
"Kalian jadi akan berlibur?" tanya Glaretha yang tengah menyiapkan sarapan dirumahnya.
Glaretha dan Mira berencana untuk anaknya berbulan madu kembali setelah Celine menyelesaikan ujian nasionalnya.
Celine dan March saling memandang, mereka tidak mungkin jika harus menolak keinginan orang tuanya.
"Celine masih proses pendaftaran kuliah mom…" Jawab Celine mencari alasan.
Glaretha mengerutkan keningnya "Bukanya udah selesai dengan pendaftaran kamu?"
"Kemaren sempat ada masalah diakhir berkas - berkasnya mom…" Celine terus mencari alasan. dia tidak ingin berlibur dengan March.
"Perusahaan juga dalam kondisi penurunan mom. March akan menyelesaikannya terlebih dahulu" Tambah March agar mertuanya menunda untuk keberangkatan ya dengan istrinya.
"Perusahaan kamu belum membaik juga?" tanya Glaretha mengalihkan pembicaraan.
"Dalam perbaikan. sebenatar lagi akan kembali membaik" jawabnya dengan tersenyum agar mertuanya tidak terlalu mencemaskan ya.
"Bagaimana dengan kerjasama sama Pak Evan aduptra?" tanya Zeyn saat mendengar March ada kerjasama dengan sahabatnya Evan.
"Semua berjalan dengan lancar dad. pak Evan menyetujui semua kerjasamanya" Jelas March dengan bangga.
"Daddy dengar pak Evan akan berobat jalan untuk sementara. dan kantornya akan dipimpin oleh anaknya" Zeyn memberitahu apa yang dia ketahui tentang sahabatnya kepada menantunya, agar tidak merasa tegang saat mereka pertama kali bertemu nantinya.
"Pak Evan ada riwayat penyakit apa gitu dad?" tanya March dengan menyimpan garpu dan sendok ya dipiting bekas sarapanya.
"Masalah itu Daddy kurang tau. dia tidak pernah bercerita soal penyakitnya. hanya memberitahu dalam berobat jalan selama ini" jawabnya dengan kasian terhadap Evan yang begitu lengket denganya.
"Semoga beliau cepat sembuh" sedikit doa untuk Evan yang diberikan March dengan tulus.
"Kalian sekarang mau kemana?" tanya Galretha yang mengingat sekarang hari libur.
"Aku akan kekantor dulu sebentar, dan menjemput Celine untuk membereskan pendaftarannya" jawab March gercap.
"Yaudah kamu siap - siap sana, biar ngga terlalu siang kekantornya" titah Glaretha yang melihat March telah selesai dengan sarapanya.
"Iya mom. dad March kekamar dulu ya" izin March sebelum dia masuk kedalam kamarnya.
"Celine kamu bantu suami kamu siap - siap sayang" titah Glaretha yang melihat Celine masih asik dengan sarapanya.
"Dia bisa sendiri mom…" tolak Celine mengunyah makananya.
"Sayang kamu ngga boleh kaya gitu. sana bantuin suami kamu" titahnya lagi dengan sedikit peringatan.
"Yaudah iya" Celine pun bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri March yang sedang bersiap - siap dikamarnya.
"Lo pake baju yang itu" titah Celine yang sedang mencari celananya saat melihat March telah keluar dari kamar mandi.
March tersenyum bahagia saat Celine menyiapkan baju kantor untuknya. "Makasih"
__ADS_1
"Hemmm… Ini celananya" jawab Celine dan memberikan celananya kepada March.
"Kamu mau ikut kekantor?" tanya March berencana mengenalkan kantor miliknya kepada Celine.
"Gw dirumah aja. kapan - kapan gw akan ikut kekantor Lo" Jawab Celine.
"Yaudah, aku berangkat sekarang" March melangkahkan kakinya keluar dari kamar.
Setelah berpamitan dengan kedua mertuanya, March meninggalkan kediaman Zeyn Hasel Nathanaen dan menuju kekantornya.
"Kamu tau kantor March dimana??" tanya Glaretha saat anaknya menghampiri dirinya diruang tamu.
"Celine belum pernah kekantornya mom" jawabnya mendudukan badanya.
"Hah… seriusan?" tanya Glaretha merasa kaget.
