Aku Dan Titik

Aku Dan Titik
Study tour


__ADS_3

"Bareng Lyana dan Evellyn" ucap Celine dan menutup pintu kamarnya.


Kamar Celine yang ada dibawah agar dia tidak naik turun tangga setiap hari atas kondisinya yang sedang hamil.


March tersenyum saat Celine menjawab pertanyaannya dan kembali melanjutkan makan malamnya.


Selesai dengan makan malamnya, March langsung naik kembali ke kamarnya untuk beristirahat.


"Apa yang terjadi pada March?" tanya Celine pada pelayanan saat melihat tangan March yang berdarah.


"Tidak tau nona, tadi pulang dari kantor langsung naik ke atas, dan sempat menanyakan anda juga" jelasnya.


"Tolong panggilkan dokter suruh dia mengobati tanganya" titah Celine pada pelayan itu.


"Namun jangan kasih tau ini suruhan saya" lanjutnya kembali dan pergi ke kamarny.


"Baik nona"


Segera pelayan itu memanggilkan dokter untuk merawat tanganya March yang terluka karena takut terjadi infeksi.


"Siapa yang menyuruh dokter kerumah?" tanya March saat dokternya tiba dirumahnya.


"Tangan tuan terluka jadi saya memanggilkan dokter kesini" jelas pelayan itu.


"Sini pak, biar saya obati" dokter itu memegang tangan March yang terluka.


"Ini sangat parah, bakalan terjadi infeksi jika tidak diobati" jelas dokternya dengan pelan - pelan membersihkan tangan March menggunakan alkohol.


"Apa Celine?" tanya March dalam hatinya.


"Tapi dia terlihat cuek dan tidak memperhatikan gw" lanjutnya kembali.


March memikirkannya lagi, tangannya terus diobati oleh dokter itu hingga selesai.


"Udah selesai tuan"


"Nanti kalo terjadi sakit atau berdarah lagi, segera pergi ke klinik saya. karena akan berbahaya jika tidak ditangani" jelas dokternya kembali.


"Baik dokter. terimakasih" March mengucapkan terima kasih sebelum dokter itu meninggalkan kamarny.


Celine terus saja berdiam diri dikamarnya tanpa mau keluar menemui March.


***


Pagi hari Celine bangun lebih awal dan bersiap - siap untuk acara disekolahnya. saat keluar dari kamarnya dia melihat March yang telah rapih dan duduk dimeja makan untuk bersarapa.


"Ayo sarapan…" Ajak March dengan tersenyum.


Celine menghampiri March dan duduk berjarak dengan March untuk sarapan.


"Makan yang banyak, biar kamu kuat" ucap March saat Celine mengalas nasi untuk dirinya.


"Apa Lo juga akan iku?" tanya Celine penasaran.

__ADS_1


"Kalo aku gak ikut, kamu akan dijagain sama siapa?" tanya March balik.


"Gw kan bisa sendiri. ngga usah dijagain" Celine dengan memasukan nasi kedalam mulutnya.


"Aku jagain anak ku bukan kamu" March langsung meninggalkan meja makan dan pergi ke kantornya terlebih dahulu sebelum dia pergi ke sekolahan.


"Astaga… posesif sekali" Ucap Celine saat ditinggal pergi suaminya.


Selesai dengan sarapanya dia pun langsung pergi kesekolah dengan dianter supir seperti biasanya.


Setelah sampai disekolah, semua murid telah berkumpul dan bersiap - siap untuk pergi study tournya.


"Kalian pagi sekali disini" ucap Celine setelah bertemu kedua sahabatnya.


"Kita bersemangat untuk study tournya, karena pak March juga ikut" jelas Evellyn yang tergila - gila dengan March.


Sedangkan celine memanlingkan wajah saat March akan ikut ketempat study tournya. Lyana dan Evellyn tidak mengetahui bahwa March adalah suami sahabatnya.


Celine memalingkan wajahnya saat March telah tiba di sekolahan dengan gayanya yang membuat semua siswi dan guru - guru wanita berteriak terkagum - kagum padanya.


"Astaga pak March…" ucap Evellyn saat melihat March.


"Dia ganteng banget" lanjutnya kembali.


"Astaga… centil sekali dia" Gerutuk Celine merasa kesal dengan memijat pelipisnya.


