
Setelah membuat keputusan, Celine akan dengan kedua sahabatnya saat March kekantor. dan akan pergi kembali bersama suaminya setelah March kembali dari kantornya.
"Aku berangkat ke kantor" March meminta izin akan segera pergi setelah rapih menggunakan pakaianya.
"Kamu hati - hati dijalan, kabarin aku kalo udah sampe kantor" jawab Celine mulai mencium tangan March ketika akan pergi kekantor.
"Iya…"
Celine langsung kembali kekamarnya dan bersiap - siap akan segera pergi bersama kedua sahabatnya, "Apa kalian udah siap" tanya Celine mengirimkan pesan kepada kedua sahabatnya.
Lyana telah membalas pesan Celine, dia dan Evellyn akan segera menjemput Celine.
Tittt…Tittt…Titt…
Terdengar suara kelakson mobil, Celine langsung keluar dari kamarnya dan pergi bersama kedua sahabatnya.
"Kalo ada orang kesini, jangan biarin masuk. tanpa izin dari March" pesan Celine kepada pembantunya saat berpapasan diruang tamu.
"Baik nona" jawabnya ramah.
"Celine Lo yang nyetir ya…" Lyana keluar mobil dan pindah ke kursi belakang.
"Lo kenapa?" tanya Celine heran.
"Gw lagi males…" jawabnya dengan cengengesan.
Mereka pun langsung menjalankan mobilnya. "Kita akan kemana?" tanya Celine yang belum direncanakan sebelumnya.
"Ketempat biasa" timpal Evellyn.
"Yang deket aja ya… gw ada janji sama suami gw" jawab Celine reflek dengan fokus menyetir.
"Cieee… yang mulai suka sama suaminya" Evellyn menggoda Celine dengan mencolek tagunya.
"Astaga. apaan si, Gw ada acara keluarga" elak Celine dengan Malu - malu.
"Ya gak papa kali, itu kan suami dia." Lyana membela Celine, karena semakin bagus buat rumah tangganya jika Celine mulai menerima March.
"Emangnya Lo, suka sama suami orang…" lanjutnya dengan tertawa.
"Ehh… sembarangan Lo ya" Evellyn berusaha mencubit Lyana dari depan.
"Ishh… kalian, diem ngapa. gw ngga fokus nyetirnya" omel Celine yang mulai kesal dengan candaan kedua sahabatnya.
"Astaga Celine, Lo jangan Marah - marah." Evellyn berusaha membujuk Celine dengan memeluknya.
"Lo mau ke UGD?" tanya Celine saat Evellyn memeluknya dengan erat.
Evellyn langsung membenarkan duduknya dan memakai kan seatbelt nya "Yaudah gw diem…"
"Nah, gitu kan cantik" Goda Lyana.
"Udah lah"
__ADS_1
"Sekarang kita kemana?…" Celine mengulang pertanyaanya.
"Suami Lo telpon…" Evellyn yang melihat March menelpon istrinya langsung diberikan kepada Celine.
"Lo tolong angkatin dan loudspeakerp" titah Celine saat tanggun sedang menyetir.
"Celine kita pergi besok aja ya. aku ada meeting sekarang…" terdengar suara March yang berat setelah telponya tersambung.
"Ohh iya... aku lagi pergi sama temen - temen" jawab Celine dengan ponsel dipegang Evellyn.
Lyana dan Evellyn saling menatap saat mendengar jawaban Celine yang lembut tidak seperti biasanya, layaknya seorang istri yang mencintai suaminya dengan sepenuh hatinya.
"Kamu hati - hati ya. kabarin jika udah pulang" ucap March.
"Iya..." jawab Celine dan mematikan sambungan telponya.
"Celine Lo dikasih racun apa sama si March. ko bisa jadi berubah gitu?" tanya Evellyn saat menyimpan kembali ponsel Celine.
"Lo kalo ngomong ya..." Celine menggeplak paha Evellyn.
"Astaga... sakit banget gila" pekik Evellyn memegang pahanya.
Setelah sampai ditempat tujuan nya. mereka langsung masuk kedalam dan berjalan - jalan terlebih dahulu sebelum memutuskan akan berbelanja dulu atau makan dulu.
"Kalian mau beli apa?" tanya Celine saat masuk kedalam salah satu toko baju.
"Nanti dulu aja belanja nya. gw laper banget" Evellyn memegang perutnya dengan gaya yang dibuat - buat.
