Aku Dan Titik

Aku Dan Titik
Mengelap Badan


__ADS_3

Evellyn mengagumi kecantikan Allena saat pertama kali melihatnya.


"Lihat aja pak March ya gimana" jawab Lyana sambil menancapkan gas mobilnya.


"Tapi Lo lihat gak sih… si Celine sama Allena akrab banget" Evellyn yang menyadari kedekatan Celine dan Allena sangat rapat.


Lyana melirik kearah Evellyn."Kan mereka iparan bego".


"Tapi kan seharusnya kalo iparan ngga sedekat itu. apalagi ini kan pertama kali mereka ketemu" lanjut Evellyn terus membahas kedekatan Celine dan Allena.


"Yaudah Lo tanyain aja sama si Celine biar tau jawabanya".


Akhirnya Lyana pasrah dengan pertanyaan - pertanyaan Evellyn yang membuatnya juga menjadi penasaran.


***


Setelah Celine diperiksa oleh dokter. Glaretha, Mira, Anggara, dan Alena pergi untuk makan siang dulu, March tidak Inging ikut. karena dia ingin tetap bersama istrinya.


"Celine…" March memanggil nama Celine saat dia sedang memainkan ponselnya.


"Untuk sementara ini kita tidur satu kamar aja, karena bakalan ada kedua orang tua kita juga nanti dirumah"


March menyampaikan isi hatinya dengan gugup, setelah semalam dia pikirkan.


"Kenapa harus sekamar segala?" tanya Celine menyimpan ponselnya.


"Kalo mereka tau kita beda kamar, bagaimana nanti mereka berfikir?" bukanya menjawab pertanyaan Celine, March malah balik bertanya.


"Mereka ngga bakalan suka kalo kita beda kamar, jadi untuk sementara kamu tidur diatas dulu" jelas March kembali.


"Yaudah terserah…" Celine yang malas ribut pun menyetujuinya.


"Tapi kamu setuju kan?" tanya March memastikan.


"Kalo ngga setuju ngga masalah juga" lanjutnya.


Celine pun berpikiran sama dengan March, dia tidak ingin orang tua dan mertuanya tau dia beda tempat tidur selama menikah dengan March.


"Yaudah iya gw mau" Celine menjawab pertanyaan March dengan kesal.


March mengambil makan siang Celine yang telah dipesan ya tadi dan menyuapi istrinya. "Kamu makan dulu".


"Gw belum mau makan… nanti aja sebentar lagi" Celine menolak suapan March dan kembali memainkan ponselnya.


March tersenyum kecil dan langsung menyodorkan sendok kedalam mulut Celine, "Waktunya minum obat. jangan telat makan"

__ADS_1


"Ishh…" dengus Celine saat March menyuapinya dengan paksa.


"Harus mau kalo disuapin sama Sumi tu" ucap March saat melihat Celine yang kesal.


"Jarang - jarang ada suami yang mau nyiapin istrinya yang lagi sakit, apalagi ganteng kaya aku"


Sesekali March barcanda, agar dalam kondisi seperti ini dia bisa mengambil hati Celine kembali seperti dulu.


"Gak jelas banget…" gumam Celine dengan memutar bola matanya.


Setelah sarapanya selesai, dan March telah memberikan obat kepada Celine. dia membantu Celine untuk berganti baju, karena Celine tidak nyaman kalau tidak mengganti bajunya.


"Ahhh…" Celine meringis kesakitan bekas operasinya yang belum mengering.


"Kamu duduk aja disini, aku yang akan mengelap badan kamu" titah March yang tidak tega melihat istrinya kesakitan.


"Ngga usah… gw masih bisa kekamar mandi"


Aaaaaa……


Celine menjerit kesakitan saat dirinya berusaha berjalan kekamar mandi tanpa mendengarkan tawaran March.


March menolong Celine yang sempat terjatuh kelantai."Tuh… apa kan kata aku juga. ngga nurut sih Ama suaminya"


"Tidurlah lagi… biar aku yang lapin badan kamu". March langsung menggendong badan Celine dan membaringkannya kembali.


"Tutup mata lo…" ucap Celine saat March akan membuka kancing baju Celine.


"Aku udah pernah liat badan kamu…" gumam March dengan tersenyum kecil.


"Ishh……" Celine tidak bisa menolak March untuk tidak membukakan pakaianya. karena dia sudah terlanjur sakit dibagikan perutnya.


"Yaudah cepetan… keburu ada orang masuk" lanjutnya lagi.


Dengan terburu - buru, March membuka kancing baju Celine "Iya sebentar… kan lagi dibukain dulu bajunya. lagian juga pintunya dikunci, biar tau ada orang masuk kedalam".


"Nanti orang - orang gimana kalau berfikiran yang aneh - aneh" Celine mulai ngegas dengan omonganya. dia benar - benar begitu kesal dengan March.


"Kita kan suami istri, ya mau gimana lagi" jawab March dengan memerat handuk kecil yang telah dicelupkan kedalam mangkuk.


"Tutup mata lo…" Celine menutup mata March, saat suaminya mulai mengelap dirinya.


March berhenti sejenak dan kembali menegakan badanya. "Bagaimana bisa mengelap badan dengan mata ditutup, nanti kalau kena jaitanya gimana?"


"Banyak alasan" Akhirnya Celine pun pasrah dengan March. dia membiarkan suaminya mengelap badanya dengan sangat hati - hati.

__ADS_1


Saat sampai diperut yang ada bekas jaitanya, March berdiam dan mencium lembut perut Celine.


"Ihh apaan si… Itu masih basah." Celine sedikit mendorong bahu March.


"Ini itu bukti perjuangan seorang ibu" ucap March dengan tersenyum.


"Kenapa harus dicium - cium segala".


March tidak mendengarkan perkataan Celine. dia kembali melanjutkan dengan aktifitasnya. dan kembali membatu Celine memakai pakaianya.


"Udah beres…" ucap March membereskan barang - barang yang tadi dia gunakan.


March sangat senang, saat dirinya bisa seharian dengan Celine. meskipun Celine terlihat kesal pada dirinya. dia begitu teliti merawat istrinya.


Sekilas Celine melihat kearah March. begitu teliti nya dia merawat dirinya. sampai mau mengelap dirinya. Celine begitu kangen dengan perlakuan March seperti ini.


Dulu March selalu menjaganya dan menyayangi Celine. namun karena kejadian itu, Celine sudah tidak percaya lagi terhadap March. dan meninggalkan March.


"Ishhh… jangan melamun…" March menjentikkan kedua jarinya dihadapan Celine.


Seketika Celine langsung tersadar dari lamunannya, dan menatap dalam March.


"Kamu kenapa si…" lanjut March. merasa herang karena tidak biasanya Celine menatapnya sedalam itu sembari terus melanjutkan aktifitasnya


"March…" lirih Celine.


"Hmmm…" March melihat kearah Celine dengan mengangkat kedua alisnya.


"Tunangan Lo…"


.


.


.


.


.


.


Happy reading gays.....


terus ikuti ceritanya ya, dan jangan lupa juga berikan komentar, like dan vote nya ya. biar authornya tambah semangat...🌹

__ADS_1


__ADS_2