"Oke semuanya... sebelum kita berangkat kesana ada sedikit pengumuman dan aturan - aturan untuk disana" jelas salah satu guru disekolah itu.


March sebagai kepala sekolah disana menjelaskan semua peraturan dan tata tertib untuk study tour dengan teliti dan mudah difahami oleh siswa siswi.


"Apa kalia mengerti?" tanya March setelah menyampaikan aturan dan tata tertib study tournya.


"Mengerti" ucap serentak semua siswa dan siswi.


"Iya silahkan semuanya masuk kedalam busnya" titah March saat semuanya sudah bersiap - siap.


March terus memantau keadaan Celine. Dia takut Celine akan merasa kecapean dan pingsan karena kepanasan.


Sepanjang perjalanan, semua siswa dan siswi merasa sangat bahagia, sehingga teman - teman Abian menyanyikan lagu dengan membawa gitar yang telah disiapkan ya.


Semua teman - temanya ikut bernyanyi untuk menikmati masa - masa terakhirnya bersekolah.


Lyana, Celine dan Evelyn, mereka pun tak kalah bahagia. terus bernyanyi sehingga tidak menyadari kalau March ada dikursi belakan Celine.


"Celine Lo baik - baik aja" tanya Lyana yang melihat Celine mulai lemas.


March yang mendengar pertanyaan Lyana kepada Celine pun langsung berdiri dan melihat keadaan Celine.


"Ngga, gw gak papa" jawabnya.


"Ini minum dulu" March memberikan sebotol minum kepada Celine.


Lyana dan Evellyn langsung melihat kearah March yang ada dibelakangnya.

__ADS_1


"Astaga… pak March" ucap Evellyn lirih.


"Ngga usah pak, aku bawa sendiri" Celine menolak minuman yang diberikan March kepadanya dan mengeluarkan minum yang dibawa olehnya.


"Lo terima aja Celine, jarang - jarang ada tawaran seperti ini" Evellyn langsung mengambil botol yang diberikan March kepad Celine dan membukanya untuk Celine.


Dengan dipaksa Celine pun langsung meminumnya.


"Merasa lebih baik?" tanya March.


"Iya pa… makasih" ucap Celine dengan terpaksa karena Evellyn memaksanya untuk diminum.


March pun kembali duduk dengan membuka laptopnya takut ada pekerjaan yang harus segera dia selesaikan.


"Abian lonliat gak, kalo pak March itu terlihat sangat perhatian sama Celine?" tanya Iqbal yang tidak sengaja melihat March meberikam minum untuk Celine.


"Itu kebetulan aja dia ada di belakangnya" jawabnya dengan santai.


"Nanti gimna kalo keduluan sama dia?" tanya Iqbal kembali.


"Ya ngga mungkin… gw dari dulu suka sama dia. jelas - jelas dia akan milih gw" dengan bangganya dia berbicara Celine akan memilihnya dibanding March.


Setelah sampai pada tujuanya, semua siswa bersiap untuk mencatat apa yang mereka lakukan disana.


March terus mengikuti Celine dari belakangnya, karena dia belum bisa percaya istrinya akan baik - baik aja jika tidak dalam pengawasannya.


"Celine Lo sadar gak si, pak March terus mengikuti Lo?" tanya Lyana yang merasa risih dengan berbisik.


"Gw juga ngga tau, coba lu tanyain kenapa ngikutin gw terus" jawabnya dengan kesal karena diikuti terus.


"Ya bagus dong kalo diikuti, kan nanti kalo gw kepeleset ada dia yang nangkap gw".


Berbeda dengan Evellyn, dia sangat senang jika March terus mengikutinya. karena jarang - jarang dia bisa berjalan barengan dengan March.


"Kalian istirahat dulu disini, nanti kita lanjutkan perjalanannya" titah March setelah beberapa menit mereka berjalan dan melihat Celine yang mulai kelelahaan.


Saat beristirahat, Abian menghampiri Celine memberikan sebotol minuman dan makanan yang dia bawa.


"Ini buat Lo, Lo terlihat kelelahan" ucapnya.


sengaja Celine menerima makanan dan minuman Abian saat March sedang memperhatikannya. "Iya… Thank's".


.


.


.


.


.


. barikan dukunganya ya… agar authornya semangat untuk terus up😚😚🤗

__ADS_1


__ADS_2