
Seminggu telah mempersiapkan pernikahan March dan Celine, kini akhirnya Celine menempuh hidupnya yang baru setelah March mengucapkan ijab kabul tadi pagi.
"Kamu jaga baik - baik anak dan calon cucu saya" Zeyn memberikan tugas kepada March untuk menjaga anaknya.
"Jangan pernah kamu menyakiti anak saya, Apalagi sampai kamu berani bermain tangan dengan anak saya. jika kamu sampai bermain tangan terhadap anak saya, kamu akan tau akibatnya" lanjut Zeyn dengan penuh penekanan.
"Saya akan menjaganya dengan baik dad" ucap March dengan penuh keyakinan.
"Mommy aku minta maaf atas perbuatanku terhadap anak mommy" lanjut Mach kepada ibu mertuanya yang terlihat masih kesal terhadap dirinya.
Sepanjang pernikahan itu dilakukan tidak ada sedikitpun senyum yang keluar dari bibir manis Celine,
Tidak ada seorang pun temanya yang tau akan pernikahan dirinya dengan kepala sekolahnya, pernikahannya menjadi rahasia keluarganya kerena Celine yang masih sekolah.
March dan keluarganya pun menyetujui keinginan Celine.
Dia begitu tidak menginginkan pernikahan paksa ini, kalau bukan karena mommy nya, lebih baik dia pergi dari pernikahannya dan akan mengugurkan kandunganya.
"Mommy bisa menerima anak yang kamu kandung Celine, dan kamu tidak usah untuk menggugurkan anak kamu itu. itu titipan dari Tuhan. kamu harus menerimanya, dan kamu harus inget, kamu tidak boleh punya fikiran untuk membunuh anak kamu itu".
Sebelum pernikahan itu dilakukan, Glaretha sempat memberikan nasihat kepada anaknya.
🍀🍀🍀
"Kamu mau kemana?" tanya March saat melihat istrinya bangkit dari duduknya.
Selesai acara, March dan Celine pergi kekamar yang telah disiapkan orang tuanya untuk beristirahat.
"Hey……tunggu" Marcht menarik tangan Celine saat dia akan membuka pintu keluar kamar.
"Lepasin tangan gw!" dengan emosi, Celine berusaha keras untuk melepaskan pergelangan tanganya yang dipegang March.
"Kamu mau kemana?" tanya March sekali lagi dengan nada yang lembut.
"Ngga usah ngomong seperti itu kepada gw!" Celine yang jijik akan nada lembut yang March berikan kepadanya pun langsung marah.
"Gw seperti ini karena Lo, jadi ngga usah pegang - pegang gw lagi dan gak usah sok baik sama gw" dengan sekuat tenaga Celine menepis tangan March dan keluar dari kamar.
"Astaga, ada apa dengan dia?" gumam March yang tidak mengerti akan sikaf Celine.
Celine yang tidak ingin berada satu atap dengan March pun memesan kembali kamar untuk dirinya beristirahat, karena tidak mungkin kalo dia harus pulang kerumah.
"Mba apakah masih ada kamar yang kosong?" tanya Celine kepada pelayanan hotel.
"Sebentar saya cek dulu nona" jawab pelayan itu dengan ramah.
Celine tersenyum dan membuka hp nya sembari menunggu pelayan itu memberikan jawabannya. Ada beberapa panggilan yang tidak terjawab olehnya dari sahabat - sahabatnya.
"Ada nona, dikamar nomor 405" Jawab pelayan itu setelah mengecek beberapa saat yang lalu, dan memberikan cardlock kepada Celine.
"Terima kasih" ucap Celine saat diberikan cardlock kepada dirinya.
Celine menaiki lift untuk menuju kamarnya, dengan pakaiannya yang masih mengenakan pakaian pengantin yang dia kenakan tadi pagi.
__ADS_1
🍀🍀🍀
Pagi hari telah tiba. semua beraktifitas seperti biasa termasuk March dan Celine. mereka pergi kesekolah dengan kendaraanya masing - masing dan seperti biasanya tidak saling mengenal.
"Celine, lo kemana aja kga angkat telpon gw?" tanya Evellyn saat sudah bersama Celine dikelas.
"Iya, lu kaga biasanya kaya gini" timbrun Lyana yang merasakan seperti Evellyn.
"Gw……"
"Iya… selamat pagi anak - anak" Sebelum Celine melanjutkan jawabannya, guru yang akan mengajar pun datang dan memberikan sapaan kepada muridnya.
"Pagi pak" dengan kompak siswa dan siswi itu pun menjawab sapaan gurunya.
