentar" titahnya saat Jerry masuk kedalam mobil.


"Ngapain?" tanya Jerry mengerutkan kedua alisnya.


"Gw mau ngambil sesuatu yang tertinggal" jawabnya singkat.


"Lo cepetan dikit apa" lanjutnya saat Jerry telah mengemudikan mobilnya dengan pelan.


"Lo ada urusan apaan si. dikantor kan ngga ada urusan penting lagi" ucap Jerry yang semakin penasara.


"Gw mau ngambil berkas - berkas pendaftaran kuliah Celine" jawabnya setelah mengingat dia belum sempat mengurus pendaftaran kuliah istrinya.


"Astaga…" Jerry menepuk jidatnya, karena dia berfikir masih sempat - sempatnya mengurus pendaftaran istrinya disaat perusahaanya mulai menurun.


"Lo ngga salah mau urusin pendaftaran kuliah Celine?" tanya Jerry melirik kearah sahabatnya.


"Dia istri gw, bukan orang lain. gw bisa menyelesaikan semua masalah ini." March menekankan kata - katanya saat mendapat pertanyaan dari Jerry yang meragukannya.


Jerry hanya memutar bola matanya malas. tidak heran lagi dengan sikaf sahabatnya.


Tiba - tiba ditengah perjalanan menuju rumah March, Jerry mengetikan mobilnya dan melihat seseorang yang dia kenal."Ehh tunggu - tunggu…"


"Apa?" March melihat kearah yang dilihat Jerry.


"Bukanya itu celine ya?" tanya Jerry menunjuk seseorang disebrang sana.


"Kenapa dia sama cowo?" lanjutnya lagi bertanya.


"Dia sahabatnya" jawab March dengan nada kesal saat melihat Celine jalan dengan pria lain.


"Lo tau Dia disini?" Jerry terus bertanya - tanya yang merasa heran dengan hubungan March dan Celine.


"Lo fokus aja nyetir... ngga usah banyak tanya" jawab March tegas.


March kembali fokus dengan ponselnya dengan hati yang khawatir kepada Celine yang terus dekat dengan Abian.


"Sialan, gw harus kasih dia pelajaran" Batin March kesal.


"March, Lo ko tiba - tiba nikah sama dia?" tanya Jerry penasaran.


Jerry dan kedua dan Rayan tidak mengetahui alasan kenapa March tiba- tiba menikahi Celine.


"Udah lah, itu ngga penting" jawab March dengan cuek.


.


.


.


.


.


Happy reading gays....


ketemu lagi dengan AKU DAN TITIK.


terus nantikan ya kelanjutannya🌹


jangan lupa berikan like, dan vote nya juga ya🤗

__ADS_1


__ADS_2