
Celine membiarkan mereka, akan sejauh mana mereka bermain dibelakang dan melanjutkan kembali memilih - milih bajunya.
"Ini Nona bajunya…" pelayang itu memberikan baju dengan ukuran Celine yang telah dia cari.
"Makasih mba" ucap Celine. dan dia mencoba baju yang telah pelayan berikan kepadanya.
Setelah memilih - milih baju, Celine langsung pulang kerumahnya untuk beristiraha. dia sudah mulai kelelahan dan merasa pegal - pegal.
"Makasih pak…" Celine berterima kasih kepada supirnya karena telah mengantarkan dia kedokter tadi siang.
Meskipun sikafnya yang cuek dan tidak pengertian. Celine tidak lupa untuk berucap terima kasih kepada orang yang telah membantunya. itulah yang diajarkan orang tuanya kepada diri Celine.
Masuk kedalam rumah, dia tidak melihat satu orangpun dirumah dan langsung masuk kedalam kamar untuk beristirahat dan membersihkan dirinya sebelum dia makan malam.
"Lo liat ini…" sebuah pesan Poto yang dikirimkan Evellyn kepadanya mampu membuat dia tercengang dan membulatkan matanya sempurna.
Perlahan Celine menjatuhkan ponselnya tidak ada tenaga lagi untuk memegangnya. dia pun membekap mulutnya sendiri dan mengeluarkan air matanya.
"Gw kecewa sama lo…" jerit Celine histeri.
Celine terus menangis, dan tanpa sengaja dia memukul perutnya yang buncit. lalu dia terdiam sesaat menatap anaknya yang ada didalam perutnya.
Tanpa fikir panjang, Celine langsung keluar dan mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi menuju tempat biasa dia nongkrong dengan sahabatnya.
"Dimana Celine?" tanya March pada pelayan rumahnya.
Tidak lama kepergian Celine. March datang kerumah dan bertanya keberadaan istrinya kepada pelayan yang ada didepannya.
"Tadi baru saja keluar tuan, dengan air mata dan juga terburu - buru" jelas pelayan itu yang melihat aksi Celine.
"Air mata?" tanya March merasa bingung.
March mengeluarkan ponselnya dan menelpon kedua mertuanya. "Hallo mom" sapa March saat telah tersambung.
"Iya nak... kenapa?" tanya Glaretha disberang sana.
"Apa mommy baik - baik saja?" tanya March yang ragu.
"Mommy baik - baik aja, kenapa emangnya...?"
"Kalau Daddy?" tanya March kembali.
"Kami disini sehat - sehat aja March, tidak perlu ada yang dikhawatirkan" jelas Glaretha menenangkan menantunya yang terdengar cemas.
"Celine dan kamu baik - baik aja kan?" tanya Glaretha balik.
__ADS_1
"Iya mom kami disini baik - baik aja," jawab March dan langsung mematikan telponnya setelah berpamitan untuk dimatikan kepada mertuanya.
March kembali kedalam mobilnya dan mengikuti jejak Celine yang sudah tidak terlihat.
🍀🍀🍀
Celine yang telah sampai ditujuannya langsung masuk dengan perutnya ditutup dengan jaket, agar tidak terlihat sedang hamil. dia memesan minuman beralkohol tinggi.
Setelah pelayan club' malam datang, Celine langsung memesan minuman nya. dan menunggu beberapa menit.
Dia membuka ponselnya, tidak ada notif dari siapapun dan dia akhirnya langsung menon aktifkan ponselnya saat melihat nama March yang ada dijajaran pesanya.
"Terima kasih"
Setelah datang minumannya, tanpa pikir panjang dia langsung meminumnya tanpa henti. dalam fikitanya dia sudah Ingin menerima March kembali. namun March malah menghianati dirinya. Sehingga March berani memesan kamar hotel bersama perempuan lain.
"Pantas saja tidak mau diajak kedokter, ternyata sedang bermain dengan wanita lain. padahal ini demi anaknya sendiri" Ucap Celine lirih dengan setengah mabuk dan tersenyum sinis.
Tanpa henti - hentinyan dia terus minum minumanya tanpa memikirkan anak yang ada dalam kandunganya dan kedua orang tuanya.
