Aku Dan Titik

Aku Dan Titik
Awal mula


__ADS_3

Setelah sampai dirumah Celine, Lyana dan Evellyn masuk kedalam dengan menjinjing makanya.


"Bawa apa kalian?" tanya Celine saat Lyana dan Evellyn menyimpan nya dimeja.


"Kenapa bawa stroller juga?" tanya Celine yang melihat salah satu asisten rumah tangganya menyimpan stroller dihadapanya.


"Sedikit makanan," jawab Evellyn.


"Tadi kami Abis dari mall makanya sekalian bawain ponakan gw buah - buahan dan juga stroller". lanjutnya dengan mengusap perut Celine.


"Astaga…" Celine menggaruk kepalanya yang tidak merasa gatal.


"Semakin gede aja ya" ketus Lyana yang melihat perut Celine membuncit.


"Ya bagus lah makin gede… kan makin cepet juga buat keluarnya" ucap Evellyn dengan tertawa.


"Suami Lo kemana?…" tanya Evellyn yang berpura - pura tidak mengetahui keberadaan suaminya Celine.


"Ada kerjaan yang harus dia bereskan hari ini" jawab Celine dengan pokus melihat pesan yang masuk kedalam ponselnya.


"Ohh…" jawab Lyana dan Evellyn berbarengan dengan saling memandang.


"Celine apa Abian tau tentang pernikahan Lo sama pak March?" Evellyn melontarkan pertanyaan yang terus membelenggu dalam hatinya.


Dengan repleks Lyana menyenggol lengan Evellyn yang ada disampingnya takut Celine merasa tersinggung atas pertanyaannya.


"Apaan sih lo…" Evellyn berbisik kepada Lyana.


"Ya mana gw tau… udah lama juga kan gw ngga ada dirumah" jawab Celine singkat.


"Lo tau kan Abian sangat mencintai Lo" ucap Evellyn dengan matanya yang mulai menyipit melirik Celine.


"Ada kalian juga disini…" March yang tiba - tiba datang mengagetkan ketiga gadis yang berada diruang televisi, ketiga gadis itu langsung melihat kearahnya.


"Astaga…" Evellyn sangat kaget, dia takut March mendengar ucapanya tad.


"Apa kan kata gw juga" Lyana langsung mencubit pinggang Evellyn.


"Ehh… Pak March…" Lyana tersenyum kaku kepada March merasa canggung.


"Ngga usah panggil pak… ini diluar sekolah" titah March yang tidak enak kalau harus dipanggil pak diluar sekolahan.


"Lanjutkan mengobrol kalian. saya pergi dulu" March memundurkan diri untuk pergi ke kamarnya beristirahat sampai kedua sahabat istrinya pergi.


"Makanya lu jangan asal ngomong. suaminya datang kan" Lyana menoyor kepala Evellyn saat March sudah menaiki anak tangga menuju kamarnya.


Sedangkan Celine hanya terdiam tidak berkata apa pun.


"Celine lu ngga ngikutin suami lu kekamar?" tanya Evellyn dengan polosnya.


"Mau ngapain?" Celine malah bertanya baling dengan bingung.


"Astaga Celine… suami Lo baru pulang kerja. Lo sambut dia ke ngikutin dia ke kamar ke.. ngga romantis banget si lu itu" ketus Evellyn.

__ADS_1


"Dia kan udah dewasa, ngapain gw ikutin" ucap Celine dengan mengunyah makanan yang baru ia masukan kedalam mulutnya.


Mereka bertiga terus mengobrol dan tertawa hingga lupa waktu. March yang telah siap dengan pakaian tidurnya turun kebawah untuk makan malam.


"Astaga ini udah malam na…" ucap Evellyn yang baru tersadar waktu sudah malam setelah melihat March yang turun menuju bawah.


"Astaga… kita keseruan disini" Lyana dengan tertawa kecil.


"Yaudah kita mau pulang dulu ya…" lanjut Lyana dengan merapihkan barang - barangnya.


"Kalian nginep aja disini, udah malam pulang juga" mohon Celine kepada kedua sahabatnya.


"Nanti takut gangguin Lo lagi yang mau mesra - mesraan sama suaminya" goda Evellyn dengan mengedipkan matanya sebelah.


March yang tidak sengaja mendengarnya langsung tersedak makan malamnya. dan ketiga gadis itu langsung melihat kearahnya.


"Astaga pak… maafin saya" repleks Evellyn langsung menghampiri March dan memberikannya segelas air putih yang ada didepannya.


"Ini minumlah…"


March langsung meminumnya dan berterima kasih kepada Evellyn.


"Keluarin aja langsung pak dari sekolah…" ledek Lyana mulai kesal dengan ucapan Evellyn yang ceplos - ceploskan.


