
Setelah selesai apa yg ingin dia sampaikan, March mendengar beberapa karyawan yang mengomentari istrinya yang positif maupun negatifnya.
"Istrinya cantik banget, cocok banget jadi pasangan suami istri." bisik salah satu karyawan.
Celine hanya tertunduk malu saat suaminya mengenalkan dirinya kepada karyawan - karyawan kantor milik dirinya.
"Kasih tau yang belum tau soal ini, biar mereka bisa menghormatinya" lanjut March dengan merangkul pundak istrinya.
"Baik pak…" ucap serentak karyawannya.
"Ayo sayang…" March mengajak istrinya untuk kembali keruanganya dan melanjutkan pekerjaannya.
"Oke sekarang Kalian pergi melanjutkan kerja kalian" teriak Jerry setelah March kembali keruanganya.
"Itu semua karyawan kamu?" tanya Celine masih belum percaya saat mendudukan kembali tubuhnya.
"Iya.... kenapa emangnya?" tanya March mengerutkan dahinya.
"Ngga ada. aku masih belum percaya kamu yang dulunya ngga suka kekantor bisa mempekerjakan karyawan sebanyak itu" kagum Celine dengan menatap mata suaminya.
"Aku dipaksa papa sama mama untuk bekerja disini" ucap March.
"Kamu udah lama jadi CEO disini?" tanya Celine penasaran dengan pencapaian suaminya, yang belum sempat mereka bahas.
Macrh menghela nafas dan mulai menjelaskan perjalanan hidupnya semenjak putus dengan Celine. "Semenjak putus dengan kamu aku menjadi seorang cassanova. awal - awal papah sama mamah belum tau, setelah mereka tau aku dipaksa terus untuk bekerja. agar tidak bermain wanita lagi. sehingga papah menyediakan orang untuk menjaga aku dikantor dan mengikuti aku".
Celine terdiam dan merenung karena dirinyalah March menjadi seorang cassanova. "Setelah kamu kerja, kamu masih suka bermain wanita?" tanya kembali Celine masih belum puas dengan jawaban March.
"Sesekali suka...." jawabnya dengan cengengesan.
"Bocah nyebelin" ucap Celine memutar bola matanya malas.
"Semenjak jadi kepala sekolah aku ngga pernah bermain wanita lagi sayang…" bujuk March dengan menghampiri Celine.
Saat March akan mencium bibir Celine, Jerry masuk kedalam ruangan dengan membawakan beberapa cemilan untuk Celine.
"Sorry…" Jerry kembali keluar dan menutup pintunya. sedangkan March dan Celine meras kaget dengan kedatangan Jerry.
"Jerry sialan…" umpat March menghampiri Jerry diluar ruangan.
"Lu mau ngapain kesini?" tanya March dengan kesal.
"Sorry tadi gw bawain ini buat istri Lo" jawab Jerry cengengesan dengan menyodorkan nampan ditangannya.
"Lain kali ketuk dulu" March mengambil nampan ditangan Jerry dan kembali kedalam.
"Makanya kunci…" jawab Jerry yang kesal saat pintunya langsung March tutup kembali.
"Ada pekerjaan?" tanya Celine merasa sangat malu dengan wajah memerah.
__ADS_1
"Ngga ada. kamu laper?" tanya March menyimpan nampan ditangannya.
"Aku menyelesaikan pekerjaan ku, setelah itu kita lanjut lagi dirumah" ucap March kembali kemejanya dengan mencium bibir Celine sekilas.
Celine tersentak kaget saat March tiba - tiba menciumnya.
"Kemarilah…" titah March yang melihat Celine masih terbengong.
Celine mengernyitkan dahinya bingung. "Untuk apa?"
"Kemari" tegas March. Celine langsung bangun dari duduknya dan menghampiri suaminya yang sedang fokus bekerja.
"Aaaa…" lagi - lagi Celine dibuat kaget oleh March saat dirinya tiba - tiba ditarik March dan duduk dipangkuan suaminya.
"Kamu duduk disini biar aku fokus bekerja dan cepat menyelesaikan semuanya" ucap March berbisik ditelinga Celine.