"Iya…… kita akan melanjutkan pelajaran yang sebelumnya tentang Biomolekul"
"Jadi, melansir dari Encyclopedia Britannica, biomolekul merupakan salah satu senyawa yang diproduksi oleh sel dan organisme hidup. Sebuah organisme butuh senyawa biomolekul agar mereka bisa terbentuk, kayak yang sudah saya singgung sebelumnya…" jelas guru itu dengan semua murid memperhatikannya.
"Celine Lo kenapa?" tanya Lyana yang melihat Celine terus teridam.
"Kaya yang banyak fikiran" lanjutnya kembali.
"Ngga ada, gw cuma sedikit pusing aja" Jawab Celine yang berpura - pura.
Sepanjang waktu dia terus memikirkan pernikahanya. dia tidak ingin sahabat dan teman - temanya ada yang mengetahui bahwa dia telah menikah, terutama Abian.
"Ada yang ingin ditanyakan?" setelah selesai menjelaskan materinya, guru itu pun bertanya kepada muridnya.
"Celine…" Lyana menyenggol Celine dengan lenganya saat Celine tidak menjawab pertanyaan guru.
"Hah…" Celine pun tersadar dari lamunannya dan melihat ke arah Lyana.
"Pak yogi bertanya kepada Lo" ucap Lyana dengan gemas.
"Ngga ada pak, saya baik - baik saja" ucap Celine merapihkan duduknya.
"Oke kalo begitu materinya sampai disini dulu nanti dilanjut kembali Minggu depan" setelah menyelesaikan tugasnya, pak yogi yang mengajar di kelas Celine pun merapihkan barangnya untuk Pindak ke kelas yang lain.
"Lo gak biasanya kaya gini" Evellyn segera menghampiri Celine ketika guru nya sudah keluar.
"Iya, Lo ada masalah?" tanya Lyana membenarkan.
"Ngga ada." jawab Celine.
"Ayo kita makan gw laper banget" Celine bangkit dari tempat duduknya menuju kantin sekolah.
🍀🍀🍀
Setelah seharian belajar disekolahnya, Celine pun pergi kerumahnya. dia lupa bahwa dirinya kini telah berbeda rumah dengan orng tuanya.
"Nak tumben kamu kesini" Glaretha yang tidak sengaja bertemu anaknya pun langsung menghampiri dan memeluknya.
"Bagaimana keadaan cucu mommy?" lanjutnya lagi.
__ADS_1
"Mommy Celine ngga mau tinggal seatap dengan dia" mohon Celine dengan gaya merengeknya.
"Apa kamu punya masalah dengan March?" mendengar keluhan anaknya Glaretha langsung menatap Celine dengan dalam.
"Ngga ada mom, tapi Celine ngga mau tinggal seatap dengan dia". Celine menuju kearah sofa dan mendudukan badanya.
"Sayang dengerin mommy" Glaretha menghampiri akanya dan merangkulnya.
"Dia itu susah menjadi suami kamu, kamu harus bisa menerima dia dengan sepenuh hati kamu. kamu juga sedang mengandung anak nya" jelas Glaretha agar anaknya bisa berfikir.
"Kamu sekarang sudah dewasa, kamu punya pilihan Kamu sendiri, dan kamu akan tau juga akibatnya atas apa yang kamu lakukan dimasa yang akan datang" lanjutnya lagi dengan memegang kedua tangan anaknya.
Sejenak Celine pun berfikir nasib anaknya dimasa depan akan seperti apa jika dia berpisah dengan March.
"Celine mau istirahat dulu"
"Apa suami kamu tau kamu ada disini?" tanya Glaretha saat Celine menaiki anak tangga.
"Nanti Celine kasih tau dia" jawabnya.
Selang beberapa lama setelah Celine menuju kamarnya, March datang dengan membawa sedikit makanan ditanganya.
"Sore mom" sapa March saat mlihat mertuanya yang sedang duduk.
"Ehh March" Glaretha melihat kearah March
"Celine baru saja naik ke kamarnya" lanjutnya lagi.
"Oh iya tidak masalah." ucap March dengan tersenyum.
"March bawain sedikit makanan buat mommy dan Daddy" lanjutnya dengan menyimpan makanan itu didepan meja.
"Ngga udah ngerepotin March, bawa - bawa makanan segala" karena tidak enak dengan menantunya, dia pun berbasa basi.
"Ngga ko mom. Bagaimana keadaan mommy dan Daddy?"
"Mommy baik - baik aja. Daddy juga sama. gimna keadaan kamu sendiri. apa Celine membuat masalah denganmu?" tanya Glaretha dengan tertawa renyah.
"Ngga ada mom. kami baik - baik aja" jelas March dengan menegus minum yang telah diberikan untuknya.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa tinggalkan jejak ya😙🤗
__ADS_1