Aku Dan Titik

Aku Dan Titik
Penurunan Perusahaan


__ADS_3

Setelah beberapa Minggu Celine sembuh dan beraktivitas seperti biasa. Dia kembali ke sekolahan, karena tidak akan ada yang tau dia sudah menikah.


"Ayo pergi…" ajak March setelah selesai dengan sarapan nya.


"Lo duluan aja, gw pake mobil sendiri" tolak Celine yang masih sarapan.


"Lihat sekarang udah jam berapa?" March melihatkan arah jam tanganya kepada Celine yang terlihat masih berleha - leha.


"Iya ini sebentar lagi juga beres…" Gerutuk Celine yang tidak enak diburu - buru saat sedang sarapan.


"Kamu ada ujian kan sekarang. gimana kalo telat?" March menarik tangan Celine yang masih mengunyah.


"Astaga gak sabaran banget si…"


***


"Celine nanti malam keluar yu… gw bosen banget udah lama ngga keluar nongkrong kaya dulu lagi" keluh Evellyn yang merindukan masa - masa sebelum Celine menikah.


"Gw lihat nanti malam ya, si March bawel banget nyuruh gw belajar…" jawab Celine mengingat setiap malam March harus terus mengoceh - ngoceh.


"Astagah… suami Lo itu perhatian banget nyuruh - nyuruh istrinya belajar…" Evellyn memegang tangan Celine kagum terhadap suami sahabatnya.


"Gw males banget denger Omelan dia…" Celine memalingkan matanya dan melihat March yang sudah berdiri disampingnya.


"Nungguin apa lagi?…" tanya March menaikan alisnya sebelah.


"Celine ada suami lo…" Evellyn merasa ketakutan saat Celine menggrutuk suaminya.


"Ayo masuk kalian…" titah March tegas.


Celine dan kedua sahabatnya akhirnya memutuskan untuk pergi ke kelasnya sebelum March dan Abian akan menghukum mereka.


"Emng dia suka ngomel - ngomel kalo ada dirumah?" tanya Evellyn melanjutkan obrolan tadi sambil berjalan.


"Ya gitu…" jawab Celine singkat.


Evellyn menggaruk kepalanya yang tidak gatal saat mengetahui sikaf March dirumah. "Tapi kelihatanya dia itu cuek banget ya…"


"Udah Lo jangan dibahas lagi, nanti ada dibelakang Lo lagi orangnya". Lyana mencubit pinggang Evellyn yang terus - terusan membahas March.


"Isshh… Lo kebiasaan ya kalo udah nyubit" Evellyn meringis kesakitan.


"Lebay banget si…" jawab Lyana sambil duduk dibangkunya.


"Selamat pagi anak - anak" Sapa guru yang mengawas saat ujian dikelas Celine.


"Pagi Bu..." jawabnya serentak.


"Kalian udah siap ujian hari ini?" tanya gurunya.


"Siap ibu…"


"Sebelum dimulai mengisi jawaban ujianya. kalian berdoa dulu agar dimudahkan dalam mengisinya" ucapnya.


"Kalian isi jawabanya yang bener, jangan asal - asalan" lanjut guru itu setelah selesai berdoa dan langsung membagikan selembar kertas ujianya.


Semua siswa siswi mengerjakan ujianya dengan tertib dan teratur. pada fokus pada jawaban yang telah tersedia dilembar kertas ujian masing - masing.

__ADS_1


"Astaga susah banget…" gumam Evellyn yang kebingungan mengisi ujianya.


Evellyn melirik kearah Celine dan Lyana yang sedang fokus mengisi ujianya.


* Beberapa jam kemudian.


"Jadi kan kita keluar sekarang?" tanya Lyana setelah menyelesaikan ujianya hari ini.


"Ayo jadi…" jawab Evellyn yang sangat semangat.


"Lo gimana?" tanya Lyana melihat kearah Celine.


Tanpa berfikir lagi March akan marah atau ngga. Celine menyetujui ajakan Lyana.


"Yaudah ayo…"


Seketika Evelyn bengong dengan menatap Celine. "Suami Lo ngga akan marah?".


"Biarin aja. gw pusing seharian dirumah terus" Celine berjalan kearah mobil Lyana tanpa menunggu kedua sahabatnya.


"Yaudah ayo…" Lyana langsung menarik tangan Evellyn saat melihat Evellyn masih terbengong.


"Yaudah… kita kemana nih?" tanya Celine yang mengemudikan mobilnya.


"Kita ketempat biasa aja lah…" jawab Evellyn.


"Astaga… Celine udah punya suami. kalo dia kenapa - napa bagaimana kita tanggung jawab?" Lyana langsung mendengar jawaban Evelyn melihat kebelang kepada Evelyn.