"Tapi ini menghalangimu" Celine menatap mata March yang begitu dakat.
"Tidak masalah. tetaplah disini" jawab March singkat.
Celine pun terdiam dan melihat berkas - berkas yang sedang dikerjakan suaminya dengan serius.
"Apa kamu masih merasa terpaksa untuk bekerjaa sebagai CEO?" tanya Celine yang melihat March begitu fokus dengan dokumen - dokumen ditangannya.
"Kalo sekarang udah ngga lagi" jawab March tersenyum menatap mata Celine.
"Kenapa?…" tanya Celine kembali.
"Astaga…" Celine tersipu malu saat suaminya mengeluarkan kata - kata gombalan untuk dirinya.
"Kita pergi ke hotel. kamu mau gak?" tanya March ditengah - tengah sibuk dengar dokumen ditangannya.
Celine yang asik bermain ponsel dipangkuan March langsung melihat kearah March dengan mengangkat sebelah alisnya.
"Mau ngapain?" tanya Celine bingung.
"Kita honeymoon disana" bisik March ditelinga istrinya.
Celine mengeliatkan pundaknya merasa geli dengan bisikan March.
Tok…tok…tok
terdengar suara ketukan dari luar pintu ruangannya. Celine langsung bangkit dari pangkuan March, namun March menahannya.
"Ada orang yang mau masuk," ucap Celine gelisah berusaha bangkit dari pangkuan suaminya.
"Itu Jerry yang masuk. kamu tetap disini lah" titah March masih memeluk perut Celine agar tidak bangkit dari pangkuannya.
"Masuk…" teriak March setelah Celine kembali duduk dengan tenang dipangkuan March.
__ADS_1
"Ahh sorry.…" Jerry yang merasa tidak enak dengan Celine pun segan untuk masuk.
"Tidak masalah. duduklah disini" titah March tau dengan gerak gerik Jerry.
"Ada masalah apa lagi?" lanjut March bertanya setelah Jerry duduk dihadapannya.
"Penurunan kantor sudah kembali membaik dan mulai ramai dengan pengunjung - pengunjung yang ingin berliburan. pegawai kita sudah kembali bekerja" Jelas Jerry setelah perusahaan March kembali membaik.
"Dan pak Evan menyetujui dengan kontrak kita. dia ingin bertemu dengan mu Minggu depan untuk meresmikan kerja sama kita" lanjutnya lagi.
March merasa lega saat kantornya kembali membaik dan normal kembali, dia menatap Celine dengan sangat bahagia. sedangkan Celine yang tidak mengetahui apa - apa merasa bingung.
"Ada lagi?" tanya March melihat kearah Jerry.
"Berhentilah bercinta didalam kantor" ketus Jerry dan langsung meninggalkan ruangan itu.
"Segera menikah agar merasakan juga" timpal March setelah Jerry menutup pintunya.
"March turunkan aku…" pinta Celine merasa malu dengan Jerry.
"Jangan dengarkan ucapan dia" March mengarahkan wajah Celine agar bertatapan dengan nya.
"Celine langsung terdiam saat merasakan sesuatu yang bergerak dibawahnya.
"Kamu merasakan ya?" tanya March membisik berat ditelinga Celine.
Celine mengerti dengan kode yang March berikan langsung menghentikan March agar pintunya dikunci terlebih dulu.
"Pintunya…" ucapnya menghentikan March membuka kancing baju Celine.
March terdiam sejenak dan memandang kearah pintu. tanpa berfikir panjang March langsung mengangkat Celine dan menidurkannya disofa sementara ia mengunci pintunya.
"Semuanya sudah aman" March kembali mencium bibir Celine dengan tangannya yang liar, sementara Celine hanya menikmatinya dengan perlahan membuka kancing kemeja suaminya.
Saat March akan membuka bagian bawah pakaian istrinya, Celine langsung menghentikan March dan menatapnya.
"Kita bener - bener akan melakukannya disini?" tanya Celine yang merasa tidak tenang.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Aku up kembali ya. kalian jangan lupa mengikuti kisahnya March dan Celine akan seperti apa endingnya❤️
Happy Reading gays🌹