
"Ayo kita kerumah sakit" ajak March saat mengetahui istrinya muntah - muntah semalama.
March sengaja menyuruh salah satu pelayan dihotel itu untuk menjaga Celine takut terjadi sesuatu dengan istrinya. Dan benar saja, semalam pelayan yang menjaga Celine mengabari March kalau Celine muntah - muntah semalaman.
"Ngga usah… Lo pergi aja sana, gw bisa pergi sendiri" ucap Celine menepis tangan March dan kembali menaikit lift.
Tanpa fikir panjang, March mengikuti Celine menuju kamarnya dengan Celine yang terus saja mengomel.
"Ngapain kesini ngikutin?…" geram Celine.
"Ayo kedokter…" March terus saja memaksa Celine untuk pergi kedokter memeriksa kembali kandunganya.
"Kenapa Lo sekarang peduli sama gw. terus bulan lalu Lo ngga bisa ngaterin gw kedokter dengan alasan meeting dengan client pentin?" ucap Celine mulai mengungkit kembali March yang tidak ingin mengantarnya pergi kedokter.
"Astaga… aku serius meeting waktu itu.. bukan ketemu cewe" March berusaha meyakinkan Celine.
"Ngga usah alasan… Lo pergi sekarang dari sini" Celine mengusir March dari kamar hotelnya.
"Celine kamu harus nurut sama aku… aku ini suami kamu" March memegang tangan Celine.
"Lepasin gw gak mau dipegang sama Lo…" Celine menepis tangan March dan langsung mendorong March keluar pintu lalu menguncinya dari dalam.
"Celine…" March berusaha membuka pintunya, namun dia tidak bisa membukanya.
"Maaf tuan… ada yang perlu saya bantu?" tanya pelayan yang melihat March berusaha membuka pintu.
"Ngga ada pak… terima kasih" ucap March langsung meninggalkan hotel Celine dan berjalan menuju mobilnya.
Akhirnya March pun tidak akan kembali lagi kehotel Celine, dia berfikir untuk membiarkan Celine disana sampai dia mau kembali lagi dengan dirinya.
***
Saat Celine akan pergi kekamar mandi, dia tidak sengaja menginjak sabun belas dia mandi tadi sehingga dia terpeleset dan jatuh.
Beberapa menit setelah Celine terjatuh, tiba - tiba dari ************ Celine keluar banyak darah. Celine pun langsung membulatkan matanya.
Dia tidak tahu harus meminta bantuan kepada siapa. dengan sekuat tenaga dia berusaha bangun dengan kaki yang sudah banyak darah.
"Astaga ini kenapa?…" tanya Celine kepada dirinya dengan menyalakan ponselnya untuk meminta bantuan dari sahabatnya.
"Lyana tolong gw. gw ada di hotel" Ucap Celine setelah tersambung dengan Lyana.
"Celine…"
Sebelum Lyana bertanya kepada Celine. Celine keburu memutuskan panggilannya agar tidak ada orang lagi yang menelponnya.
Lyana yang takut terjadi sesuatu dengan Celine langsung pergi kealamat yang celine berikan sebelum dia memutus panggilannya tanpa seorang pun yang tau Lyana akan menemui Celine.
__ADS_1
Setelah beberapa saat Lyana datang dengan nafas yang terngeos ngosan.
"Astaga Celine…" Lyana membulatkan matanya dengan sempura saat melihat Celine yang kaki yang berlumuran darah.
"Ayo kita kerumah sakit" lanjutnya dengan langsung merangkul Celine. dan langsung membawa kemobil ambulan setelah para stap membatu dirinya dengan Celine.
Aaaaa……
Sepanjang perjalanan, Celine terus merasakan kesakitan dalam perutnya. dia takut terjadi sesuatu pada anaknya.
"Apa ini masih lama?…" tanya Celine dengan lemas.
"Lo sabar dulu ya… kita akan segera sampai" jawab Lyana dengan mata yang berkaca kaca.
Lyana yang tidak pernah melihat Celine kesakitan merasa teriris hatinya saat melihatnya berlumuran darah. Lyana pun tidak menanyakan soal March kepada Celine saking khawatir terhadap teman dan anaknya.
