Aku Dan Titik

Aku Dan Titik
Kangen Celine


__ADS_3

Pagi hari Glaretha dan Mira sibuk menyiapkan sarapan untuk keluarganya dengan dibantu oleh asisten rumah tangga March.


"Biasanya Celine sama march suka sarapan apa?" tanya Glaretha kepada asisten itu.


"Kalo tuan March suka sarapan nasi goreng atau roti. kalo Nona Celine jarang sarapan dirumah" jawabnya dengan ramah.


"March sering pulang malam?" tanya Mira ingin tahu perubahan March setelah menikah.


Sambil membereskan sebagian yang telah selesai dipakai, Mba Lulu terus menceritakann March dan Celine. "Setelah menikah tuan March tidak pernah pulang malam,"


"Dia juga sangat perhatian dengan kondisi Nona Celine" lanjutnya lagi.


Mira tersenyum saat mendengar perubahan March yang kembali membaik setelah kembali bersama Celine.


"Syukurlah…" ucap Mira tersenyum manis.


"Maafkan aku miraa… kadang aku suka mikir March tidak menjaga Celine dengan baik" Glaretha meminta maaf atas fikiranya terhadap March yang tidak - tidak.


"Ngga papa. saya juga sempat mikir March tidak menjaga Celine dengan baik sampai - sampai menantuku mengalami keguguran" jawab Mira yang tidak menyalahkan keadaan.


***


"Lo udah bangun…" gumam Celine saat melihat March yang telah duduk dihadapanya yang masih tertidur.


"Hemmm…" jawab March tersenyum dengan terus menatap Celine.


"Apaan si liatinya…" Celine merasa risih, saat March menatapnya begitu dalam.


"Lo kebawah aja duluan" lanjutnya lagi dengan menarik kembali semlinutnya.


"Ini udah siang. kamu masih mau tidur?" tanya March yang melihat istrinya kembali tertidur.


"Yaudah duluan aja kesana…"


"Lo harus minum obat kan, susah banget kaya bocah…" ucap March meninggalkan Celine dikamar sendirian.


Dengan terpaksa Celine membuka matanya dan bangkit dari tempat tidurnya. Saat Celine akan berjalan keluar, dia kembali merasakan sakit pada perutnya.


Aaaaa……


March berbalik dan melihat kearah Celine yang kesakitan. March membantu Celine duduk ditempat tidur kembali.


"Tunggu disini, biar aku bawakan sarapanya kesini".


"Gw kebawah aja, ngga enak sama mommy dan mamah…" ucap Celine.


"kamu kan masih sakit. biarin aja, mereka juga bakalan ngerti kondisi kamu." jawab March.


"Tunggu disini sebentar" lanjutnya lagi dan mulai melangkahkan kakinya kebawah mengambil sarapan istrinya.


"Ka Celine dimana?" tany Allena yang baru keluar kamar saat melihat March yang akan menuruni anak tangga.


"Masih dikamar…" jawab March singkat.


"Kaka mau bawain makan buat ka Celine?" tanya Allena lagi.


"Iya…"

__ADS_1


"Biar aku aja yang ambilin, Kaka sarapan aja dibawah" ucap Allena ingin membawakan sarapan untuk Kaka iparnya.


"Ngga usah. Kaka aja, kamu sarapan aja dibawah. nanti kamu sakit siapa yang akan ngurus kamu?" tanya March dengan candaan kepada adiknya itu sambil terus menuruni anak tangga bersama Allena.


"Issh…" dengus Allena kesal.


"Pagi mom, mah… " sapa March saat melihat mamah dan mertuanya yang sibuk menyiapkan sarapan.


"Pagi March…"


"Celine udah bangun?" tanya Mira menatap March.


"Iya udah… mau sarapan dulu. nanti dikasih obat" jawab March dengan menyiapkan sarapan untuk Celine.


"Kamu sarapan aja dulu disini. nanti mommy yang bawakan untuk Celine" timpal Glaretha yang melihat March menyiapkan sarapan Celine.


"Biar March aja mah. ngga papa, nanti March juga sekalian sarapan diatas" jawabnya.


"Daddy dan papah dimana?" March menanyakan keberadaan ayahnya yang belum kelihatan diruang makan.


"Mereka lagi jalan pagi…" jawab Mira.


