Aku Dan Titik

Aku Dan Titik
Menanyakan Perasaan


__ADS_3

"Ngga tau… kenapa gw jadi kaya gini" jawab Abian dengan polosnya.


"Lo bener - bener suka kan kepada Celine?" tanya Evellyn kembali.


"Gak ada harapan juga buat ngungkapinya sekarang…" seketika Abian menjawabnya dengan serius.


"Astaga… Lo kesian banget" Lyana menatap Abian yang begitu tulus mencintai Celine.


"Yaudah Lo nyari aja yang lain… jangan sampe ngerusak rumah tangga orang" ledek Evellyn dengan tertawa.


"Lu ngga pernah tulus dalam mencintai, makanya ngga bakalan tau gimana rasanya melepaskan dengan paksa"


Abian yang cool dan gagah disatu sekolah menjadi cowo yang merasa tersakiti dan tidak seperti biasanya karena Celine. dia begitu kehilangan Celine.


"Tapi Lo jangan kaya gini… seperti biasa aja cool. masa karena cinta Lo jadi loyo gini sebagai ketua OSIS" lagi - lagi Evellyn meledeknya.


"Tapi gw serius ya… gw ngga bisa move one segampang itu kepada Celine". Abian pun mengeluarkan semua yang mengganjal didalam hatinya.


"Tapi Lo harus mengikhlaskan ya, karena mencintai tidak harus memiliki" Lyana menepuk pundak Abian yang begitu sedih.


"Dih… ko gw jadi curhat gini sih" Abian yang mulai menyadari dirinya curhat kepada kedua sahabat Celine langsung menjadi cool dan gagah lagi..


"Sok -soan cool gitu. tadi juga hampir nangis" ucap Evellyn dengan tertawa keras saat melihat Abian kembali kesetelan awal.


"Sorry gw pergi dulu…" Abian langsung meninggalkan Lyana dan Evellyn dikantin.


"Kenapa si dia?…" tanya Evellyn saat Abian meninggalkannya.


"Mulai gila kali ya karena Celine" lanjutnya dengan tertawa.


"Ishhh… Lo kalo ngomong ya" Lyana menoyor kepala Evellyn yang mulai ngomong sembarangan.


"Tapi emng kesian juga si melihat Abian yang mati - matian ungkapin perasaanya kepada Celine.…" Evellyn menanggah dagunya dengan kedua tanganya.


"Ini kan yang udah diatur oleh tuhan… tinggal nikmatin aja" Lyana langsung bangkit dari duduknya dan meninggalkan Evellyn yang terbengong.


"Tungguin gw…" teriak Evellyn berlari mengejar Lyana yang mulai melewati pintu keluar kantin.


***


"Sayang kamu istirahat dulu dikamar kamu ya…" titah Glaretha dan Mira setelah mereka sampai dikediaman March dan Celine.


"Iya mom…" jawab Celine yang terlihat lelah.


"Biar March yang mengantarkannya mom…" March langsung menggendong Celine keatas menaiki tangga, karena tidak memungkinkan untuk Celine berjalan.


Saat Zeyn melihat March yang terlihat kesusahan menggendong Celine pun menawarkan diri untuk membantunya. "Biar Daddy bantu…"


"Ngga papa dad… biar March aja" tolak March lembut.


Celine hanya terdiam diatas kendongan suaminya tidak berkutik apa pun.


Setelah March menaiki anak tangga satu per satu, Keuda orang tua dan mertuanya mengikuti dirinya menuju kamar tidur.


"Biar saya bawa nona barang - barangnya…" pelayan March menghampiri Allena yang sedang mengeluarkan barang - barang milik Kaka iparnya dengan bantuan supir pribadi Celine.


Allena tersenyum saat melihat pelayan rumah Kaka nya yang ingin membantunya. "Ohh iya terimakasih mba…"

__ADS_1


"Emmm… mba disini udah lama kerja?" tanya Alena saat jalan berbarengan dengan pelayannya.


"Hampir 2 tahun yang lalu nona" jawabnya dengan sofan.


"Udah lumayan lama juga ya"


Allena dan kedua orang tuanya tidak mengetahui rumah March yang baru ini, Karen udah beberapa tahun juga mereka tinggal diluar kota.


"Ka March sering pulang gak setelah menikah?" Allena terus menanyakan perihal kakanya kepada asisten rumah tangga kakanya itu.


"Semenjak menikah dengan Nona Celine, tuan March tidak pernah menginap diluar lagi. beliau sangat menyayangi nona Celine".


pelayan itu mengungkapkan isi hatinya yang kagum terhadap Celine sampai bisa merubah March menjadi lebih baik dari sebelumnya.


"Terus kak Celine kenapa bisa sampai jatoh dikamar mandi?" lanjut Allena dengan menghentikan langkahnya.


"Untuk masalah itu saya kurang tau non. karena kejadianya bukan dirumah ini" jawabnya.


"Dimana kejadianya?…".