Lyana tau tempat biasa mereka sekarang menjadi diclub malam. dan dia tidak ingin mengambil resiko atas perbuatanya.


"Terus kita kemana?" tanya Evellyn.


"Yaudah kita coba aja kesana" jawab Evellyn.


Celine lanjung mengemudikan mobilnya menuju tempat yang sudah mereka setujui. sepanjang perjalanan mereka sangat menikmatinya, karena beberapa bulan momen seperti ini terulang kembali setelah sekian lama Celine home schooling.


"Btw… lu udah izin sama suami lu?" tanya Lyana yang melihat Celine tidak membuka ponselnya.


"Dia tau gw lagi sekolah" jawabnya santai.


"Tapi dia kan kepala sekolah kita, siapa tau dia mendadak kesekolah untuk mengontrol" tanya Evellyn dengan sangat khawatir.


"Biarin aja lah… lagian dia juga gak bakalan tau gw udah pulang" Celine terus mengemudi dengan tenang.


Kedua sahabat Celine geleng - geleng kepala melihat sikaf Celine yang tidak peduli terhadap March, suaminya.


****


"Perusahaannya semakin menurun. kenapa ini bisa terjadi?" tanya March setelah beberapa Minggu tidak melihat perkembangan perusahaanya.


"Banyak kendala dalam pemasaran hotelnya, orang - orang kurang tertarik dengan iklan yang diberikannya" jelas Jerry.


"Kenapa tidak diperbaikia dalam pemasaran iklannya?" tanya March yang baru mengetahui permasalahan ini.


"Karyawan kami sedang sakit. dan tidak bisa masuk untuk membuatkan iklan nya. dan ada beberapa orang yang sanggup membuat iklan itu. namun semuanya tidak sesuai yang diharapkan. sehingga pelanggan kami mulai menurun" jelasnya kembali


March memijat keningnya, dia tidak menyangka akan seperti ini setelah beberapa Minggu dia tidak masuk ke kantornya.

__ADS_1


"Biar gw yang urus semuanya.." ucap March melangkahkan kakinya keluar ruangan.


Jerry langsung mengikuti langkah atasanya untuk menuju tempat pembuatan iklan untuk produknya.


setelah sampai tujuan. March langsung mengalaman komputer dan membuka iklan - iklan yang telah dibuat Karyawan lain.


"Astaga…" gumam March saat melihatnya.


"Kalian fokus pada kerjaan kalian kembali. saya yang akan memperbaiki ini" suruh March kepada karyawan yang ada disana.


"Tapi March. sekarang kita ada meeting…" Jerry mengingatkan kembali jadwal March.


"Jam berapa?" tanya March dengan mata fokus kelayar komputer.


"Sebentar lagi".


"Bisa diatur" lanjutnya lagi dan membenarkan iklan yang kurang menarik dalam pemasaran produk nya.


Sebelum March menemui kliennya. dia terus memperbaiki permasalahan dalam kantornya dengan ditemani sekertarisnya, Jerry.


Beberapa menit kemudian, March langsung mengajak Jerry pergi menemui klienya ditempat biasa March meeting.


"Lo lebih cepet sedikit mengemudinya. biar kita tidak terlambat" titah March terus memandangi ponselnya.


"Dari tadi terus saja membenarkan iklannya. sekarang waktunya mepet jadi nyalahin gw" Gerutuk Jerry kesal saat sifat March yang asli mulai keluar.


"Jangan banyak omong, maju yang cepat…" timpal March yang mendengar gerutukan Jerry.


Jerry memutar bola matanya malas, dan langsung mengebutkan kendaraanya.


***


"Selamat siang tuan Evan…" setelah sampai ditempat tujuan dan menemui client, Jerry mengulurkan tanganya tanda sapaan kepada tamunya.


"Selamat siang…" jawabnya membalas uluran tangan Jerry.


"kami meminta maaf telah membuat kalian jadi menunggu" setelah bergantian berjabat tangan dengan March, Jerry merasa tidak enak karena telah membuat tamunya menunggu.


Evan tersenyum ramah. "Tidak masalah, kami juga baru nyampe".


"Kalian pesen minum aja dulu…" titah Evan setelah memanggil pelayan direstoran yang mereka tempati.


.


.


.


.


.


.


Haii gayss... kembali lagi bersama AKU DAN TITIK.


untuk beberapa hari ini aku jarang up. karena sangat sibuk.

__ADS_1


kalian terus tunggu kelanjutannya ya😘😘


jangan lupa juga, berikan like, komen, dan vote nya ya❤️🌹


__ADS_2