
Dan dia mendengar suara March yang masuk kedalam kamarnya dan mengunci pintunya. lalu March tidur disamping Celine dengan memeluknya dari belakang.
Sebelum March memejamkan matanya, dia menyentuh perut Celine yang membuncit dan mengusap - ngusapnya.
"Sayang kamu jangan nakal - nakal ya didalam perut mommy kamu, kasian mommy kamu kesakitan nak…" ucap March dengan berbisik ketika teringat Celine kesakitan saat anaknya menendang - nendang tadi.
Celine terkejut saat March mengucapkan kalimat itu, dia tidak menyangka March akan seperhatian itu kepada dirinya sedangkan dirinya tidak pernah seperhatian itu kepada March.
Celine ingin menghentikan aktifitas March memegangi perutnya. namun dia berfikir kembali March tidak akan berani menyentuh perut Celine saat dirinya tersadar.
Dan akhirnya Dia pun membiarkan March memegang perutnnya dan tidak menggubris aktifitas March. Lama kelamaan akhirnya Celine bisa tertidur dengan pulas efek sentuhan dari March.
Pagi hari March terbangun dengan posisinya yang masih memeluk Celine, dan Celine kembali memeluk ya. dia pun tersenyum saat Celine tertidur dengan pulas dipelukanya.
Dia terus menatap wajah Celine yang begitu polos dan manis saat tertidur, March ingin mengecup bibir Celine sebelum dia keluar dari kamarnya.
Namun saat bibirnya baru menyentuh bibir Celine, Celine membuka matanya dengan perlahan dan melihat kearah March yang sedang mencium bibir Celine.
March langsung menjauhkan wajahnya dan turun dari tempat tidur.
"Sorry…" ucap March dengan gugup dan membenarkan pakaianya yang tersingkap keatas.
Celine mendudukan tubuhnya diatas ranjang lalu menyenderkan punggungnya kekepala ranjang miliknya.
"Kenapa kamu tidur disini?" tanya Celine pura - pura tidak tau keberadaan March semalam.
"Aku cuma Inging tidur aja dengan anak ku" jawab March melangkahkan kakinya keluar kamar.
Celine ternyenyum tipis mendengar jawaban dari March dengan nada bicara yang gugup. dia pun langsung pergi kekamar mandi untuk menggosok giginya sebelum dia sarapan keluar kamar.
__ADS_1
"Aku sudah membicarakan keputusan kita untuk kamu sekolah dirumah beberapa bulan ini kepada guru - guru" March memulai pembicaraannya dengan Celine ditenga - tengah sarapa mereka.
Karena sekarang hari libur. makanya banyak waktu untuk March dan Celine mengobrol.
"Dan mulai besok, guru - guru akan mengirim kamu tugas - tugasnya lewat e-mail kamu" lanjutnya kembali.
"Apa mereka tidak curiga tentang kita?" Celine masih khawatir tentang hubungannya dengan March.
"Tidak ada yang tau tentang ini, termasuk Abian". March yang mulai kesal dengan Celine karena tidak mau ada yang tau hubungannya dengan diaa. padahal hubungannya yang telah halal menurut agama dan negara, dia langsung meninggalkan meja makan dan pergi kekamarnya menyelesaikan tugas yang belum selesai.
"Kenapa dia?" tanya Celine kepada dirinya sendiri atas perubahan sikaf March dan melanjutkan kembali sarapanya.
March masuk kekamarnya dan membuka laptopnya melihat berkas yang masuk ke email-nya untuk dia kerjakan. saat dia membuka semua berkas emailnya, dia melihat ada notif dari seorang perempuan.
March membuka notif itu dan membalas pesan yang diberikan kepadanya dengan tersenyum bahagia.
Sedangkan celine yang telah selesai dengan sarapanya langsung keruang tv untuk menonton. dia merasa sangat bosan ketika dikamar terus - terusan akhirnya memutuskan untuk menonton, dengan perhatianya yang terus melihat keatas kamar March.
"Sesibuk itukah sampai lupa pada istrinya?" tanya Celine kepada dirinya sendiri yang sudah mulai kesal. Mau tidak mau Celine pun menonton tv seorang diri.
"Astaga… kenapa gw jadi ingin terus bersamanya lagi" setelah sadar dengan sikaf dirinya yang aneh dia menarik rambutnya kebelakang prustasi.
"Sayang apa kamu ingin selalu dengan Daddy kamu…?" tanya Celine dengan mengusap perutnya.
Tanpa dia duga, anaknya menendang - nendang kembali perut Celine dan dia merasa kesakitan. "Ahhh……"
"Kamu kenapa?" tanya March yang melihat Celine setelah turun dari kamarnya.
"Ngga ada…" jawabnya dengan mengusap perutnya.
__ADS_1
March menghampiri Celine dan duduk disebelah istrinya."Apa aku boleh memegang perutmu?" dia meminta izin istrinya sebelum dia memegang perut istrinya.
Celine menatap suaminya saat March meminta izin untuk memgang perutnya, tanpa sadar diapun menganggukkan kepalanya tanda mengijinkan suaminya.
March tersenyum dan langsung memegang perut Celine. "Sayang kamu kenapa nak…?" tanya March kepada anaknya dengan mengusap - ngusap perut Celine.
Celine terus memperhatikan gerak gerik March berbicara dengan anaknya.
"Kamu jangan nendang - nendang terus, kasian kan mommynya kesakitan" lanjutnya kembali dengan mencium perut Celine.
Dengan repleks Celine langsung menjauhkan perutnya dari March setelah March menciumnya.
"Sorry…" March yang merasa tidak enak akan sikapnya kepada Celine langsung meminta maaf.
"Ngga masalah…" jawab Celine singkat.
Dia hanya trauma dengan kejadian malam dimana March merenggut masa depannya. dia ingin seperti dulu lagi dengan March, namun dia juga belum bisa memaafkan perbuatan March.
.
.
.
.
.
Happy reading gays...
__ADS_1
terus semangati ya authornya biar rajin update nya🤗🤗