"Kurang tau saya non… sebelum itu saya sempet mendengarkan kegaduhan antara mereka, dan nona Celine keluar dari rumah hingga 2 hari ngga pulang".


Asisten rumah tangga itu menjelaskan sesuai apa yang dia ketahui tentang March dan Celine sebelum kejadian menimpa Celine. dia tidak tahu menjelaskan nya kepada Allena. karena percaya Allena tidak akan memberitahu siapapun tentang masalah keluarga March.


"Ohh seperti itu…"


Allena pun mengerti setelah pelayan nya menjelaskan kronologi kejadian kepada Kaka iparnya.


"Yaudah saya keatas dulu ya…" lanjut Allena mulai menaiki anak tangga menuju kamar March dan Celine.


"Iya non…"


"Makanya sering - sering kesini" March menoyor kepala Allena.


"Ishh… kebiasaan banget" Allena memutar bola matanya malas saat kakanya menoyor kepalanya.


"Mommy daddy tidur disamping kanan kamar ini aja, papah sama mamah disamping kiri…" suruh March agar mereka beristirahat setelah seharian mengurus kepulangan Celine.


"Yaudah kamu istirahat dulu ya…" ucap mira sebelum menuju kekamar yang akan dia tiduri. dibarengi dengan Glaretha dan para suaminya, mereka keluar.


"Terus aku Diaman ka?" tanya Allena saat March tidak mengucapkan dimana Allena akan tidur. sedangkan kedua orang tuanya telah istirahat.


"Kamu dibawah aja. biar ngga berisik".


"Astaga ka March serius aku dibawah?" Alena memastikan ucapan March.


"Terus mau dimana lagi. gak ada kamar lagi diatas" seru March dengan membuka bajunya.


"Disebelah kamar mamah ada kamar, kamu disana aja tidur" Celine mengingat ada empat kamar diatas.


"Kata ka Celine ada kamar lagi diatas" Allena langsung keluar dengan dengan mengeluarkan lidahnya kepada March.


"Dasar bocah…" gumam March saat adiknya keluar dari kamarnya dan menutup pintu.


Celine membuka ponselnya untuk melihat Lyana dan Evellyn apakah jadi akan kerumahnya.


"Maaf Celine.... gw sama Lyana ada tugas tambahan, jadi belum bisa kesana" Sebuah pesan singkat yang diberikan Evellyn kepada Celine.

__ADS_1


Celine tidak membalasnya dan menyimpan kembali ponselnya. karena hari juga mulai gelap.


"Lo disini aja tidurnya…" titah Celine, saat March mengeluarkan bantal dan selimut dari dalam lemarinya. karena dia tau, March akan tidur disofa.


"Serius…?" March memastikan pertanyaan Celine dengan mengerutkan keningnya.


"Yaudah terserah Lo aja dah…" Celine langsung membaringkan tubuhnya dan menyelimuti badanya.


Akhirnya March menyimpan kembali Bantal dan selimut nya dan berbaring disamping Celine.


"Maafin gw ya… karena gw babbynya jadi meninggal" Celine tiba - tiba mengingat kembali babbynya dan menghadap kearah March.


"Ini bukan salah kamu… kamu jangan pikirin itu lagi ya" March menghapus air mata yang mengalir dipelipis mata Celine.


"Lo nyangka gw sengaja kan buat baby itu meninggal?" tanya Celine menatap mata March.


"Ini udah takdir dari tuhan, lagian kita bisa buat lagi" March tersenyum menggoda Celine yang mulai sedih kembali.


"Ish apaan si…" Celine langsung membalikan badanya membelakangi suaminya.


"Celine…" seru March saat Celine terus membelakangi dirinya.


"Hmm…" jawab Celine dengan melihat kembali ponselnya.


"Kamu masih sayang kan sama aku?" tanya March. kesempatan menanyakan cinta Celine terhadap dirinya.


Seketika Celine terdiam membeku saat mendapat pertanyaan dari March, yang membuatnya bingung harus menjawab apa.


"Celine...." March menyadarkan Celine yang terdiam sesaat.


"Ahh..." repleks Celine langsung melihat kearah March dengan menatap matanya.


"Gw tidur dulu... cape banget" jawab Celine dan mulai memejamkan matanya.


"Aku boleh peluk?" March meminta izin Celine sebelum dia memeluknya.


Beberapa saat menunggu, March tidak mendengar jawaban dari Celine. dia pun langsung memeluk Celine dari belakang dan mencium punggung Celine dengan lembut.


Celine yang belum tidur merasa geli saat March memeluk dan mencium punggungnya.


"Good night Sweetheart …" bisik March ketelinga Celine.


Celine tersenyum kecil mendengar bisikan March dibalik selimu yang menutupi dirinya.


"You too…" jawab Celine setalah mendengar dengkuran March.


.


.


.


.


.


Happy reading gays....

__ADS_1


jangan bosen untuk terus mendukung authornya ya🤗🌹


__ADS_2