"March kamu kerja sekarang?" lanjut Mira.


"Ngga mah, aku cuti dulu. ngga ada kerjaan yang penting juga" jawab March dan langsung berpamitan untuk keatas kembali.


"Tuan biar saya bantu bawakan" mba Lulu menawarkan untuk membawakan sarapanya keatas.


"Ngga usah, biar saya yang bawa" March langsung meninggalkan ruang makan.


Setelah March sampai diatas dan memberikan Celine sarapan yang dibawakannya. dia langsung menyuguhkan beberapa macam obat - obatan punya Celine.


"Ngga, gw udah sembuh. ngga usah minum obat segala" jawab Celine yang mulai bosen terus - terusan minum obat.


March melihat kearah Celine yang tidak mau meminum obatnya, dia langsung menghampiri istrinya dan memberikannya obat.


"Jangan kebiasaan ditunda - tunda" ucap March.


Dia langsung memasukan obat kedalam mulut Celine dengan paksa.


"Astaga…" Celine kaget saat March memberikan obat secara paksa kepada dirinya.


"Gw bisa sendiri, ngga usah dipaksa gitu". dengus Celine kesal.


"Anak kecil aja mau dikasih obat. kenapa Lo susah banget" jawab March tersenyum sinis.


"Tapi ngga gitu juga caranya."


"Udah masuk ini, kenapa harus debat segala?" tanya March mulai membuka laptopnya disofa yang ada dikamarnya.


"Ishh…" Celine memutar bola matanya malas.


***


"Abian Lo kenapa bengong kaya gitu?" Tanya Raqilla yang suka dengan Abian dari dulu.


Abian melihat kearah Raqilla dan memalingkan wajahnya. Raqilla yang kesal dengan sikaf Abian kepada dirinya langsung mengeluarkan jurusanya.

__ADS_1


"Pasti gara - gara si Celine itu kan?" tanya Raqilla duduk disebelah Abian dengan memegang tanganya.


"Apaan si lo…" Abian langsung bangkit dari duduknya dan kembali masuk kedalam kelas.


"Dasar bocah ingusan. Lo telah merebut Abian dari gw……" dengus Raqilla dengan mengepalkan tanganya.


"Awas aja Lo Celine…" lanjutnya lagi.


"Lyana Lyana tunggu, Lo denger gak si Raqilla manggil nama Celine tadi?" Evellyn menghentikan langkahnya saat mendengar Raqilla memanggil nama sahabatnya.


"Ish… dasar si nene lampir itu... terus aja marah - marah" lanjutnya lagi.


"Lah kenapa dia tiba - tiba manggil nama Celine?" Lyana bingung


"Ya ngga tau gw juga" Evellyn mengangkat kedua bahunya tidak tau apa - apa.


"Pasti si Abian" Lyana yang tau sumber dari kesalnya Raqilla Karen Abian yang cuek terhadap dirinya.


"Iya kali..."


"Yaudah ayo masuk ke kelas. Keburu datang gurungnya" Evellyn tidak ingin ambil pusing, dan langsung mengajak Lyana kedalam kelas.


"Gimana ya keadaan Celine sekarang?" Tanya Lyana yang kangen kepada Celine.


"Gw malu kalo harus kerumahnya. Pasti disana pada ngumpul keluarganya"


Evellyn yang tidak akrab dengan keluarga March, merasa tidak enak pun ngga untuk saat ini menengok Celine.


"Ya kan gimana lagi, itu mertuanya Celine...." Bisik Lyana agar tidak ada yang mendengarkannya.


"Yaudah nanti kita telpon aja pulang sekolah" lanjutnya dan duduk dibangku kelasnya.


"Yaudah…" jawab Evellyn.


"Selamat siang anak - anak…" sapa bapa guru yang akan memulai pelajaran selanjutnya.


"Siang pak…"


"Yaudah, kita absen dulu sebelum memulai pelajaran selanjutnya…"


.


.


.


.


.


Happy reading gays....


Ketemu lagi sama Aku Dan Titik🌹


Semoga kalian suka ya dengan ceritanya.


Berikan like, komen dan juga vote nya ya🤗

__ADS_1


Jangan lupa masukin juga ke daftar favorit kalian biar setiap up nya ada notif masuk😘


__ADS_2