Setelah Celine mabuk berat, kedua pria datang datang dan mengenali sosok Celine.
"Apa dia wanita yang pernah March tolong?" ucap Jerry sahabat March.
"Lo telpon si March" lanjutnya menitah Jerry menelpon March.
Sebelum March datang, Jerry dan Rayan duduk disebelah Celine untuk melindungi dari pria - pria bajingan yang ada disana.
"Astaga lama banget si March…" Gerutuk Rayan yang sudah tidak sabar ingin minum dan menari - nari dengan wanita.
"Astaga dia hamil…" Jerry membulatkan matanya setelah melihat perut Celine yang tersingkap jaketnya.
"Apa dia anak March?" tanya Rayan merasa kaget juga.
"Minggir kalian…" March mendorong kedua sahabatnya dan langsung menggendong Celine kedalam mobilnya dengan wajahnya yang sudah memerah menahan emosi.
March langsung menancapkan gasnya menuju rumah. saat mendengar sahabatnya keberadaan Celine, March langsung emosi. bisa - bisanya Celine akan membunuh babbynya dengan meminum minuman yang beralkohol tinggi. fikirnya.
"Jangan pernah menyentuh gw lagi" teriak Celine saat March mengganti baju Celine yang telah sampai dikamarnya.
"Diam kamu…!!" March pun membentak Celine dan berusaha mengganti pakaian Celine.
Celine terus memberontak March yang akan mengganti pakaianya.
"Lo jahat… gw mencintai Lo, tapi Lo malah main dengan perempuan lain dan memesan kamar hotel dengannya. Lo telah khianatin gw sama anak Lo"
__ADS_1
Tiba - tiba Celine menangis dan memukul - mukul dada bidang March dengan kondisinya yang masih mabuk berat. March seketika berhenti, kenapa Celine bisa tau dia memesan kamar hotel.
Namun dia pun percuma menjelaskannya saat Celine mabuk berat.
Setelah mengganti pakaianya. March duduk dikursi yang ada dikamar Celine menarik rambutnya kebelakang dengan kasar sedangkan Celine yang telah tertidur dengan pulas.
Sepanjang malam March tidak bisa tidur karena kelakuan istrinya yang menjengkelkan hari ini.
***
Pagipun tiba, Celine mengerjapkan matanya perlahan dengan memegang kepalanya yang terasa amat sakit.
"Auuu…" Celine meringis kesakitan saat akan bangun dari tidurnya. Saat dia melihat kesamping, dia melihat March yang telah berdiri diujung risbang miliknya.
"Ngapain Lo disini?" tanya Celine dengan memijat - mijat sedikit kepalanya merasa masih kesal terhadap suaminya.
"Harusnya gw yang tanya. ngapain Lo diclub semalam?" March malah bertanya balik tanpa menghiraukan pertanyaan Celine.
Celine yang mendengar nada bicara March berbeda langsung melihat kearahnya dengan bingung.
"Ngapain diclub semalaman?" March mengulang pertanyaanya.
"Seharusnya gw yang tanya, ngapain Lo dihotel dengan wanita lain?" tanya Celine dengan nada bicara yang telah meninggi.
"Kalau ada masalah tanyain dulu lagi ngapain bukannya langsung pergi membahayakan anak gw, bagaimana kalau ngga ada mereka yang ngasih tau gw?" March menghampiri Celine meluapkan emosinya dengan nada bicara yang tinggi.
"Kalau lo emng gak mau anak ini kenapa masih dipertahankan dan menikah sama gw?" tanya March dengan mata yang sudah memerah.
"Seharusnya Lo bunuh aja dia dari dulu. biar kita gak menikah seperti ini. Gw mati - matian agar Lo dan anak gw baik - baik aja tapi apa yang Lo buat??" lanjutnya kembali.
"Gw udah sabar banget ya ngadepin sikap Lo. tapi apa yang Lo balas? Gw keluar dengan client cewe dan lupa untuk menjelaskannya Lo langsung berbuat seperti ini. lantas bagaimana Lo dengan abian?"
"Gw mohon ya sama Lo, tolong jaga anak ini dengan baik. dia ngga berdosa" ucap March dengan menatap perut Celine.
.
.
.
.
.
Terus berikan dukunganya ya🤗🤗
__ADS_1