Akhirnya Celine keluar dari toko tersebut. "Yaudah kita makan aja dulu"
"Yaudah kita kesana".
Mereka langsung memesan makanan nya.
"Celine Lo mau kemana sama March?" tanya Lyana penasaran saat mendengar ucapan March.
"Dia ngajak jalan sama gw…" jawabnya dengan santai.
"Lo mulai suka sama dia?" tanya Evellyn memajukan wajahnya mendekati Celine.
Celine yang merasa tidak nyaman dengan kedekatan wajahnya dan wajah Evellyn langsung mendorongnya kebelakang. "Dia suami gw…"
"Dia baik banget sama gw. gak enak kali gw harus menolaknya" lanjutnya lagi.
"Tapi kan biasanya Lo suka menolaknya" ucap Lyana dan Evellyn berbarengan.
"Itu kan dulu, gw baru sadar. dia itu sayang dan tulus banget sama gw. nyokap gw juga bilang jangan sia - siain dia" jelas Celine yang akan mulai menceritakan kebaikan March kepadanya.
"Gw juga akan berusaha menerima dia dengan sepenuh hati gw." lanjutnya lagi.
"Ya bagus lah kalo Lo cinta sama dia. biar rumah tangga kalian makin jadi humoris dan hangat" ucap Lyana merasa bersyukur.
"Tapi gw gak segampang itu menerima dia kembali kedalam kehidupan gw" keluh Celine yang bingung harus mulai dari mana. agar dia mencintai March seperti dulu lagi.
__ADS_1
"Astaga…" Evellyn menepuk jidatnya heran.
"Gitu aja Lo ngga tau, ya Lo harusnya mulai ada komunikasi dan komitmen terhadap March. sedikit - sedikit Lo tanyain kesibukan dia apa, biar Lo ngerti tentang dia" jelas Evellyn yang mulai bijak.
"Kalo perlu lu langsung aja pake lingerie…" goda Evellyn dengan tertawa puas.
"Yeuhhh… lu ya fikiranya. kirain gw bakalan serius" Lyana menoyor kepala Evellyn yang tengah asik tertawa terbahak - bahak.
"Tapi bener juga si dengan saran si Evellyn. dengan itu lu bakalan lebih dekat lagi sama Sumi lu" setelah mendengarkan semua ucapan Celine, Lyana memikirkan apa yang diucapkan Evellyn tadi.
"Terus gw harus beli lingerie untuk s March gitu?" Celine membulatkan matanya kaget dengan saran kedua sahabatnya.
"Ya iya… emang Lo beli buat si Abian gitu?" tanya Evellyn memutar bola matanya.
"Ngga ah... gw kaga mau pake itu" Celine menolak saran dari kedua sahabatnya.
"Tapi itu jalan yang bagus. untuk memulai hubungan Lo sama suami Lo" Lyana berusaha meyakinkan Celine agar menyetujui dengan idenya.
"Tapi gw…"
"Jodoh atau apa ya… ko setiap ada kalian di mall pasti ada kami juga" ucap Iqbal, Rasya dan Abian yang mengngahmpiri Celine dan kedua sahabatnya.
"Astaga, untuk gw kga keceplosan…" gimana Evellyn saat akan menjelaskan perihal Lingerie kepada Celine.
"Ngomong apa Lo?" tanya iqbal mendengar gumaman Evellyn.
"Ngga ada… ngapain Lo ada disini?" tanya Evellyn dengan nada yang ngegas.
"Eyyy… biasa aja dong nadanya. kita kan baik - baik datang kesini, masa Lo dengan sewotnya nyambut kami" ucap Iqbal yang kaget dengan suara Evellyn.
"Ya lagian kalian ngapain ngikutin kami terus.?" tanya Evellyn yg mulai mengajak keributan dengan Iqbal.
"Hati - hati kalian jodoh" Lyana dan Rasya tidak sengaja mengucapkan kalimat yang sama.
Iqbal, Evellyn, Celine dan Abian tertawa saat mendengar sahabatnya yang barengan berbicara.
"Kalian yang akan jodoh" Timpal Evellyn dengar tertawa terbahak - bahak.
Lyana memukul Evellyn dengan keras."Diem lo…"
.
.
.
.
.
.
Happy Reading Gays....
__ADS_1
Jangan Lupa Tinggalkan Vote, Like, Dan Komentar nya ya❤️🌹🌹