"Lo yang kuat ya…" Lyana terus mengsemsngati sahabatnya.
Celine terus menahan rasa sakitnya. hingga sampai dirumah sakit dan ditangani oleh dokter.
"Lo jangan bilang siapa - siapa ya" ucap Celine sebelum masuk kedalam ruangan dengan memegang tangan Lyana dengan mohon.
"Lo yang sehat aja dulu ya…" jawab Lyana. karena dia tidak yakin tidak akan memberi tahu keluarga Celine. takutnya terjadu sesuatu dengan Celine dan kandunganya.
Celine segera dibawa keruangan untuk diperiksa oleh dokter dan beberapa suster.
"Apa bapa bisa kerumah sakit sekarang?" tanya Lyana saat telponya tersambung.
"Ada apa emangnya?" tanya March yang merasa bingung tiba - tiba Lyana menyuruhnya kerumah sakit.
"Nanti saya bisa jelasin setelah bapa kesini" jawab Lyana dengan air mata yang mengalir.
"Saya akan segera kesana" March yang merasa khawatir pun langsung menghampiri Lyana tanpa berpikir panjang lagi.
"March Lo mau kemana?" tanya Jerry yang akan segera pergi dengan March menyelesaikan pekerjaannya.
"Gw batalin semua jadwa hari ini" jawab March dengan mengancingkan jas nya sambil berjalan menuju mobilnya.
"Tapi March, ini sangat penting"
"Tidak ada yang lebih penting lagi selain masalah ini" March menatap tajam Jerry dan melanjutkan kembali jalanya.
"Seenaknya aja batalin semua jadwalnya" ucap Jerry menepuk jidatnya dan melempar berkas yang ada ditangannya.
March mengejutkan terus menanjapkan gas mobilnya hingga kecepatan tinggi saat mendengar Lyana menangis. karena dia sudah yakin bakalan terjadi sesuatu dengan Celine.
Setelah sampai dirumah sakit. March menanyakan keberadaan Lyanana dengan menelponnya.
__ADS_1
March langsung menghampiri Lyana setelah menelponnya.
dan menanyakan apa yang terjadi sebenernya.
"Celine tadi menelpon saya, menyuruh saya datang kehotelnya. pas saya datang dia sudah berlumuran darah kakinya" Lyana menjelaskan apa yang dia lihat dengan menangis.
"Apa orang tuanya tau?" tanya March yang mulai khawatir dengan Celine.
"Ngga pak… Celine menyuruh saya tidak mengatakan nya kepada siapapun. namun saya takut terjadi sesuatu dengan ya, makanya saya menelpon bapa" jawab Lyana yang terus menangis.
"Susah kamu jangan menangis lagi. Celine akan baik - baik aja" March menepuk pundak Lyana untuk menguatkannya.
Dia sempat kaget dengan kejadian Celine. karena beberapa jam yang lalu Celine masih baik - baik aja. dan menjadi misteri buat March.
March dan Lyana pun duduk menunggu Celine didepan ruangan pemeriksaan Celine. March yang terus memikirkan apa yang sebenarnya terjadi dengan istrinya itu.
Sedangkan Lyana yang tak henti - hentinya menangis memikirkan kondisi Celine dan babbynya hingga dia tidak mendengar ada telpon masuk keponselnya.
"Lyana ponsel kamu bunyi…" ucap March yang melihat Evellyn menelpon Lyana.
Lyana melihat ponselnya dan langsung mengangkatnya.
"Lo dimana?" tanya Evellyn saat tersambung dengan suara khasnya yang cempreng.
"Gw gak bisa ngomong sama Lo sekarang.... jadi tolong jangan hubungi gw dulu" jawab Lyana langsung mematikan ponselnya.
Beberapa menit berlalu. dokter yang memeriksa Celine keluar dengan dua suster disampingnya.
"Bagaimana keadaan istri saya dok." tanya March langsung menghampiri dokter.
.
.
.
.
.
.
Happy reading gays...
Berikan keritikannya juga ya... takutnya kalian bosan dengan ceritanya🤭🤭..
Terus berikan like dan komentar ya say😘😘
__ADS_1