"Yaudah kami balik dulu ya line" lanjutnya kembali dengan mencium perut Celine terlebih dahulu.


"Yaudah kalian hati - hati" ucap Celine dengan sedikit berteriak.


"Kamu gak makan?" tanya March saat melihat Celine yang akan masuk kedalam kamarnya setelah sahabat dia keluar dari rumahnya.


March hanya menggelengkan kepalanya melihat Celine yang tidak menghormatinya sedikitpun.


***


Setelah beberapa bulan Celine dan March menikah. Kandungan Celine pun sudah mulai membesar dan makin kelihatan perutnya yang membuncit.


Pagi hari March diajak Celine untuk mengontrol kandunganya kembali kerumah sakit tempat yang biasa dia kunjungi. tetapi March tidak bisa mengantarnya dikarenakan ada meeting client dari luar negri. dan Celine pun tidak memaksakan March harus mengantarnya.


"Maafkan aku, untuk saat ini aku ngga bisa mengantarmu. bagaimana kalau besok aja kedokternya" March menyarankan besok untuk kerumah sakitnya.


"Ngga usah biar gw aja sendiri, kapan - kapan aja lagi nganternya" jawab Celine.


"Besok aja ya kedokternya" March mengulangi perkataanya.


"Ngga papa, gw bisa sama supir. Lo berangkat aja sekarang, nanti telah" Celine menyuruh March segera menemui client pentingnya.


Setelah beberapa menit March pergi. Celine pun mulai berangkat pergi mengontrol kandunganya dengan supir kepercayaan March.


"Disini aja saya turunya" Celine menghentikan mobilnya cukup jauh menuju pintu rumah sakit itu.


"Tapi nona ini masih jauh" Ucap supir itu dengan sedikit khawatir terjadi sesuatu dengan majikanya.


"Tidak masalah, biar saya jalan aja" Celine mempersiapkan diri untuk turun dari mobil dan berjalan kaki menuju pintu rumah sakit.

__ADS_1


Saat Celine akan menyebrangi jalan,tanpa melihatnya ada motor yang mengemudi dengan cepat sehingga dia hampir terserempet.


Supir yang mengantar Celine langsung keluar mobil dan bertanya keadaan Celine. "Apa nona baik - baik aja?"


"Saya baik - baik aja" jawab Celine yang masih merasa kaget.


"Nona maafin saya" supir itu merasa bersalah karena kecerobohannya.


"Ngga masalah, kamu diam aja jangan ada yang tau soal ini" ucap Celine agar tidak ada yang tau soal ini.


"Baik nona"


Celine kembali berjalan menuju ruangan yang telah dia pesan tadi.


"Selamat siang nona Celine" sapa resepsionis rumah sakit yang melihat Celine melewatinya dan Celine pun hanya tersenyum tipis.


"Suaminya tidak ikut?" goda dokter kandungan yang biasa memeriksa Celine sambil mengoleskan gel keatas perut Celine untuk USG. Celine hanya tersenyum.


"Kandunganya baik - baik aja, pertumbuhan anaknya juga baik. nona harus sering - sering aja berolah raga agar bisa melahirkan secara normal" jelas menjelaskan kandungan Celine.


"Terimakasih dokter" Sebelum Celine perpamitan.


Setelah selesai dengan pemeriksaanya, Celine berencana untuk pergi ke mall. karena sudah lama juga dia tidak pergi ke mall.


"Perlu saya ikuti nona?" tanya supir itu setelah parkir didepan mall.


"Ngga usah, saya bisa sendiri" tolak Celine.


Celine mulai memasuki mall tersebut dengan sangat happy. setelah sekian lama akhirnya dia bisa kembali lagi berbelanja tanpa ada orang yang mengikutinya.


Celine memasuki salah satu toko yang sering ia kunjungi untuk membeli pakaianya dan langsung memilih - milihnya.


"Astaga… ko ini pada kecil banget si" Gerutuk Celine yang tidak menemukan ukuran baju untuknya.


Semenja mengandung, berat badan Celine menjadi bertambah efek dari suka makan makanan yang manis - manis dan berlemak tinggi.


"Maaf mba, ada ukuran ini yang lebih besar?" tanya Celine kepada salah satu pekerja yang melintas dihadapanya.


"Sebenatar nona. biar saya cari dulu…"


Sambil menunggu Celine memilih - milih baju kembali. namun dia melihat sosok pria yang sangat dia kenal selama ini, dia terus mengamati pria itu yang terlihat mesra bersama perempuan yang ada disebelahnya.


"Ohh… jadi itu client pentingnya…" gumam Celine dengan kesal.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Tinggalkan jejak ya ya…… Biar tambah semangat up nya🤗🤗


__ADS_2