Aku Dan Titik

Aku Dan Titik
Mulai Membaik


__ADS_3

pagi hari saat Celine membuka matanya, dia melihat suaminy yang tertidur pulas menghadap dirinya dengan posisi duduk dan memegang tanganya.


Dia menatap March dengan penuh penyesalan. dia tidak menyangka akan berbaring dirumah sakit dan kehilangan anaknya.


March mengerjapkan matanya dan membenarkan posisi duduknya. "Emmm… sorry sorry" March melepaskan tangannya dari tangan Celine.


"Gw minta maaf…" Tiba - tiba Celine meminta maaf dengan menundukkan kepalanya.


March langsung bangun dari duduknya dan memeluk Celine yang mulai menangis kembali.


"Kamu ngga usah minta maaf… ini sudah takdir tuhan untuk kita" ucapnya dengan mengelus - ngelus punggung istrinya.


"Gw gak papa kalau lo mau ceraikan gw…" Celine mulai terisak dengan tangisannya. pasalnya, dia dan March diam - diam membuat perjanjian pernikahan.


"Ishh… apa yang kamu bicarakan. udah istirahat aja, ngga usah difikirkan lagi"


March mulai badmood saat Celine membicarakan perceraiannya. dan menyuruh istrinya untuk sarapan terlebih dulu.


"Tapi ini semua salah gw… gw yang membunuh anak gw sendiri" ucap Celine dengan penuh air mata.


"Ngga usah ngomong seperti itu lagi oke…" ujar March menghapus air mata Celine dengan tangannya.


"Kamu pikirin kesehatan kamu dulu, dan makan yang banyak" lanjutnya lagi dengan menyuapkan bubur yang telah diberikan suster tadi untuk Celine sarapan.


Ditengah obrolan mereka, Lyana dan Evellyn datang dengan membawa buah - buahan ditanganya.


"Celine Lo gak papa kan?" tanya Evellyn.


Celine segera menghapus air matanya. "Ko Lo bisa tau gw disini?".


Lyana yang ditatap heran oleh Celine hanya bisa menyengir. dia tidak tega jika sahabatnya tidak tau juga kondisi sahabat yang lainya.


"Sorry… gw minta bantuin doa dia juga" Kata Lyana.


"Lo jahat banget ya… sama gw Lo ngga ngasih tau" Evellyn memukul lengan Celine.


"Ishh…" Celine merasa kesakita saat lenganya dipukul pelan oleh Evellyn.


"Ahh sorry sorry…"


"Makanya jangan sembarangan mukul" Lyana menoyor kepala Evellyn yang ceroboh dengan tingah lakunya.


March yang merasa diabaikan pergi terlebih dahulu keluar supaya mereka bisa bercerita dengan leluasa.


"Lo yang semangat ya… kan Lo kuat" kata Lyana dengan memegang pundak Celine.


Celine tersenyum kepada kedua sahabatnya, begitu beruntung Celine memiliki sahabat yang begitu menyayanginya.


Seseorang mengetuk pintu dari luar, Evellyn pun membukakan pintu kamar Celine.

__ADS_1


Saat pintu terbuka, seorang dokter dan suster menampilkan senyuman terbaiknya dan meminta izin untuk memeriksa keadaan Celine.


"Iya silahkan masuk dok…" jawab Evellyn melebarkan pintu masuknya.


"Bagaimana sekarang keadaanya dok?" tanya March yang ikut melihat Celine diperiksa dokter.


"Pasien mulai membaik, besok siang nona bisa keluar dari rumah sakit" jawab dokter itu dengan tersenyum ramah.


"Syukurlah…" March merasa lega, saat istrinya mulai membaik kembali.


"Lo ngga usah banyak fikiran lagi ya… fokus pada kesehatan Lo" nasihat Lyana setelah dokter itu selesai dengan pemeriksaanya.


"Soal anak… Lo bisa bikin lagi" Evellyn melanjutkan omongan Lyana dengan cengengesan.


"Ishh… Lo itu ya" Lyana mencubit pinggang Evellyn. yang selalu black blakan dalam omonganya.


"Bercanda doang ko" ucap Evellyn dengan muka yang cemberut.


***


"Daddy Celine katanya pulang besok… kita kesana kan untuk menjemputnya juga"


Glaretha mengajak suaminya setelah mendapat kabar dari menantunya bahwa Celine akan pulang besok siang.


"Daddy liat jadwal dulu ya… kalo ngga ada urusan kita jemput Celine" jawab Zeyn yang sangat sibuk dengan kerjaan ya.