"Kamu menikah hampir satu tahun sama March. tapi belum pernah kekantornya?" tanya nya lagi.
"Lagian mau ngapain juga kesana mom. ngga ada kerjaan banget" Celine mulai membuka ponsel dan melihat notifikasi yang masuk dalam ponselnya.
"Setidaknya kamu mengetahui dimana letak perusahaanya" Glaretha menepuk pundak anaknya merasa gemas.
"Kapan - kapan Celine akan ikut kesana" ucap Celine yang juga sebenarnya penasaran dengan kantor suaminya.
"Terus kenapa tadi kamu ngga ikut aja?" tanya Glaretha.
"Ya ampun… anak mommy mulai perhatian sama suaminya ya" ucap Galretha dengan nada menggoda kepada anaknya yang terlihat cuek.
"Ihh… apaan si mommy" Celine memutar bola matanya malas.
"Kamu itu harus perhatian sama March, kasian dia jika kamu cuekin dia terus setiap saat. lagian dia juga sayang, perhatian, dan selalu menjaga kamu dengan baik kan." Galretha memberikan nasehat kepada anaknya agar menerima March dengan setulus hatinya.
"Inget sayang, manusia itu ada batas kesabaran nya. jangan sampai kamu mengecewakan March sehingga March tidak mau lagi melihat wajah kamu" lanjutnya lagi dan langsung meninggalkan Celine sendirian.
Celine terdiam dengan apa yang Glaretha ucapkan kepadanya. bagaimana pun juga March sangat sayang kepadanya, dan dia harus mulai menerimanya dengan baik.
****
Saat sampai kekantornya dan melihat Jerry ada dimejanya, March langsung menanyakan perkembangan kantornya setelah beberapa Minggu mengalami penurunan."Bagaimana dengan perusahaan kita sekarang?".
"Semuanya hampir membaik" Jawab Jerry dengan memeluk March bangga atas kerja kerasnya.
"Selamat March, semua atas kerja kerasmu" lanjutnya lagi dengan menepuk - nepuk punggung March.
"Karyawannya telah kembali?" tanya March melepaskan pelukannya.
"Dia masih dalam kondisi pemulihan. tidak mungkin jika harus langsung bekerja" jelasnya.
"Udah gw bilang, ini semua atas kerja kerasmu" lanjut Jerry.
__ADS_1
"Gw dilawan…" ucap March dengan kesombongannya yang biasa ditunjukan kepada Jerry dengan meninggalkanya menuju ruangannya.
"Udah ganteng, pinter, sombong juga" ucap Jerry mengikuti langkah kaki March menuju ruangan CEO.
"Bacakan jadwal gw hari ini" titah March setelah mendudukan badanya.
"Ada meeting sentar lagi dengan pak Evan membicarakan proyek kita" jelas March.
"Setelah itu?…"
"Cuma itu aja" jawab Jerry.
"Lo bawa mobil sendiri aja. gw langsung pulang setelah selesai meetingnya" ucap March menyiapkan materi presentasi untuk meetingnya.
"Tumben Lo langsung pulang?" tanya Jerry.
"Nganterin Celine daftar ulang" jawabnya.
"Dia gak keterima?" Jerry sedikit kaget saat March akan mengulang pendaftaran kuliahnya.
"Asal aja lo…" March melempar Jerry dengan pulpennya.
"Ada masalah dalam komputernya saat pendaftaran Celine" jelas March bersiap - siap akan segera pergi meeting.
Jerry berfikir kasian dengan Celine saat dalam perjalanan menuju tempat parkiran. "Lo ngga kesian dia kuliah sendirian ngga bareng sama teman - temanya?".
"Biar dia bisa mandiri, da ngga terlalu bergantung pada sahabatnya" jawabnya menaiki mobil milik dirinya.
"Kurang mandiri apa dia" grutuk Jerry kesal.
.
.
.
.
.
.
Happy reading gays....
Ketemu lagi dengan AKU DAN TITIK.
maaf ya untuk beberapa saat ini aku ngga bisa up rutin. tapi terus nantikan aja keseruannya ya. aku pasti bakalan lanjutin ceritanya ko kalo kalian suka.
Jangan lupa berikan dukunganya juga ya❤️
__ADS_1