Aku Dan Titik

Aku Dan Titik
Ngidam


__ADS_3

"Kalian ko bingung gitu?" tanya Glaretha yang heran kepada kedua sahabat Celine saat melihat March ada bersamanya.


"Dia itu kan suami celine…" lanjutnya kembali.


"Apa…!!" Lyana dan Evellyn merasa kaget dengan apa yang diucapkan oleh Glaretha.


Lagi - lagi Celine menepuk jidatnya pusing akan menjelaskan apa dia kepada sahabatnya. sedangkan March hanya tersenyum kecil melihat eksperi Lyana dan Evellyn.


"Tante bercanda ya?" tanya Evellyn yang masih merasa tidak percaya.


"Ngapain bercanda, tanya aja sama Celine" Glaretha menjunjung kearah Celine.


"Celine ini serius?" Evellyn langsung duduk disebelah Celine dengan mengguncangkan badan Celine.


"Gw bisa jelasin semuanya" Celine akhirnya pasrah dan akan menjelaskan semuanya dengan mengarang, langsung menghentikan tangan Evellyn.


"Pak March astaga… ngga nyangka banget" ucap Lyana lirih.


"Emangnya kenapa?" tanya Glaretha saat mendengar ucapan Lyana.


"Ngga ada Tante, cuma ngga nyangka aja gitu. padahal disekolah mereka biasa - biasa aja, kaya ngga ada ikatan apapun saling cuek" Lyana menjelaskan keadaan Celine dan March saat disekolahan.


Glaretha langsung melirik kearah Celine dan March dengan tatapan yang tajam.


"Kalian jangan seperti itu lagi, lagian juga kan nanti bakalan pada tau kalian pasangan suami istri" ucapnya.


"Tapi mom…"


"Ngga ada tapi - tapian" Glaretha menghentikan ucapan Celine agar tidak ada alasan lagi untuknya menolak.


Evelyn menatap March dengan dalam. dia tidak menyangka pria yang dia idam - idamkan ternyata suami sahabatnya sendiri, dia ingin menjerit dengan kencang. namun salah dia sendiri karena berani menyukainya.


"Kapan kalian menikah?" tanya Lyana yang tidak mengetahui Celine dan March menikah.


"Tiga bulan yang lalu" Jawab Glaretha sambil menikmati makanan nya.


"Astaga…" Lyana dan Evellyn membulatkan matanya sempurna dengan mulut yang ditutup lantaran kaget.


"Ternyata udah cukup lama juga. astaga… gw ngga nyangka banget Celine" Evellyn langsung menyenderkan kepalanya kebahu Celine yang ada disampingnya.


"Saya ijin kekamar mandi dulu sebentar…" ditengah pembicaraan penuh kejutan, March meminta ijin untuk kekamar mandi terlebih dahulu.


"Dan ini anaknya pak March?" tanya Evellyn menyentuh perut Celine.


"Iya tentu…" Jawab Glaretha dengan bangga.


"Penuh kejutan sekali hari ini…" Lyana langsung mengambil gelas minumannya yang telah dipesan tadi dan langsung menyeruputnya.


"Terus kenapa Lo tadi ngga sekolah?" lanjutnya bertanya.

__ADS_1


"Beberapa bulan ini gw belajar dirumah. agar semuanya baik - Baik aja dan tidak ada orang yang akan mengetahu gw hamil dan sudah menikah" jelas Celine.


"Iya juga si… terus kalo Lo udah melahirkan gimana. Lo ngga akan kuliah?" tanya Evellyn yang mengingat cita - cita Celine sangat tinggi.


"Ya gw kuliah. kalo masalah babby mah gw titipin aja ke babby sister" jawab Celine dengan santainya.


"kamu kuliah dengan mengurus anak. nanti kalo anaknya lebih sayang sama babby sister gimana?" Glaretha memukul pundak Celine atas ucapanya.


"Astaga mommy… itu sakit banget" Celine memgang pundaknya yang terasa nyeri.


"Ngomong - ngomong kalian sedang ngapain disini?" tanya Glaretha kepada Lyana dan Evellyn yang belum sempat bertanya.


"Ada barang yang ingin kami beli, tadi sempat menelpon Celine tapi dia tidak mengangkat telponya" jawab Evellyn dengan memanyunkan bibirnya karena kesal.


"Gw sangat sibuk jadi ngga kedengeran ponsel gw bunyi" Jawab Celine.