"Mommy takut dia kecewa kalo kamu ngga datang. nanti dia sangka kamu marah pada dirinya" jelas Glaretha yang tidak ingin anaknya stres berat.


Beberapa hari ini Zeyn sangat sibuk sehingga buat dirinya menjadi lelah dan gampang emosian.


"Astaga…" gumam Glaretha melihat kepergian suaminya.


Karena bosan seharian berada dirumah, akhirnya Glaretha memutuskan untuk pergi menjenguk kembali anaknya yang sudah mulai membaik.


Namun ditengah perjalananya saat lampu merah dia tidak menyangka melihat seseorang yang sangat dia kenal bermesraan dengan cewe lain. Tapi dia tidak ingin berfikiran yang buruk - buruk.


akhirnya Glaretha kembali melanjutkan perjalanannya dengan berusaha meyakinkan dirinya untuk tidak berperasangka buruk saat lampu merahnya telah kembali menjadi hijau. dan tidak memikirkan hal itu kembali.


"Sayang kamu sudah siuman na" tanya Glaretha saat masuk keruangan Celine dan melihat kedua sahabat Celine.


"Iya mom…" jawab Glaretha dengan tersenyum.


Glaretha memeluk putrinya dengan penuh kasih sayang. "Syukurlah, akhirnya kamu bisa pulang juga besok".


"Kalian juga ada disini?" tanja Glaretha setelah melepas pelukan Celine.


"Iya Tante, kamu kahwatir dengan keadaan Celine. makanya kami buru - buru datang kesini" jawab Lyana dengan sedikit gaya yang dibuat sedih.


Glaretha mengerutkan keningnya saat mendengar jawaban Lyana."Bukanya kamu yang membawa Celine kesini?"

__ADS_1


"Aku disuruh pulang sama March kemaren. makanya tadi pagi- pagi kesini dengan mengajak Evellyn".


"Ohh gitu… yaudah gak papa, Celine juga udah sembuh" ucap Glaretha menenangkan Lyana yang telah dianggap seperti anaknya sendiri.


"Kalian nginep aja beberapa hari ini dirumah mommy" Lanjut Glaretha menawarkan agar anaknya mau menginap dirumah dirinya.


"Maaf mom… bukanya ngga mau, tapi dirumah kami juga ada mamah dan adik saya" March menolak tawaran Glaretha. dia tidak ingin merepotkan mertuanya.


"Atau mommy aja yang menginap dirumah kami, biar kamu tidak merepotkan mommy" lanjutnya lagi dengan mengajak mertua menginap dirumahnya.


"Yaudah… nanti mommy bilang Daddy dulu ya" jawab Glaretha dengan tersenyum manis.


Celine tidak melupakan ayahnya dan langsung berbicara. "Ajak Daddy juga menginap dirumah"


"Iya sayang…"


Tidak lama dari obrolan mereka, keluarga March datang dengan membawakan sarapan untuk Celine dan March, karena dia tidak tau besanya juga ada dirumah sakit.


"Ehh Glaretha disini juga" ucap Mira sambil cipika cipiki dengan Glaretha.


"Saya kira kamu ngga disini saya hanya membawa dua bungkus sarapan" lanjutnya lagi dengan melihatkan keresek yang dibawanya dan dengan nada tidak enak karena hanya membawakan dua bungkus nasi.


"Iya… saya baru saja datang setelah mendapat kamar Celine akan pulang besok. tidak masalah, saya sudah sarapan tadi dirumah" jawab Glaretha dengan tersenyum agar suasana tidak menjadi canggung.


"Yaudah kalau begitu kami pergi dulu ya… masih ada yang harus diselesaikan".


Lyana dan Evellyn meminta izin untuk pulang karena suasana makin ramai dengan kedua keluarga Celine dan March.


"Kalian disini aja dulu, kenalan sama dulu sama Allena" Celine ingin memperkenalkan kedua sahabatnya dengan adik iparnya.


"Kapan - kapan aja ya…" jawab Evellyn dengen cengengesan.


Mereka tidak enak jika keluarga March telah datang, pasalnya mereka tidak mengenal keluarga March dan takut menjadi tidak leluasa untuk mengobrol dengan Celine dan March.


Akhirnya mereka pun pergi tanpa berkenalan terlebih dahulu dengan Allena.


"Ade nya pak March cakep juga ya…"


.


.


.


.


.


Terus dukung authornya ya, biar tambah semangat up tiap harinya 🌹🤗

__ADS_1


Tinggalkan jejak kalian dengan like, komen dan vote😚.


__ADS_2