"Apa kalian ada rencana untuk acara resepsi pernikahan kalian kedepanya?" tanya Evellyn jiwa keponya yang sudah meronta - ronta.


"Setelah melahirkan babby ini, kami akan mengadakan acara resepsi pernikahan Celine dan March" Glaretha selalu bersemangat saat Evellyn dan Lyana menanyakan tentang pernikahan March dan Celine.


"Apaan si mom…" Celine merasa mals jika harus membicarakan soal pernikahanya.


"Yaudah Tante, nanti kamu yang akan jadi bridesmaidnya" Evellyn menawarkan diri untuk menjadi pendamping mempelai wanita dipernikahan Celine.


"Iya tentu saja... kalian yang akan mendampingi Celine dihari spesialnya" Glaretha menyetujui tawaran Evellyn.


"Yaudah kalau begitu… mommy mau pulang dulu ya, Daddy kamu sudah menelpon mommy"


Beberapa jam telah berlalu, Glaretha meminta izin untuk pulan duluan. karena suaminya yang akan segera pulang juga.


"Celine kamu pulang saja dengan suami kamu, suami kamu sengaja menjemput kamu kesini" titah Glaretha.


"Iya tante… kami juga mau pulang" Lyana dan Evellyn pun ikut berpamitan karena hari semakin larut.


Sebelum mereka meninggalkan tempat makan tadi, mereka sempat percipika cipiki terlebih dahulu, March hanya menunggu istrinya pulang.


"Masuklah…" titah March saat mereka telah didepan mobil membukakan pintu mobil untu Celine dan yang lainya telah meninggalkan mall itu.


***


Setelah sampai dirumah Celine pergi kedapur terlebih dahulu untuk menyeduh susu nya. kini dia sudah terbiasa meminum susu ibu hamil.


Dan saat dia akan kembali ke kamarnya, March datang bertubrukan dengan Celine.


Susu yang dipegang Celine pun tumpat mengenai tangan dan kaki Celine. "Auu… panas"


March langsung mengambil gelas yang dipegang Celine dan menyimpannya dimeja, lalu dia menutup tangan Celine yang kena panas.


"Sorry… sorry" March terus meminta maaf atas keteledorannya dengan tangan Celine ditiup - tiup dan diberikan salp olehnya.

__ADS_1


"Auu…" Celine meringis kesakitan dengan memgang perutnya.


"Kenapa?" tanya March dengan panik saat Celine memegang perutnya.


"Ngga ada… babbynya aja yang sedang aktif" jawabnya.


"Yaudah Ayo kekamar... biar aku anter" March mengajak Celine kekamarnya untuk mendudukan dirinya.


"Biar aku yang bikin susunya kembali" lanjutnya dengan mengantarkan Celine kekamarnya.


March kembali kedapur untuk membuatkan Celine susu ibu hamilnya dan segera memberikanya kepada Celine.


"Ini minumlah" titah March dengan menyodorkan gelas kepada Celine.


Celine meneguk susu itu dan menyimpan gelasnya disamping ranjang atas lemari kecilnya.


"Aku tidur dikamarku untuk malam ini.. kamu istirahat lah"


March tidak bisa tidur dengan Celine malam ini, karena dia banyak pekerjaan yang harus diselesaikan malam ini.


Jika dia tidur dikamar Celine, dia takut Celine terganggu karenanya dan tidak bisa tidur lebih nyenyak lagi. March pun keluar dan mematikan lampu kamar Celine.


Celine terus melihat kearah March dengan wajah kecewa, karena malam ini ngga tau kenapa Celine ingin tidur dengan suaminya.


Sampai pukul 12 malam, Celine masih belum bisa tidur karena terus teringat dengan suaminya.


"Apa ini ngidam?" tanya Celine kepada dirinya sendiri yang merasa bingung dengan dirinya yang ingin tidur dengan suaminya. sampai tengah malam dia belum bisa tidur juga.


"Astaga… ngga mungkin. gw pasti bisa tidur tanpa ada March dikamar ini" Celine pun terus berusaha untuk tidur, dia menyalakan AC kamarnya dan menarik selimutnya.


Namun lagi - lagi Celine tidak bisa tidur setelah dia berusaha. tidak lama dari itu, Celine mendengar handle pintunya terbuka dia buru buru memejamkan matanya kembali.


.


.


.


.


.


.


.


Happy reading gays🤗🤗


Semoga kalian suka ya dengan ceritnya😙😙

__ADS_1


__ADS_2